Pelatih Asusila Dipecat

Pelatih Asusila Dipecat

Pelatih Asusila Dipecat
Pelatih Asusila Dipecat

Dinas pendidikan Kota Bandung yang diwakili oleh Ketua Bidang P3TK Cucu Saputra

dan Ketua Bidang SMP Hadiana mempertemukan Pihak Manajemen Sekolah SMPN 45 Bandung dengan orangtua siswa dan termasuk siswi yang menjadi korban tindak asusila yang dilakukan oleh salah satu oknum pelatih paskibra SMPN 44 Bandung.

Ketua Bidang Pembinaan, Pengembangan, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan (P3TK) Cucu Saputra mengatakan, sudah melakukan langkah-langkah untuk menindak lanjuti kejadian yang menimpa beberapa siswi SMPN 45 Bandung yang telah menjadi korban tindakan asusila.

“Pertama mendapat informasi itu dihari jumat dari orang tua murid. Kemudian karena lima hari kerja dan kemudian sedang suasana PPDB akhirnya belum melakukan kordinasi-kordinasi secara lengkap, tetapi masalah keburu muncul di beberapa media, akhirnya hari minggu kami sudah menindak lanjuti bersama dengan para manajemen sekolah dalam hal ini kepala sekolah dan wakasek dan guru-guru BP dan yang lainnya,” ungkap Cucu Saputra kepada RMOLJabar. Senin (10/7).

Selanjutnya kata dia, pihaknya sudah melakukan pertemuan dan mengundang semua orang

tua siswa yang terindikasi dirugikan dan anak-anaknya pun hadir.

“Saya menyampaikan hasil pertemuan dengan menajemen sekolah bahwa pertama baik disdik, maupun pihak sekolah sepakat untuk tidak mentolelir tindakan yang dilakukan oleh Pelatih Ekstrakulikuler terhadap beberapa siswa dalam bentuk komunikasi-komunikasi melalui chat di media sosial. Yang tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang pelatih yang ada dilingkungan pendidikan, dan kami berkeyakinan bahwa apa yang dilakukan oleh yang bersangkutan adalah tindakan yang tercela,” ungkapnya.

Dari hasil rapat pimpinan sekolah dan para guru sepakat untuk memberhentikan secara tidak hormat pelatih tersebut.

“Adalah kami dalam pertemuan dengan orang tua siswa sudah mengklarifikasi dan meminta maaf

atas pernyataan kami, pernyataan salah satu guru kami yang terlalu terburu-buru membuat kesimpulan sebab ternyata itu kami belum secara utuh melakukan pendalaman terhadap masalah tersebut yang mengatakan kejadian ini dikarenakan suka sama suka pelatih tersebut dengan para siswi,” katanya.

Karena kata dia, pelatih tersebut adalah orang yang memang selama ini berkontribusi dan berbuat baik kepada sekolah. Seolah-olah diluar dugaan.

“Akan tetapi kami tetap melihat bahwa itu pelecehan bukan suka sama suka. Dan kami sudah meminta maaf kepada orang tua tadi. Mencabut pernyataan salah satu guru bahwa itu adalah tindakan yang tidak pantas dilakukan,” tegasnya.

Sehingga pihaknya, keluarga besar SMPN 45 meminta maaf kepada seluruh orang tua yang hadir dan siswa atas keteledoran pihaknya selama ini terhadap perilaku salah satu komponen pendidikan yang ada di SMPN 45.

“Keluarga besar SMPN 45 akan bejerja sama dengan orang tua untuk apabila proses hukum selanjutnya, misalnya tidak akan menutup-nutupi tidak akan menghilangkan jejak dan sebagainya sebab kamu juga SMPN 45 sudah membuat pernyataan mengeluarkan atau memberhentikan yang bersangkutan menjadi pelatih,” ujarnya.

Dan yang terakhir adalah, pihak SMPN 45 mengucapkan terimakasih atas sikap kritis dan masukan dari orang tua siswa terhadap temuan tersebut.

“Sehingga kami merasa itu masukan berharga sebab selama ini kami seolah-olah terkesima oleh prestasi-prestasi paskibra yang dia latih di sekolah. Tetapi sebaik apapun dia punya prestasi tetap kami tidak mentolelir tindakan tersebut menjadi sebuah pembenarana,”

Pihaknya pun telah menyepakati dengan orang tua siswa bahwa anak akan berlanjut bersekolah di SMPN 45 dengan tetap menjadi anggota dari paskibra, dan akan mengganti pelatih tersebut secepatnya.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Ketua Komite Sekolah SMPN 45, kemudian Kepala Sekolah, para pimpinan sekolah, guru BP, kesiswaan, orang tua bersangkutan dan siswa

 

 

Baca Juga :