Berpotensi Ungkap Asal-usul Galaksi,, 6 Galaksi Tanpa Bintang Ditemukan

Berpotensi Ungkap Asal-usul Galaksi,, 6 Galaksi Tanpa Bintang Ditemukan

Apa yang terbersit kala mendengar kata galaksi? Sebagian besar kemungkinan akan berpikir bahwa galaksi merupakan kumpulan bintang yang membentuk suatu sistem. Namun ternyata, galaksi tidak senantiasa berisi dengan bintang-bintang.
Astrofisikawan sudah menemukan sesuatu yang amat aneh.

Berpotensi Ungkap Asal-usul Galaksi,, 6 Galaksi Tanpa Bintang Ditemukan

Mereka mengindentifikasi enam galaksi yang diketahui cuma punya amat sedikit bintang, bahkan tidak punya mirip sekali. Temuan galaksi tanpa bintang yang termasuk dikenal sebagai galaksi gelap ini menjadi penting gara-gara dapat menolong memecahkan misteri tentang bagaimana bintang dan galaksi terbentuk pertama kali.

Meski begitu, bukan perkara mudah untuk menemukan keberadaan mereka gara-gara galaksi-galaksi ini tidak punya cukup cahaya. Para peneliti dari ETH-Zurich di Swiss mengatakan bagaimana mereka manfaatkan benda-benda angkasa yang disebut kuasar untuk menemukan galaksi yang sulit dipahami ini.
Kuasar adalah objek yang bercahaya terang. Kuasar termasuk memancarkan cahaya ultraviolet intens yang dapat mengakibatkan reaksi didalam atom hidrogen, menciptakan emisi fluoresen yang disebut garis Lyman-alpha. Hidrogen merupakan unsur paling melimpah di alam semesta dan diperlukan untuk membentuk bintang.
Artinya, setiap galaksi gelap dengan hidrogen yang cukup dan terletak di dekat kuasar akan mengeluarkan iluminasi fluoresens yang dapat dicatat oleh para peneliti. “Singkatnya, kami manfaatkan kuasar sebagai semacam senter untuk menerangi bagian alam semesta yang mestinya gelap,” ujar Sebastiano Cantalupo, peneliti yang terlibat didalam belajar ini.

Metode pemakaian kuasar untuk menemukan galaksi gelap sebetulnya sudah pernah digunakan sebelumnya. Namun, kali ini terbukti lebih efektif berkat instrumen Multi Unit Spectroscopic Explorer (MUSE) yang ditambahkan terhadap teleskop di European Southern Observatory (ESO) di Chili.
Ini amat mungkin para ilmuwan untuk melacak galaksi gelap di lebih kurang kuasar yang jaraknya jauh dari bumi. Analisis lebih lanjut dari galaksi-galaksi misterius berikut dikehendaki akan makin meningkatkan pemahaman kami tentang asal usul galaksi serta matahari. “Kami belajar bahwa galaksi awal membentuk bintang-bintang dengan tidak efisien. Selain itu pembentukan awal galaksi dan evolusi di alam semesta dapat amat berlainan dari apa yang kami amati pas ini,” mengerti Cantalupo layaknya dikutip dari Newsweek, Rabu (23/5/2018).

Baca Juga:

Sri Mulyani Kaji 900 Komoditas,, Tekan Laju Impor

Sri Mulyani Kaji 900 Komoditas,, Tekan Laju Impor

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku pemerintah sementara ini sedang membahas pajak 900 komoditas manfaat menekan laju impor.

Sri Mulyani Kaji 900 Komoditas,, Tekan Laju Impor

Pemerintah merencanakan menaikkan tarif PPh (Pajak Penghasilan) Pasal 22 terhadap 900 komoditas tersebut dan juga mempersiapkan penggantinya yang merupakan produk buatan dalam negeri.

“Kami sedang mengidentifikasi barang-barang mengkonsumsi impor yang selama ini kena PPh Pasal 22. Kami lakukan evaluasi secara menyeluruh bersama Menteri Perdagangan,” kata Sri Mulyani di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta terhadap Jumat (24/8/2018).

Pengenaan tarif untuk PPh Pasal 22 sementara ini bervariasi. Kisarannya merasa berasal dari 2,5 % sampai bersama 7,5 persen. Adanya penyesuaian tarif pajak, Sri Mulyani mengutarakan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan kebijakan agar laju impor mampu dikendalikan secara optimal.

Sementara itu dalam melacak substitusi komoditas impor yang dimaksud, https://www.ilmubahasainggris.com/ pemerintah bakal meyakinkan kesiapan berasal dari industri dalam negeri.

“Terutama para UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), kami bakal lakukan langkah yang benar-benar tegas untuk mengendalikan [impor] barang mengkonsumsi tersebut,” ujar Sri Mulyani.

Saat disinggung berkenaan hasil berasal dari evaluasi yang sementara ini sedang dilakukan, Sri Mulyani memperkirakan kajian tersebut mampu disampaikan ke masyarakat terhadap awal September 2018. Ia menyatakan bahwa pemerintah setidaknya masih butuh 1-2 minggu lagi untuk merinci komoditas apa saja, dan juga memperhitungkan dampaknya.

Pemerintah sementara ini memang sedang jor-joran untuk berusaha agar laju impor tidak lebih besar ketimbang laju ekspor. Dampak berasal dari tingginya laju impor itu ialah jadi melebarnya defisit neraca perdagangan barang dan jasa (transaksi berjalan).

Target pemerintah sampai bersama akhir th. ini sendiri adalah melindungi inflasi di angka 3,5 persen. Tingginya laju impor yang berlangsung ikut dinilai Sri Mulyani mampu mempengaruhi tingkat inflasi Indonesia ke depannya, mengingat proyeksi untuk th. depan masih berada di level 3,5 % plus minus 1 persen.

“Kami bakal berfokus terhadap inflasi volatile food dan inflasi yang berasal berasal dari nilai tukar. Apa yang menjadi langkah kami depan agar imported inflation tidak menyebabkan terjadinya inflasi,” ungkap Sri Mulyani.