Langgar Aturan Privasi, Prancis Denda Google 57 juta dolar

Langgar Aturan Privasi, Prancis Denda Google 57 juta dolar

 

Langgar Aturan Privasi, Prancis Denda Google 57 juta dolar

Regulator telekomunikasi Prancis menjatuhkan denda sebesar USD 57 atau sekitar Rp 811 miliar kepada raksasa teknologi, Google. Mereka menjatuhkan denda lantaran Google melanggar Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (GDPR).

Denda ini merupakan jumlah terbesar yang pernah dikenakan kepada perusahaan yang bermarkas di Mountain View.

Commission nationale de l’informatique et des libertés (CNIL) selaku regulator proteksi data di Prancis menyampaikan bahwa Google telah gagal memberikan transparansi dan kepastian dalam menginformasikan cara perusahaan mengelola data pribadi pengguna.

Selain itu, Google juga gagal mendapatkan persetujuan untuk pengaturan iklan di website-nya.

CNIL menindaklanjuti keluhan dari dua lembaha non-pemerintah yakni None of Your Business dan La Quadrature du Net yang mereka sebut mewakili 10.000 orang.

Otoritas Prancis dikenal memiliki aturan pricasi yang ketar dan sangat keras terhadap perusahaan internet asal Amerika tersebut.

GDPR sendiri mulai berlaku di Eropa pada bulan Mei tahun lalu, yang merupakan perombakan undang-undang privasi data terbesar selama lebih dari dua dekade.

Regulasi ini memungkinkan pengguna memiliki kendali lebih terhadap data pribadi mereka serta memberi regulator kekuatan menjatuhkan denda hingga 4% dari pendapatan global perusahaan yang melakukan pelanggaran.

Jumlah yang telah ditetapkan dan telah dipublikasikan

ditentukan dari pelanggaran yang terpantau berdasarkan prinsip esensial GDPR: transparansi, informasi, dan persetujuan,” tulis CNIL dalam pernyataan, seperti dikutip Reuters, Rabu (23/1/2019).

Tak tinggal diam

pihak Google juga mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa orang-orang berekspektasi dengan standar yang tinggi untuk transparasi dan pengendalian dari perusahaan.

“Kami sangat berkomitmen untuk memenuhi seluruh ekspektasi dan persyaratan yang ada dalam GDPR,” jelas Google. Mereka juga menambahkan bahwa perusahaan kini tengah berdiskusi mengenai langkah yang akan diambil selanjutnya.

 

Sumber : http://situsiphone.com/