peta andalusia

Faktor-Faktor Pendukung Kekhalifahan Bani Umayyah Di Spanyol

Faktor kemenangan-kemenangan umat islam dibagi menjadi dua faktor yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Yang dimaksud faktor eksternal adalah faktor yang terdapat didalam Negeri Spanyol itu sendiri. Pada masa penaklukaknk Spanyol oleh orang-orang Islam, kondisi sosial, politik, dan ekonomoi negeri ini berada dalam keadaan menydihkan. Secara politik, wilayah Spanyol terkoyak-koyak dan terbagi-bagi kedalam beberapa negeri kecil. Perpecahan politik memperburuk keadaan ekonomi masyarakat. Ketika Islam masuk ke Spanyol ekonomi masyarakat dalam keadaan lumpuh. Tetapi, setelah Spanyol berada dibawah kekuasaan kerajaan Goth, perekonomian lumpuh dan kesejahteraan masyarakat menurun. Buruknya kondisi sosial, ekonomi, dan keagamaan tersebut terutama disebabkan oleh keadaan politik yang kacau. Kondisi terburuk terjadi pada masa pemerintahan Raja Roderick, Raja Goth terakhir yang dikalahkan Islam.
Adapun yang dimaksud dengan faktor internal adalah suatu kondisi yang terdapat dalam tubuh penguasa, tokoh-tokoh pejuang, dan para prajurit Islam yang terlibat dalam penaklukam wilayah Spanyol pada khususnya. Para pemimpin adalah tokoh yang kuat, tentara yang kompak, bersatu dan penuh percaya diri. Mereka pun cakap, berani dan tabah dalam menghadapi setiap persoalan. Yang tak kalah pentingnya Yang tak kalah pentingnya adalah ajaran Islam yang ditunjukkan para tentara Islam, yaitu toleransi, persaudaraan, yang terdapat dalam pribadi kaum muslimin itu menyebabkan penduduk Spanyol menyambut kehadiran Islam disana.[4]

 

Kesimpulan

Berkuasa tahun 756-1031 M di Spanyol (Andalusia dan kordoba). Didirikan oleh Abdurrahman ibn Marwan. Sebelumnya, Spanyol sudah ditaklukan oleh tiga pahlawan yaitu Tharif Ibn Mali, Thariq Ibn Ziyad, dan Musa Ibn Nushair. Spanyol dan kota-kota penting lainnya jatuh ke tangan umat Islam. Sejak saat itu secara politik, Spanyol berada dibawah kekuasaan khalifah Bani Umayyah. Untuk bisa memimpin wilayah tersebut, pemerintah pusat yang berada di Damaskus mengangkat seorang wali/gubernur.

Recent Posts

muawiyah menjadi khalifah pertama bani umayyah selama

Kekhalifahan Bani Umayyah Di Spanyol

Spanyol diduduki umat Islam pada zaman Khalifah Al-Walid (705-715 M), salah seorang khalifah dari Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus. Dalam proses penaklukan Spanyol terdapat tiga pahlawan islam yang paling berjasa memipin satuan-satuan pasukan kesana. Mereka adalah Tharif Ibn Mali, Thariq Ibn Ziyad, dan Musa Ibn Nushair. Tharif menyebrangi selat yang berada di antara Maroko dan benua Eropa dengan satu pasukan perang, mereka menaiki empat buah kapal yang disediakam oleh julian. Tak ada perlawanan berarti, ia menang dan kembali ke Afrika dengan membawa harta rampasan. Didorong oleh keberhasilan Tharif dan kemelut yang terjadi dalam kerajaan Visigothic, serta dorongan dari Musa Ibn Nushair yang mengirimkan pasukan sebanyak 7000 orang dibawah pimpinan Thariq Ibn Ziyad pada tahun 711 M.[1]

Berikut urutan penguasa Daulat Umayah di Spanyol, diantaranya :

1. Abdurrahman I (756-788)
2. Hisyam I (788-796)
3. Hakkam I (796-822)
4. Abdurrahman II (822-852)
5. Muhammad I (852-886)
6. Al-Munzir ibn Muhammad (886-888)
7. Abdullah ibn Muhammad (888-912)
8. Abdurrahman III (912-961)
9. Hakkam II/Al-Mustanshir (961-976)
10. Hisyam II/Al-Muayyad (976-1009)
11. Muhammad II Al-Mahdi (1009-1010)
12. Sulaiman Al-musta’in (1010)
13. Muhammad II Al-Mahdi (1010)
14. Hisyam II Al-Muayyad (1010-1016)
15. Sulaiman Al-musta’in (1016)
16. Abdurrahman IV Al-Murtadha (1016-1023)
17. Abdurrahman V Al-Mustazhir (1023)
18. Muhammad III Al-Mustakfi (1023-1027)
19. Hisyam III Al-Muktadi (1027-1031) [2]
Abdurrahman I mulai menata pemerintahannya setelah memproklamirkan berdirinya pemerintahan baru, Dinasti Umayyah. Abdurrahman I tidak menggunakan gelar Khalifah tetapi menggunakan gelar Amir. Gelar khalifah pertama kali digunakan oleh Abdurrahman Al-Nashir (Abdurrahman III) bersamaan dengan meninggalnya khalifah Al-Muqtadir di Baghdad. Abdurrahman III memproklamirkan dirinya sebagai khalifah Umayyah dan Amir Al-Mu’minin. Ia menggunakan gelar Al-Nashir dibelakang namanya, mengikuti dua khalifah pendahulunya.
Ketika itu, Andalusia belum stabil. Perselisihan itu terjadi antara suku Bradar dengan suku Arab. Didalam suku arab sendiri juga terjadi perselisihan yaitu antara suku Qaisy dan suku Yamani perselisihan itu membuat masyarakat dari kehidupan polotik belum stabil. Hal ini juga ditambah dengan gangguan dari golongan Kristen yang terus berlangsung.
Al-Mustanshir menggantikan ayahnya Al-Nashir setelah meninggal. Setelah Al-Mustanshir meninggal, selanjutnya diangkatlah putranya yang bernama Hisyam II yang berusia 10 tahun menjadi khalifah dengan gelar Al-Muayyad. Muhammad ibn Abi Amir Al-Qahthani yang diangkat sebagai Hakim Agung dimasa akhir kekhalifahan Al-Mustanshir mengambil alih seluruh kekuasaan dan menempatkan khalifah dibawah pengaruhnya . ia memakai gelar Al-Malik Al-Manshur Billah atau Hajib Al-Manshur yang memegang jabatan tahun 976-1003 M. Selanjutnya ia menyingkirkan beberapa petinggi dan pemuka Umayyah yang berpengaruh. Ia juga membentuk polisi rahasia dan membubarkan tentara khalifah . kemudian ia digantikan oleh Abd Al-Malik ibn Muhammad dengan gelar Al-Malik Al-Mudhaffar. Dinasti Umayyah mengalami kemerosotan setelah Al-Mudhaffar diganti oleh Abd Al-Rahman ibn Muhammad yang bergelar Al-Malik Al-Nashir lidnillah.[3]


Sumber: https://voi.co.id/jasa-penulis-artikel/

apa alasan penamaan aliran murji’ah

Sekte-Sekte Murji’ah

Kemunculan sekte-sekte dalam kelompok Murji’ah tampaknya dipicu oleh perbedaan pendapat dikalangan para pendukung Murji’ah. Harun Nasution secara garis besar mengklasifikasikan murji’ah menjadi dua sekte, yaitu golongan moderat dan golongan ekstrim. Murji’ah moderat berpendirian bahwa pendosa besar tetap mukmin, tidak kafir, tidak pula kekal di dalam neraka. Mereka di siksa sebesar dosanya, dan bila di ampuni oleh Allah sehingga tidak masuk neraka sama sekali.
Harun nasution menyebutkan bahwa sekte murji’ah yang ekstrim adalah yang berpandangan bahwa keimanan terletak didalam kalbu. Adapun ucapan dan perbuatan tidak selamanya menggambarkan apa yang ada didalam kalbu. Oleh karena itu, segala ucapan dan perbuatan seseorang yang menyimpang dari kaidah agama tidak berarti menggeser atau merusak keimanannya, bahkan keimanannya masih sempurna dalam pandangan Tuhan.
Adapun yang bergolongan ekstrim adalah Al-jahmiyah, Ash- Shalihiyah, Al- Yunusiyah, Al-Ubaidiyah, dan Hasaniyah.

Pandangan kelompok ini dapat di jelaskan seperti berikut ;

a. Jahmiyah, kelompok jahm bin shafwan dan para pengikutnya, berpandangan bahwa orang yang percaya kepada Tuhan kemudian menyatakan kekufurannya secara lisan, tidaklah menjadi kafir karena iman dan kufur itu bertempat di dalam hati bukan pada bagian lain dalam tubuh manusia.
b. Shalihiyah, kelompok Abu Hasan Ash-Shalihi, berpendapat bahwa iman adalah mengetahui Tuhan, sedangkan kufur adalah tidak tahu Tuhan. Shalat bukan merupakan ibadah kepada Allah. Yang disebut ibadah adalah iman kepada-Nya dalam arti mengetahui Tuhan. Begitu pula zakat, puasa, dan haji bukanlah ibadah, melainkan sekedar menggambarkan kepatuhan.
c. Yunusiyah dan Ubaidiyah melontarkan pertanyaan bahwa melakukan maksiat atau perbuatan jahat tidaklah merusak iman seseorang. Mati dalam iman, dosa-dosa dan perbuatan-perbuatan jahat yang dikerjakan tidaklah merugikan orang yang bersangkutan. Dalam hal ini, muqatil bin sulaiman berpendapat bahwa perbuatan jahat, banyak atau sedikit, tidak merusak iman seseorang sebagai musyrik (polytheist).
d. Hasaniyah menyebutkan bahwa jika seorang mengatakan, “ saya tahu Tuhan melarang makan babi, tetapi saya tidak tahu apakah babi yang diharamkan itu adalah kambing ini, “ maka orang tersebut tetap mukmin, bukan kafir. Begitu pula orang yang mengatakan “ saya tahu Tuhan mewajibkan naik haji ke ka’bah, tetapi saya tidak tahu apakah ka’bah di india atau di tempat lain.[1]


Sumber: https://pendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/

unsur-unsur pandangan hidup

Hubungan Pandangan Hidup dengan Manusia

Akal dan budi sebagai milik manusia ternyata membawa ciri tersendiri akan diri manusia tersebut. Sebab akal dan budi mengakibatkan manusia memiliki keunggulan dibandingkan makhluk lain. Satu diantara keunggulan manusia tersebut ialah pandangan hidup. Disatu pihak manusia menyadari bahwa dirinya lemah, dipihak lain manusia menyadari kehidupannya lebih kompleks.
Pandangan hidup merupakan masalah yang asasi bagi manusia. Sayangnya tidak semua manusia menyadari, sehingga banyak orang yang memeluk sesuatu agama semata-mata atau dasar keturunan. Pandangan hidup penting bagi kehidupan manusia dimasa sekarang maupun kehidupan di akhirat, dan sudah sepantasnya setiap manusia memilikinya.
Perlu kita sadari bahwa baik Tuhan maupun agama bagi kita adalah suatu kebutuhan. Buka kebutuhan sesaat melainkan kebutuhan yang terus menerus dan abadi. Sebab setiap saat kita memerlukan perlindungan Tuhan dan petunjuk agama sampai di akhir nanti.
Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memeperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana untuk mencapai tujuan dan ada pula yang memperlakukan sebagai ukuran kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.

Adapun langkah-langkah berpandangan hidup yang baik yaitu sebagai berikut :

1. Mengenal, merupakan tahapan pertama untuk mengenal pandangan hidup itu apa.
2. Mengerti, mengerti kita harus mengerti pandangan hidup apa yang akan kita jalani.
3. Menghayati, sama halnya memperoleh gambara pandangan hidup kita itu kayak apa model dan bentuknya.
4. Meyakini, yakin bahwa pandangan hidup kita itu baik untuk kdepannya.
5. Mengabdi, ini sangat baik karna ini bias kita berikan pandangan hidup kita yang baik kebada orang lain.
6. Mengamankan, mengamankan pandangan hidup kita yang baik agar tidak di ubah oleh orang lain.

BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Pandangan hidup merupakan bagaimana manusia memandang kehidupannya. Setiap orang memiliki pandangan hidup yang berdeda-beda dan melahirkan suatu paham. Wujud pandangan hidup manusia berkaitan dengan cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup. Cita-cita merupakan pandangan hidup di masa yang akan datang. kebajikan secara nyata dan dapat dirasakan melalui tingkah lakunya. Dan, dalam hal ini, tingkah laku manusia sebagai perwujudan kebajikan inilah yang akan dikemukakan karena wujudnya dapat dilihat dan dirasakan. Karena tingkah laku bersumber pada pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri yang berbeda dari orang lain dan tergantung dari pembawaan, lingkungan, dan pengalaman. Dalam setiap perbuatan, manusia harus memahami etika yang berlaku dalam masyarakat. Sehingga kehidupan dalam memasyarakat menjadi tenang dan tentram.

Recent Posts

pertanyaan manusia dan pandangan hidup

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Pengertian Manusia dan Pandangan Hidup

Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi, atau makhluk yang berakal budi. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.
Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.
Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, dan petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Macam-macam sumber pandangan hidup berdasarkan asalnya yaitu :
1) Pandangan hidup yang berasal dari agama, yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya;
2) Pandangan hidup yang berasal dari ideologi, yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut;
3) Pandangan hidup yang berasal dari renungan, yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Dalam kehidupannya manusia tidak akan terlepas dari 3 hal pokok, yakni cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup.

1. Cita-cita
Cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Pandangan hidup terdiri atas cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup. Dalam kehidupannya manusia tidak dapat melepaskan diri dari cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup itu. Tidak ada orang hidup tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup. Sudah tentu kadar atau tingkat cita-cita, kebijakan dan sikap hidup itu berbeda-beda bergantung kepada pendidikan, pergaulan, dan lingkungan masing-masing. Itulah sebabnya, cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup banyak menimbulkan daya kreativitas manusia.
Banyak hasil seni yang melukiskan cita-cita, kebajikan, dan hidup seseorang. Cita-cita ini perasaan hati yang merupakan suatu keinginan, kemauan, niat, atau harapan. Cita-cita itu penting bagi manusia, karena adanya cita-cita menandakan kedinamikan manusia. Ada tiga kategori keadaan hati seseorang, yakni keras, lunak, dan lemah. Orang yang berhati keras, tak berhenti berusaha sebelum cita-citanya tercapai. Ia tak menghiraukan rintangan, tantangan, dan segala kesulitan yang dihadapinya. Orang yang berhati lunak dalam usaha mencapai cita-citanya menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi. Orang yang berhati lemah, mudah terpengaruhi oleh situasi dan kondisi.
Cita-cita, keinginan, harapan, banyak menimbulkan daya kreativitas para seniman. Banyak hasil seni seperti: drama, novel, film, musik, tari, filsafat yang lahir dari kandungan cita-cita, keinginan, harapan dan tujuan.


Sumber: https://www.dosenpendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/

sebab sebab penderitaan

PENGARUH PENDERITAAN

Menurut Huijbers (1986) hidup obyektif mempunyai peranan penting dalam menentukan tujuan hidup, dalam mengejarnya dan dalam menghayatinya. Hidup efektif atau perasan justru menjadi motor yang kuat untuk mengembangkan suatu hidup yang sesuai dengan tujuan hidup. Selanjutnya perasaan itu menjadi bagian suatu situasi hidup yang telah dicapai. Perkembangan hidup manusia terjalin erat dengan hidup emosionalnya. Bila hidup emosionalnya baik, kemungkinan besar hidupnya sebagai keseluruhan akan baik juga.
Apa sebabnya diantara dua oang yang menghadapi suatu masalah yang kurang lebih sama, seorang tetap sehat dan tidak menderita sedangkan yang lainnya jatuh sakit? Menurut Tandau, pada umumnya para ahli berpendapat bahwa individu yang jatuh sakit, karena di dalam diri individu yang bersangkutan ada sesuatu faktor yang menyebabkan seseorang itu lebih terdorong ke arah keadaan sakit.

Faktor itu ialah:

a) Keadaan fisik individu yang dibentuk selama pertumbuhan fisiknya, dan
b) Faktor-faktor yang terletak di dalam kepribadiannya, terutama yang bersifat pengalaman serta perkembangan mentalnya.
Perilaku manusia untuk sebagian besar merupakan pancaran perilaku yang telah dipelajari sebelumnya. Oleh karena itu perilaku manusia tidak pernah beku, dapat selalu berubah, dan dapat berbeda-beda dari satu individu ke individu yang lain dan dari satu saat ke saat yang lain. Dalam proses pembentukan kepribadiannya ini faktor enkulturasi dan sosialisasi memegang peranan yang penting. Manusia sejak lahir harus mempelajari cara-cara bagaimana supaya dapat mengatasi persoalanyang dihadapinya.
Jika di bidang fisik-somatik yang diperlukan oleh manusia ialah jasmani yang sehat, di bidang mental emosional yang diperlukan ialah kepribadian psikologik yang sehat. Jika salah satu unsur yang penting di bidang fisik-somatik supaya jasmani berada dalam kondisi sehat adalah vitamin, protein, karbohidrat, dan lemak maka unsur yang penting di bidang mental-emosional supaya tercapai kondisi kepribadian-psikologi yang sehat adalah perasaan bahwa dirinya terjamin, bahwa dirinya aman.
Hal ini diperlukan supaya tercapai kondisi kepribadian yang harmonis, stabil, dan sabar. Rasa diri terjamin dan rasa diri amn ini dapat diciptakan dalam bentuk kasih sayang. Oleh karena itu dalam rangka pembentukan kepribadian psikologi yang harmonis, stabil, dan penuh kesabaran diperlukan dimilikinya pengalaman-pengalaman cinta dan kasih sayang dari orang-orang yang berhubungan dengannya.
Seorang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, dan ingin bunuh diri. Kelanjutan sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalnya tidak punya gairah hidup.
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti.
Apabila sikap negatif dan positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka mereka akan memberikan penilainnya. Penilaian itu dapat berupa kemauan untuk mengdakan perubahan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan. Keadaan yang tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai.


Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/

Penjualan langsung

Penjualan langsungPenjualan langsung

            Penjualan langsung merupakan cara penjualan di mana penjual langsung berhubungan, berhadapan atau bertatap muka dengan calon pembeli atau langganannya.
Disini pembeli dapat langsung mengemukakan keinginannya bahkan sering terjadi tawar-menawar untuk mencapai kesesuaian. Penjual sebagai alat penghubung bagi perusahaan dan sebagai wakil perusahaan dalam menghadapi pembeli dapat membantu pembeli untuk menetukan pilihannya.

 

Tetapi sering terjadi bahwa penjual justru mempengaruhi pembeli dalam proses pembeliannya. Penjualan langsung ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu penjualan melalui toko dan penjualan diluar toko.

1)      Penjualan Melalui toko

Penjualan melalui toko ini sering dilakukan untuk penjualan eceran. Namun, tidak berarti bahwa penjualan eceran itu selalu dilakukan melalui toko. Penjualan partai besar dapat dilakukan oleh penjual yang memiliki took. Dalam penjualan ini, pembeli harus datang ke toko untuk mendapatkan kebutuhannya. Jadi, transaksi jual beli yang dilakukan oleh penjual dan pembeli itu terjadi di toko. Semua contoh barang yang ditawarkan oleh penjual ditempatkan di toko.

 

Recent Posts

 SISTEM PENJUALAN

 SISTEM PENJUALAN SISTEM PENJUALAN

            Penjualan adalah suatu proses kegiatan penyerahan barang atau jasa berdasarkan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak yang terkait dalam kegiatan itu. Orang yang menyerahkan barang atau jasa disebut penjual. Setelah penyerahan barang itu, maka penjual akan menerima sejumlah uang (sesuai harga) dari pembeli yang membeli barang atau jasa tersebut. Bentuk penyerahan barang atau jasa tersebut dapat dilakukan sepenuhnya dengan cara pemindahan fisik atau hanya pemindahan hak saja. Sebenarnya suatu penjualan sangat berkaitan erat dengan pengetahuan ilmu menjual. Yaitu kegiatan dengan cara mempengaruhi orang-orang at agar mau membeli barang atau jasa yang ditawarkan, sehingga terjadi suatu kesepakatan jual beli yang diakhiri dengan kepuasan antara penjual dan pembeli.

 

Untuk terjadinya suatu penjualan

 

, seorang penjual harus mengemukakan beberapa hal mengenai barang, antara lain :

  1. Penjelasan mengenai harga yang memadai untuk pemilihan barang yang ditawarkan.
  2. Faedah atau kegunaan barang.
  3. Kekhususan atau keistimewaan barang
  4. Keuntungan tertentu yang mungkin timbul dan diperoleh pembeli dari pemilihan barang itu.

 

sumber :

http://blog.dinamika.ac.id/arya/2020/07/08/jasa-penulis-artikel/

Alasan-alasan Penjualan

Alasan-alasan PenjualanAlasan-alasan Penjualan

Yang dimasud alasan penjualan adalah faktor-faktor yang dapat dikemukakan oleh penjual kepada calon pembeli mengenai barang-barang yang akan dijual. Misalnya, mengenai mutunya, manfaatnya, nilai ekonominya, dan sebagainya.Setiap perbuatan yang menunjukkan hal-hal yang menyenangkan calon pembeli itu disebut alas an-alasan penjualan.Misalnya, penjual mengatakan bahwa sarung ini tidak luntur. Setelah calon pembeli mendengar, menjadi sadar akan nilai dan keuntungan yang mungkin nanti diperolehnya bila membeli barang tersebut. Jika alasan penjual itu dapat sesuai dengan barang yang terjual, maka tentu calon pembeli dapat menjadi langganan kita.

  1. Teknik-teknik Penjualan

Untuk meyakinkan langganan atau calon pembeli supaya mau membeli, tidak dapat dipisahkan dari cara menawarkan. Dalam usaha meyakinkan pembeli, penjual harus berusaha memperkecil kekurangan-kekurangan yang terdapat pada barang dagangannya.Sebaliknya tunjukkanlah sikap kelebihan yang terdapat dalam barangnya, tetapi jangan lupa semua keterangan tersebut harus dapat dibuktikan. Dalam proses penjualan, saat-saat klimaks adalah pada saat pembeli akan mengambil keputusan untuk membeli. Kemudian baru hal-hal yang menyangkut harga, penyerahan dan berakhirlah suatu proses penjualan.

Sumber :

http://dewi_marisa12u.staff.ipb.ac.id/2020/07/12/jasa-penulisan-artikel/

 

Peran Pemerintah sebagai Pengatur Kegiatan Ekonomi

Peran Pemerintah sebagai Pengatur Kegiatan Ekonomi

      Pemerintah memegang peranan penting sebagai pusat atau pengatur perekonomian. Dengan adanya pemerintah, akan ada perubahan dalam proses penentuan keseimbangan pendapatan nasional. Seperti pungutan pajak yang berfungsi untuk mengurangi pengeluaran agregat dengan mengurangi pengeluaran rumah tangga. Selain itu pajak dapat membuat pemerintah menaikkan pembelanjaan yang bersifat agregat. Perekonomian 3 sektor tidak melibatkan proses ekspor dan import, sehingga perekonomian 3 sektor dinamakan sebagai kegiatan ekonomi tertutup.

      Selain sebagai pengatur, pemerintah juga memiliki peranan sebagai konsumen produk barang dan jasa. Pemerintah harus menggunakan berbagai produk seperti alat-alat kantor, kelengkapan Negara, jasa aparatur Negara dan lain-lain, Pemerintah memiliki tugas sebagai prosusen yang mengelola berbagai perusahaan Negara untuk menghasilkan produk yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Contoh: air,gas, listrik,dll.

       Pajak Pemerintah memiliki tugas untuk menarik pajak dari setiap wajib pajak untuk mempertahankan stabilitas ekonomi Negara.

 

Recent Posts