Wali Mahasiswa Keluhkan Kewajiban ‘Mondok’ Maba UIN Suka

YOGYAKARTA — Wali mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta keberatan terkait penerapan kebijakan harus pesantren atau ‘mondok’ bagi mahasiswa baru (Maba). Kebijakan tersebut dinilai nir efektif.

Salah satu wali mahasiswa menurut Fakultas Ilmu Sosial & Humaniora (FISHUM) UIN Suka, Hasan Basri mempertanyakan terkait kurikulum dari pondok pesantren yang disediakan. Kebijakan harus peeantren pun, lanjutnya, hanya satu tahun.

Wali Mahasiswa Keluhkan Kewajiban 'Mondok' Maba UIN Suka
Wali Mahasiswa Keluhkan Kewajiban ‘Mondok’ Maba UIN Suka

“Untuk anak-anak yang telah mengabdi pada pesantren sebelumnya dan yg belum, apakah disatukan, apakah materinya sama atau bagaimana. Kenapa wajib mondok cuma satu tahun. Apa target yg didapat dalam satu tahun itu,” istilah Hasan kepada Republika, Selasa (11/9).

Informasi terkait kebijakan wajib pesantren tersebut jua tidak berdasarkan awal diinformasikan pada wali mahasiswa maupun mahasiswa itu sendiri. Sebab, wali juga mahasiswa perlu buat memahami terkait kualitas pondok pesantren yg disediakan.

“Saya setuju-sepakat saja (maba wajib dipesantrenkan). Cuma kita harus tahu dulu kualitas menurut pondok pesantren itu sendiri. Jangan sampai pondok pesantren mahasiswa itu identik menggunakan kos-kosan saja,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, buat masuk pesantren pun juga wajib dilakukan tes terhadap mahasiswa. Sebab, kemampuan mahasiswa berbeda-beda, terdapat yg menguasai menggunakan baik ilmu kepercayaan dan ada yang tidak.

“Anak saya itu sudah mondok enam tahun, dan satu tahun darma. Ketika ada mewajibkan mondok, itu harus ada tes dulu. Tes kemampuan terhadap anak-anak yang belum sanggup membaca Quran & yg sudah, kan sine qua non klasifiasinya. Jangan sampai orang yang telah mampu baca Quran disuruh lagi baca Iqra,” ujarnya.

Hal lain yang membuat beliau keberatan dengan kebijakan tadi yaitu lokasi pondok pesantren yang jauh berdasarkan lokasi kampus. Hal tadi akan semakin menyulitkan mahasiswa karena wajib mengeluarkan uang transportasi dan ketika yang lebih menuju ke kampusnya.

“(Pondok pesantren) Nawasea itu jauh menurut lingkungan kampus. Itu di Wonosari. Kalau yang lain kan keberatan sama masalah biaya & transportasi karena jarak, pada samping itu juga mempertanyakan tentang kurikulumnya,” tambahnya.

Ia pun telah mencoba menanyakan terkait kebijakan wajib pesantren tadi pada pihak universitas. Tetapi, jawaban yang beliau terima pihak universitas akan menampung semua masukan menurut wali mahasiswa. Untuk itu, pihak universitas akan melakukan mediasi menggunakan wali mahasiswa dalam Rabu (12/9) besok.

Ia pun berharap mendapat jawaban yg kentara berdasarkan pihak universitas setelah mediasi yg akan dilakukan tadi. “Harapan saya, ini kan bukan duduk perkara saya sendiri akan tetapi pula dengan yg lain. Wajib mondok tidak apa-apa, tapi tidak wajib di Wanasea. Di situ yg dekat menggunakan kampus ada Al Munawir dan sebagainya. Kalau buat menaikkan kualitas & sebagainya kan terdapat kegiatan lain juga yang mampu dilakukan,” katanya.

Wali mahasiswa lainnya, Davos mengungkapkan, beliau nir masalah menggunakan kebijakan tersebut. Tetapi, lantaran melihat maba yg tidak bersemangat dengan diterapkannya kebijakan tadi, dia pun keberatan.

“Saya langsung ndak masalah, hanya aku kasihan liat anak down. Kebanyakan anak-anak maba (FISHUM) nir setuju, akan tetapi tidka memahami fakultas umum yg lain,” kata Davos.

Dari mediasi yang rencananya digelar besok, dia berharap agar mendapat solusi yg kentara berdasarkan pihak universitas. Sehingga ada kejelasan terkait kebijakan tadi dan tentunya nir merugikan baik wali, mahasiswa maupun pihak universitas.

Sementara itu, keliru satu maba dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Ma’ruf juga keberatan menggunakan kebijakan tadi. Ia keberatan karena wajib mengeluarkan porto lebih buat tinggal di pondok pesantren. Menurutnya, biaya pondok pesantren itu ada yang mencapai Rp 4,8 juta per tahun.

“Saya eksklusif keberatan bila diwajibkan mondok, lantaran dari faktor ekonomi tidak memadai karna menerima UKT yg tergolong mahal, dan juga aku lulusan berdasarkan pondok semisal disuruh mondok lagi saya rasa sudah relatif pengalaman aku pada pondok,” ucapnya.

Ia pun berharap, kebijakan tersebut nir diterapkan pada maba. Namun, mampu digantikan dengan menerapkan kebijakan lain.

“Penetapan kewajiban pondok diganti, misalnya dari fakultas yang harus diwajibkan mondok itu, memberikan bimbingan mengenai agama satu minggu berapa kali pertemuan gitu, asalkan jangan mondok,” ucapnya.

Baca Juga :

Prospek Kerja Mahasiswa Jurusan Manajemen Informasi

Setelah lulus SMA dan kemudian melanjutkan di perguruan tinggi, selanjutnya yang akan menjadi pemikiran adalah mau kerja dimana selepas lulus perguruan tinggi nantinya? Ini yang kemudian membuat mereka yang akan masuk di pendidikan perguruan tinggi benar – benar menyeleksi bakat dan minat serta mencari tahu informasi soal prospek kerja yang potensial untuk lulusan jurusan yang diminati tersebut 4 atau 5 tahun ke depan.

Prospek Kerja Mahasiswa Jurusan Manajemen Informasi
Prospek Kerja Mahasiswa Jurusan Manajemen Informasi

Atau mungkin Anda salah satu orang yang saat ini sedang bingung mau memilih jurusan apa ketika nanti daftar pendidikan di perguruan tinggi? Salah satu rekomendasi pendidikan perguruan tinggi yang sangat direkomendasikan untuk dijadikan pilihan adalah pendidikan jurusan manajemen informasi dan dokumentasi. Disana nantinya Anda akan diajari tentang bagaimana mengelola, menyimpan informasi, bahkan data dan berkas dengan sebaik mungkin. Lantas dimana prospek kerja mahasiswa jurusan manajemen informasi dan dokumentasi?

Prospek Kerja Mahasiswa Jurusan Manajemen Informasi Dan Dokumentasi

Pustakawan

Salah satu prospek yang juga akan sangat menguntungkan bagi seorang yang lulus dari jurusan manajemen informasi dan dokumentasi yaitu dapat bekerja dengan menjadi seorang pustakawan di berbagai bidang perpustakaan. Anda dapat bekerja baik di perpustakaan universitas, sekolah, pemerintah, swasta dan juga berbagai macam jenis perpustakaan lain. Nantinya soal kompetensi yang Anda miliki dalam pengelolaan berkas juga sejalan dengan kebutuhan perpustakaan tentang arsip dan jasa Anda. Memang akan sangat cocok jika Anda menjadi seorang pustakawan.

Arsiparis

Arsiparis juga dapat diartikan sebagai seorang yang memiliki tugas dan juga wewenang dalam rangka pengelolaan berkas, arsip atau juga soal data penting yang dimiliki oleh sebuah lembaga baik itu perusahaan atau juga lembaga umum lain. Misalkan Anda bisa bekerja pada perusahaan yang memang sedang butuh pengelola arsip untuk perbankan, lembaga hukum dan sebagainya.

Nantinya jika Anda menjadi seorang petugas arsiparis, tugas dari arsiparis sendiri bertanggung jawab dalam melakukan pengelolaan soal berkas – berkas hasil kerja dari berbagai macam divisi yang terdapat pada perusahaan yang bersangkutan.

Instansi pemerintahan

Bagi Anda yang merupakan seorang lulusan dari manajemen informasi dan dokumentasi juga sangat penting dan sangat berpeluang bekerja pada instansi pemerintahan karena ada juga instansi pemerintahan yang cocok dengan Anda. Beberapa instansi pemerintahan yang cocok dengan Anda diantaranya soal lembaga kearsipan nasional, pemerintah daerah dan juga dinas pendidikan serta masih banyak lagi.

Akademisi

Dan selanjutnya Anda juga dapat menjadi seorang akademisi. Dimana Anda nantinya dapat bekerja sebagai akademisi atau tenaga pengajar misalkan seperti menjadi seorang dosen di berbagai macam lembaga pendidikan bidang kearsipan dan juga perpustakaan.

Demikian sedikit informasi yang kami dapat berikan tentang Prospek Kerja Mahasiswa Jurusan Manajemen Informasi Dan Dokumentasi. Semoga menjadi informasi yang bermanfaat dan menginspirasi Anda. sumber : dosenpendidikan.com

Mendidik Anak Laki-Laki yang Benar, Bunda Harus Tahu Ini

Bunda merupakan malaikat tidak bersayap yang mempunyai peranan penting sekali di dalam mendidik dan juga membesarkan anak-anaknya, baik anak perempuan atau pun laki-laki. Bagi anak laki-laki bunda jadi wanita pertama yang paling dia cintai, hingga setelah dewasa dia menemukan satu wanita yang sangat dia sayangi dan bisa menggantikan posisi bundanya dengan sangat baik. Anak laki-laki meskipun tampak kuat sebetulnya mereka terbilang cukup lemah. Di sini peranan bunda untuk bisa mendidik anaknya jadi lebih baik supaya mereka tak tumbuh jadi anak nakal. Ini adalah cara mendidik anak laki-laki yang harus bunda tahu.

Mendidik Anak Laki
Mendidik Anak Laki

Cara mendidik anak laki-laki yang benar

Memberikan teladan bagi anak

Anda bisa membanggakan ayah atau pun pasangan Anda, katakana pada anak bahwasannya dia adalah orang luar biasa serta mempunyai semangat tinggi untuk bekerja dan juga lakukan hal-hal baik. Dorong anak Anda untuk ikuti sang ayah atau pun  mencontoh dari ayahnya. Anda bisa suruh suami untuk lakukan kerja di rumah secara bersamaan supaya bisa memberi contoh yang baik bagi anak-anak.

Mengajarkan kebersihan dan kesopanan

Tak hanya anak perempuan saja lho yang harus diajarkan kebersihan dan juga kesopanan akan tetapi juga anak laki-laki Anda. Beri dia pemahaman bahwasannya mereka juga harus mencukur kumisnya dengan rpai, menggosok gigi, mencuci tangan, dan juga memotong kuku. Selain hal tersebut ajarkan anak Anda untuk berbicara dengan sopan pada teman seumurannya atau pada orang yang lebih tua.

Mendidik untuk hormati wanita

Anda juga harus mengajarkan, mendidik, atau pun menanamkan keyakinan pada anak laki-laki Anda bahwasannya wanita atau perempuan merupakan makhluk yang seharusnya dihormati. Beri contoh saat dia harus menyayangi bundanya, maka di suatu saat nantinya akan ada wanita yang dia cinta dan tugasnya adalah untuk melindungi serta menyayangi wanita dengan baik. Orangtua juga harus lebih tegas katakana bahwasanya tak boleh menceritakan wanita dengan tidak sopan. Beritahu dia bahwasannya dia juga akan jadi ayah yang baik bagi anak-anak perempuan.

Sesekali biarkan anak Anda ambil pilihannya sendiri

Terkadang anak jalani pilihannya sendiri serta Anda menyetujui plihannya itu, akan tetapi pada faktanya semua tak berjalan dengan  baik, maka di sinilah Anda tak salah. Anda sudah benar kok membiarkan anak ambil pilihannya sendiri. Tapi, sebelumnya Anda harus memberi tegasan pada anak bahwasannya pilihannya tersebut merupakan tanggung jawabnya serta mereka harus bisa menerima setiap konsekuensinya.

Nah, itulah tadi yang dapat kami bagikan kepada Anda tentang cara mendidik anak laki-laki yang benar. Semoga saja informasi di atas bisa bermanfaat dan menginspirasi bunda semuanya ya. sumber : www.gurupendidikan.co.id/contoh-surat-kuasa/