Sistem Zonasi Di Kota Sukabumi Masih Terkendala Sekolah Belum Merata

Sistem Zonasi Di Kota Sukabumi Masih Terkendala Sekolah Belum Merata

Sistem Zonasi Di Kota Sukabumi Masih Terkendala Sekolah Belum Merata
Sistem Zonasi Di Kota Sukabumi Masih Terkendala Sekolah Belum Merata

Sistem zonasi di Kota Sukabumi masih terkendala jumlah sekolah yang belum merata. B

ahkan masih ada sejumlah wilayah yang tidak memiliki sekolah.

Seperti Kecamatan Warudoyong, Lembursitu, dan Baros tidak ada sekolah. Kalau pakai sistem zonasi murni kemungkinan tidak masuk,” ujar Koordinator Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Asep Sukanta, Rabu (19/6)

Dirinya menyontohkan jarak dari wilayah Warudoyong ke sekolah terdekat mencapai 3-4 KM. Hal itu tentu menjadi pertimbangan lain bagi masyarakat yang tidak ada sekolah di wilayahnya. “Makanya iut jadi pertimbangan dan kami konsultasikan ke provinsi,” ucapnya.

Meskipun dengan sistem zonasi ini lebih baik ketimbang sebelumnya. Pasalnya,

melalui sistem zonasi ini sekolah yang ada di Kota Sukabumi diisi oleh masyarakat daerah tersebut. “Tanpa ada sistem zonasi, orang Kota Sukabumi bisa tergeser oleh Kabupaten Sukabumi. Makanya dengan sistem zonasi ini lebih nyaman,” ungkapnya.

Apabila ada masyarakat kabupaten Sukabumi yang masuk ke sekolah di Kota Sukabumi,

itupun hanya lewat prestasi. Namun jalur prestasipun jumlahnya dibatasi. “Sekitar 5 persen untuk prestasi akademik dan 5 persen lagi prestasi non akademik. Kalau dihitung paling sekitar 10 orang,” terangnya.

Ke depannya, dirinya yakin sistem zonasi tersebut bisa lebih baik. Bahkan harus lebih baik lagi. Terkecuali SMK yang tidak terkena sistem zonasi. “Sistem zonasi yang diterapkan pemerintah akan lebih baik lagi dan harus lebih baik,” paparnya

Menurutnya, di Kota Sukabumi terdapat lima sekolah negeri. Setiap sekolah itu ada 12 rombongan belajar yang setiap rombelnya berjumlah 36. “Kecuali SMA 4 yang areanya kecil, sehingga hanya 10 rombel,” pungkasnya

 

Sumber :

https://dcckotabumi.ac.id/pages/sejarah-proklamasi/