Menyeimbangkan Tiga Skills

Menyeimbangkan Tiga Skills

Menyeimbangkan Tiga Skills
Menyeimbangkan Tiga Skills

REVOLUSI Industri 4.0 menjadikan tren otomasi dan pertukaran data terkini sebagai fenomena global. Menyongsong era baru ini pemerintah pun telah melakukan sejumlah kebijakan.

Ada tiga skills atau kemampuan dasar harus dihidupkan secara seimbang di setiap insan agar ke depan muncul generasi yang mampu menghadapi Revolusi Industri 4.0 tersebut.

Ketiga kemampuan dasar yang mesti dikembangkan itu, pertama ialah life skills yang membekali untuk bisa memahami dirinya dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosialnya. Kedua, learning and innovation skills yang membekali untuk selalu kreatif, berpikir kritis dan menyelesaikan masalah kompleks, mampu berkola borasi, serta berkomunikasi secara efektif. Ketiga, yaitu literacy skills yang membekali dengan berbagai pengetahuan dan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang dihadapi.

Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Inovasi dan Daya Saing Ananto Kusuma Seta menjelaskan, pemerintah pun langsung tancap gas agar anak-anak mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga pen didikan tinggi (PT) bisa memiliki ketiga skills tersebut. Kebijakan itu sudah terealisasi di lapangan.

Menurut Ananto, kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ialah penguatan pendidikan karakter (PPK). “Kebijakan PPK ada untuk menumbuh kembangkan life skills siswa sejak dini. Inilah esensi dari pendidikan itu, yakni memanusiakan manusia,” katanya.
PPK diperlukan untuk membangun dan membekali para calon generasi emas Indonesia 2045 da lam menghadapi dinamika per ubahan di masa depan dengan keterampilan abad 21.
Berdasarkan data Kemendikbud, target sekolah yang melaksanakan PPK pada 2019 mencapai 218.989 sekolah. Dia mengatakan, revolusi industri itu tidak diam di satu masa melainkan akan segera berpindah ke 5.0, 6.0, dan seterusnya. Di sini makna dan peran PPK ini penting, sebab yang perlu dijaga dan tak akan pernah berubah adalah nilainilai kemanusiaan ini.

“Generasi yang mengenal jati dirinya akan mampu mengendalikan kemajuan dan teknologi sebagai tools untuk men capai tujuan. Sebaliknya, generasi yang kehilangan jati dirinya, maka teknologi yang akan mengenda likan hidupnya,” katanya. Kebijakan kedua ialah melalui penguatan higher order thinking skills (HOTS).

Kemampuan berpikir tingkat tinggi buah pikiran dari taksonomi berpikir Bloom ini menumbuhkan kemampuan yang terangkum dalam 4C. Ananto menuturkan, 4C adalah creativity, critical thinking and complex problem solving, collaboration, communication. Asesment HOTS ini telah diuji kepada siswa melalui Ujian Nasional (UN) dan Ases men Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI).

Asesment HOTS pada UN ini sempat membuat heboh pada 2018 lalu, sebab masyarakat menilai soal HOTS ini terlalu sulit dan dilakukan secara tiba-tiba. Pada hal soal yang diuji HOTS ini hanya terdiri 10% dari total soal. Sementara AKSI diterapkan di beberapa sekolah percontohan sebagai sistem penilaian nasional meski Indonesia secara rutin mengikuti survei yang dilakukan Programme for International Student Assessment (PISA).

Sementara kebijakan ketiga, yakni penguatan literasi melalui Gerakan Literasi Nasional (GLN). Dia menjelaskan, penguatan GLN ini terkait di enam sektor, yakni literasi baca tulis, literasi sains, literasi data, literasi finansial, literasi digital, dan literasi budaya dan kewarganegaraan. Ananto menjelaskan, pemerintah juga merevitalisasi pendidikan vokasi untuk menyiapkan generasi terampil yang ino va tif dan berjiwa enterpreneur.

Mengenai revitalisasi pendidikan vokasi ini Kemendikbud melakukan sejumlah program untuk mendorong sekolah menengah ke ju ruan (SMK) dapat menye diakan tenaga kerja terampil yang siap kerja di berbagai sektor prioritas nasional, seperti pertanian, industri, pariwisata, bahkan ekonomi kreatif.

Menurut Ananto, pekerjaan yang bersifat rutin, manual, dan kognitif akan digantikan oleh mesin. Oleh karena itu, lulusan pendidikan harus disiapkan dengan kecakapan agar bisa mencipta peluang kerja baru. Pedagogi pembelajaran pun mulai dari SD mulai digeser ke konsep knowledge based learning ke project based learning.

“Siswa diajarkan untuk bisa memecahkan masalah yang ada di sekitarnya secara berkelompok dengan pendekatan inter disiplin. Pembelajaran ini akan merangsang tumbuhnya inovasi, kreativitas, empati, leadership, dan kolaborasi sejak dini,” katanya.

Dia menjelaskan, jenis pekerjaan yang belum bisa digantikan oleh mesin atau robot adalah jenis pekerjaan bersifat analitik dan interpersonal, seperti seniman dan budayawan. Karena itu, Indonesia harus mampu mengapitalisasi kekuatan seni dan budaya Indonesia untuk jadi kekuatan daya saing bangsa di Era Industri 4.0. “Inilah skills yang dibekalkan untuk generasi muda Indonesia ke depan,” katanya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ke mendikbud Didik Suhardi menjelaskan, pihaknya mengembangkan Rumah Belajar sebagai salah satu sarana mendekatkan teknologi pada sistem pembelajaran di sekolah. Rumah Belajar berisi konten bahan belajar yang bisa diakses oleh semua guru dan siswa mulai dari PAUD hingga SMA secara gratis.

Didik menyampaikan bahwa portal itu sudah diakses lebih dari 12 jutaan pengunjung

. Namun, katanya, bahwa pembelajaran yang paling baik ialah melalui guru, sebab guru adalah role model yang menginspirasi, sementara teknologi hanyalah alat bantu memudahkan pembelajaran di kelas saja.

Sementara itu, di sisi pendidikan tinggi, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir mengatakan, perguruan tinggi harus mengubah pola pikir dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan cara lebih terbuka terhadap ilmu pengetahuan baru. Dengan demikian, bisa dihasilkan terobosan dan inovasi sistem pendidikan dan pembelajaran. Menristekdikti mengatakan, Revolusi Industri 4.0 juga telah mengubah sistem pembelajaran yang ada.

Oleh karena itu, perkembangan teknologi harus diikuti dengan inovasi dalam sistem pembelajaran. Perguruan tinggi Indonesia harus bergerak cepat agar tidak tertinggal dari negara lain. “Kalau tidak melakukan itu, kita akan tertinggal dari negara lain dan paling dibutuhkan adalah kreativitas,” ujarnya.

Menristekdikti menekankan, perguruan tinggi harus mampu menghadirkan program studi

atau prodi berorientasi pada kebutuhan pasar kerja ke depan. “Contoh prodi visioner yang su dah berdiri misalnya, prodi rekayasa kebakaran, prodi pengelolaan perkebunan kopi, prodi bisnis jasa makanan, logistic management, dan prodi politik Indonesia terapan.

Begitu pun dengan bidang ekonomi, penting untuk menguasai programming, cloud computing, mahasiswa didorong untuk memiliki talent, jangan hanya diajar kan mencari pekerjaan,” ujarnya.

Nasir menambahkan, pemerintah akan mendukung melalui instrumen regulasi bagi perguruan tinggi di se laraskan dengan era Industri 4.0. “Peningkatan publikasi internasional kita dorong salah satunya dengan Science and Technology Index (SINTA).

Riset tidak lagi sendiri-sendiri, tapi bagaimana ber kolaborasi dan bersinergi dengan peneliti dunia, serta harus juga bisa menghasilkan inovasi (hak paten),” kata Nasir. Pengamat pendidikan, Asep Saefuddin berpendapat, untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0 tidak hanya bergantung pada kecakapan teknologi.

Namun, tergantung pada mutu sumber daya manusia, regulasi, sistem pendidikan

, dan juga kerja sama antara universitas, pemerintah, dan sektor bisnis swasta. Rektor Universitas Al Azhar Indonesia ini menyarankan sistem pendidikan di Tanah Air harus bisa mendekatkan antara kurikulum dengan kebutuhan industri.

Sementara itu, pakar pendidikan Indra Charismiadji menjelaskan, dalam semua sendi kehidupan pun serba digital. Bahkan menjadi petani pun sekarang hasil jualnya berbasis digital. “Yang harus dikembangkan, yakni kemampuan berpikir, kemampuan menciptakan. Kita bicara HOTS dan juga Internet of Things (IoT),” katanya.

 

Sumber :

https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/habitat-tumbuhan-paku/

Sekolah Tinggi Pariwisata Dituntut Menyesuaikan Diri

Sekolah Tinggi Pariwisata Dituntut Menyesuaikan Diri

Sekolah Tinggi Pariwisata Dituntut Menyesuaikan Diri
Sekolah Tinggi Pariwisata Dituntut Menyesuaikan Diri

Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi fokus dan prioritas pemerintah pada tahun ini. Selaras dengan itu, transformasi ke Tourism 4.0 juga diawali dengan peningkatan kompetensi SDM pariwisata. Pakar Marketing Yuswohady berpendapat, perubahan pola pikir SDM menjadi kunci keberhasilan membangun digitaliSasi di sektor pariwisata.

Selain itu, pemerintah juga perlu membangun infrastruktur digital untuk memenuhi keinginan konsumen dan meningkatkan daya saing pariwisata di kancah internasional. “Tanpa itu kita akan terus tertinggal dengan negara lain seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Bahkan, kita tertinggal jauh jika dibandingkan dengan Eropa. Untuk SDM di sektor pariwisata mau tidak mau harus ‘melek’ digital,” tandasnya.

Untuk mentransformasi SDM harus ada kompetensi digital yang terstandarisasi di Indonesia. Selain itu, kurikulum 4.0 juga harus diajarkan di perguruan tinggi dan sekolah tinggi pariwisata (STP). Termasuk juga upaya membangun pusat-pusat pengembangan kompetensi yang saat ini menjamur seperti dalam bentuk coworking space dan pusat-pusat riset di perusahaan digital.

Harus dibuatkan kurikulumnya supaya tidak tumpang tindih sehingga punya center of excellence

Nantinya juga harus tersertifikasi,” ujar Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Strategis Priyantono Rudito. Dia mengatakan pengembangan talenta SDM pariwisata juga harus didorong.

Caraya antara lain dengan pengembangan profesionalisme dari aparatur sipil negara serta kolaborasi antara industri dan dunia pendidikan. “Kalau ini bisa di ja lankan, kita bisa berharap punya tingkat ke siapan digital 4.0. Namanya literasi digital, baik untuk masyarakat maupun komunitas. Ini harus diakselerasi karena 4.0 itu cepat sekali perkembangannya,” tandasnya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya berharap para mahasiswa STP bisa belajar langsung dari ahlinya, dengan mendatangkan talenta terbaik dunia. Pada 29 Maret nanti rencananya kelas internasional di STP Bali dan Bandung sudah berjalan. “Saya ingin anak-anak kita langsung dididik oleh ahlinya, misalnya, dari Google, Facebook, Grab, Tiket.com,” tuturnya.

Ketua STP Nusa Dua Bali Dewa Gde Ngurah Byomantra sepakat bahwa STP di era digitalisasi dituntut selalu siap menyesuaikan diri dengan cepat. Hal ini penting supaya lembaga pendidikan tinggi dapat terus menghasilkan lulusan terbaik yang berdaya saing tinggi sehingga semua harus segera mengubah haluan, yakni bertransformasi menuju platform digital, utamanya adalah sarana infrastruktur STP harus mulai berbenah.

Sarana di STP harus menuju digitalisasi internet. STP Bali

di seluruh kampus kami difasilitasi internet,” ungkapnya. Dewa mengatakan, pelayanan kepada siswa di Kampus STP Bali seluruhnya meng gunakan digital. Pengajar atau dosen juga dituntut untuk menggunakan teknologi dalam hal penyajian kepada mahasiswa.

Bahkan, setiap dosen harus mampu lebih banyak menyajikan kurikulum dengan teknologi digital dan e-learning . “Dosen kita encourage materi kuliah biar disimpan di portal STP Bali sehingga setiap saat mahasiswa bisa mengakses di website STP,” ujarnya. Sementara itu, peningkatan kompetensi peserta didik di SMK Pariwisata juga telah berjalan melalui program-program “One GM (General Manager) One SMK”.

Program ini merupakan upaya untuk memenangkan kompetisi global di era Industri 4.0

. Dalam hal ini, para GM akan menjadi dosen tamu di ribuan SMK. “Sementara ini sudah diterapkan di 1.200 SMK,” sebut Menpar.

 

Sumber :

https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/anatomi-kulit/

Financial Club Dorong Akses Permodalan Fashion

Financial Club Dorong Akses Permodalan Fashion

Financial Club Dorong Akses Permodalan Fashion
Financial Club Dorong Akses Permodalan Fashion

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)

Menyelenggarakan Bekraf Financial Club dengan tema subsektor fashion muslim di Hotel Millenium, Jakarta, Selasa (21/8/2018). 50 perwakilan dari pihak perbankan dan penyedia modal non-perbankan berdiskusi dengan beberapa pelaku ekonomi kreatif subsektor fashion muslim guna meningkatkan pemahaman mengenai subsektor tersebut dan akses permodalan yang tepat.

Pelaku ekonomi kreatif subsektor fashion

Muslim mempresentasikan the nature of the business dari rantai nilai subsektor fashion muslim, yaitu kreasi, produksi, dan pemasaran.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), subsektor fashion memberikan kontribusi terbesar kedua Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif 2016 yaitu 18,01% atau Rp166 triliun. Fashion muslim Indonesia berkembang sejalan dengan tren dunia, yaitu halal lifestyle.

Namun, permodalan masih menjadi salah satu kendala

Pelaku ekonomi kreatif mengembangkan usahanya karena pihak perbankan dan penyedia modal non-perbankan belum mengetahui secara jelas the nature of the business.

Kepala Bekraf, Triawan Munaf menuturkan, “Sub sektor fashion, berdasarkan data kami berkontribusi 56% total ekspor dari sektor ekonomi kreatif pada tahun 2016. Merujuk pada data ini, saya melihat ada potensi besar dari sisi pemasaran produk fashion di tanah air”.

Triawan lantas mengajak perbankan, pelaku industri keuangan non bank serta regulator

Keuangan untuk bersama-sama memahami karakteristik bisnis fashion. “Kami berharap, industri keuangan dapat mencari skema pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan permodalan para perancang desain serta para pelaku di rantai nilai bisnis fashion,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/8).

Bekraf Financial Club adalah bentuk sinergi Bekraf dengan pihak penyedia pembiayaan perbankan dan non-perbankan untuk permodalan ekonomi kreatif Indonesia. Pertemu anantara pelaku ekraf dengan penyedia pembiayaan diharapkan bisa meningkatkan akses permodalan yang tepat untuk pelaku ekonomi kreatif.

Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo menambahkan, “Di Timur Tengah mengenal Jakarta Style, yaitu gaya berbusana muslim Jakarta. Hal ini bisa mendorong tumbuh kembangnya pelaku ekonomi kreatif subsektor fashion muslim di Indonesia untuk menangkap peluang pasar tersebut. Dengan bantuan pembiayaan perbankan dan non perbankan, pelaku ekonomi kreatif subsektor fashion muslim dapat mengembangkan bisnis mereka.”

Bekraf mengundang creative director anemone, Hannie Hananto; creative director PT Sessa Gasimandea, Monika Jufry; dan founder gadiza.co.id sekaligus warnahitam.com, Rosie Rahmadi untuk menjelaskan the nature of the business subsektor fashion muslim kepada pihak penyedia pembiayaan perbankan konvensional dan syariah sekaligus non-perbankan yang hadir.

Baca Juga : 

Mengapa Harus Punya Item Busana Warna Hitam

Mengapa Harus Punya Item Busana Warna Hitam

Mengapa Harus Punya Item Busana Warna Hitam
Mengapa Harus Punya Item Busana Warna Hitam

Busana berwarna hitam kerap dipilih

Oleh banyak orang karena dinilai dapat memberikan kesan keren dan tubuh tampak ramping. Menariknya, busana dengan warna hitam juga mudah dan cocok dipadukan dengan berbagai model dan warna item fashion lainnya.

Oleh karena itu, busana berwarna hitam wajib ada di lemari Anda.

Dilansir dari Glamradar, meski dapat memberikan kesan langsing pada penggunanya, namun tak semua material busana berwarna hitam bagus digunakan seperti material viscose dan sintetik yang menarik dikenakan dibandingkan kaos berbahan katun.

Busana berwarna hitam juga dapat digunakan

dalam berbagai acara sehingga membuat penggunanya merasa percaya diri. Dalam dunia mode, busana warna hitam merupakan simbol elegan dan sophisticated.

Tak hanya membuat penggunanya menjadi lebih ramping, busana berwarna hitam juga dapat membuatnya terlihat seksi dan menggoda. Kabar baik lainnya, busana berwarna hitam dapat dengan mudah dipadukan dengan berbagai macam item fashion.

Sehingga tak jarang mereka yang tengah berlibur kerap memilih

busana berwarna hitam untuk menyempurnakan penampilannya sehingga tak perlu membawa banyak busana. Selain itu, busana berwarna hitam juga dapat menutupi noda pada busana karena itu Anda tak perlu khawatir akan kotor.

Sumber : https://www.modelbajumuslimbatik.com/

Perbedaan Personal Computer ( PC ), Laptop, Notebook dan Netbook

Perbedaan Personal Computer ( PC ), Laptop, Notebook dan Netbook

Perbedaan Personal Computer ( PC ), Laptop, Notebook dan Netbook
Perbedaan Personal Computer ( PC ), Laptop, Notebook dan Netbook

Pada bahasan yang lalu saya pernah menulis artikel

Tentang dasar-dasar komputer beserta fungsi komputer secara global dan tips memilih dan merakit komputer yang handal, murah dan sesuai dengan kondisi keuangan anda. nah sekarang artikel yang akan saya tulis yaitu tentang perbedaan Laptop, Notebook dan Netbook yang sering menjadi pertanyaan bagi seseorang yang akan membeli perangkat komputer mungil atau dengan kata lain komputer jinjing yang bisa dibawa sesuai dengan suasana dan kebutuhan anda sehari-hari. Semua ini tidak terlepas dari sejarah komputer yang mulai dari ukuran raksasa hingga menjadi sebuah gadget yang menarik. Sebut saja Personal Computer yang sangat populer dijamannya hingga tergantikan dengan laptop, notebook dan netbook, karena kemudahan untuk mobile. Dan yang saat ini nge-trend perangkat tablet dengan life style-nya. Lalu apa sih perbedaan dari ketiga perangkat tersebut, mari kita simak perbedaannya :

 

Laptop:

Laptop adalah komputer bergerak yang berukuran relatif kecil dan ringan, beratnya berkisar dari 1-6 kg, tergantung ukuran, bahan, dan spesifikasi laptop tersebut (sumber: wikipeadia). Kalau dilihat dari definisi tersebut, laptop mengarah seperti fungsi PC tetapi dengan berat lebih ringan dengan layar, keyboard, mouse dan hardware lain dalam satu paket untuk kemudahan mobile/bergerak.

Laptop memiliki fungsi yang sama dengan komputer desktop (desktop computers) pada umumnya. Komponen yang terdapat di dalamnya sama persis dengan komponen pada desktop, hanya saja ukurannya diperkecil, dijadikan lebih ringan, lebih tidak panas, dan lebih hemat daya.

Notebook:

Kalau diartikan secara harfiah adalah buku catatan. Jadi notebook sebenarnya didesain lebih seperti buku catatan sehingga ukuran dari notebook akan lebih kecil daripada laptop. Dengan ukuran lebih kecil, beberapa perangkat yang ada pada laptop akan dihilangkan seperti CD/DVD ROM.

Netbook :
Memiliki fungsi kurang lebih seperti notebook, tetapi ada suatu tambahan yaitu embeded jaringan internet. Biasanya netbook akan memliki modem internal, mulai dari phone modem sampai wireless modem (GSM/CDMA). Sehingga netbook lebih didesain sebagai perangkat yang terhubung ke dunia internet.

Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sebenarnya netbook dan notebook merupakan bagian laptop. Karena netbook dan notebook merupakan perangkat komputer jinjing yang memiliki fungsi yang sama dengan pernagkat

komputer desktop.

Setelah melihat definisi dari masing-masing perangkat tersebut sebenarnya tidak memmiliki perbedaan yang sangat jauh melainkan ada beberapa komponen yang ditambahkan dan dikurangi sesuai dengan kebutuhan dan manfaat dari perangkat tersebut. semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi anda sebagai pembaca dan apabila ada pertanyaan penyangkut artikel diatas silahkan tanyakan.

Sumber : https://www.dosenmatematika.co.id/

Buruh Pabrik Tekstil Majalaya Ikut Nusantara Mengaji

Buruh Pabrik Tekstil Majalaya Ikut Nusantara Mengaji

Buruh Pabrik Tekstil Majalaya Ikut Nusantara Mengaji
Buruh Pabrik Tekstil Majalaya Ikut Nusantara Mengaji

Para buruh pabrik tekstil di Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat ikut berpartisipasi dalam kegiatan Nusantara Mengaji.

Sebagai daerah basis Nahdlatul Ulama (NU), buruh-buruh di Majalaya sudah terbiasa terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial keagamaan.

Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan, kegiatan Nusantara Mengaji yang diinisiasi Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) merupakan bagian dari upaya meruwat bangsa.

Cucun menilai, Cak Imin sangat menyadari perubahan zaman

yang serba cepat menjadi salah satu masalah serius bagi bangsa Indonesia.

“Sekitar dua buruh ikut serta melaksanakan kegiatan Nusantara Mengaji. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi solusi bagi penyembuhan kondisi bangsa ini, dengan harapan bisa terhindari dari berbagai persoalan,” kata Cucun melalui keterangan tertulis, Senin (9/5/2016).

Tidak hanya menjadi solusi atas perubahan zaman yang serba cepat

, Cucun berharap Nusantara Mengaji juga menjadi solusi mengatasi terpuruknya kondisi industri tekstil di Indonesia.

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan Nusantara Mengaji ini mampu menjadikan kondisi perekonomian Indonesia bangkit kembali, menjadi bangsa yang maju dan meningkat kesejahteraan masyarakat secara umum,” tutur Cucun

Kegiatan Nusantara Mengaji di Kabupaten Bandung pada tanggal

7-8 Mei 2016 dipusatkan di kediaman Cucun.

Para jamaah telah mengkhatamkan Alquran sekitar 3.100 kali secara serentak. Sementara itu, secara nasional, masyarakat telah mengkhatamkan Alquran sebanyak 325.000 kali.

Acara tersebut juga melibatkan pondok pesantren di Kabupten Bandung, seperti Pondok Pesantren Baitul Arqom, Pacet, Pondok Pesantren Al-Husaeni, Ciparay, Pondok Pesantren Al-Hidayah, Santiong Cicalengka dan melibatkan seluruh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) se-Kabupaten Bandung‎.

“Semoga adanya gerakan Nusantara Mengaji ini dapat mengubah nasib bangsa Indonesia sebab membaca Alquran dapat menjadi pegangan keselamatan dalam hidup,” tutur Cucun

 

Baca Juga :

 

 

Peserta Nusantara Mengaji Doakan Para Pemimpin Bangsa

Peserta Nusantara Mengaji Doakan Para Pemimpin Bangsa

Peserta Nusantara Mengaji Doakan Para Pemimpin Bangsa
Peserta Nusantara Mengaji Doakan Para Pemimpin Bangsa

Gerakan Nusantara Mengaji menjadi perekat antarumat muslim di Indonesia

Gerakan Nusantara Mengaju juga bisa membawa kebaikan untuk bangsa Indonesia.

Inisiator Gerakan Nusantara Mengaji, Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, para peserta Nusantara Mengaji mendoakan para pemimpin negeri untuk keberhasilan dalam membawa bangsa Indonesia lebih baik.

“Tentu kita ingin melihat dan merasakan bangsa ini maju

dan disegani dalam pergaulan internasional maupun regional,” ujar pria biasa disapa Cak Imin, diacara penutupan Nusantra Mengaji di Pondok Pesanteren Al Kenaniyah Jakarta Timur, Minggu, 8 Mei 2016.

Sebelumnya, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

ini menyampaikan, Gerakan Nusantara Mengaji menghasilkan banyak penghafal Alquran.

 

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/struktur-dan-jaringan-tumbuhan/

Nusantara Mengaji Lahirkan Banyak Penghafal Alquran

Nusantara Mengaji Lahirkan Banyak Penghafal Alquran

Nusantara Mengaji Lahirkan Banyak Penghafal Alquran
Nusantara Mengaji Lahirkan Banyak Penghafal Alquran

Peran ulama yang konsisten mengajak dan mengingatkan pentingnya membaca alquran

ikut andil besar dalam menyukseskan Gerakan Nusantara Mengaji. Suksesnya acara ini juga didukung peran serta masyarakat yang antusias menjadi perserta Gerakan Nusantara Mengaji.

Inisiator Gerakan Nusantara Mengaji, Abdul Muhaimin Iskandar

mengatakan gerakan ini terus berlanjut di waktu mendatang. Bahkan, acara ini semakin menghasilkan para penghafal alquran.

“Dengan kekuatan alquran kita bermunajat dan memohon keridaan Ilahi

untuk menjauhkan bangsa ini dari semua persoalan yang tidak dapat dilalui. Saya yakin kalau permintaan tersebut dilakukan bersama-sama akan dimakbul,” ujar pria yang biasa disapa Cak Imin ketika menutup acara Gerakan Nusantara Mengaji, Minggu, Jakarta, 8 Mei 2016.

Acara penutupan Gerakan Nusantara Mengaji se-Indonesia dipusatkan di Pondok Pesantren Al Kenaniyah, Jakarta Timur, berlangsung khitmad.

 

 

Sumber :

Contoh Teks Ulasan Novel Boy Chandra (Surat Kecil Untuk Ayah)

Kelola Wakaf Produktif, Sinergi Foundation Terus Inovasi

Kelola Wakaf Produktif, Sinergi Foundation Terus Inova

si

Kelola Wakaf Produktif, Sinergi Foundation Terus Inovasi
Kelola Wakaf Produktif, Sinergi Foundation Terus Inovasi

 

Sebagai suatu lembaga

pemberdayaan berbasis wakaf produktif, Sinergi Foundation terus berinovasi dalam mengelola wakaf produktif. Hal itu disampaikan CEO Sinergi Foundation, Asep Irawan. Dia mengungkapkan, pada tahun ini pihaknya berencana meluncurkan platform e-commerce.

“Potensi wakaf yang luar biasa harus kita kembangkan. Kita harus sesuaikan pula dengan perkembangan zaman,” ujar CEO Sinergi Foundation Asep Irawan saat ditemui Republika.co.id di sela-sela acara Seminar Bank Aset Wakaf di Jakarta, Jumat (15/3).

Banyak kalangan yang bergerak di dunia perwakafan telah memanfaatkan era digital. Atas dasar itu, lembaganya turut bersinergi untuk mengeluarkan platform digital.

“Kami sedang siapkan platform yang diharapkan bisa seperti Bukalapak, Tokopedia, dan lainnya,” kata Asep. Sayangnya ia masih engga menuturkan lebih detail mengenai platform tersebut.

Asep berharap

, terobosan itu bisa diluncurkan sebelum bulan Ramadhan tahun ini. Investasi atau modal untuk membangun platform itu menggunakan dana wakaf. Kemudian hasilnya nanti disalurkan ke penerima manfaat wakaf (maufuq’alaih) lewat berbagai program sosial yang dimiliki Sinergi Foundation.

Dia menyebutkan

, Sinergi Foundation telah memiliki beberapa program sosial di antaranya pendidikan gratis untuk semua kalangan. Kebutuhan anggarannya di tahun ketujuh nanti sebesar Rp 3,5 miliar. Saat ini baru masuk tahun kedua, sehingga kebutuhan anggarannya sekitar Rp 900 juta.

“Semua program kita ditopang dari hasil usaha wakaf. Kita punya beberapa usaha baik di bidang kuliner seperti Rumah Makan Ampera, lalu properti syariah, dan lainnya,” jelas Asep.

Dirinya menjelaskan, dana wakaf boleh digunakan untuk usaha. Sepanjang usahanya berhasil syariah, tidak bertentangan dengan Islam, serta seluruh keuntungannya dimanfaatkan oleh para mauquf’alaih.

Hanya saja ia tidak memungkiri, saat ini belum banyak lembaga nazhir yang bisa mengelola wakaf produktif seperti itu. “Memang di Indonesia ini, paradigma masyarakat tentang wakaf produktif masih kecil. Mereka kebanyakan mindset-nya, dana wakaf digunakan untuk sosial seperti pembangunan masjid,” katanya.

Maka dari itu, perlu adanya edukasi supaya masyarakat lebih paham kalau dana wakaf tidak harus digunakan untuk pembangunan masjid. Melainkan bisa dipakai untuk mendirikan usaha apa pun sepanjang bersifat syariah.

“Kalau kita berbisnia dari modal dana wakaf, multiplier efeknya luar biasa. Contoh, Rumah Makan Ampera memiliki 37 karyawan, belum lagi bicara supplier. Itu puluhan ribu orang bisa terlibat dalam bisnis tersebut,” tegas Asep.

 

Baca Juga :

 

 

Kemenag Bantah Ada Bagi-Bagi Jabatan

Kemenag Bantah Ada Bagi-Bagi Jabatan

Kemenag Bantah Ada Bagi-Bagi Jabatan
Kemenag Bantah Ada Bagi-Bagi Jabatan

 

 

Kementerian Agama (Kemenag) RI masih irit bicara terkait jajarannya di kantor wilayah Jawa Timur (Jatim) yang tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kemenag menyatakan masih menunggu penjelasan resmi dari KPK.

Kepala Biro Humas Data dan Informasi

Kemenag Mastuki membenarkan informasi yang beredar ihwal salah satu jajarannya di Jawa Timur terciduk KPK. Namun, dia mengaku belum mendapat informasi pejabat yang tertangkap tangan KPK itu berstatus sebagai apa. “Kami menunggu penjelasan resmi dari KPK,” kata Mastuki kepada Republika.co.id, Jumat (15/3).

Dia membantah informasi yang menyebut operasi tangkap tangan (OTT) KPK tersebut berhubungan dengan bagi-bagi jabatan. Sebab, dia menegaskan, pengisian jabatan di kementerian tersebut memiliki aturan dan prosedur.

Kabiro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Febri Diansyah mengatakan sebanyak lima orang diamankan saat operasi tangkap tangan yang dilakukan tim penindakan KPK pada Jumat (15/3) pagi di Jawa Timur. Berdasar informasi, dalam tangkap tangan tersebut terdapat petinggi partai Ketua Umum PPP M Romahurmuziy.

Selain Romi, sapaan Romahurmuziy

, terdapat empat orang lainnya yang turut diamankan, termasuk pejabat Kementerian Agama. “Ada dari unsur penyelenggara negara dari DPR RI atau anggota DPR RI, kemudian ada unsur swasta, dan dari unsur pejabat di Kementerian Agama pejabat di daerah ya di Kementerian Agama,” kata Jubir Febri di Gedung KPK Jakarta, Jumat (15/3).

Febri mengatakan tangkap tangan kali ini berawal dari laporan akan adanya transaksi yang diduga melibatkan unsur penyelenggara negara. Adapun, transaksi kali ini bukanlah yang pertama. Dalam tangkap tangan kali ini, tim satgas penindakan KPK juga mengamankan uang tunai yang diduga barang bukti suap.

 

 

Sumber :
http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/penjelasan-struktur-kulit/