Gatot Subroto, Pahlawan dan Jenderal Pemberan

Gatot Subroto, Pahlawan dan Jenderal Pemberan

 

Gatot Subroto, Pahlawan dan Jenderal Pemberan

HARI ini, 109 tahun yang lalu, seorang pahlawan yang namanya selalu menghiasi nama jalan di seluruh kota Indonesia dilahirkan. Tepat, dialah Jenderal Gatot Subroto. Beliau lahir di Banyumas. Ia dikenal sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia. Sejak anak-anak, ia sudah menunjukkan watak seorang pemimpin. Dia memiliki keberanian, ketegasan, tanggung jawab, dan berpantang akan kesewenangan.

Karir Militer

Disitat dari Merdeka.com, Gatot Subroto mengawali karir militer dengan menjadi anggota KNIL, tentara Hindia Belanda, setelah sebelumnya sempat bekerja sebagai pegawai pemerintah yang hanya sebentar saja dilakoni, Gatot Subroto dikenal sebagai tentara yang solider terhadap rakyat kecil meski tengah bekerja sebagai tentara kependudukan Belanda dan Jepang. Ia merupakan contoh seorang pemimpin yang layak diapresiasi berkat jasa-jasanya.

Bergabung dengan KNIL membuat Gatot Subroto paham dan mengerti bagaimana seorang tentara harus bertindak. Sempat menjadi sersan kelas II saat dikirim di Padang Panjang selama lima tahun, Gatot Subroto kemudian dikirim ke Sukabumi untuk mengikuti pendidikan lanjutan, pendidikan masose.

Belanda berhasil didudukkan Jepang pada saat Perang Dunia II, tanpa komando Gatot Subroto bergabung dengan Pembela Tanah Air (Peta), organisasi militer milik Jepang yang merekrut tentara pribumi untuk berperang. Di sanalah karir Gatot Subroto mulai merangkak naik. Selepas lulus dari pendidikan Peta, ia diangkat menjadi komandan kompi di Banyumas sebelum akhirnya ditunjuk menjadi komandan batalyon.

Selama menjabat sebagai komandan kompi dan komandan batalyon, Gatot Subroto dinilai sering memihak kepada rakyat pribumi. Hal itulah yang sering kali membuat ia ditegur oleh atasannya. Alih-alih kapok, justru hal itulah yang membuat Gatot Subroto mendapatkan angin segar untuk sekedar ‘menakuti dan mengancam’ pihak Jepang.

Saat itu, ia mengancam bahwa dirinya mengundurkan diri sebagai komandan kompi dengan melemparkan atribut senjata perangnya. Melihat tindakan berani Gatot Subroto, atasannya kemudian meluluskan apa yang dikerjakan Gatot Subroto, yakni memihak pribumi terlebih rakyat kecil. Ia juga menentang Jepang jika berbuat semena-mena dan kasar terhadap anak buahnya.

Setelah kemerdekaan Indonesia berhasil didapat

Gatot Subroto kemudian membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang merupakan cikal bakal nama TNI yang ada kini. TKR dipimpin oleh Kol. Sudirman di mana saat itu Gatot Subroto menjabat sebagai Kepala Siasat dan berganti menjadi Komandan Devisi dengan pangkat Kolonel setelah prestasinya yang dianggap gemilang dalam pertempuran Ambarawa.

Pada tahun 1948 terdapat pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang didalangi Muso (DI/ TII). Pemberontakan tersebut berada di wilayah Madiun, Jawa Timur, yang kemudian berakhir diatasi dengan baik oleh TKR di bawah pimpinan Gatot Subroto. Saat melawan PKI, Gatot Subroto melancarkan operasi militer agar dapat memulihkan keamanan.

Tak berbeda jauh dengan pemberontakan yang ada di Jawa, di Sulawesi Selatan juga terdapat pemberontakan Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) yang dipimpin oleh Kahar Muzakar pada tahun 1952. Lagi-lagi karena dinilai pandai dalam memasang strategi, Gatot Subroto diserahi untuk menumpas pasukan pemberontak dan kembali pulang dengan membawa kemenangan. Tak hanya sekedar kemenangan, para pemberontak pun juga berhasil dibujuknya agar kembali dalam barisan TKR. Berkat usahanya tersebut, Gatot Subroto diangkat menjadi Panglima Tentara & Teritorium (T & T) IV Diponegoro di tahun yang sama.

Seorang Pemimpin

Selama memimpin, Gatot Subroto dikenal sebagai pemimpin yang disiplin, tegas, berani, dan membela kaum yang tertindas. Maka, pada tahun 1953, ketika terjadi kerusuhan di istana negara akibat tuntutan rakyat atas pembubaran parlemen ditolak, Gatot Subroto yang dituduh sebagai dalang kerusuhan tersebut langsung mengundurkan diri dari jabatannya sekaligus dari dinas militer. Namun, ia kembali dipanggil pemerintah untuk duduk dan menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) pada tahun 1956. Melalui tangannya, ia berhasil melumpuhkan pemberontakan PRRI/ Permesta yang ada di Sumatera dan Sulawesi Utara.

Dia juga berjasa sebagai penggagas pembetukan akademi militer di Indonesia

Melansir Tirto.id, Menurut Gatot, salah satu cara untuk membina perwira muda adalah dengan menyatukan akademi militer setiap angkatan yakni Angkatan Darat, Laut, dan Udara, menjadi satu akademi. Gagasan tersebut akhirnya terwujud dengan terbentuknya Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI).

Gatot Subroto akhirnya meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 11 Juni 1962, pada usia 55 tahun. Sang Jenderal ini dimakamkan di desa Sidomulyo, kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Atas jasa-jasanya yang begitu besar bagi negara, seminggu setelah kematiannya, Jenderal Gatot Subroto dinobatkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional yang dikuatkan dengan SK Presiden RI No.222 Tahun 1962, tgl 18 Juni 1962.

 

Sumber : https://pengajar.co.id/

Peperangan era Napoleon

Peperangan era Napoleon

Peperangan era Napoleon
Peperangan era Napoleon

Peperangan era Napoleon adalah serangkaian peperangan yang terjadi selama Napoleon Bonaparte memerintah Perancis (1799–1815).

Perang ini terjadi (khususnya) di benua Eropa, tetapi juga di beberapa tempat di benua lainnya dan merupakan kelanjutan dari perang yang dipicu oleh Revolusi Perancis pada tahun 1789.

Perang ini menyebabkan perubahan besar pada sistem militer di Eropa terutama artileri dan organisasi militer, dan juga pada masa inilah pertama kalinya diadakan wajib militer secara resmi sehingga jumlah tentara berlipat ganda.

Kekuatan Perancis dengan cepat berkembang, menaklukkan sebagian besar Eropa dan juga cepat ambruknya setelah mengalami kekalahan telak dari Rusia pada tahun 1812. Setelah kekalahan ini Napoleon menyerah total, sehingga dinasti Bourbon kembali berkuasa di Perancis. Sementara itu wilayah kekaisaran Spanyol satu persatu daerah jajahannya mulai lepas akibat invasi Perancis, yang mengakibatkan lemahnya Spanyol sehingga memicu timbulnya revolusi di Amerika Latin.

Tidak ada kesepakatan para sejarawan untuk memastikan kapan Perang Revolusi Perancis berakhir dan peperangan era Napoleon dimulai. Beberapa tanggal yang diajukan antara lain:

* Tanggal 9 November 1799, ketika Napoleon merebut kekuasaan di Perancis
* Tanggal 18 Mei 1803, ketika Inggris dan Perancis melanggar gencatan senjata yang mereka sepakati sebelumnya
* Tanggal 2 Desember 1804, ketika Napoleon mengangkat dirinya sendiri sebagai kaisar.

Peperangan era Napoleon berakhir ketika ia mengalami kekalahan dalam Pertempuran Waterloo (18 Juni 1815) dan disepakatinya pakta Paris yang kedua. Beberapa sumber sejarah (terutama di Inggris) menamakan peperangan dari tahun 1792 sampai 1815 ini dengan nama Perang Perancis Raya, atau sebagai babak penutup dari Perang 200 Tahun antara Inggris dan Perancis yang dimulai sejak tahun 1689 sampai dengan tahun 1815.

Latar belakang, 1789–1802

Revolusi Perancis mengancam kerajaan-kerajaan lain di benua Eropa, dan menjadi persoalan yang lebih serius dengan ditangkapnya raja Louis XVI pada tahun 1792 dan pelaksanaan hukuman mati terhadapnya di bulan Januari tahun 1793. Usaha pertama untuk menghancurkan Republik Perancis ini dimulai pada tahun 1792 ketika Austria, Kerajaan Sardinia, Kerajaan Napoli, Prusia, Spanyol, dan Kerajaan Britania Raya membentuk koalisi pertama. Dengan ditetapkan undang-undang Perancis yang baru, termasuk wajib militer secara serentak (levée en masse), pembaharuan sistem militer, dan perang secara total, memberikan kontribusi bagi kemenangan Perancis atas koalisi pertama. Perang berakhir ketika Austria dituntut oleh Napoleon menerima syarat-syarat dalam perjanjian Campo Formio. Kerajaan Britania Raya menjadi satu-satunya kerajaan yang tersisa dari koalisi pertama yang memerangi Perancis sampai dengan tahun 1797.

Koalisi kedua dibentuk pada tahun 1798, yang terdiri atas beberapa kerajaan: Austria, Britania Raya, Kerajaan Napoli, Kesultanan Utsmaniyah, Negara Kepausan, Portugal, dan Rusia. Napoleon Bonaparte, sang arsitek utama kemenangan Perancis pada tahun lalu atas koalisi pertama, melancarkan aksi militer ke Mesir (beberapa ilmuwan diikutsertakan dalam ekspedisi ini termasuk Jean Baptiste Joseph Fourier dan Jean-Francois Champollion).

Napoleon kembali ke Perancis pada tanggal 23 Agustus 1799. Kemudian ia mengambil alih pemerintahan pada tanggal 9 November 1799 dalam sebuah kudeta bernama 18 Brumaire. Napoleon menata ulang sistem militer dan membuat pasukan cadangan untuk mendukung aksi militer di sekitar Rhine dan Italia. Di semua pertempuran, Perancis lebih unggul. Di Italia, Napoleon memenangkan pertempuran dengan Austria dalam Marengo pada tahun 1800. Tetapi pertempuran yang menentukan terjadi di Rhein, wilayah Hohenlinden pada tahun 1800. Dengan kalahnya Austria ini, kekuatan koalisi kedua hancur. Akan tetapi Britania Raya tetap kuat dan memberi pengaruh yang besar kepada negara-negara lainnya agar dapat mengalahkan Perancis. Napoleon menyadari hal ini, tanpa kekalahan Inggris atau perjanjian damai dengannya maka ia tidak akan pernah mencapai perdamaian secara penuh di benua Eropa.

Perang Inggris dan Perancis, 1803–1814

Tidak seperti anggota koalisi lainnya, Inggris tetap berperang secara kecil-kecilan dengan Perancis. Dengan perlindungan dari armada lautnya yang sangat kuat (seperti yang diucapkan Admiral Jervis “Saya tidak menjamin bahwa Perancis tidak akan datang menyerang kita, tetapi saya menjamin bahwa mereka tidak akan datang lewat laut”), Inggris dapat tetap mensuplai dan mengadakan perlawanan didarat secara global selama lebih dari satu dekade. Bala tentara Inggris juga menyokong pemberontak di Spanyol melawan Perancis dalam perang Peninsular pada tahun 1808-1814. Dilindungi oleh kondisi alam yang menguntungkan, serta dibantu dengan pergerakan gerilyawan yang sangat aktif, pasukan Anglo-Portugis ini sukses mengganggu pasukan Perancis selama beberapa tahun. Puncaknya pada tahun 1815, tentara Inggris memainkan peran penting dalam mengalahkan pasukan Napoleon pada pertempuran Waterloo.

Sebenarnya perjanjian damai (Persetujuan Amiens) antara Inggris dan Perancis telah disepakati pada tanggal 25 Maret 1802. Tetapi kedua belah pihak tidak pernah mematuhinya. Aksi militer kedua belah pihak selalu merusak perjanjian ini seperti misalnya Perancis ikut andil dalam kericuhan sipil di Swiss (Stecklikrieg) dan menduduki beberapa kota di Italia, sementara Inggris menduduki Malta. Napoleon juga berusaha mengembalikan hukum kolonial di laut. Pada awal ekspedisi ini kelihatan sukses, akan tetapi dengan cepat berubah menjadi bencana. Komandan Perancis, juga saudara ipar Napoleon dan hampir sebagian besar tentaranya meninggal akibat wabah penyakit kuning, dan juga karena serangan musuh.

Napoleon menjadi Kaisar Perancis pada tanggal 18 Mei 1804 dan menobatkan dirinya sendiri sebagai penguasa Notre-Dame pada tanggal 2 Desember.

Koalisi ketiga, 1805

Pada bulan April 1805, Inggris dan Rusia menandatangani kesepakatan dengan tujuan mengusir Perancis dari Belanda dan Swiss. Austria ikut serta dalam aliansi ini setelah pencaplokan wilayah Genoa dan penobatan Napoleon sebagai Raja Italia pada tanggal 17 Maret 1805.

Austria memulai peperangan dengan menginvasi Bayern dengan bala tentaranya yang berjumlah 70 ribu jiwa di bawah pimpinan Karl Mack von Leiberich. Dengan segera tentara Perancis keluar dari Boulogne pada akhir Juli 1805 untuk menghadapinya. Keduanya bertemu di Ulm (25 September – 20 Oktober). Napoleon mengepung tentara Mack memaksanya menyerah. Dengan dikalahkannya tentara Austria di utara pegunungan Alpen (tentara lainnya di bawah pimpinan Adipati Agung Charles berputar balik sehingga bertemu tentara Perancis lainnya pimpinan marsekal André Masséna di Italia), Napoleon menduduki Wina. Jauh di belakang garis suplainya, ia berhadapan dengan bala tentara Austria-Rusia yang lebih besar di bawah komandan Mikhail Kutuzov, juga kaisar Alexander dari Rusia turut serta. Pada tanggal 2 Desember, Napoleon menyerbu gabungan tentara dua negara ini yang berada di Moravia, Austerlitz (inilah kemenangan terbesar Napoleon). Napoleon hanya kehilangan 7 ribu tentaranya, sementara kerugian tentara gabungan sekitar 25 ribu jiwa.

Austria menandatangani kesepakatan Pressburg pada tanggal 26 Desember 1805 dan keluar dari koalisi. Perjanjian ini meminta Austria menyerahkan Venesia kepada Kekaisaran Perancis yang meliputi Italia dan Tyrol sampai dengan Bayern.

Dengan mundurnya Austria dari perang ini, tentara Napoleon mencatat kemenangan terus-menerus di daratan, akan tetapi kekuatan penuh tentara Rusia belumlah ikut serta saat itu.

Koalisi keempat, 1806–1807

Koalisi keempat terbentuk beberapa bulan setelah runtuhnya koalisi ketiga dan terdiri dari Prusia, Rusia, Saxon, Swedia, dan Inggris. Pada bulan Juli 1806, Napoleon membentuk Konfederasi Rhein untuk menyatukan negara-negara kecil di Jerman.

Akibat terpecahnya kerajaan-kerajaan Jerman, dan atas desakan Napoleon, Kaisar Franz II dari Austria menyatakan bubarnya Kekaisaran Romawi Suci yang dipimpinnya pada tanggal 6 Agustus 1806. Sejak itu berakhirlah suatu imperium longgar bangsa-bangsa Jerman yang berlangsung hampir selama 850 tahun.

Karena tidak bisa menerima hal ini, Friedrich Wilhelm III dari Prusia, yang merupakan anggota imperium, pada bulan yang sama membuat keputusan yang berani dengan menyatakan perang secara terpisah melawan Perancis dan negara-negara koalisi. Di bulan September, Napoleon menggerakkan seluruh pasukannya yang berada di timur Rhein. Napoleon sendirilah yang mengalahkan tentara Prusia di Jena pada tanggal 14 Oktober 1806, dan Marsekal Davout mengalahkan lainnya di Auerstädt pada hari yang sama. Sekitar 160 ribu tentara Perancis (jumlah yang bertambah terus seiring dengan kemenangan-kemenangan yang diraih Napoleon) menyerang Prusia dengan strategi yang jitu disertai pergerakan yang cepat, sehingga berhasil menghancurkan kekuatan militer yang lebih besar dan kuat yaitu sekitar seperempat juta tentara Prusia; dengan korban jiwa 25 ribu orang, menahan sekitar 150 ribu orang, menyita 4 ribu artileri, serta lebih dari 100 ribu musket di Berlin.

Sebenarnya Napoleon hanya melawan satu detasemen tentara Prusia saja di Jena. Di Auerstädt-lah pertempuran besar terjadi, melibatkan satu korps tentara Perancis mengalahkan tentara Prusia yang berjumlah sangat besar. Napoleon memasuki Berlin pada tanggal 27 Oktober 1806. Dia mengunjungi makam Friedrich yang Agung dan menginstruksikan seluruh marsekalnya untuk melepas topi mereka untuk memberi penghormatan seraya berucap

Jika Friedrich yang Agung masih hidup, tentulah kita tidak akan sanggup berada di sini sekarang

Dalam perang melawan Prusia ini, Napoleon hanya membutuhkan waktu 19 hari saja untuk menyerang tentara Prusia di Jena dan Auerstädt, mengalahkannya, dan akhirnya menduduki Berlin. Hal ini sangat fantastis dan brilian, karena sebaliknya Prusia yang sudah bertempur selama 3 tahun sejak keiikutsertaan dalam koalisi pertama hanya sedikit saja memperoleh keberhasilan.

Selama konflik ini tercatat Malta mengirimkan bantuan kepada Rusia dan Prusia dengan harapan mereka mendapat aliansi politis melawan Napoleon dan Perancis, akan tetapi hal ini tidak berhasil karena bajak laut di sekitar Pantai Barbari menghadang dan merampas bantuan tersebut.

Babak selanjutnya dari peperangan era Napoleon ini, adalah dipaksanya Rusia keluar dari Polandia oleh Perancis dan didirikan negara baru bernama Kadipaten Warsawa. Kemudian Napoleon beralih ke utara untuk berhadapan dengan sisa-sisa tentara Rusia, dan berusaha untuk menduduki ibukota sementara Prusia, Koenigsberg. Dengan taktik berpindah di Pertempuran Eylau (7 Februari – 8 Februari 1807), Perancis berhasil memaksa Rusia mundur ke utara lebih jauh lagi. Lalu Napoleon mengepung mereka di Friedland (14 Juni 1807). Akibat kekalahan ini, Tsar Alexander terpaksa mengadakan perdamaian dengan Napoleon di Tilsit (7 Juli 1807). Pada bulan September, Marsekal Brune secara menyeluruh berhasil menduduki Pomerania. Meskipun demikian, dia tetap mengizinkan pasukan Swedia yang kalah untuk mundur bersama peralatan perang mereka.

Koalisi kelima, 1809

Koalisi kelima terdiri dari Britania Raya dan Austria yang dibentuk untuk melawan Perancis di daratan. Sementara di laut, sekali lagi Inggris berperang sendirian melawan sekutu-sekutu Napoleon. Tercatat sejak koalisi kelima terbentuk, angkatan laut kerajaan Inggris mencapai kesuksesan di daerah koloni Perancis dan memperoleh kemenangan yang besar melawan Denmark di Pertempuran Kopenhagen (2 September 1807).

Di daratan, koalisi kelima berusaha memperluas wilayah tetapi dengan pergerakan militer terbatas. Seperti yang terjadi pada ekspedisi Walcheren pada tahun 1809, yang melibatkan angkatan darat Inggris dibantu oleh angkatan lautnya untuk membebaskan tentara Austria yang berada dalam tekanan tentara Perancis. Ekpedisi ini berakhir menjadi bencana setelah tentara yang dikomandani oleh John Pitt (pangeran kedua dari Chatham) gagal mencapai target yaitu pangkalan angkatan laut Perancis di Antwerpen.

Dalam tahun-tahun selama koalisi kelima ini, pergerakan militer Inggris di daratan, terkecuali di jazirah Iberia (Al-Andalus), masih terbatas pada taktik serang dan lari dibantu oleh angkatan laut yang mendominasi laut setelah sukses menghancurkan hampir seluruh kemampuan angkatan laut Perancis dan sekutunya dan juga memblokade laut di sekitar pangkalan-pangkalan milik Perancis yang masih dipertahankan dengan kuat.

Serangan kilat ini mirip dengan metode serangan yang dilancarkan oleh para gerilyawan. Umumnya angkatan laut membantu angkatan darat untuk menghancurkan kapal-kapal Perancis, mengganggu pengiriman, komunikasi, dan garnisun-garnisun militer di sekitar pantai. Dan sering juga angkatan laut datang menolong dengan menurunkan tentara mereka untuk membantu operasi militer yang dilancarkan bermil-mil jauhnya dari pantai.

Kapal-kapal milik angkatan laut Inggris bahkan membantu dengan gempuran artileri dari moncong-moncong meriam mereka jika tentara Perancis yang bertempur tersesat hingga dekat dengan garis pantai. Tetapi bagaimanapun juga, kualitas dan kemampuan dari angkatan darat-lah yang sangat berpengaruh dari sukses tidaknya suatu operasi militer. Sebagai contoh, ketika taktik ini dilancarkan di Spanyol, kadangkala angkatan laut gagal mencapai target karena kurangnya kualitas dan kemampuan tentaranya.

Peperangan ini juga merembet ke perang ekonomi antara sistem kontinental yang diterapkan oleh Perancis menghadapi blokade laut oleh Inggris di setiap wilayah kekuasaan Perancis. Kedua belah pihak selalu membuat konflik baru agar sistem mereka bisa dilaksanakan. Inggris berperang dengan Amerika antara tahun 1812-1815, sementara Perancis ikut serta dalam perang di Semenanjung Eropa selama tahun 1808-1814. Konflik di Andalusia dimulai ketika Portugal melanjutkan perdagangan dengan Inggris meskipun ada larangan dari pihak Perancis. Ketika Spanyol mengalami kegagalan untuk mempertahankan aliansinya dengan Perancis, dengan segera tentara Perancis menyerang dan menduduki ibukota Madrid.

Austria yang sebelumnya menjadi sekutu Perancis, mengambil kesempatan untuk mengembalikan wilayah mereka di Jerman yang pernah dikuasainya sebelum mengalami kekalahan dalam perang di Austerlitz. Mereka memperoleh beberapa kemenangan atas tentara marsekal Davout yang memang terlalu sedikit dalam menjaga seluruh front timur. Napoleon hanya menempatkan sekitar 170.000 tentaranya untuk menjaga seluruh front timur ini. (bandingkan dengan tahun 1790-an, ada sekitar 800.000 tentara yang menjaga front timur ini bahkan lebih pendek jaraknya saat itu).

Napoleon sangat gembira dengan keberhasilan pasukannya merebut Spanyol dan menduduki Madrid dengan mudah, dan memaksa mundur sejumlah besar tentara Inggris dari Andalusia (Pertempuran Corunna, 16 Januari 1809). Akan tetapi serangan yang dilancarkan Austria mencegah Napoleon menyelesaikan pengusiran tentara Inggris dari Andalusia karena dia harus pergi ke Austria untuk memimpin pasukan dan tidak pernah kembali ke arena pertempuran di jazirah ini. Karena ketidakhadirannya beserta marshal terbaiknya (Davout tetap memimpin di timur selama peperangan), situasi di Spanyol makin memburuk, terutama ketika Jenderal Inggris Sir Arthur Wellesley yang terkenal itu tiba untuk memimpin pasukan.

Tentara Austria menyerbu ke kadipaten Warsawa tetapi mengalami kekalahan pada Pertempuran Radzyn pada tanggal 19 April 1809. Tentara Polandia menduduki Galicia barat menambah daftar kesuksesan mereka.

Kemudian Napoleon memimpin sendiri tentaranya untuk melakukan serangan balik ke Austria. Setelah melalui beberapa pertempuran kecil, Austria akhirnya dipaksa mundur dari Bayern, sementara Napoleon terus bergerak memasuki Austria. Akibat keinginannya untuk segera menyeberangi sungai Danube mengakibatkan pertempuran besar yang terkenal dengan nama Pertempuran Aspern-Essling (22 Mei 1809) — Kekalahan telak pertama yang diderita Napoleon dari pasukan Austria yang dipimpin oleh Jenderal Archduke Karl. Baru pada awal bulan Juli (5 Juli – 6 Juli), Napoleon berhasil merebut Vienna dengan mengalahkan tentara Austria pada Pertempuran Wagram. (Pada saat berlangsung pertempuran ini, Napoleon mencopot Marsekal Bernadotte dari jabatannya dan mempermalukan dia di hadapan marsekal senior lainnya. Segera setelah kejadian ini, Bernadotte menerima tawaran dari Swedia untuk mengisi posisi sebagai pangeran. Selanjutnya dia secara aktif berpartisipasi dalam peperangan ini melawan Napoleon.)

Perang koalisi kelima ini berakhir dengan kesepakatan Schönbrunn (14 Oktober 1809). Selanjutnya di timur hanya pemberontak Tyrol-lah yang dipimpin oleh Andreas Hofer yang tetap melanjutkan perlawanan terhadap tentara Perancis-Bayern sampai akhirnya mereka dikalahkan pada bulan November 1809, sementara itu perang di semenanjung Eropa Barat tetap berlanjut.

Kekaisaran Perancis mencapai puncak kejayaannya pada tahun 1810 dengan wilayah kekuasaan yang begitu luas. Sementara itu Inggris dan Portugal tetap menjaga area di sekitar Lisbon (di belakang garis depan di Torres Vedras) dan untuk mengepung Cadiz. Napoleon menikah dengan Marie-Louise, Putri dari Austria, dengan maksud untuk mempererat aliansi dengan Austria dan memperoleh keturunan untuk menjadi putra mahkota baru. Hal ini tidak didapatkannya dari istri pertama, Josephine. Sebagai kaisar Perancis, Napoleon mengontrol negara-negara konfederasi Swiss, konfederasi Rhine, kadipaten Warsawa dan kerajaan Italia. Wilayah-wilayah di bawah kekaisaraan Perancis termasuk:

* Kerajaan Spanyol (di bawah pimpinan Joseph Bonaparte, saudara laki-laki Napoleon)
* Kerajaan Westphalia (Jerome Bonaparte, saudara laki-laki Napoleon)
* Kerajaan Napoli (Joachim Murat, suami dari Caroline, saudara perempuan Napoleon)
* Kerajaan Lucca dan Piombino (saudara perempuan Napoleon Elisa Bonaparte dan suaminya Felice Bacciocchi)
* Bekas musuh Napoleon sebelumnya, Prusia dan Austria.

Invasi ke Rusia, 1812

Napoleon berencana menyerang Inggris , dan menyusun 180.000 tentara di Boulogne. Namun, untuk invasinya, ia membutuhkan keunggulan laut – atau paling tidak dapat memukul mundur Britania dari Selat Inggris. Rencana untuk menarik perhatian Britania dengan mengganggu jajahan mereka di India Barat gagal ketika armada Perancis-Spanyol di bawah Laksamana Villeneuve mundur setelah pertempuran Cape Finisterre pada 22 Juli 1805. Angkatan Laut Kerajaan memblokade Villeneuve di Cádiz sampai ia pergi menuju Naples pada 19 Oktober; skuadron Britania menangkap dan menaklukkan armadanya dalam Pertempuran Trafalgar tanggal 21 Oktober (komandan Britania, Lord Nelson, tewas dalam pertempuran). Napoleon tidak akan pernah mendapatkan kesempatan untuk menantang Britania di laut. Napoleon membatalkan semua rencananya untuk menyerang Kepulauan Britania, dan membalikan perhatiannya ke musuhnya di Benua Eropa sekali lagi. Tentara Perancis meninggalkan Boulogne dan bergerak menuju Austria.

Seperti yang disebutkan di atas, hasil dari pakta Tilsit tahun 1807 mengakibatkan perang Anglo-Rusia 1807–1812. Tsar Alexander I menyatakan perang kepada Inggris setelah Inggris menyerang Denmark pada bulan September tahun 1807. Banyak pelaut Inggris yang ikut membantu armada laut Swedia selama perang Finlandia dan memperoleh kemenangan atas Rusia di teluk Finlandia pada bulan Juli tahun 1808 dan bulan Agustus tahun 1809, tetapi kemenangan tentara Rusia di daratan memaksa Swedia menandatangani perjanjian damai dengan Rusia pada tahun 1809 dan dengan Perancis pada tahun 1810 juga harus bergabung untuk memblokade Inggris.

Akan tetapi hubungan Perancis dan Rusia menjadi semakin buruk setelah tahun 1810, sementara perang Rusia dan Inggris telah berakhir. Pada bulan April tahun 1812, Rusia, Inggris dan Swedia menandatangani perjanjian rahasia untuk bergabung melawan Napoleon.

Napoleon menginvasi Rusia pada tahun 1812 dengan maksud memaksa kaisar Alexander I tetap mengikuti sistem kontinental yang diterapkannya dan memperkecil kemungkinan ancaman Rusia yang akan menginvasi Polandia. Dengan membawa pasukan dalam jumlah besar yaitu sekitar 650.000 orang (270.000 orang Perancis, sisanya tentara dari berbagai wilayah lain) pada tanggal 23 Juni 1812 mereka menyeberangi sungai Niemen. Rusia menyatakan ini sebagai perang patriotik membela negara sementara Napoleon menyatakannya sebagai perang Polandia Kedua. Hal ini tidak seperti harapan rakyat Polandia (ada sekitar 100.000 tentara Polandia yang bergabung dalam invasi ini) yakni Napoleon ternyata tidak ingin bernegosiasi dengan Rusia.

Rusia menerapkan strategi membumihanguskan kota sambil mundur teratur. Pertempuran hanya terjadi di Borodino pada tanggal 7 September 1812. Pada tanggal 14 September 1812, pasukan Napoleon berhasil masuk kota Moskwa yang sebenarnya sudah ditinggalkan penduduknya dan dibumihanguskan atas perintah gubernur-nya: Pangeran Fyodor Vasilievich Rostopchin.

Akhirnya dimulailah penarikan pasukan secara besar-besaran dari Kota Moskwa akibat cuaca yang sangat dingin dan juga makin hebatnya serangan Rusia yang memang memanfaatkan cuaca dingin sebagai senjata. Korban mencapai sekitar 380.000 jiwa (kebanyakan akibat kelaparan dan kedinginan) dan 100.000 ditawan. Korban jiwa pada pihak Rusia sekitar 210.000 jiwa. Pada bulan November, sisa dari pasukan besar ini menyeberangi sungai Berezina dan hanya sekitar 27.000 tentara yang masih dalam kondisi fit. Napoleon kemudian meninggalkan tentaranya dan kembali ke Perancis untuk menyiapkan pertahanan di Polandia dari serangan tentara Rusia.

Koalisi keenam, 1812-1814

Melihat adanya kemungkinan untuk mengalahkan Napoleon yang sudah lemah akibat kekalahan besar di Rusia, dengan segera Prusia, Swedia, Austria, dan beberapa negara kecil di Jerman ikut dalam peperangan lagi. Napoleon bersumpah dia akan membentuk tentara baru sebesar tentara yang dia kirimkan ke Rusia, dan memang dengan secara cepat dia membentuk tentaranya di timur dari 30.000 menjadi 130.000 dan pada akhirnya mencapai 400.000 orang. Pertempuran pun segera terjadi di Lützen (2 Mei 1813) dan Bautzen (20-21 Mei 1813) yang mengakibatkan kerugian besar di pihak koalisi yaitu sekitar 40 ribu jiwa. Tercatat lebih dari 250.000 tentara yang terlibat dalam dua pertempuran ini.

Sementara itu pada peperangan di semenanjung Eropa tepatnya di kota Vitoria ( 21 Juni 1813), pasukan Arthur Wellesley meraih kemenangan atas pasukan Joseph Bonaparte sehingga hancurlah kekuatan Perancis di Spanyol dan memaksa mereka mundur melewati pegunungan Pyrene.

Kedua belah pihak menyatakan gencatan senjata yang mulai efektif tanggal 4 Juni sampai dengan 13 Agustus 1813. Selama masa damai ini kedua belah pihak berusaha pulih dari kerugian yang dideritanya sejak bulan April yang telah menelan korban jiwa hampir seperempat juta. Pihak koalisi juga berhasil memengaruhi Austria agar berperang melawan Perancis. Akhirnya dua inti dari pasukan Austria yang berjumlah 300.000 orang ikut serta dalam koalisi sehingga menambah kekuatan mereka di Jerman. Total jumlah pasukan koalisi saat itu mencapai 800.000 tentara di garis depan Jerman, dengan cadangan mencapai 350.000 tentara.

Kesuksesan Napoleon dalam dua pertempuran melawan koalisi keenam di atas ternyata membawa pengaruh besar pada kekuatan angkatan perangnya sehingga menjadi sekitar 650.000 tentara  meskipun sebenarnya hanya 250.000 tentara yang langsung di bawah komandonya, sementara lainnya 120 ribu tentara di bawah komando marsekal Nicolas Charles Oudinot dan 30.000 di bawah komando marsekal Davout.

Negara-negara yang bergabung dalam konfederasi Rhine, terutama Saxon dan Bayern adalah penyumbang tentara terbesar untuk Napoleon. Di selatan, Kerajaan Napoli dan Kerajaan Italia turut menambah kekuatan dengan menyediakan sekitar 100.000 tentara. Sementara di Spanyol masih ada sekitar 150-200 ribuan tentara Perancis meskipun saat itu mereka sudah dipaksa mundur oleh Inggris dari wilayah tersebut. Jadi ada sekitar 900.000 tentara Perancis yang tersebar di semua medan pertempuran berhadapan dengan sekitar 1 juta tentara koalisi (belum termasuk tentara cadangan di Jerman).

Setelah masa gencatan senjata selesai, tampaknya Napoleon akan meraih kembali masa kejayaannya setelah meraih kemenangan besar atas tentara koalisi di Dresden pada bulan Agustus tahun 1813. Akan tetapi di medan pertempuran lain semua marsekalnya mengalami kekalahan sehingga kemenangan ini menjadi tidak ada artinya lagi. Pada Pertempuran Leipzig di Saxon (16-19 Oktober 1813) yang juga dikenal dengan nama pertempuran banyak bangsa, sekitar 190.000 tentara Perancis berhadapan dengan 300.000 tentara koalisi, yang pada akhirnya memaksa mereka mundur sampai ke kampung halamannya sendiri, Perancis. Kemudian Napoleon masih memimpin beberapa pertempuran lagi termasuk pertempuran Arcis-sur-Aube di Perancis sendiri, akan tetapi karena banyaknya jumlah tentara koalisi yang terlibat pertempuran membuat mereka kewalahan.

Akhirnya pasukan koalisi memasuki Paris pada tanggal 30 Maret 1814. Tercatat Napoleon masih memimpin pasukannya dan mendapat kemenangan berkali-kali atas pasukan koalisi yang maju terus menuju Paris. Akan tetapi dia hanya memimpin sekitar 70.000 tentara melawan 500.000 tentara koalisi, suatu jumlah yang tidak sebanding. Pada tanggal 9 Maret 1814 diadakan perjanjian Chaumont yang menyetujui agar koalisi tetap dipertahankan sampai pasukan Napoleon dapat dikalahkan seluruhnya.

Napoleon memutuskan tetap bertempur, meskipun dia sudah di ambang kekalahan. Selama masa ini tercatat dia mengeluarkan 900.000 surat keputusan wajib militer tetapi hanya beberapa saja yang berhasil dilaksanakan. Akhirnya Napoleon kalah dan turun takhta pada tanggal 6 April 1814, tetapi pasukannya di Italia, Spanyol dan Belanda masih terus melakukan perlawan selama musim semi tahun 1814.

Pihak koalisi memutuskan untuk mengasingkan Napoleon ke pulau Elba, dan mengembalikan Perancis menjadi kerajaan serta mengangkat Louis XVIII sebagai raja. Mereka juga mengadakan perjanjian di Fontainebleau (11 April 1814) serta kongres di Wina untuk menata ulang peta wilayah di Eropa.

Perang Denmark-Inggris, 1807-1814

Selama peperangan era Napoleon, sebenarnya Denmark – Norwegia menyatakan sebagai negara netral dan hanya mengadakan perdagangan dengan Perancis. Akan tetapi pihak Inggris yang terus-menerus menyerang, menangkap dan menghancurkan sebagian besar armada laut Denmark pada pertempuran Kopenhagen pertama (2 April 1801) dan hal ini diulangi lagi pada pertempuran Kopenhagen kedua (Agustus-September 1807) mengakibatkan Denmark melakukan perang gerilya terhadap armada Inggris di laut Denmark-Norwegia dengan menggunakan kapal-kapal kecil yang dilengkapi meriam. Perang ini akhirnya berhenti setelah Inggris meraih kemenangan pada pertempuran Lyngor pada tahun 1812, yang mengakibatkan kerusakan pada kapal Denmark yang terakhir, yaitu kapal perang Najaden.

Koalisi ketujuh, 1815

Koalisi ketujuh yang terdiri atas Britania Raya, Rusia, Prusia,Swedia, Austria, dan Belanda serta sejumlah negara kecil di Jerman terbentuk pada tahun 1815 setelah larinya Napoleon dari pulau Elba (tercatat sekitar seratus hari dia kembali memimpin Perancis). Napoleon mendarat di Cannes pada tanggal 1 Maret 1815. Dalam perjalanannya ke Paris, ia mengumpulkan tentara yang masih setia kepadanya, dan akhirnya menggulingkan raja Louis XVIII. Pihak koalisi segera mengumpulkan pasukan kembali untuk berhadapan dengannya. Napoleon berhasil mengumpulkan 280.000 orang, yang ia pecah menjadi beberapa kesatuan. Untuk menambah kekuatan, Napoleon memanggil kembali seperempat juta veteran perang serta membuat keputusan untuk mengadakan kembali wajib militer agar dapat menambah jumlah pasukan menjadi 2,5 juta tentara yang pada kenyataannya tidak berhasil dilakukan. Hal ini dilakukan untuk menghadapi pasukan koalisi yang berjumlah sekitar 700.000 tentara.

Dengan membawa 124.000 pasukannya yang berada di utara, Napoleon melakukan serangan kejutan ke posisi pasukan koalisi yang berada di Belgia. Serangan ini dia lakukan dengan harapan mendorong Inggris mundur ke laut dan memaksa Prusia keluar dari peperangan. Serangan kejutan ini mencapai sukses, memaksa Prusia bertempur di Ligny pada tanggal 16 Juni 1815 dan berhasil mengalahkan mereka sehingga mundur dalam keadaan kacau-balau. Pada hari yang sama tetapi di lain tempat, pasukan sayap kiri pimpinan marsekal Michel Ney sukses menahan bala bantuan yang akan datang dari tentara Wellington dalam Pertempuran Quatre Bras. Tetapi Ney gagal membersihkan persimpangan jalan Quatre Bras ini sehingga tentara Wellington dapat memperkuat kembali posisinya.

Dengan mundurnya Prusia, pasukan Welington yang tadinya ingin membantu menjadi mundur juga. Mereka kembali ke posisi semula di tebing Gunung Santa Jean, beberapa mil di selatan desa Waterloo. Napoleon membawa cadangan pasukannya yang ada di utara, dan bergabung dengan pasukan Ney untuk mengejar Wellington. Tetapi hal ini dia lakukan sebelum menginstruksikan kepada marsekal Grouchy untuk memimpin pasukan sayap kanan menahan tentara Prusia yang sudah bersatu kembali.

Grouchy gagal melaksanakan perintah ini, meskipun sebenarnya pasukan von Thielmann berhasil mengalahkan barisan belakang pasukan Prusia di Pertempuran Wavre pada tanggal 18-19 Juni, sisa pasukan Prusia tetap menuju Waterloo. Napoleon menunda Pertempuran Waterloo beberapa jam di pagi hari pada tanggal 18 Juni karena belum mengeringnya tanah akibat hujan pada malam sebelumnya. Ternyata sampai petang hari, pasukan Perancis belum mampu menaklukkan pasukan Wellington. Ketika pasukan Prusia akhirnya datang dan menyerang sayap kanan Perancis dalam jumlah besar, gagallah strategi Napoleon untuk tetap memecah kekuatan koalisi.

Marsekal Grouchy menebus kesalahannya di atas dengan sukses mengorganisasikan pasukan yang mundur dari kota Paris, sementara marsekal Davout dengan 117.000 tentaranya berhadapan dengan 116.000 tentara Blucher-Wellington. Secara militer sangat dimungkinkan Perancis mengalahkan gabungan kedua tentara ini akan tetapi situasi politik membuktikan bahwa kekaisaran sudah mulai jatuh. Jadi, meskipun akhirnya Davout sukses mengalahkan kedua gabungan pasukan ini, sekitar 400.000 tentara Rusia dan Austria tetap maju terus dari arah timur tidak terpengaruh akan kekalahan ini.

Ketika tiba di Paris pada hari ketiga sesudah kekalahan di Waterloo, Napoleon sebenarnya masih berharap timbulnya perlawanan rakyat untuk membela negara terhadap datangnya pasukan asing yang ingin menguasai Perancis. Akan tetapi hal ini tidak menjadi kenyataan karena secara umum rakyat Perancis menolak. Para politisi memaksa Napoleon untuk turun takhta lagi pada tanggal 22 Juni 1815. Meskipun akhirnya kaisar turun takhta, pertempuran sporadis masih terus berlanjut di sepanjang perbatasan timur dan di luar kota Paris sampai disepakatinya gencatan senjata tanggal 4 Juli. Baru pada tanggal 15 Juli, Napoleon menyerahkan dirinya ke skuadron Inggris di Rochefort yang selanjutnya membuangnya kembali ke pulau Saint Helena, tempat dia akhirnya meninggal dunia pada tanggal 5 Mei 1821.

Sementara itu di Italia, Joachim Murat yang masih menjadi Raja Napoli setelah menyerahnya Napoleon, sekali lagi menunjukkan loyalitas yang tinggi kepada saudara iparnya itu dengan melancarkan perang Neapolitan (bulan Maret sampai Mei 1815). Dia berharap mendapat dukungan para nasionalis yang saat itu sedang dilanda ketakutan atas berkembangnya pengaruh Habsburg. Tetapi dukungan yang diharapkannya tidaklah datang, dan akhirnya datanglah pasukan Austria sehingga pecah pertempuran Tolentino pada tanggal 2-3 Mei 1815 yang memaksanya untuk melarikan diri. Dinasti Bourbon akhirnya kembali menduduki takhta Napoli pada tanggal 20 Mei 1815. Murat dieksekusi di depan regu tembak pada tanggal 13 Oktober 1815.

Pengaruh politik

Peperangan era Napoleon membawa perubahan besar di Eropa. Meskipun hampir semua wilayah di Eropa Barat di bawah kekuasaan Napoleon (prestasi yang hanya bisa dibandingkan dengan kekaisaran Romawi tempo dulu), peperangan antara Perancis dengan kekuatan lain di benua Eropa selama lebih dari dua dekade akhirnya sampai pada titik penghabisan. Setelah peperangan era Napoleon berakhir, dominasi Perancis di Eropa praktis lenyap, dan kembali lagi seperti pada masa Louis XIV.

Inggris akhirnya muncul sebagai negara superpower di dunia dan tidak dapat dibantah lagi bahwa angkatan laut Inggris menjadi yang terkuat di dunia, demikian juga mereka menjadi negara maju di bidang ekonomi dan industri.

Hampir di semua negara Eropa, cita-cita dari Revolusi Perancis (seperti demokrasi, hak dan persamaan dalam bidang hukum, dll.) mulai diadopsi. Hal ini mengakibatkan sulitnya para raja di Eropa mengembalikan hukum lama mereka dan terpaksa tetap memegang hukum-hukum yang diterapkan oleh Napoleon. Bahkan hingga hari ini beberapa dari hukum tersebut masih dipakai, misalnya di banyak negara Eropa hukum sipilnya jelas-jelas mengadopsi kode Napoleon.

Faham nasionalisme yang relatif baru saat itu dengan cepat berkembang di Eropa dan nantinya banyak memengaruhi jalannya sejarah di sana, mulai dari berdirinya negara baru atau berakhirnya suatu negara. Peta politik di Eropa berubah drastis setelah era Napoleon, tidak lagi berbasis aristrokat atau monarki mutlak tetapi berdasarkan kerakyatan. Era Napoleon telah menyebarkan benih bagi berdirinya negara Jerman modern dan Italia modern dengan bergabungnya negara-negara bagian dan juga kerajaan-kerajaan kecil.

Ide lain yang diadopsi dari Napoleon (walaupun dia sendiri gagal mewujudkannya) adalah harapannya untuk mewujudkan Eropa yang bersatu (ide ini digulirkan lagi setelah berakhirnya Perang Dunia II. Ide ini kini sudah diwujudkan dengan adanya mata uang tunggal Uni Eropa, Euro.

Warisan militer

Peperangan era Napoleon juga memberikan perubahan yang sangat besar di dunia militer. Sebelum era Napoleon, negara-negara di Eropa biasanya memiliki tentara dalam jumlah sedikit dan itu pun banyak diisi oleh tentara bayaran – kadangkala mereka bertempur melawan negara asalnya sendiri. Inovasi militer yang timbul dalam era Napoleon yaitu mulai dikenalnya kekuatan rakyat yaitu jika seluruh rakyat ikut berperang.

Napoleon mempraktikkan inovasinya seperti yang dipertunjukkan pada pertempuran Austerlitz tahun 1805. Dengan taktik yang brilian untuk menghadapi musuh yang berjumlah lebih besar, ia memerintahkan pasukannya untuk senantiasa berpindah posisi secara cepat dari satu tempat ke tempat lainnya.

Tentara Perancis juga memperbaiki aturan main untuk divisi artileri mereka, menjadi kesatuan terpisah dan dapat bergerak cepat. Hal ini mengubah tradisi sebelumnya, yaitu tradisi artileri hanya digunakan sebagai alat untuk mendukung suatu pasukan. Napoleon juga membuat standardisasi ukuran bola-bola meriam agar mudah dibawa dan bisa dipakai di semua jenis artileri.

Dengan populasi jiwa terbesar keempat di dunia saat itu, yaitu sekitar 27 juta jiwa (seperti juga Inggris yang berjumlah 12 juta jiwa dan Rusia sekitar 30 sampai 40 juta jiwa), Napoleon dapat mengambil keuntungan dari diberlakukannya wajib militer. Banyak pengamat militer saat ini yang salah persepsi dengan menyatakan bahwa ide wajib militer ini sudah berkembang sejak revolusi Perancis bukan dari Napoleon. Memang tidak semua inovasi militer dari era Napoleon. Adalah Lazare Carnot yang memberi sumbangan besar dalam menata ulang tentara Perancis dari tahun 1793 sampai dengan tahun 1794.

Besarnya jumlah pasukan yang terlibat telah mengubah dunia militer saat itu. Sebelum era Napoleon, pada saat perang 7 tahun (1756-1763), hanya sedikit yang terlibat, paling banyak 200 ribu orang saja. Bandingkan dengan Perancis pada tahun 1790-an, telah memperbanyak jumlah personel-nya menjadi 1,5 juta jiwa. Dan total sekitar 2,8 juta personel yang bertempur di daratan dan 150 ribu di laut, sehingga jumlah keseluruhan tentara yang terlibat menjadi hampir 3 juta personel.

Inggris memiliki 747.670 tentara antara tahun 1792 sampai dengan 1815. Ditambah lagi dengan seperempat juta personel di laut. Pada bulan September 1812, Rusia memiliki sekitar 904 ribu tentara yang terdaftar, dan antara tahun 1799 sampai dengan 1815 memiliki total 2,1 juta personel, kemungkinan sekitar 400 ribu bergabung antara tahun 1792 sampai dengan 1799. Sedangkan di laut, Rusia memiliki 200 ribu tentara sejak tahun 1792 hingga 1815.

Austria memiliki 576 ribu tentara dan hanya sedikit atau tidak memiliki kekuatan di lautan. Mereka memberikan perlawanan terus-menerus kepada Perancis sehingga kemungkinan besar tentara yang terlibat bisa mencapai 1 juta sampai berakhirnya perang. Prusia hanya mempunyai 320 ribu tentara saja selama perang ini, sedangkan Spanyol sekitar 300 ribu ditambah beberapa unit pasukan yang bergerilya.

Amerika Serikat mengirim 286.730 personel, sedangkan konfederasi Maratha, Kesultanan Utsmaniyah, Italia, Napoli dan Kadipaten Warsawa menyumbang lebih dari 100 ribu personel. Bahkan setelah perang berakhir, banyak negara-negara kecil yang memiliki pasukan berkekuatan besar juga.

Tetapi data jumlah tentara yang disebutkan tadi berasal dari sumber militer resmi dan sering pada kenyataannya jumlahnya jauh lebih sedikit dikarenakan banyaknya tentara yang desersi, penipuan oleh komandan lapangan yang menyetor daftar prajurit yang dilebih-lebihkan untuk mengambil keuntungan dari gaji yang diberikan pemerintah kepada unitnya, kematian, dan di beberapa negara bahkan terang-terangan berbohong untuk memenuhi jumlah tentara yang ditargetkan.

Bangkitnya Revolusi Industri sendiri pada tahap awal banyak dipengaruhi oleh besarnya jumlah pasukan militer. Karena hal ini menjadikan banyak pabrik yang harus memproduksi senjata dan peralatan militer lainnya dalam jumlah besar. Inggris merupakan produsen peralatan perang yang terbesar selama konflik ini, mereka mengirimkan sebagian besar senjata ini kepada sekutu-sekutunya (dan hanya memakainya sedikit). Sebaliknya Perancis yang juga menjadi produsen peralatan perang nomor dua terbesar, memproduksinya untuk memperlengkapi pasukannya sendiri dan juga sekutu-sekutunya.

Warisan untuk dunia militer lainnya adalah digunakannya semaphore oleh Perancis untuk saling berkomunikasi antara Menteri Perang, Carnot, dengan pasukan di perbatasan selama tahun 1790-an. Dan Perancis tetap mempergunakan sistem ini sampai peperangan era Napoleon berakhir. Dan perlu ditambahkan pula bahwa pada konflik inilah pertama kali Perancis menggunakan balon udara untuk memantau posisi musuh pada pertempuran Fleurus, 26 Juni 1794, juga digunakannya roket serta meriam yang telah disempurnakan.

Baca Artikel Lainnya:

Perbedaan That Dan Which Dalam Bahasa Inggris

Perbedaan That Dan Which Dalam Bahasa Inggris

Perbedaan That Dan Which Dalam Bahasa Inggris
Perbedaan That Dan Which Dalam Bahasa Inggris

Tutorial bahan Bahasa Inggris kali ini akan mengulas tentang cara penerapan that dan whichdalam sebuah kalimat. Walaupun sepintas arti "that" dan “which” mempunyai makna yang sama, dimana dalam bahasa indonesia sanggup diartikan “yang”, namun kedua kata tersebut mempunyai perbedaannya.

Kata-kata "that" dan “which” yakni jenis dari relative pronoun, dimana fungsi relative pronoun tersebut sebagai kata ganti dalam bahasa inggris yang menunjuk pada kata benda atau noun yang mendahuluinya. Walaupun sama-sama yakni bab dari relative pronouns dan mempunyai makna “yang”, namun ternyata banyak yang keliru atau galau mengetahui perbedaannya.

Selama ini kita khusus mengetahui perbedaan that dan which dalam hal :

  • Which khusus dipakai untuk benda saja, tidak sanggup dipakai untuk manusia.
KODE IKLAN 336×280

Contoh lengkap :

  • a bicycle which  you ride is new
  • Kata “that” sanggup dipakai tidak khusus untuk benda, tapi juga untuk manusia.
    Contoh lengkap :
  • a book that you borrow is my favorite book
  • a man that you love is your husband

Nah kini mari kita analisa pola kalimat yang membicarakan tentang mesin pemotong rumput (lawnmower) yang berada di garasi (in the garage) perlu diasah (needs sharpening). Perhatikan baik-baik kalimat tersebut di bawah ini :

1. The lawnmower that is in the garage needs sharpening.

Maksud kalimat 1 :

Kita mempunyai lebih dari satu mesin pemotong rumput. Namun khusus satu saja (mesin pemotong rumput) yang berada di garasi yang  perlu diasah.

2. The lawnmower, which is in the garage, needs sharpening.

Maksud kalimat 2:

Kita khusus mempunyai satu mesin pemotong rumput. Dimana mesin pemotong rumput tersebut berada  di garasi dan perlu diasah.
Contoh lengkap lainnya
    1. The statue that stands in the hall is on loan from the museum.
      (Patung yang bangun di aula tersebut dipinjam dari museum).
  1. The statue, which stands in the hall, is on loan from the museum.
    (Patung yang bangun di aula tersebut dipinjam dari museum.)

Walaupun kalo kita artikan dalam bahasa indonesia terkesan bermakna sama. Namun pada hakikatnya persepsi kedua kalimat tersebut tidak sama, sama halnya menyerupai klarifikasi di atas. melalui atau bersama ini demikian kita sanggup menganalisa bahwa :

Maksud kalimat 1 :

Sejumlah patung yang berada di dalam gedung. Hanya satu patung yang berada di aula yang dipinjam dari museum.

Maksud kalimat 2 :

Hanya ada satu patung yang sedang dibahas. Patung tersebut dipinjamkan oleh pihak museum dan kebetulan berada di aula.

Tips dan Triks

Jika ada pertanyaan dengan dua pilihan apakah memakai “that” atau “which”, maka perhatikan :

  1. Perhatikan kata gantinya, jikalau kata gantinya untuk menawarkan manusia, maka niscaya dipakai “that”.
  2. Jika kalimatnya menawarkan kata ganti benda, ada dua kemungkinan :
    1. Jika kata benda dalam kalimat tersebut tidak dipisahkan dengan koma, berarti gunakan kata “that” menyerupai :
      • The store that is near my house is closed today.
    2. Jika kata benda dalam kalimat tersebut dipisahkan dipisahkan dengan koma, berarti gunakan kata “which” menyerupai :
      • The store, which is near my house, is closed today

Sumber: https://www.sekolahbahasainggris.co.id/

6 Trik Android Yang Harus Diketahui

6 Trik Android Yang Harus Diketahui

6 Trik Android Yang Harus Diketahui
6 Trik Android Yang Harus Diketahui

Trik-trik ini untuk meningkatkan pengalman dan kenyamanan sobat dalam menggunakan android.

Silahkan bisa disimak caranya berikut ini:

#1.  Meningkatkan suara musik android anda.

Sobat sering mendengarkan musik di android sobat?? jika sobat menjawab ya.. pasti ada sebuah keluhan dari sobat tentang suara musik dari aplikasi bawahan android sobat tidak sesuai dengan keinginan sobat.

Untuk itu saya sarankan sobat mennginstall aplikasi pemutar musik tambahan seperti PowerAmp.

Di PowerAmp sendiri sobat dapat dengan mudah menyeting agar suara pada musik yang didengar sobat lebih maksimal. Sobat bisa mendownload-nya di Google Play Store, namun sayangnya sobat tidak hanya mendownloadnya secara gratis melainkan sobat harus membayar untuk mendapatkan aplikasi ini.

Tapi sobat tidak akan merasa rugi karena fitur-fitur yang disediakan PowerAmp setimpal dengan apa yang sobat telah keluarkan.

#2. Nonaktifkan Pemberitahuan Aplikasi.

Memang sangat menjengkelkan jika pemberitahuan selalu masuk terus menerus apalagi sobat berada di daerah dengan signal yang bagus, akan sangat menjenagkelkan jika pemberitahuan dari aplikasi-aplkasi seperti Instagram, Line, Facebook terus saja masuk.

Itu jelas membuat sobat merasa sangat tidak nyaman, disni saya sudah menyediakan caranya buat sobat.

Caranya:

  • pertama pada saat ada pemberitahuan dari aplikasi yang ingin sobat matikan tesebut masuk sobat ketuk dan tahan pada pemberitahuan itu.  
  • kemudian ketuk pada info aplikasi lalu hilangkan tanda ceck pada Tampilkan Pemberitahuan (show notifications).

#3 Nonaktifkan Update Otomatis Pada Aplikasi.

Yang satu ini juga pasti tidak nyaman bagi sobat, jika aplikasi melakukan update secara otomatis tanpa sobat lakukan sendiri terlebih dahulu. 

Bisa-bisa paket data yang tadinya untuk update status facebook malah terkuras habis gara-gara aplikasi yang terupdate otomatis, dibawah ini adalah cara menonaktifkannya.

Caranya:

  • Buka Play Store pilih Setting.
  • Ketuk lagi pada Pembaruan Aplikasi.
  • Pilih Jangan Update otomatis aplikasi atau do not auto-update apps.

#4. Cara Mengecek Pembaruan Sistem.

Pembaruan sistem pada android sangat penting dilakukan secara berkala guna untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada pada sistem android sobat sebelumnya ke sistem yang lebih baru. 

Tapi bagaimana jika sobat tidak tau cara mengecek pembaruan pada sistem apakah sudah tersedia pembaruan sistem atau belum.

Caranya:

  • Buka Setting cari menu Tentang Perangkat Biasanya ada dipaling bawah.
  • Jika sudah masuk ketuk pada Perbarui Perangkat Lunak.
  • Kemudian ketuk lagi pada Periksa Pembaruan Perangkat.

#5. Nonaktifkan Animasi Pada Android.

Cara yang satu ini bisa membantu sobat dari masalah lelet atau lambatnya respon pada android sobat.

Caranya:

 

  • Pertama sobat harus mengaktifkan dulu mode pengembang pada android sobat caranya pergi ke setting cari tentang perangkat kemudian ketuk berulang kali pada Nomor Versi hingga ada pemberitahuan mode pengembang telah aktif.
  •  Keluar dari menu tentang perangkat kemudian sobat masuk ke menu yang baru        muncul tepat diatas tentang perangkat yaitu menu mode pengembang.
  • di dalam mode pengembang sobat cari menu  Skala animasi jendela, Skala animasi transisi, skala durasi animator. Sobat non aktifkan satu persatu ketiga menu animasi diatas.

#6. Menambah Akun Google Pada Android.

Menggunakan lebih dari satu akun google pada android memang lebih membantu dalam berbagai hal.

jika sobat belum mengetahui cara menambah akun Google baru pada perangkat android sobatdisini saya akan memberi tau sobat bagaimana caranya.

Caranya:

  • Buka setting ketuk pada tambah akun.
  • Ketuk pada Google lalu lakukan setup pada akun baru sobat jika sudah buat sebelumnya tinggal tambahkan menggunakan akun yang sudah ada.
  • langkah terahir sobat tinggal memilih untuk mensinkron perangkat ke akun baru sobat.

Begitulah kira-kira caranya, sobat hanya perlu mengikuti langkah-langkah diatas untuk melakukan beberapa perubahan pada android sobat agar lebih terasa nyaman saat sobat gunakan.

Semoga cara diatas membantu dan menjawab pertanyaan-pertanyaan sobat.

Sumber: https://www.ram.co.id/

Teknik Budidaya Ikan Sidat

Teknik Budidaya Ikan Sidat

Teknik Budidaya Ikan Sidat

 

Ikan Sidat (ordo Anguilliformes) Adalah

sekelompok ikan yang memiliki tubuh berbentuk yang menyerupai Ular dan belut. Ikan ini masuk dalam ordo Anguilliformes yang terdiri atas 4 subordo, 19 famili, 110 genera, dan 400 spesies. Kebanyakan hidup di laut, Namun ada pula yang hidup di air tawar.

Ikan Sidat (anguilla bicolor) Termasuk familiAnguillidae, ordo Apodes. Di negara indonesia di perkirakan paling sedikit terdapat 5 jenis ikan sidat, Yaitu :

1. Anguilla encentralis
2. A. biolor bicolor
3. A. borneonsis
4. A. bicolor Pacifia
5. A. celebensis

Ikan Sidat tersebut mungkin tidak banyak di kenal orang, Ttetapi di berbagai negara ikan sidat menjadi makanan primadona yang harganya sangatlah mahal. Permintaan ekspor ikan sidat semakin terus meningkat, Dan harga jualnya juga mencengangkan. Sayangnya teknik pendederan dan pembesaran yang menjadi kunci di hasilkanya sidat berkualitas dan layak ekspor belum banyak di kuasai.

Tips Terbaik Budidaya Ikan Sidat

Ikan sidat adalah sejenis belut, Namun bentuknya lebih panjang dan besar. Ada juga yang mencapai panjangnya 50 m, Memang tidak enak di pandang, Tetapim siapa yang menyangka, Konsumen asing menganggap cita rasa ikan sidat enak dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Di restoran jepang ikan sidan ini bernama Unagi.

Kandungan vitamin A mncapai (4.700 IU/100 gram). sedangkan hati ikan sidat lebih tinggi lagi, yaitu mencapai (15.000 IU/100 gram). Lebih tinggi dari kandungan vitamin A mentega yang hanya mencapai (1.900 IU/100 gram).

Bahkan kandungan DHA ikan sidat (1.337 mg/100 gram), Mengalahkan ikan salmon yang hanya tercatat (820 mg/100 gram) atau (tenggiri 748 mg/100 gram).

Sementara kandungan EPA ikan sidat mencapai 742 mg/100 gram, Lebih jauh diatas ikan salmon yang hanya 492 mg/100 dan tanggiri yang hanya 409 mg/100 gram.

Teknologi budidaya ini masih sangat baru di indonesia, budidaya ikan sidat tersebut di indonesia baru saja di temukan di sekitar tahun 2007 oleh satuan kerja tambak pandu Karawang. Yang merupakan UPT Ditjen perikanan Budidaya. Departemen kelautan dan perikanan padahal ikan sidat telah cukup lama di budidayakan di negara Jepang dan Thailand. Asal tahu saja pengembangan budidaya kedua negara menggunakan benih dari negara Indonesia. Dilihat dari permintaan pasar dunia yang sangat besar mendorong kami untuk melakukan penelitian budidaya ikan Sidat tersebut.

Ikan sidat tumbuh di peraiaran tawar

(Sungai dan Danau) hingga mencapai dewasa. Setelah itu ikan sidat dewasa beruaya kelaut dalam untuk melakukan reproduksi. Larva hasil pemijahan akan berkembang, Dan secara Berangsur-angsur terbawa arus ke peraiaran pantai. Ikan sidat yang telah menapai stadia elver (glass eel) akan beruaya dari perairan laut ke perairan tawar melalui muara Sungai.

Harga ikan sidat ini memang sangat mahal dan menggiurkan, Harga di tingkat petani ikan sidat untuk elver dengan harga jual antara (Rp. 250.000/kg) Untuk ukuran 10-20 gram berkisar antara (Rp. 20.000- Rp. 40. 000/kg). Sedangkan ukuran komsumsi >500 gram untuk jenis Anguilla bicolor pada pasar lokal Rata-rata (Rp. 75.000/kg), Jenis Anguilla marmorata (Rp.125.000-Rp. 175.000/kg).

Larva Sidat (elver) berhubungan dengan misim

Di perkirakan larva ikan sidat di mulai pada awal musim hujan. Akan tetapi pada musim tersebut faktor arus sungai dan keadaan bulan sangat mempengaruhi intensitas ruayanya.

Ikan sidat termasuk ikan karnivora. Di perairan umum ikan sidat memakan berbagai jenis hewan, Khususnya organisme benthik seperti crustacea (Udang Dan Kepiting) polichatea (Cacing larva chironomus dan bivalva serta gastropods). Aktifitas makan ikan sidat pada umumnya di malam hari (nokturnal).

Ikan sidat telah di budidayakan secara intensif di Eropa khususnya di negara Norwegia, Jermas dan Belanda serta Di Asia, Yaitu : Jepang, Taiwan, Dan China daratan. Di Negara-negara lainya seperti di Australia, Indonesia dan beberapa negara eropa, Afrika barat umumnya produksi ikan sidat masih mengandalkan dari hasil penangkapan di Alam. Ikan sidat dapat di budidayakan di dalam ruangan yang tertutup (indoor) dan di luar ruangan (outdoor). Di negara indonesia dengan suhu lingkungan yang relatif konstan sepanjang tahun maka pemeliharaan ikan sidat dapat di lakukan di luar ruangan (outdoor).

Justify secara praktis cara beternak (Budidaya) ikan sidat di kolam tanah berdinding bambu, Cara beternak ikan sidat kolan beton atau (Bak beton), Cara beternak ikan sidat pen dan cara beternak ikan sidat keramba jaring apung, Apapun jenis wadah yang di pergunakan dalam budidaya ikan sidat yang harus di perhatikan adalah bagai mana mencegah lolosnya ikan dari media budidaya.

Baca Juga :

Tampil Modis dengan Baju Koko

Tampil Modis dengan Baju Koko

Tampil Modis dengan Baju Koko
Tampil Modis dengan Baju Koko

Toppers, kalian pasti sering dengar yang namanya, “baju koko”. Ya, itu lho, baju yang biasanya dipakai tanpa kerah, dan ada sedikit aksesoris berupa bordir. Biasanya dipakai oleh kaum adam yang muslim untuk pergi ke masjid atau ke acara keagamaan. Hehehe. Nah, penasaran gak sih, kenapa namanya “baju koko” ? Wah, mau tau kan, kisah unik dibalik “baju koko” ini? Nah, ini dia 8 fakta unik baju koko, yuk simak berikut ini:

Asal Mula

Toppers, menurut David Kwa, Pengamat Budaya Tionghoa Peranakan, baju yang sekarang dikenal dengan baju koko tersebut, sebenarnya turun menurun dari baju masyarakat China, bernama “Tui-Khim”. Nah, di kalangan warga BetawiDavid Kwa, baju yang sekarang dikenal dengan baju koko, sebenarnya adalah baju inovasi dari baju warga China bernama “Tui-Khim”. Nah, di kalangan warga Betawai, baju Tui-Khim dipakai dan dikenal dengan sebutan baju Tikim. Ya, baju Tui-Khim ini, modelnya seperti baju koko, bukaan di tengah dengan 5 kancing. Lalu, di warga Betawi, paduan baju ini biasanya celana batik. Hehehe. Nah, mungkin di antara kalian masih ada yang ingat setelan almarhum Benjamin S di sinteron Si Doel Anak Sekolahan? Ya, kira-kira seperti itulah baju koko yang dipadu dengan celana batik, khas Betawi. Hehehe.

Tui – Khim dipakai Pria Tionghoa di Indonesia sampai Abad ke -20

Kamu tau gak sih? Faktanya nih, memang asal mula baju koko berupa inovasi dari Tui – Khim, ya karena banyak sekali pemuda Tionghoa, yang biasanya dipanggil “koko” memakai kostum ini. Bahkan, pria Tionghoa di Indonesia ini masih mengenakan kostum Tui-Khim dan celana komprang atau celana yang longgar sampai awal abad ke – 20 lho. Bahkan, mereka memakainya untuk kegiatan sehari-hari. Wah menarik kan.

Tampil Modis dengan Baju Koko? Ini Dia 8 Fakta Menarik nya! – Tui – Khim dipakai Pria Tionghoa di Indonesia sampai Abad ke -20

Pada masa itu, Tui – Khim sering dipakai engko-engko

Toppers, pasti kalian bingung kan? Kenapa baju Tui-Khim sekarang, lebih dikenal dengan sebutan “baju koko” ? Ya, menurut Renny Sylado, budayawan, menjelaskan bahwa biasanya yang memakai baju Tui-Khim di masa itu adalah engko-engko. Nah, kalau di eja dalam Bahasa Indonesia, jadinya ya “Baju Koko”. Hehehe. Unik kan!

Tampil Modis dengan Baju Koko? Ini Dia 8 Fakta Menarik nya! – Pada masa itu, Tui – Khim sering dipakai engko-engko

Baju Takwa VS Baju Koko 2 Hal Berbeda

Di beberapa daerah dan kalangan masyarakat, ada yang menyebut baju koko ini sebagai baju takwa. Padahal, sebenarnya ke 2 jenis baju ini berbeda lho. ya, baju takwa gak diadopsi dari baju Thui-kim, melainkan hasil modifikasi dari baju tradisional Jawa, yaitu Surjan. Nah, Surjan adalah salah 1 pakaian adat Jawa yang dipakai pria sehari-hari. Hehehe.

Baju Takwa dipakai untuk upacara resmi adat Jawa

Toppers, baju Takwa sendiri, sering dipakai untuk menghadiri upacara – upacara resmi adat Jawa yang dilengkapi dengan blangkon dan bebetan. Nah, motifnya berupa garis-garis vertikal berwarna cokelat muda dan cokelat tua. Wah, bagaimana? sudah mulai terbayang kan, Toppers? Hehehe.

Sumber : https://merkterbaik.com/

SISTEM INFORMASI PERBANKAN SYARIAH

SISTEM INFORMASI PERBANKAN SYARIAH

SISTEM INFORMASI PERBANKAN SYARIAH
SISTEM INFORMASI PERBANKAN SYARIAH

Dalam melakukan kegiatannya perbankan syariah bekerja sama dengan bidang teknologi informasi untuk membangun sistem informasi perbankan syariah dengan membuat aplikasi khusus yang dapat mempermudah semua proses-proses transaksi yang ada diperbankan syariah yang salah satunya adalah proses transaksi jual beli salam. Dan sudah menjadi sesuatu yang sangat relatif bila dikatakan bahwa sebuah aplikasi teknologi perbankan syariah itu baik atau lebih baik dari aplikasi yang lain ( Zachman, John A., A framework in information systems Architecture, New York: IBM Systems Journal 26, No.23, 1999 ). Tetapi seorang ahli teknologi informasi Eropa menerangkan bahwa aplikasi yang baik harus memenuhi beberapa persyaratan penting dan saling berhubungan, yaitu:

  1. Sifat Operasional Aplikasi (Product Operation)

Untuk melihat sifat operasional aplikasi, hal-hal yang diukur adalah berhubungan dengan teknis analisis perancangan aplikasi dan arsitekturnya. Seorang pakar Inggris bernama McCall merumuskan kualitas Product Operation sebagai berikut:

Correctness,

yaitu s ejauh mana suatu aplikasi memenuhi spesifikasi dan objectives dari users. Dalam hal ini yang harus kita perhitungkan adalah sejauh mana pengembang internal maupun eksternal ( vendor ) dapat mengetahui kebutuhan bisnis ( business requirement ). Dalam hal ini mereka harus mengerti bahwa ada beberapa perbedaan signifikan antara arsitektur bank konvensional dengan arsitektur bank syariah;

Reliability

yaitu kemampuan sebuah aplikasi melaksanakan kemampuan sesuai dengan fungsinya dan ketelitian yang akurat;

Efficiency

yaitu seberapa besar kapasitas parameter yang mendukung modul-modul yang saling berkaitan untuk memudahkan user membuat turunan produk, interfacing antar modul serta interfacing terhadap aplikasi lain yang mungkin dihubungkan untuk mendukung suatu transaksi;

Integrity

yaitu sejauh mana akses ke aplikasi dan data oleh pihak yang tidak berhak dapat dikendalikan, seberapa tinggi akurasi dan tingkat security yang dimiliki; dan

Usability

yaitu f aktor ini menentukan sejauh mana kemudahan user mempelajari, menggunakan dan mengerti output yang dihasilkan.

Kemampuan aplikasi dalam menjalani perubahan (Product Revision)

Dalam perjalanan suatu usaha senantiasa terdapat perubahan-perubahan baik dari sisi strategi maupun perubahan yang diakibatkan oleh regulasi. Oleh karena itu ada beberapa faktor pokok yang harus dipertimbangkan adalah:

1) Maintainability yaitu usaha untuk menemukan perbaikan dari kesalahan ( error ) maupun usaha untuk melakukan perubahan;

2) Flexibility yaitu usaha yang diperlukan untuk melakukan modifikasi, terutama terhadap aplikasi yang berhubungan dengan hal-hal operasional;

3) Testability yaitu usaha yang diperlukan untuk menguji atau memastikan suatu aplikasi telah sesuai dengan kebutuhan bisnis ( business requirement ), complydengan regulasi yang ada dan lain sebagainya.

  1. Daya adaptasisoftwareterhadap lingkungan baru ( Product Transition ).

Percepatan TI semakin hari terasa semakin cepat, perubahan-perubahan terjadi mulai dari operating system yang hampir setiap tahun mengeluarkan versi baru, software pendukung, delivery channel maupun hardware yang terus dikembangkan untuk mengembangkan aplikasinya sehingga dapat beradaptasi terhadap lingkungan baru.

Delivery channel merupakan salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam pengembangan bisnis di masa depan, mengingat arah perbankan dunia menuju sistem Cyber Banking (bank maya). Untuk mengantisipasi hal tersebut maka perlu dilakukan pengujian terhadap aplikasi, apakah aplikasi yang bersangkutan sanggup melakukan hubungan dengan aplikasi lain dalam platform yang berbeda (Inter-operability), baik secara langsung maupun dengan perantara perangkat lain (middleware).

Aplikasi pembiayaan salam diperbankan syariah pada umumnya dibuat untuk melakukan pencatatan transaksi atau produk salam itu sendiri. Serta untuk mengolah data yang diperlukan dalam pembiayaan syariah agar terkomputerisasi dan lebih akurat sehingga tidak akan mengalami human error atau redudansi data. Aplikasi ini juga didukung dengan teknologi internet agar dapat diakses secara online oleh petugas dibagian-bagian yang bersangkutan.

Dalam bidang pemasarannya semua lembaga perbankan syariah juga membangun website khusus untuk melakukan proses e-banking untuk memberikan kemudahan kepada nasabahnya dalam bertransaksi dan memperoleh informasi tentang perbankan syariah maupun produk-produknya.

Baca Artikel Lainnya:

Enterprise Solutions Framework

Enterprise Solutions Framework

Enterprise Solutions Framework
Enterprise Solutions Framework

 

4. Perusahaan Terextensi Transaksi Pelanggan dan Penyuplai

Penjualan dan transaksi lainnya secara online

Komunikasi Marketing

Berhubungan dengan pemegang saham di luar

Pembangunan Ekosistem

Pengoperasian aliansi, pasar, kelompok yang berminat

Sistem untuk menghadapi pasar

Menggunakan cyberspace sebagai ruang bisnis utama

EXTRANET

3. Perusahaan Terintegrasi Sistem Data dan Aplikasi perusahaan

Membangun database dan aplikasi perusahaan

Komunikasi seluruh perusahaan

Mendorong komunikasi fungsi-silang

Manajemen Pengetahuan Perusahaan

Meningkatkan

Modal intelektual dan praktek-praktek terbaik

Inovasi Proses Perusahaan

Merekayasa ulang proses bisnis

2. Kelompok kerja terotomasi Sistem Data dan Aplikasi Kelompok kerja

Membangun database dan aplikasi departemen

Komunikasi Kelompok kerja

Mendorong komunikasi fungsi-silang

Kolaborasi Kelompok Kerja

Mampu melakukan penemuan dan pembuatan keputusan secara kolektif

Inovasi Proses Kelompok kerja

Memperbaiki pelaksanaan dan pengendalian alur kerja

INTRANET

1. Individu yang berkompeten diberdayakan Pembuatan, Akses dan Penggunaan Data

Mampu melakukan pengumpulan, pemasukan, dan akses data pemakai

Akses dan Otorisasi Informasi

Mampu melakukan pembuatan, akses dan distribusi informasi

Pelatihan, Pendidikan dan Keahlian

Mampu melakukan pembuatan, akses dan distribusi keahlian

Integrasi Alur kerja

Memastikan integrasi ke dalam sistem alur kerja

A. DATA B. INFORMASI C. PENGETAHUAN D. PEKERJAAN
Terstruktur Tidak Terstruktur Tidak Terstruktur Terstruktur

Sumber: https://sel.co.id/

Teknologi dan Dampaknya Bagi Perusahaan

Teknologi dan Dampaknya Bagi Perusahaan

Teknologi dan Dampaknya Bagi Perusahaan
Teknologi dan Dampaknya Bagi Perusahaan

Perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika mengarah ke konvergensi dan dipicu oleh ketatnya kompetisi, melahirkan berbagai inovasi dan lompatan teknologi Telematika.

Paradigma diatas sangat mempengaruhi pola dan strategi bisnis, tidak terkecuali industri perbankan. Tuntutan keragamankemudahankecepatan dan harga jasa yang sangat murah semakin cepat mengemuka.

Bagi sektor perbankan yang sangat mengutamakan unsur kepercayaan dan efisiensi serta layanan berkualitas, perlu menata ulang bisnisnya dengan mencermati ketersediaan inovasi teknologi serta dampaknya bagi kelangsungan dan pertumbuhan bisnisnya.

Berikut diuraikan teknologi dan dampaknya bagi perbankan

  1. Internet

Merupakan jaringan media informasi global untuk umum berkecepatan tinggi, yang menghubungkan setiap PC dengan PC lain melalui modem.

Manajemen operasinya diatur melalui Penyedia Jasa Internet (ISP) yang terhubung dengan International Internet Gateway, sehingga setiap individu dengan PC yang dilengkapi modem dapat berkomunikasi, bertukar informasi atau hanya sebatas mencari informasi keseluruh belahan dunia.

  1. Intranet

Jaringan komunikasi intuk keperluan internal, yang mampu membuat sesama karyawan dapat bertukar informasi dan bertukar pengetahuan ataupun media penyampaian informasi kebijakan perusahaan pengganti majalah, bulletin di internal perusahaannya (private network).

  1. Extranet

Jaringan komunikasi yang dibangun dari saru perusahaan ke perusahaan lainnya untuk saling bertukar informasi, bertransaski dari dan ke supllier, pelanggan dan pelaku bisnis lainnya.

  1. World Wide Web (www)

Entitas yang paling cepat tumbuh dalam fasilitas Internet, yang menyediakan fasilitas dan kemudahan dalam membuka atau mengirim informasi melalui saluran/ links “hypertext”.

Dengan entitas ini memudahkan setiap komputer yang terhubung ke Web secara cepat mendapat akses informasi umum dari setiap komputer lainnya di Internet, walaupun jumlah informasinya banyak atau dari tempat yang jauh.

  1. e- commerce

Merupakan aplikasi perdagangan yang memanfaatkan fasilitas Internet, yang menjadikan setiap individu/ perusahaan dapat secara langsung tersambung secara digital ke perusahaan/individu lainnya untuk melakakukan transaksi bisnis.

  1. e- retail

Forrester Research, November 2000 mengatakan, penjualan ritel melalui internet akan mencapai USD 92 juta pada 2001. Hal ini membuktikan jalur internet telah memantapkan diri sebagai perantara penjualan dengan pertumbuhan tercepat.

  1. e- government

Sistem informasi pemerintahan yang berbasis web dan internet protocol untuk meningkatkan pelayanan pemerintah kepada warganya secara cepat dan murah. Contoh aplikasinya meliputi : KTP, Pajak, Fiskal dan SIM on-line.

  1. e- resourches

Suatu bentuk Sistem Informasi Manajemen Pengelolaan Pendapatan Bagi Hasil Eksplorasi Sumber Daya Alam (SDA) yang saat ini masih diimplementasikan dibidang kelautan, dimana Pemerintah selaku pemegang hak pengelolaan membuat situs Internet tentang seluruh kandungan kekayaan alam, kebijakan ekploitasi, pola bagi hasil dan tatacara pembayarannya.

Pendapatan bagi hasil dengan investor yang mengeksploitasi SDA tersebut dikelola secara on-line ke Bank.

  1. LAN –sharing

Merupakan teknologi peng-optimalasasian jaringan sehingga dapat digunakan bersama-sama baik dalam Bank serempak dengan LAN Nasabah, dengan pembatasan-pembatasan penggunaan fungsi, akses datanya dan menjamin keamanan data base masing-masing pengguna.

  1. Portal

Pintu gerbang bagi pengguna Internet, sehingga memungkinkan untuk pencarian, bertukar informasi, memperoleh informasi tertentu secara up to date hingga melaksanakan transasksi berbasis web (e-commerce, dsb)

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/

Terinspirasi dari Games Siswa, Guru PPN Tanjungsari Membuat Media Interaktif

Terinspirasi dari Games Siswa, Guru PPN Tanjungsari Membuat Media Interaktif

 

Terinspirasi dari Games Siswa, Guru PPN Tanjungsari Membuat Media Interaktif

Pengertian Media Interaktif

Media Interaktif merupakan bagian dari pembelajaran bagi guru dan siswa saat ini. Seorang guru dari SMK PPN Tanjungsari, Bahar Nurdini menggunakan kreasi software power point untuk mengajar di kelas. Ia adalah salah satu finalis yang Anugerah Atikan Jawa Barat 2018, yang lolos pada grand final. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 10-12 Desember 2018.

Bahar mengatakan ia lebih memilih media power point

karena software tersebut lebih mudah digunakan oleh siswa maupun guru. Ketika menggunakan media tersebut, ia berharap guru-guru lebih tertarik menggunakan aplikasi atau membuat media pembelajaran tersebut karena lebih mudah untuk menduplikasikannya.

“Saya buat sebagai percontohan saja

Harapannya bisa dikembangkan lagi nanti, tergantung materi yang diinput atau materi yang akan disampaikan,” ujar Bahar saat ditemui seusai presentasi di Hotel Pesona Bamboe, Jalan Raya Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Selanjutnya Bahar menjelaskan, slide yang dibuat pada media tersebut dibuat cukup banyak. Tetapi agar file lebih ringan, media hanya mengandalkan transisi. Selain itu, jika dilihat dari perbandingan file, media power point lebih nyaman ketika di akses pada tab atau gadget.

“Media tersebut digunakan saat guru menyampaikan materi. Bida untuk mengajar untuk guru ataupun ketika siswa mau memperdalam lagi materi. Saya sebagai guru bisa memberikan filenya dan mereka bisa membaca kembali materi yang telah dipelajari,” ujar Bajar

Walaupun bukan berasal dari jurusan IT

tetapi Bahar tertarik mempelajari tentang media webside. Ia merupakan guru mata pelajaran perikanan yang mengadopsi power point untuk menjadi media interaktif yang lebih inovatif. Awalnya, ia ingin membuat media interaktif menggunakan kode html, tetapi kekurangannya adalah sulit diduplikasi.

Selain itu, Bahar terinspirasi dari berbagai macam games yang disukai anak-anak. Salah satunya adalah tebak gambar yang lebih nyaman dalam media presentasi. Tebak gambar tersebut dibuat dengan banyak tombol interaktif dan dibuat tidak akan bergerak ke slide selanjutnya saat di klik disembarang temapat.

“Seolah-olah media ini seperti games di android. Sempat kita coba pada siswa, ternyata mereka terkesan bagaimana bisa power point seperti ini. Ketika dispace atau enter itu tidak bisa ke slide selanjutnya,” tutup Bahar.

 

Artikel Terkait: