Teknologi Menjadi Keniscayaan di Masa Datang

Teknologi Menjadi Keniscayaan di Masa Datang

Teknologi Menjadi Keniscayaan di Masa Datang
Teknologi Menjadi Keniscayaan di Masa Datang

Sempitnya lahan pekerjaan membuat pekerjaan kian sulit diperoleh. Terlebih di era modernisasi

seperi sekarang ini, posisi manusia lama kelamaan tergantikan dengan mesin atau robot.

Seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo, saat berbicara pada Dies Natalis ke-68 Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Selasa (19/12), teknologi memang sangat berpengaruh terhadap perguruan tinggi karena berdampak pada lapangan pekerjaan.

“Perkembangan ini tentu sangat memengaruhi tantangan bagi pendidikan tinggi. Lahirnya teknologi baru membuat beberapa jenis pekerjaan hilang. Tukang Pos yang dulu sangat penting sekarang ini tidak dikenal lagi” kata Jokowi dikutip dari siaran resmi istana.

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) juga sekarang sedang berfokus

untuk membangun teknologi yang mumpuni. Maka dari itu, Kemenristekdikti ingin setiap individu dapat mengupgrade dirinya untuk menerima teknologi dalam dunia pekerjaan. Hal ini dilakukan agar calon pekerja tidak tertinggal jaman dan mengantisipasi angka pengangguran.

“Sekarang yang terpenting adalah bagaimana perguruan tinggi dapat menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkembang dalam pengetahuan teknologi” ujar Dirjen Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Kemenristekdikti, Ali Ghufron Mukti, saat berbicara di acara Dompte Dhuafa, Rabu (20/12).

Ghufron setuju bahwa selain teknologi, para calon pekerja atau para mahasiswa jangan hanya belajar untuk mendapatkan nilai yang baik dan sebuah pekerjaan.Tetapi juga harus mempunyai cara pandang untuk membuat usaha sendiri atau menjadi Enterpreneurship.

“Kalau satu negara enterpreneurnya banyak maka angka penganggurannya berkurang. Sekarang

mengantisipasinya yaitu dengan ekonomi digital, proses pembelajaran di kuliah dapat diupgrade menjadi ekonomi digital,” ungkap Ghufron.

Dirjen Kemenristekdikti ini menyampaikan calon pekerja jangan puas hanya mendapatkan nilai bagus di perkuliahan, tapi harus bisa bersaing juga dengan cara mengupgrade diri belajar teknologi. Bahkan ketika ada ekonomi digital, calon pekerja tidak hanya mempunyai mental pekerja, tapi juga memiliki mental pengusaha.

 

Sumber :

https://mammoth.co.id/kata-sifat/