Menentukan metode penelitian

Menentukan metode penelitian

Menentukan metode penelitian
Menentukan metode penelitian

Dalam penelitian ada dua metode utama, yaitu metode kuantitif dan metode kualitatif.

a. Metode kuantitatif adalah metode yang menitikberatkan pada pengolahan data yang diklasifikasikan dengan angka.
Contoh :
Penduduk kota Jambi berjumlah 175.000 jiwa
Jumlah petani di Desa Bagan Pete 5000 orang

b. Metode kuantitatif adalah pendekatan yang dipakai untuk mendapatkan data dan tidak dinyatakan dengan angka
Contoh :
Siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1 Sungai Pagu rajin
Menurut pendapat siswa pembelajaran e-learning menyenangkan dan menantang

PENGUMPULAN DATA

A. Pengantar

Pengumpulan data merupakan langkah yang amat penting dalam penelitian. Oleh karena itu, pengumpulan data harus dilakukan secara sistematis, terarah dan sesuai dengan masalah yang diteliti. Dalam proses pengumpulan data, hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain adalah:
a. Jenis data yang diperoleh
b. Sumber data
c. Penyusunan instrumen sebagai alat untuk mengumpulkan data
d. Jumlah data yang diperlukan
e. Siapa saja yang menjadi responden dan bagaimana cara menghubunginya
f. Mempersiapkan orang-orang yang akan diminta bantuannya untuk mengumpulkan data
g. Menyiapkan surat izin untuk meneliti seseorang atau instansi tertentu
h. Biaya yang diperlukan untuk mengumpulkan data

B. Analisis Isi

Analisis isi dalam pelaksanaan penelitian bertujuan untuk mengungkapkan isi sebuah buku atau bacaan di media yang menggambarkan situasi penulis dan masyarakatnya pada waktu buku atau bacaan di media masa itu ditulis.

Dalam melakukan analisis, seorang peneliti dapat menghitung:
a. Frekuensi munculnya suatu konsep tertentu
b. Penyusunan kalimat menurut pola yang sama
c. Kelemahan pola berpikir yang sama
d. Cara menyajikan bahan ilustrasi, gambar dan lain-lain

Selain itu dengan cara ini dapat dibandingkan antara satu buku dengan buku yang lain dalam bidang yang sama, baik berdasarkan perbedaan waktu penulisannya maupun mengenai kemampuan buku-buku tersebut mencapai sasarannya sebagai bahan yang disajikan kepada masyarakat atau sekelompok masyarakat tertentu.

C. Observasi

Dalam pengertian psikologi, observasi meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh indra. Jadi, mengobservasi dapat dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, perabaan dan pengecapan. Semua kegiatan itu disebut pengamatan atau observasi langsung.
Observasi ada dua macam, yaitu:

1. Observasi partisipasi
Dalam melakukan observasi partisipasi, pengamat ikut terlibat dalam kegiatan yang sedang diamatinya. Contohnya seorang antropolog yang tinggal bersama orang sakai di Riau untuk keperluan penelitian.

2. Observasi non partisipasi
Dalam melakukan observasi, pengamat tidak terlibat langsung dalam kegiatan orang yang sedang diamatinya.

D. Wawancara

Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan di penjawab atau responden.
Hal-hal yang membedakan wawancara dengan percakapan biasa sehari-hari adalah:
a. Pewawancara dan responden pada umumnya belum saling mengenal
b. Pewawancara selalu bertanya
c. Responden selalu menjawab
d. Pertanyaan yang ditanyakan mengikuti alur pembicaraan yang telah disiapkan sebelumnya. Pertanyaan panduan ini dinamakan “interview guide”
e. Pewawancara bersifat netral

1. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil wawancara

a. Pewawancara → diharapkan menyampaikan pertanyaan kepada responden dan dapat merangsang responden untuk menjawabnya
b. Responden
c. Topik penelitian yang tertuan dalam daftar pertanyaan
d. Situasi wawancara → proses wawancara sangat dipengaruhi oleh situasi wawancara karena faktor waktu, tempat ada tidaknya orang ketiga dan sikap masyarakat pada umumnya.

2. Sikap pewawancara
Netral → jangan menentang atau bereaksi terhadap jawaban responden
Ramah → kesan yang diberikan akan besar pengaruhnya terhadap diri responded
Adil → tidak memihak, semua responden harus diperlakukan sama
Hindarkan ketegangan → hindarilah kesan seolah-olah responden sedang diuji

Panduan (pedoman) wawancara perlu juga disiapkan, agar hal-hal seperti tersebut di atas dapat dipenuhi. Panduan wawancara ini ada dua macam, yaitu:

a. Pertanyaan berstruktur
Yaitu pertanyaan yang semuanya telah dirumuskan sebelumnya dengan cermat, biasanya secara tertulis. Responden tinggal memilih di antara jawaban yang disediakan. Contoh:
Apakah anda setuju jika murid yang merokok dikeluarkan dari sekolah?
Sangat setuju
Setuju
Tidak tahu
Tidak setuju
Sangat tidak setuju
Pertanyaan terbuka
Yaitu pertanyaan yang memberikan kesempatan kepada responden untuk menjawab sesuai dengan keinginannya sendiri dan memberikan komentar terhadap jawaban pertama yang berstruktur.
Contoh: Bagaimana pendapat anda jika murid yang merokok dikeluarkan dari sekolah?

Baca :