Jika Anak Harus Mondok

Jika Anak Harus Mondok

Jika Anak Harus Mondok
Jika Anak Harus Mondok

Banyak orang tua yang mendaftarkan anak ke sekolah dengan asrama

atau mahad atau pondok pesantren. Sistem, peraturan, hingga jadwal hariannya tentu berbeda dengan sekolah biasa. Nah, berikut tip yang bisa diterapkan agar anak bisa menikmati asrama atau pondok nantinya.

Rundingkan dengan anak – Pastikan keputusan mendaftarkan anak ke sekolah asrama adalah hasil kesepakatan dengan anak. Jangan sampai dia tidak tahu atau tidak suka. Pelajari calon sekolah bersama si kecil sebelum mengambil keputusan final.

Pastikan anak siap – Jika anak terbiasa mandiri dan melakukan tugas rumah,

mereka bakal lebih mudah menyesuaikan diri. Satu-satunya yang harus disiapkan adalah menahan rasa kangen rumah.

Ajari anak bertoleransi – Orang tua wajib memberi pemahaman bahwa anak akan tinggal dengan teman-teman yang punya latar belakang, kebiasaan, dan nilai berbeda. Karena itu, anak tidak dengan mudah menghakimi temannya sendiri, lalu merasa tidak nyaman.

Lakukan simulasi – Pada awal pendaftaran, pihak sekolah biasanya

menjelaskan tentang jadwal harian di asrama atau pondok. Sebaiknya jadwal itu diterapkan selama beberapa hari sebelum anak mulai sekolah. Manfaatkan pula pekan orientasi pondok atau asrama yang biasanya diberikan sekolah.

Tidak terlalu khawatir – Tidak jarang, ketika anak enjoy dengan kehidupan asrama atau pondok, justru orang tua yang panik. Khawatir si kecil ”tidak terurus”, mengalami bullying, sampai beranggapan anaknya masih terlalu kecil. Ini tidak perlu karena menandakan bunda dan ayah belum percaya sepenuhnya kepada anak.

Siapkan bekal secukupnya – Anak biasanya diizinkan membawa barang atau uang. Berikan perlengkapan yang memang dibutuhkan dalam jumlah yang cukup. Jangan membawa uang dan barang berlebih. Sebab, anak bisa jadi sasaran ejekan temannya.

 

Sumber :

https://articles.abilogic.com/372235/chemical-periodic-table-system.html