KEEFEKTIFAN TEKNIK QUICK ON THE DRAW

KEEFEKTIFAN TEKNIK QUICK ON THE DRAW

KEEFEKTIFAN TEKNIK QUICK ON THE DRAW
KEEFEKTIFAN TEKNIK QUICK ON THE DRAW
Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena pendidikan dapat mempengaruhi perkembangan manusia dalam seluruh aspek kepribadian dan kehidupannya. Pendidikan dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki manusia secara optimal, yaitu pengembangan potensi individu yang setinggi-tingginya dalam aspek fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual, sesuai dengan tahap perkembangan serta karakteristik lingkungan fisik dan lingkungan sosio-budaya dimana dia hidup (Taufiq 2010 : 1.2).
Crow and crow (1960) dalam Taufiq (2010 : 1.3) mengemukakan bahwa harus diyakini fungsi utama pendidikan adalah bimbingan terhadap individu manusia dalam upaya memenuhi kebutuhan dan keinginan yang sesuai dengan potensi yang dimilikinya sehingga dia memperoleh kepuasan dalam seluruh aspek kehidupan pribadi dan kehidupan sosialnya. Pernyataan tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II Dasar, Fungsi, dan Tujuan pasal 3 menyebutkan :
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut, maka perlu diwujudkan melalui pendidikan yang bermutu di setiap satuan pendidikan. Salah satu upaya untuk menciptakan pendidikan yang bermutu sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Bab IV Standar Proses pasal 19 yaitu dengan menyelenggarakan proses pembelajaran pada satuan pendidikan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Rochman Natawidjaja (Taufiq 2010 : 5.21) mengemukakan lima unsur yang mempengaruhi kegiatan belajar siswa di sekolah, yaitu unsur tujuan, pribadi siswa, bahan pelajaran, perlakuan guru, dan fasilitas. Guru adalah faktor kunci dalam kegiatan belajar anak di sekolah. Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam keseluruhan program pendidikan di sekolah karena sebagai manajer pembelajaran, membuat rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran secara efektif, menguasai materi dan metode pembelajaran, mengevaluasi proses dan hasil belajar, memotivasi dan membantu tiap anak untuk mencapai prestasi belajar secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangan dan kesempatan yang dimiliki anak.
Guru harus mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga bisa membuat siswa merasa nyaman, aktif dan berminat mengikuti proses pembelajaran yang nantinya bisa berpengaruh terhadap perolehan hasil belajar siswa. Hal ini disebabkan karena hasil belajar siswa dipengaruhi oleh proses pembelajaran yang baik. Proses pembelajaran yang baik harus disesuaikan dengan karakteristik perkembangan dari siswa, sehingga siswa dapat menerima dan memahami materi dengan baik.
Sanjaya (2009 : 135) mengemukakan bahwa dalam standar proses pendidikan, pembelajaran didesain untuk membelajarkan siswa. Artinya, sistem pembelajaran menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Dengan kata lain, pembelajaran ditekankan atau berorientasi pada aktivitas siswa. Pembelajaran yang berorientasi pada siswa ditegaskan pula oleh Silberman (2009 : 6) bahwa ketika belajar secara pasif, siswa mengalami proses tanpa rasa ingin tahu, tanpa pertanyaan, dan tanpa daya tarik pada hasil. Ketika belajar secara aktif, siswa mencari sesuatu. Siswa ingin menjawab pertanyaan, memerlukan informasi untuk menyelesaikan masalah, atau menyelidiki cara untuk melakukan pekerjaan. Dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran IPA guru harus mampu menggunakan model pembelajaran yang bisa mengaktifkan siswa sehingga siswa berminat untuk ikut serta dalam pembelajaran dan menjadi tertarik untuk belajar IPA.

PEMBELAJARAN IPS BERBASIS KTSP KELAS V

 PEMBELAJARAN IPS BERBASIS KTSP KELAS V

 PEMBELAJARAN IPS BERBASIS KTSP KELAS V
PEMBELAJARAN IPS BERBASIS KTSP KELAS V
Pendidikan mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan. Kualitas pendidikan suatu bangsa pun akan mempengaruhi maju dan tidaknya bangsa itu sendiri. Dalam Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 BAB I Pasal 1, disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 menyebutkan bahwa fungsi dari pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu melalui perkembangan kurikulum. Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Peraturan Pemerintah No. 13 Tahun 2015).
Pada tahun 2006 terdapat kurikulum baru yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau yang sering disebut dengan KTSP 2006 menurut Permendikbud No. 61 Tahun 2014 Pasal 1 adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Karakteristik KTSP yaitu berbasis kompetensi dan karakter, proses pembelajaran menggunakan EEK (eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi), serta menggunakan penilaian berbasis kelas. Tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum (Mulyasa 2011 : 22).

Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang standar isi meliputi delapan mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri.
Delapan mata pelajaran tersebut antara lain pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, bahasa Indonesia, matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Umu Pengetahuan Sosial, seni budaya dan keterampilan, serta pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan.

Mengacu pada standar isi, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran terpadu yang diwajibkan pada tingkat pendidikan dasar. IPS merupakan mata pelajaran yang memberikan informasi baru seperti seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu-isu sosial yang bersumber dari kehidupan sosial masyarakat (Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Nasional, 2007). Dalam era globalisasi, IPS menjadi salah satu ilmu dasar untuk meraih informasi dari berbagai penjuru dunia. Tujuan pendidikan IPS berorientasi pada tingkah laku peserta didik, yaitu : 1) pengetahuan dan pemahaman, 2) sikap hidup belajar, 3) nilai-nilai sosial dan sikap, 4) keterampilan. Tercapai tidaknya tujuan tersebut ditentukan oleh kualitas pembelajaran dan guru sebagai faktor utama dalam proses pembelajaran (Hamalik dalam Hidayati 2008 : 1-24).
Dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 Bab I Pasal 1 dijelaskan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Dalam proses pembelajaran, kinerja guru merupakan faktor utama yang akan menentukan berhasil atau tidaknya suatu kegiatan pembelajaran. Menurut Rusman (2014 : 50), kinerja guru adalah kegiatan guru dalam proses pembelajaran, yaitu bagaimana seorang guru merencanakan pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran, dan menilai hasil belajar sesuai yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 2007 tentang standar proses. Apabila seorang guru telah membuat perencanaan pembelajaran yang matang namun tidak didukung dengan pelaksanaan pembelajaran yang optimal, maka pembelajaran tersebut belum dapat dikatakan berhasil.
Demikian pula dalam pelaksanaan pembelajaran IPS. Materi IPS yang banyak mengharuskan guru untuk menciptakan suasana pembelajaran yang mendukung. Guru harus dapat menghilangkan pandangan siswa mengenai pembelajaran IPS yang membosankan dan terkesan hanya transfer pengetahuan. Dengan demikian kinerja guru, terutama dalam pelaksanaan pembelajaran harus lebih ditingkatkan, yaitu menyesuaikan pembelajaran dengan RPP yang telah dibuat sehingga meminimalisir improvisasi, menggunakan metode dan media pembelajaran yang bervariasi, serta mengembangkan keterampilan dasar mengajar.
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada SD Negeri X, bahwa kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran tergolong baik. Kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran IPS telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 2007 tentang standar proses, antara lain guru telah menggunakan metode dan media pembelajaran yang bervariasi dan sesuai dengan pembelajaran IPS, sumber belajar mata pelajaran IPS diambil dari berbagai sumber, serta guru telah mengembangkan keterampilan dasar mengajar.
Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk mengkaji kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran IPS di SD Negeri X. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai langkah awal untuk mengetahui kinerja guru yang ideal terutama dalam pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan standar proses yang telah ditetapkan.

PERAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN IPS

PERAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN IPS

PERAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN IPS
PERAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN IPS
Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting bagi manusia untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemampuannya agar berguna untuk diri maupun orang di sekitarnya. Pentingnya pendidikan tersebut tertuang dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan diri, masyarakat, bangsa dan negara” (Depdiknas 2010 : 12).
Pendidikan merupakan suatu kebutuhan bagi setiap orang untuk mewujudkan harapan dan cita-cita demi kelangsungan hidupnya.
Keberhasilan pendidikan tidak terlepas dari peran guru sebagai pendidik. Menurut UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, “Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah”. Di dalam proses pembelajaran, hal terpenting terletak pada interaksi guru dengan siswa. Guru mengharapkan siswa dapat berperan aktif, untuk mendukung pembelajaran yang interaktif.
Partisipasi siswa dalam pembelajaran tidak terlepas juga dari peran guru yang merupakan penentu keberhasilan pembelajaran di kelas. Hal tersebut juga terdapat dalam tujuan Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3, yang menyatakan bahwa seorang guru dalam menjalankan peranannya harus memiliki kemampuan untuk bisa mengembangkan setiap potensi yang ada pada peserta didik.
Proses pembelajaran di sekolah diharapkan dapat mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang berwawasan dan memiliki perilaku sosial yang tinggi. Pendidikan tentang sosial di sekolah bersinggungan dengan mata pelajaran yaitu IPS. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah mata pelajaran yang berdiri sendiri sebagai integrasi dari sejumlah konsep disiplin ilmu sosial, humaniora, sains bahkan berbagai isu dan masalah sosial kehidupan (Sapriya, 2009 : 20). Dalam Pasal 37 UU Sisdiknas dikemukakan bahwa mata pelajaran IPS merupakan muatan wajib yang harus ada dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah Depdiknas (dalam Mulyasa, 2008 : 45). Pembelajaran IPS perlu diberikan kepada siswa SD karena IPS merupakan mata pelajaran yang mengajarkan siswa dalam mengenal lingkungan sosial di masyarakat, mengajarkan siswa agar lebih peka terhadap permasalahan yang ada di masyarakat, dan mengajarkan siswa mengenal nilai-nilai sosial di masyarakat, serta untuk mengajarkan siswa dalam mengatasi masalah yang terjadi di kehidupan sehari-hari.
Mengingat konteks mata pelajaran IPS sedemikian luasnya maka dalam pembelajaran IPS dibutuhkan peranan guru yang sangat baik sehingga siswa merasa tertarik untuk mengikuti pembelajaran. Untuk itu guru harus mampu memiliki kompetensi dan peran yang sesuai dalam pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Nubia Red Magic 3 Lebih Perkasa dari Black Shark 2?

Nubia Red Magic 3 Lebih Perkasa dari Black Shark 2?

Nubia Red Magic 3 Lebih Perkasa dari Black Shark 2
Nubia Red Magic 3 Lebih Perkasa dari Black Shark 2

Dalam waktu dekat, Nubia akan segera meluncurkan smartphone gaming terbarunya, Nubia Red Magic 3. Disebut-sebut, smartphone ini akan membawa beberapa fitur menarik di dalamnya, termasuk layar dengan refresh rate 90 Hz.

Menejalang peluncurannya, smartphone ini rupanya

telah di-benchmark oleh Master Lu dan hasilnya mengungkap lebih detail spesifikasi kunci yang akan dibawa oleh smartphone ini. Ya! Datang dengan nomor model NX629J, Red Magic 3 akan disokong dengan SoC Snapdragon 855.

SoC yang memiliki clock speed 2,84 GHz itu akan ditemani dengan RAM 12 GB. Seperti beberapa bocoran sebelumnya, gosipnya Red Magic 3 juga akan memiliki varian RAM 8 GB. Master Lu mencatat, smartphone ini memiliki skor CPU mencapai 174.283 poin dan skor GPU 191.043 poin.

Sementara itu, skor memorinya mencapai 58.699 poin

dan skor penyimpanan internalnya mencapai 48.922 poin dengan kecepatan baca 836 M/s dan kecepatan tulis 257 M/s. Skor keseluruhan smartphone ini mencapai 472.947 poin.

Ya! Master Lu mencatat bahwa skor benchmark yang

dihasilkan Nubia Red Magic 3 jauh di depan Xiaomi Black Shark 2 yang memiliki skor total 404.809 poin dan Vivo iQOO yang memiliki skor total 384.718 poin. Tentu saja, ini jadi kabar gembira bagi Nubia Red Magic 3.

 

Baca Juga :

Teaser Perdana Redmi Flagship dengan Kamera Pop-up Sudah Beredar

Teaser Perdana Redmi Flagship dengan Kamera Pop-up Sudah Beredar

Teaser Perdana Redmi Flagship dengan Kamera Pop-up Sudah Beredar
Teaser Perdana Redmi Flagship dengan Kamera Pop-up Sudah Beredar

Beberapa waktu lalu Redmi lewat akun Weibo miliknya telah menyampaikan pengumuman bahwa mereka akan membuat kejutan dalam waktu dekat. Sesuai janjinya, pabrikan smartphone asal Cina ini telah merilis teaser terbaru mengenai smartphone Redmi yang akan segera tiba.

Menariknya, teaser tersebut juga mengungkap bahwa smartphone ini akan masuk ke dalam kelas “unggulan” dan dilengkapi dengan selfie shooter model pop-up. Video teaser ini juga menampilkan potongan film Avengers: Endgame bersama dengan beberapa smartphone Redmi yang telah dirilis.

Di akhir video, smartphone Redmi yang misterius muncul dengan desain layar tanpa poni dan selfie-camera pop-up. Redmi menggunakan istilah “flagship” untuk menggoda para penyuka gadget, namun tetap merahasiakan nama dari smartphone tersebut.

Mungkinkah smartphone Redmi yang misterius dengan kamera

depan pop-up ini akan ditenagai SoC Snapdragon 855? Rumor yang beredar telah mengklaim bahwa smartphone Redmi yang ditenagai SoC Snapdragon 855 akan dipasangkan dengan RAM 8 GB dan ROM 128 GB.

Masih dari bocoran yang sama, smartphone flagship milik Redmi ini juga disebut-sebut akan disokong dengan kamera depan 32 MP. Sementara, komposisi tiga kamera belakangnya adalah 48 MP + 8 MP + 13 MP. Tidak ketinggalan, smartphone ini juga akan dilengkapi dengan NFC.

Terkait dengan rumor yang menyebutkan jika Redmi

sedang menggarap flagship pertamanya, Lu Weibing selaku GM Redmi menegaskan bahwa smartphone ini nantinya akan menawarkan kinerja terkuat, kamera yang lebih baik dan harga terjangkau. Lagi dan lagi, Weibing enggan menyebutkan nama produknya.

Sementara rumor lainnya, Redmi juga disebut-sebut sedang menggarap smartphone yang ditenagai Snapdragon 730. Kabarnya, smartphone ini akan menyertakan layar berponi dan kamera depan pop-up. Spekulasi lainnya, smartphone ini akan punya baterai berkapasitas 4.000 mAh.

Selain itu, smartphone ini juga memiliki daya tarik

dengan dukungan tiga kamera di bagian belakang. Ada pun konfigurasi kameranya diperkirakan 48 MP + 8 MP + 13 MP. Smartphone ini sendiri telah disinggung oleh Managing Director Xiaomi India, Manu Kumar Jain.

 

sumber :

https://synthesisters.com/textra-sms-pro/

Sedih! Energizer Max Power 18K Pop Sepi Peminat

Sedih! Energizer Max Power 18K Pop Sepi Peminat

Sedih! Energizer Max Power 18K Pop Sepi Peminat
Sedih! Energizer Max Power 18K Pop Sepi Peminat

Tentunya kita masih ingat bahwa gelaran Mobile World Congress (MWC) yang setiap tahunnya berlangsung di Barcelona, Spanyol dijadikan ajang bagi sejumlah pabrikan smartphone untuk memamerkan produk yang dibuatnya. Ya! Tidak terkecuali MWC 2019.

Salah satu pabrikan smartphone yang ikut memerkan produknya adalah Avenir Telecom yang memperkenalkan prototype Energizer Max Power 18K Pop. Ya! Smartphone tersebut mampu menarik perhatian banyak pengungjung MWC 2019 karena datang dengan baterai berkapasitas 18.000 mAh.

Awalnya saat diperkenalkan, Avenir Telecom sama sekali tidak menyinggung mengenai harga dan ketersediaan Energizer Max Power 18K Pop. Sampai akhirnya smartphone tersebut muncul di situs crowdfunding IndieGoGo.

Bisa dibilang, kehadiran Energizer Max Power 18K Pop muncul

di situs crowdfunding IndieGoGo dalam upaya Avenir Telecom untuk mengumpulkan dana. Selain itu, juga untuk mengukur minat konsumen memiliki smartphone yang juga dibekali dengan kamera depan ganda model pop-up.

Avenir Telecom sendiri menetapkan target pengumpulan dana via IndieGoGo sebesar US$ 1,2 juta. Namun hingga waktu penutupan penggalangan dana, hanya ada 11 pendukung dan uang yang berhasil terkumpul hanya US$ 15.005. Ya! Jauh dari target yang ingin dicapai.

Meski begitu, Avenir Telecom selaku pengembang Energizer

Max Power 18K Pop akan terus berupaya meningkatkan desain dan ketebalan smartphone tersebut. Pasalnya, Avenir Telecom percaya masih ada banyak orang yang menginginkan sebuah smartphone dengan daya tahan baterai luar biasa.

Selain itu, Avenir Telecom juga berkeyakinan bahwa Energizer Max Power 18K Pop yang dibekali dengan baterai berkapasitas “super jumbo” ini bisa menjadi sebuah powerbank bagi smartphone lainnya. Ya! Itulah tujuan sebenarnya dari Energizer Max Power 18K Pop.

Smartphone ini sendiri saat pertama kali diperlihatkan oleh

Avenir Telecom memiliki layar tanpa bingkai yang sangat mengesankan. Daya tariknya selain baterai 18.000 mAh adalah dukungan kamera depan ganda model pop-up seperti yang dimiliki oleh OPPO F11 Pro dan Vivo V15 Pro.

 

sumber :

https://synthesisters.com/content-writer-profesional/

Contoh kasus Kejahatan Cyber Crime

Contoh kasus Kejahatan Cyber Crime

Contoh kasus Kejahatan Cyber Crime
Contoh kasus Kejahatan Cyber Crime

Contoh kasus

Yahoo yang menuntut OnlineNIC atas aksi cybersquatting pada 500 nama domain yang mirip, sehingga dapat membingungkan para penggunanya termasuk yahoozone.com, yahooyahooligans.com dan denverwifesexyahoo.com.

Aksi cybersquatting memang begitu mendapatkan perhatian dari perusahaan-perusahaan besar di dunia. Cybersquatting  dapat membingungkan para pelanggan mereka dan juga dapat merusak citra mereka jika seandainya ada nama domain yang mirip dengan mereka dan websitenya berisikan konten berbau pornografi atau digunakan untuk menyebarkan malware.

Contoh kakus cybersquatting di Indonesia:

Di Indonesia, perkara cybersquatting, dapat dilihat pada kasus mustika-ratu.com, dimana PT.Mustika Ratu tidak dapat mendaftarkan mustika-ratu.com sebagai alamat websitenya, karena telah ada yang pihak lain, telah mendaftarkan mustika-ratu.com sebagai alamat websitenya.

Penamaan domain berkaitan erat dengan nama perusahaan dan atau produk (servis) yang dimilikinya. Adakalanya suatu nama domain dapat dilindungi dengan hukum merek, karenanya nama domain menjadi kepemilikan dan merupakan salah satu bentuk atau bidang hak kekayaan intelektual.

Pendapat saya :

1.      Kita sebagai user harus berhati-hati atau lebih teliti dalah menulis alamat URL:// untuk contoh kasus Yahoo

2.      Dalam kasus mustika-ratu.com tersebut menurut saya memang telah melanggar hukum karena telah mendaftarkan nama domain mustika-ratu.com tanpa seizin PT Mustika Ratu Tbk.

Solusi:

Pada dasarnya untuk kasus domain name yang pendaftar (registrant) domain name maupun pemilik merek adalah sama-sama warga negara atau badan hukum Indonesia seperti kasus mustika-ratu.com, UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek di bawah yurisdiksi Indonesia sudah cukup memadai untuk dijadikan dasar hukum.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar gugatan ganti rugi dan atau penghentian semua perbuatan yang berkaitan dengan penggunaan merek berdasarkan pasal 76 serta tuntutan pidana berdasarkan pasal 90, dapat digunakan adalah sebagai berikut:

 

  1. Bukti bahwa penggugat memiliki hak yang sah atas merek terkait, melalui pendaftaran atau pemakaian pertama. Tanggal pendaftaran atau pemakaian merek pertama ini harus lebih dulu dari tanggal efektif pendaftaran nama domain pihak registrant (tergugat) tersebut.

 

  1. Nama domain tersebut memiliki persamaan keseluruhannya atau pada pokoknya (identical or confusingly similar) dengan merek penggugat (pihak yang merasa dirugikan).
  2. Pihak registrant (tergugat) tidak cuma sekedar mendaftarkan nama domain tersebut, tetapi juga menggunakannya untuk memperdagangkan barang/jasa yang sejenis. Namun untuk merek terkenal, unsur persamaan jenis barang/jasa dapatlah dikesampingkan.
  3. Pihak registrant (tergugat) telah mendaftarkan dan memakai nama domain dengan itikad buruk.

Baca Juga : 

Kejahatan cyber crime di dunia maya

Kejahatan cyber crime di dunia maya

Kejahatan cyber criKejahatan cyber crime di dunia mayame di dunia maya
Kejahatan cyber crime di dunia maya

Cybercrime adalah tidak criminal yang dilakkukan dengan menggunakan teknologi computer sebagai alat kejahatan utama. Cybercrime merupakan kejahatan yang memanfaatkan perkembangan teknologi computer khusunya dalam dunia  internet. Cybercrime didefinisikan sebagai perbuatan melanggar hukum yang memanfaatkan teknologi computer yang berbasasis pada kecanggihan perkembangan teknologi internet.

Cybercrime memiliki karakteristik unik yaitu :

1. Ruang lingkup kejahatan

2. Sifat kejahatan

3. Pelaku kejahatan

4. Modus kejahatan

5. Jenis kerugian yang ditimbulkan

Dari beberapa karakteristik diatas, untuk mempermudah penanganannya maka cybercrime diklasifikasikan :

  • Cyberpiracy : Penggunaan teknologi computer untuk mencetak ulang software atau informasi, lalu mendistribusikan informasi atau software tersebut lewat teknologi komputer.
  • Cybertrespass : Penggunaan teknologi computer untuk meningkatkan akses pada system computer suatu organisasi atau indifidu.
  • Cybervandalism : Penggunaan teknologi computer untuk membuat program yang menganggu proses transmisi elektronik, dan menghancurkan data dikomputer

Cybersquatting merupakan kejahatan dalam dunia maya yang dilakukan dengan melakukan pembelian suatu domain, dimana domain tersebut memiliki penulisan yang mirip dengan satu merk tertentu, perusahaan tertentu yang sangat terkenal dan potential.

Sumber : https://anchorstates.net/

Tujuan & keterbatasan UU Telekomunikasi

Tujuan & keterbatasan UU Telekomunikasi

Tujuan & keterbatasan UU Telekomunikasi
Tujuan & keterbatasan UU Telekomunikasi

Azas dan Tujuan Telekomunikasi

Azas

Azas adil dan merata, bahwa penyelenggaraan telekomunikasi memberikan kesempatan dan perlakuan yang sama kepada semua pihak yang memenuhi syarat dan hasil-hasil dinikmati oleh masyarakat secara adil dan merata.

Tujuan

Adapun tujuan Balai Telekomunikasi dan Informatika Perdesaan adalah mempercepat pemerataan penyediaan akses dan layanan telekomunikasi dan informatika perdesaan.

Pasal 2

Telekomunikasi diselenggarakan berdasarkan asas manfaat, adil dan merata, kepastian hukum, keamanan, kemitraan, etika. dan kepercayaan pada diri sendiri.

Penjelasannya:

Pasal 2

Penyelenggaraan telekomumkasi memperhatikan dengan sungguh-sungguh asas pembangunan nasional dengan mengutamakan asas manfaat, asas adil dan merata, asas kepastian hukum dan asas kepercayaan pada diri sendiri, serta memperhatikan pu1a asas keamanan, kemitraan, dan etika.

1) Asas manfaat berarti bahwa pembangunan telekomunikasi khususnya penyelenggaraan telekomunikasi akan lebih berdaya guna dan berhasil guna baik sebagai infrastruktur pembangunan, sarana penyelenggaraan pemerintahan, sarana pendidikan, sarana perhubungan maupun sebagai komoditas ekonomi yang dapat lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat lahir dan batin.

2) Asas adil dan merata adalah bahwa penyelenggaraan telekomunikasi memberikan kesempatan dan perlakuan yang sama kepada semua pihak yang memenuhi syarat dan hasil-hasilnya dinikmati oleh masyarakat secara adil dan merata.

3) Asas kepastian hukum berarti bahwa pembangunan telekomunikasi khususnya penyelenggaraan telekomunikasi harus didasarkan kepada peraturan perundang-undangan yang menjamin kepastian hukum dan memberikan perlindungan hukum baik bagi para investor, penyelenggara telekomunikasi, maupun kepada pengguna telekomunikasi.

4) Asas kepercayaan pada diri sendiri, dilaksanakan dengan memanfaatkan secara maksimal potensi sumber daya nasiona1 secara efisien serta penguasaan teknologi telekomunikasi, sehingga dapat meningkatkan kemandirian dan mengurangi ketergantungan sebagai suatu bangsa da1am menghadapi persaingan global.

5) Asas kemitraan mengandung makna bahwa penyelenggaraan telekomunikasi harus dapat mengembangkan iklim yang harmonis, timbal balik, dan sinergi dalam penyelenggaraan telekomunikasi.

6) Asas keamanan dirnaksudkan agar penyelenggaraan telekomumkasi selalu memperhatikan faktor keamanan da1am perencanaan. pembangunan. dan pengoperasiannya.

7) Asas etika dimaksudkan agar dalam penyelenggaraan telekomunikasi senantiasa dilandasi oleh semangat profesionalisme, kejujuran, kesusilaan. dan keterbukaan.

Pasal 3

Telekomunikasi diselenggarakan dengan tujuan untuk mendukung persatuan dan kesatuan bangsa. Meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata. mendukung kehidupan ekonomi dan kegiatan pemerintahan. serta meningkatkan hubungan antarbangsa.

Penjelasannya:

Pasal 3

Tujuan penyelenggaraan telekomunikasi dalam ketentuan ini dapat dicapai, antara lain, melalui reformasi telekomunikasi untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan telekomunikasi dalam rangka menghadapi globalisasi, mempersiapkan sektor telekomunikasi memasuki persaingan usaha yang sehat dan profesional dengan regulasi yang transparan, serta membuka lebih banyak kesempatan berusaha bagi pengusaha kecil datl menengah.

Keterbatasan UU Telekomunikasi, dalam mengatur pengguna teknologi informasi

Pada UU No.36 tentang telekomunikasi mempunyai salah satu tujuan yang berisikan upaya untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, memperlancar kegiatan pemerintah, mendukung terciptanya tujuan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya serta meningkatkan hubungan antar bangsa.

Dalam pembuatan UU ini dibuat karena ada beberapa alasan, salah satunya adalah bahwa pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi telekomunikasi yang sangat pesat telah mengakibatkan perubahan yang mendasar dalam penyelenggaraan dan cara pandang terhadap telekomunikasi dan untuk manjaga keamanan bagi para pengguna teknologi informasi.

Apakah ada keterbatasan yang dituangkan dalam UU no.36 Telekomunikasi tersebut dalam hal mengatur penggunaan teknologi Informasi ? Menurut undang-undang No. 36 Tahun 1999 mengenai Telekomunikasi pada pasal 38 yang berisikan “Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan gangguan fisik dan elektromagnetik terhadap penyelenggaraan telekomunikasi”. Pada undang-undang ini lebih terfokus kepada gangguan yang bersifat infrastruktur dan proses transmisi data, bukan mengenai isi content informasi. Maka berdasarkan isi dari UU tersebut tidak ada penjelasan mengenai batasan-batasan yang mengatur secara spesifik dalam penggunaan teknologi informasi tersebut, artinya dalan UU tersebut tidak ada peraturan yang secara resmi dapat membatasi penggunaan teknologi komunikasi ini. Namun akan lain ceritanya jika kita mencoba mencari batasan-batasan dalam penggunaan teknologi informasi berbasis sistem komputer yang merupakan sistem elektronik yang dapat dilihat secara virtual, maka hal tersebut diatur dalam UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik terutama BAB VII tentang Perbuatan yang Dilarang. Untuk itu kita sebagai pengguna teknologi informasi dan komunikasi harus lebih bijak dan berhati-hati lagi dalam memanfaatkan teknologi ini dengan memperhatikan peraturan dan norma yang ada.

Kesimpulannya

Jadi menurut saya adalah para penggunaan teknologi informasi tidak memiliki batasan, karena dapat menguntungkan dalam semua pihak, tetapi harus mengikuti peraturan dan norma-nomra yang sudah ada.

Sumber : https://abovethefraymag.com/

realme 3 Pro Dibanderol Rp2 Jutaan di Mega Sale 11.11

realme 3 Pro Dibanderol Rp2 Jutaan di Mega Sale 11.11

realme 3 Pro Dibanderol Rp2 Jutaan di Mega Sale 11.11
realme 3 Pro Dibanderol Rp2 Jutaan di Mega Sale 11.11

Dalam 2 hari lagi, realme akan mengadakan Mega Sale 11.11 untuk memeriahkan Festival

Belanja Online Nasional. Mega Sale 11.11 sendiri akan menghadirkan pengalaman belanja online unik untuk mendapatkan rangkaian produk terbaik dari realme dengan cashback hingga 50%.

Penawaran menarik yang akan digelar satu hari ini tidak hanya ditawarkan oleh realme lewat realme.com, tetapi juga melibatkan beberapa e-commerce terkemuka di Indonesia, seperti Shopee, Lazada dan Akulaku. Smartphone yang akan ditawarkan dengan harga menarik adalah realme 3 (3/64), realme 3 Pro (6/64) dan realme 5 (3/32).

Dimulai dari realme 3, smartphone yang telah menjadi produk terbaik untuk segmen pasar

di bawah Rp2 juta pada saat peluncurannya Maret 2019 lalu hadir kembali di Mega Sale 11.11. realme 3 (3 GB/64 GB) yang datang dengan desain 3D unibody & warna bergradasi akan ditawarkan dengan harga Rp1.599.000.

Nah! Jika kalian menginginkan versi Pro, realme juga akan memasarkan realme 3 Pro di Mega Sale 11.11. realme 3 Pro telah menjadi produk yang paling ditunggu-tunggu untuk anak muda di Indonesia pada Mei 2019 lalu karena smartphone ini telah ditenagai chipset Snapdragon 710 AIE dari Qualcomm.

Ditawarkan via Shopee dan realme.com, kalian bisa membeli realme 3 Pro varian RAM 6 GB + ROM 64 GB d

engan harga Rp2.399.000. Terakhir adalah realme 5 yang juga akan ditawarkan dalam program Mega Sale 11.11. Ya! realme 5 varian RAM 3 GB + ROM 32 GB ditawarkan seharga Rp1.799.000 di Lazada dan realme.com.

Untuk mendapatkan promo tersebut, jangan lupa mengambil dan menukarkan voucher yang telah diperoleh dengan memainkan Mystery Box di Shopee dan Lazada juga Lucky Draw di realme.com. Voucher tersebut dapat ditukar saat membeli realme 3 dan realme 3 Pro di Shopee, serta realme 5 di Lazada selama Mega Sale 11.11 juga di realme.com.

Tidak hanya menghadirkan kembali smartphone terbaiknya, realme juga akan menggelar penjualan perdana realme Buds Wireless pada Mega Sale 11.11. realme Buds Wireless adalah earphone nirkabel pertama dari realme yang menawarkan suara, desain, serta kualitas komponen terbaik di kelasnya dan dijual seharga Rp499.000.

 

Baca Juga :