Pengertian-Pengertian Dasar Tentang Kemanusiaan

Pengertian-Pengertian Dasar Tentang KemanusiaanPengertian-Pengertian Dasar Tentang Kemanusiaan

Fitrah manusia membuatnya berkeinginan suci dan secara kodrati cenderung kepada kebenaran (Hanief). “Dlamier” atau hati nurani adalah pemancar keinginan pada kebaikan, kesucian dan kebenaran. Tujuan hidup manusia ialah kebenaran yang mutlak atau kebenaran yang terakhir, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Karena secara fitrahnya manusia cenderung kepada kebenaran, kebaikan dan keindahan, maka manusia secara dasar / asasi disebut sebagai mahluk yang mempunyai cita-cita dan cenderung kepada sesuatu yang ideal (mahluk ideal). Dalam arti tidak mau menerima “apa adanya” dan tetap selalu berusaha mewujudkan “apa yang semestinya atau apa yang seharusnya”. Hanya manusia yang dapat membentuk lingkungannya dan bukan lingkungan yang membentuk dirinya. Dengan kesadaran atau pikirannya, ia selalu menginginkan sesuatu yang lebik baik, begitupun seterusnya. Apabila manusia tidak mempunyai nilai kemanusiaan ini, maka dapat dipastikan, manusia saat ini akan tetap dalam keadaan yang sama, tidak maju-maju dan tidak bisa mampu menciptkan sebuah peradaban. Manusia yang hidup berarti dan berharga ialah dia yang merasakan kebahagiaan dan kenikmatan dalam kegiatan – kegiatan yang membawa perubahan kearah kemajuan- kemajuan Keikhlasan adalah kunci kebahagiaan hidup manusia, tidak ada kebahagiaan sejati tanpa keikhlasan dan keikhlasan selalu menimbulkan kebahagiaan.

        III.     Kemerdekaan Manusia (Ikhtiar) Dan Keharusan Universal (Takdir)

Seperti yang disinggung dalam bab II, bahwa salah satu dari nilai asasi manusia adalah sebagai mahluk yang berkehendak bebas/ merdeka. Tanpa kemerdekaan / kebebasan memilih, maka tak akan ada keikhlasan. Karena pekerjaan itu, tidak dipilih sesuai dengan kehendak hati nuraninya. Keikhlasan yang insani tidak mungkin ada tanpa kemerdekaan Kemerdekaan itu dalam pengertian kebebasan memilih sehingga pekerjaan itu benar-

 

Recent Posts

Pestisida Alami Untuk Mengendalikan Wereng

Pestisida Alami Untuk Mengendalikan WerengPestisida Alami Untuk Mengendalikan Wereng

Serangan hama wereng pada tanaman padi akhir-akhir ini semakin meningkat. Di beberapa wilayah di Jawa seperti Banyumas, Probolinggo dan Ponorogo, hama wereng telah merusak puluhan bahkan ratusan hektar sawah petani. Produksi sawah yang tadinya 6.2 ton/ha, sekarang hanya mampu mendapai 5.4 ton/ha. Petani terancam rugi, ketersediaan pangan nasional pun terancam berkurang.

Wereng adalah

sebutan umum untuk serangga penghisap cairan tumbuhan. Ukuran tubuhnya kecil. Terdapat beberapa jenis hama wereng, beberapa diantaranya antara lain wereng hijau dan coklat. Karena hanya bisa hidup dengan menghisap cairan tumbuhan, wereng menjadi hama penting dalam budidaya tanaman, selain sebagai pemakan langsung, wereng juga menjadi vektor bagi penularan sejumlah penyakit tumbuhan dari kelompok virus.

Wereng memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap kondisi lingkungannya. Bahkan, suatu jenis wereng mampu menghasilkan keturunan yang tahan terhadap kondisi tertentu.

Penggunaan satu jenis varietas secara terus menerus bisa menjadi salah satu faktor penyebab ledakan hama wereng. Untuk itu, pergiliran tanaman dan varietas perlu dilakukan untuk memutus rantai hidup wereng. Selain itu, penjarangan pada jarak tanam juga mampu mengurangi serangan hama wereng.

Dalam melakukan kegiatan pertanian keseimbangan ekosistem dan rantai makanan harus terjaga. Keberadaan predator alami wereng seperti laba-laba, kumbang, kepik permukaan air, dan belalan bertanduk panjang akan mampu mengendalikan polpulasi hama wereng. Untuk itu, kita perlu menjaga tempat hidup dari para predator tersebut yang biasanya hidup dalam semak dan beberapa tanaman gulma. Jika pengendalian kultur teknis serta pengendalian secara biologi tersebut tidak mampu mengatasi serangan hama, maka kita bisa melakukan pengendalian secara mekanis yaitu dengan menggunakan perangkap lampu di malam hari.

Susan Lusiana, Penanggung Jawab Pusdiklat Pertanian Berkelanjutan Serikat Petani Indonesia (SPI) menyebutkan bahwa alternatif terakhir ketika serangan hama sudah melebihi ambang batas ekonomi adalah dengan melakukan pengendalian dengan penggunaan pestisida alami.

“Pestisida alami bersifat mengurangi serangan hama, bukan untuk membunuh hama. Oleh karenanya penggunaan pestisida alami tidak akan mematikan predator alami dari hama tersebut. Cara kerjanya adalah mengusir hama dengan bau tertentu ataupun dengan menghilangkan nafsu makan hama,” ungkap Susan.

“Untuk mencegah hama wereng, bahan yang sering digunakan adalah biji mahoni atau biji atau daun sirsak. Di dalam bahan ini terdapat repellent (penolak serangga) dan antifeedant (penghambat nafsu makan),” tambah Susan.

Berikut ini beberapa tips dari Susan mengenai pembuatan pestisida alami dari daun sirsak:
Untuk membuat pestisida alami dari daun sirsak diperlukan daun sirsak sebanyak 1 genggam, rimpang jeringau sebanyak 1 genggam, bawang putih 20 siung, sabun colek 20 gr dan air sebanyak 20 liter. Daun sirsak berfungsi sebagai penghamabat nafsu makan serangga, sedangkan jeringau dan bawang putih berfungsi untuk pengusir serangga dengan baunya yang khas. Bawang putih juga mengandung alisin yang akan membantu pertumbuhan jaringan yang rusak. Sementara itu sabun colek berfungsi sebagai perekat ketika larutan disemprotkan.

Cara pembuatan: Daun sirsak, rimpang jeringau, dan bawang putih ditumbuk sampai halus, kemudian dicampur dengan sabun colek. Campuran tersebut kemudian direndam dalam air 20 liter selama dua hari. Larutan selanjutnya disaing dengan kain halus dan siap diaplikasikan. Setiap 1 liter air saringan diencerkan dalam 15 liter air, kemudian disemprotkan merata ke bagian bawah tanaman padi.

Cara lainnya yakni menggunakan biji dan daun sirsak yang sudah dicincang halus sebanyak 250 gram, dicampur dengan mikroba (efektif mikroorganisme) sebanyak 50 ml, tetes gula sebanyak 50 ml, dicampur dengan 1 liter air. Keseluruhan bahan dimasukan ke dalam drum plastik, tutup drum rapat-rapat dan simpan ke dalam ruangan yang hangat (20-35 derajat celcius) dan tidak terkena sinar matahari langsung. Aduk secara teratur dengan cara menggoyangkan ember dan tutup drum dibuka sebentar untuk membebaskan gas. Fermentasi akan mulai dan gas akan dibebaskan dalam 2-5 hari. Lalu masukkan ekstrak yang dihasilkan ke dalam botol plastik setelah disaring. Penggunaan Ekstrak dapat dilakukan dengan disiramkan ke tanah atau tanaman secara merata dalam bentuk larutan dengan dosis 5-10 cc/liter air. Penyemprotan pada tanaman yang dilakukan setelah pertumbuhan tunas, secara kontinyu sebelum hama atau penyakit muncul, penyemprotan dilakukan sore atau pagi hari, di waktu angin tidak bertiup kencang atau setelah hujan.

Recent Posts

Nila – Nilai Dasar Perjuangan

Nila – Nilai Dasar PerjuanganNila - Nilai Dasar Perjuangan

  1.      Dasar – Dasar Kepercayaan

Dalam kehidupan manusia butuh kepercayaan. Sebagaimana dasar bahwa manusia adalah makhluk percaya.Menganut kepercayaan yang salah bukan saja tidak dikehendaki akan tetapi bahkan berbahaya. Kepercayaan mungkin mengandung unsur-unsur kebenaran dan kepalsuan yang campur baur. Kepercayaan yang sungguh-sungguh yang merupakan kebenaran. Kebenaran yang mutlak adalah yang bersumber dari Tuhan Allah SWT Perkataan “Tidak ada Tuhan” meniadakan segala bentuk kepercayaan. Perkataan “Selain Allah”  memperkecualikan satu kepercayaan kepada kebenaran. Yang dimaksudkan dengan persaksian tersebut ; agar manusia hanya tunduk pada ukuran kebenaran dalam menetapkan dan memilih nilai – nilai, itu berarti tunduk pada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, Pencipta segala yang ada termasuk manusia. Tunduk dan pasrah itu disebut Islam Wahyu itu diberikan kepada manusia tertentu yang memenuhi syarat dan dipilih oleh Tuhan sendiri yaitu para Nabi dan Rasul atau utusan Tuhan. Muhammad adalah Rasul penghabisan, jadi tiada Rasul lagi sesudahnya. Jadi para Nabi dan Rasul itu adalah manusia biasa dengan kelebihan bahwa mereka menerima wahyu dari Tuhan Wahyu Tuhan yang diberikan kepada Muhammad SAW terkumpul seluruhnya dalam kitab suci Al-Quran. Jadi untuk memahami Ketuhanan Yang Maha Esa dan ajaran – ajaran-Nya, manusia harus berpegang kepada Al-Quran dengan terlebih dahulu mempercayai kerasulan Muhammmad SAW. Hukum dasar alami daripada segala yang ada inilah “perubahan dan perkembangan”, sebab: segala sesuatu ini adalah ciptaan Tuhan dan pengembangan olehNya dalam suatu proses yang tiada henti-hentinya. Alam diciptakan dengan wujud yang nyata dan objektif sebagaimana adanya Segala sesuatu ini adalah berasal dari Tuhan dan menuju kepada Tuhan. Maka satu-satunya yang tak mengenal perubahan hanyalah Tuhan sendiri, asal dan tujuan segala sesuatu.

 

Sumber :

https://butikjersey.co.id/

Kedudukan NDP dan Mission HMI

Kedudukan NDP dan Mission HMIKedudukan NDP dan Mission HMI

Hubungan antara NDP dan Mision HMI bagai dua sisi mata uang. HMI mempunyai dua misi yang sangat jelas yatiu keIslaman dan keIndonesiaan. Misi keIslaman dalam rumusan NDP dapat posisi yang sangat penting, di mana sumber Al-Quran dan Sunah Rasul menjadi pedoman dasar dalam perumusan NDP.

  1. Metode Pemahaman NDP, Penjelasan Hubungan Antara Iman, Ilmu, Dan Amal

NDP menurut DR. Nur Ahmad Fadhil Lubis MA, kata-kata dan kalimat dalam NDP sarat akanmakna dan bersifat global. Dengan model seperti ini ada keuntungan dan kerugiannya. Keuntungan NDP yang dirumuskan lebih dari 30 tahun yang lalu, sampai hari ini tetap “awet” dan tetap terbuka untuk ditafsirkan oleh siapa saja. Hal ini tidak perlu dirisaukan apa lagi dikhawatirkan seolah kader-kader HMI mengalami stagnasi intelektual. Kerugiannya, NDP menjadi agak sulit untuk dipahami, termasuk bagi orang-orang yang mengaku atau dijuluki penceramah NDP. Akhirnya hal ini melegenda dan menjadi mitos dikalangan HMI.

Sumber :

https://teknologia.co.id/

Cara ini bisa Anda coba agar padi tidak roboh

Cara ini bisa Anda coba agar padi tidak robohCara ini bisa Anda coba agar padi tidak roboh

Memasuki musim hujan tanaman padi yang sudah mulai menua tentu akan rentan roboh terkena angin dan hujan.

Apalagi apabila tanaman padi tumbuh terlalu subur akan semakin rentan untuk roboh, hal ini akibat dari batang tanaman tidak kuat menopang daun dan bulir padi. Rebahnya tanaman padi dapat menyebabkan menurunya hasil panen, salain itu juga akan menyulitkan dan menambah biaya saat proses pemanenan.

Banyak hal yang dilakukan oleh petani kita dalam rangka pengendalian roboh missal dengan melakukan pengikatan, akan tetapi hal tersebut tidak maksimal. Padi yang roboh kemudian didirikan kembali laluk diikat sudah tidak maksimal lagi dalam proses pengisian bulir. Oleh karena itu kenali factor penyebab padi roboh berikut ini.

Sumber: https://duniabudidaya.co.id/

Cara Menyuburkan Tanah Pertanian Secara Simpel gak Pake Repot

Cara Menyuburkan Tanah Pertanian Secara Simpel gak Pake RepotCara Menyuburkan Tanah Pertanian Secara Simpel gak Pake Repot

Salah satu kunci utama kesuksesan pertanian adalah lahan yang subur dan lahan yang subur takkan bisa didapatkan tanpa menerapkan cara menyuburkan tanah yang tepat, bukan?

Perkara cara menyuburkan tanah ini bukan masalah sepele lho karena tanah yang baik kualitasnya bukanlah sebuah jaminan.

Tanah yang baik hanyalah modal utama untuk mempermudah pekerjaan dan meningkatkan hasilnya.

Bila tak diurus dengan baik, tanah yang subur pun tetap takkan menghasilkan potensinya secara maksimal.

Itulah kenapa kita perlu memahami seluk-beluk soal tanah dan mengaplikasikan cara menyuburkan tanah yang tepat.

Agar Anda tak semakin penasaran, yuk simak penjelasan selengkapnya mengenai seluk beluk tanah di bawah ini.

Jenis Tanah dan Ciri-cirinya
Sebelum masuk ke cara menyuburkan tanah, aspek pertama yang sangat penting adalah memahami jenis tanah beserta manfaatnya.

Anda pasti akan menemukan seluruh jenis tanah ini di lingkungan sekitar, namun sudah pahamkah dengan perbedaan karakteristik dan manfaatnya?

Sudah tahu mana jenis tanah yang baik untuk perkebunan atau pertanian?

Agar makin paham, yuk simak ulasan jenis tanah dan ciri-cirinya di bawah ini.

1. Tanah Aluvial

Tanah aluvial adalah jenis tanah yang berasal dari endapan lumpur yang terbawa oleh aliran sungai.
Karena terbawa dari hulu, tanah aluvial biasanya ditemukan di daerah hilir dengan ciri tanah berwarna kecokelatan hingga abu-abu.
Pemanfaatan tanah aluvial sangat cocok untuk kebutuhan pertanian dari mulai padi hingga berbagai jenis palawija.

2. Tanah Andosol

Jenis tanah andosol yang berwarna cokelat keabu-abuan ini juga jenis tanah yang baik bagi pertanian dan perkebunan karena tanahnya berkualitas baik dan sangat subur.

Tanah yang berasal dari proses vulkanik ini kaya akan mineral dan unsur hara, elemen yang membuat tanah ini sangat baik bagi tanaman.

Anda akan lebih mudah menemukan jenis tanah ini di wilayah yang terdapat gunung berapi seperti di wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

3. Tanah Entisol

Tanah entisol merupakan jenis tanah yang berasal dari sumber yang sama seperti tanah andosol yaitu dari gunung berapi.

Bedanya, tanah entisol berasal dari pelapukan material yang ditimbulkan dari letusan gunung berapi seperti pasir, debu, lapili, hingga lahar.

Oleh karena itu, tanah ini memiliki kualitas yang sama baiknya dengan tanah andosol untuk budi daya tanaman.

4. Tanah Grumusol

Tanah grumusol dihasilkan dari pelapukan batu kapur dan tuffa vulkanik, sehingga kandungan organik di dalamnya tak terlalu tinggi.

Dengan kandungan organik yang tak terlalu tinggi, tanah grumusol pun tak terlalu baik kualitasnya bila digunakan sebagai lahan pertanian.

Anda bisa mengetahui tanah ini dari ciri-ciri utamanya yaitu tekstur yang kering, rentan pecah, cenderung berwarna hitam dan berada di ketinggian 300 mdpl.

5. Tanah Humus

Bila Anda ingin membuka lahan pertanian dengan jenis tanah terbaik, maka pilihlah jenis tanah humus.

Tanah humus memiliki tingkat fertilitas yang sangat baik dengan kandungan mineral dan unsur hara yang tinggi karena berasal dari pelapukan tanaman.

Anda bisa menemukan jenis tanah ini hampir di seluruh wilayah Indonesia karena inilah salah satu alasan mengapa tanah Indonesia disebut sangat subur.

6. Tanah Latosol

Tanah latosol juga sering ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan ciri-ciri utamanya yaitu berwarna merah dan teksturnya cenderung kasar.

Biasanya, jenis tanah latosol ditemukan di wilayah dengan curah hujan yang tinggi serta di wilayah dengan ketinggian 300 hingga 1000 mdpl.

Sayangnya, kualitas tanah ini tak terlalu subur karena memiliki kandungan aluminium dan zat besi yang cukup tinggi di dalamnya.

Sumber: https://montir.co.id/

Tanda-Tanda Wara

Tanda-Tanda Wara

Menurut Al-Faqih, bukti adanya wira’i (wara’) dalam diri seseorang adalah jika dalam diri orang tersebut telah ada sepuluh kewajiban, yaitu:

  1. Memelihara lisan, tidak sampai ghibah atau menggunjing. Firman Allah swt. dalam surah al-Hujurat ayat 12 yang artinya, “Janganlah setengah di antara kamu menggunjing terhadap setengah lainnya.
  2. Tidak buruk sangka. Firman Allah swt. dalam surah al-Hujurat ayat 12 yang artinya, “Hindarkanlah prasangka buruk, karena setengahnya adalah dosa.

Dalam hadits Nabi saw. dijelaskan yang artinya, “Hati-hatilah kamu dari prasangka buruk, karena hal itu adalah perkataan paling bohong.

  1. Tidak menghina (merendahkan) orang lain. Firman Allah swt. dalam surah al-Hujurat ayat 11 yang artinya, “Janganlah suatu kaum menghina kaum lainnya, boleh jadi kaum yang dihina itu adalah lebih baik dari pada kaum yang menghina.
  2. Memelihara pandangan mata dari yang haram. Firman Allah swt. dalam surah Nur ayat 30 yang artinya, “Katakanlah, ada orang-orang mukmin agar memejamkan pandangan matanya dari yang haram.
  3. Berbicara benar. Firman Allah swt. dalam surah al-An’am ayat 152 yang artinya, “Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil.
  4. Mengingat nikmat Allah swt. yang telah diberikan kepadanya agar tidak sombong. Firman Allah swt. dalam surah al-Hujurat ayat 17 yang artinya, “Bahkan Allah-lah yang memberi karunia kepadamu ketika kau diberi petunjuk, sehingga kau beriman. Jika kau benar-benar beriman.
  5. Menggunakan hartanya dalam jalan kebenaran, bukan pada kebatilan. Firman Allah swt. dalam surah al-Furqan ayat 67 yang artinya, “Orang-orang yang membelanjakan hartanya tiada berlebihan dan tiada kikir, mereka tengah-tengah (berlaku sedang) dalam hal itu.
  6. Tidak ambisi kedudukan dan tidak pula berlaku sombong. Firman Allah swt. dalam surah al-Qashash ayat 83 yang artinya, “Negeri akhirat sengaja Kami sediakan bagi mereka yang tidak ambisi kedudukan dunia dan tidak pula suka merusak.
  7. Memelihara (waktu) sholat dan menyempurnakan ruku dan sujudnya. Firman Allah swt. dalam surah al-Baqarah ayat 238 yang artinya, “Peliharalah (waktu-waktu) sholat, terutama sholat pertengahan, tegakkanlah dengan khusyu’, diam bermunajat.
  8. Istiqomah mengikuti sunnah Rasul dan jamaah umat Islam. Firman Allah swt. dalam surah al-An’am ayat 153 yang artinya, “Inilah ajaran yang menuju kepada keridhoan-Ku (jalan lurus-benar), lalu ikutilah, jangan mengikuti jalan-jalan lain, (jika demikian), pasti menyimpang jauh dari jalan Allah. Demikianlah pesan Dia kepadamu agar kamu bertakwa.“Ketahuilah bahwa wara’ itu baik, tetapi jika berlebih-lebihan sampai di luar batas, akhirnya menjadi tidak baik. Rasulullah saw. bersabda, “Celakalah orang-orang yang melampaui batas.”

Manfaat Wara’

  1. Terhindar dari adzab Allah, pikiran menjadi tenang dan hati menjadi tentram.
  2. Menahan diri dari hal yang dilarang.
  3. Tidak menggunakan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
  4. Mendatangkan cinta Allah karena Allah mencintai orang-orang yang wara’.
  5. Membuat doa dikabulkan, karena manusia jika mensucikan makanan, minuman dan bersikap wara’, lalu mengangkat kedua tangan nya untuk berdoa, maka doa nya akan segera dikabulkan.
  6. Mendapatkan keridhaan Allah dan bertambahnya kebaikan.
  7. Terdapat perbedaan tingkatan manusia didalam surga sesuai dengan perbedaan tingkatan wara’ mereka.

 

Sumber :

https://tribunbatam.co.id/

Pengertian Al-Wara

Pengertian Al-WaraPengertian Al-Wara

Secara lughawi wara’ artinya hati-hati. Secara istilah wara’ adalah sikap menahan diri agar hatimu tidak menyimpangkap sekejap pun dari mengingat Allah. Sufi yang lain mengemukakan bahwa wara’ adalah seorang hamba tidak berbicara melainkan dalam kebenaran, baik dalam keadaan rida maupun dalam keadaan marah.[1]

Definisi wara’ menurut Sufi, adalah bahwa : “Kamu menahan diri agar hatimu tidak menyimpang dalam sekejappun dari mengingat Allah. Jadi, wara’ itu permulaannya zuhud, keberadaannya wara’ karena ada rasa takut akan Allah, takut terjadi karena makrifat kepada Allah, makrifat sendiri terjadi karena dekat dengan Allah SWT (taqarrub).

Dalam tradisi sufi yang dimaksud dengan wara’ adalah meninggalkan segala sesuatu yang tidak jelas atau jelas hukumnya (subhat).[2] Hal ini berlaku pada segala hal atau aktifitas kehidupan manusia, baik yang berupa benda maupun perilaku seperti makanan, minuman, pakaian, pembicaraan, perjalanan, duduk, berdiri, bersantai bekerja dan lain-lain. Disamping meninggalkan segala sesuatu yang belum jelas hukumnya, dalam tradisi sufi wara’ juga berarti meninggalkan segala sesuatu yang berlebihan, baik berwujud benda maupun perilaku. Lebih dari itu meningglkan segala segala sesuatu yang tidak bermanfaat, atau tidak jelas manfaatnya.

Adapun yang menjadi dasar ajaran wara’ adalah nabi Muhammad SAW artinya: “Sebagian dari kebaikan tindakan keislaman seseorang adalah bahwa ia menjauihi sesuatu yang tidak berarti.” Juga hadits lain yang artinya: “: Bersikaplah wara’ dan kamu akan menjadi orang yang paling taat beribadah”

  1. Tingkatan Wara’

Wara’ ada empat tingkatan, yaitu:

  1. Wara’ orang ‘awam

yakni wara’ orang kebanyakan yaitu menahan diri dari melakukan hal-hal yang dilarang Allah SWT.

  1. Wara’ orang saleh

Menahan diri dari menyentuh atau memakan sesuatu yang mungkin akan jatuh kepada haram, misalnya memakan sesuatu yang tidak jelas hukumnya (subhat)

  1. Wara’ muttaqin

Menahan diri dari sesuatu yang tidak diharamkan dan tidak syubhat karena takut jatuh kepada yang haram.

Nabi bersabda, yang artinya:

“seorang hamba tidak akan mencapai derajat muttaqin sehingga dia meninggalkan apa yang tidak berdosa karena takut akan apa yang dapat menimbulkan dosa” (HR. Ibn Majah)

  1. Wara’ orang benar

Wara’ orang benar ialah menahan diri dari apa yang tidak berdosa sama sekali dan tidak khawatir jatuh kedalam dosa, tapi dia menahan diri melakukannya karena takut tidak ada niat untuk beribadah kepada Allah atau karena dapat membawanya kepada sebab-sebab yang memudahkannya jatuh kepada yang makruh atau maksiat. Menahan diri melakukan sesuatu yang tidak dilarang karena takut tidak ada niat untuk beribadah kepada Allah

Sumber :

https://rakyatlampung.co.id/

Faktor-faktor Motivasi Kerja

Faktor-faktor Motivasi KerjaFaktor-faktor Motivasi Kerja

Motivasi seorang pekerja untuk bekerja biasanya merupakan hal yang rumit, karena motivasi itu melibatkan faktor-faktor yang sangat berpengaruh bagi individu maupun organisasi. Faktor-faktor tersebut adalah:

1). Faktor individu

Ø  Kebutuhan (needs), merupakan hak yang dimiliki setiap pekerja untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Ø  Kemampuan (abilities), adalah sesuatu yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan yang dilakukan.

2). Faktor organisasi

Ø  Pembayaran atau gaji (pay)

Setiap pekerja berhak mendapatkan gaji untuk kelangsungan hidupnya. Dan gaji dapat diartikan sebagai alat motivasi untuk pekerja agar bekerja lebih baik.

Ø  Keamanan pekerjaan (job security)

Kenyamanan dalam pekerjaan menjadi suatu penentu. Dibuktikan dengan keamanan setiap pekerja, agar pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan tujuan.

Ø  Sesama pekerja (co-workers)

Rekan atau partner dalam perusahaan adalah seseorang yang mampu memberi semangat dan bantuan dalam pekerjaan yang dilakukan, sebagai bentuk hubungan yang baik antara sesama pekerja.

Ø  Pengawasan (supervision)

Pengawasan dari atasan dapat membuat setiap pekerja melakukan pekerjaan yang sesuai dengan tujuan organisasi.

Ø  Pujian (praise)

         Pujian untuk para pekerja yang baik dapat memberi dorongan bagi pekerja itu sendiri untuk lebih semangat dalam melakukan pekerjaan.

Ø  Pekerjaan itu sendiri (job itself)[3]

Pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan seorang pekerja akan mempermudah pekerjaan yang harus dilakukan.

 

Recent Posts

Cara Menanam Bunga Adenium Dengan Media Sekam Bakar

Cara Menanam Bunga Adenium Dengan Media Sekam BakarCara Menanam Bunga Adenium Dengan Media Sekam Bakar

Bunga adenium yang indah dan berbonggol-bonggol di akarnya merupakan bunga yang membutuhkan perawatan ekstra, terutama jika berhubungan dengan air. Jika bunga adenium disiram terlalu banyak, maka batang atau akarnya akan membusuk. Oleh karena itu, bunga adenium membutuhkan media tanam khusus seperti sekam bakar.

Sekam bakar atau arang sekam adalah hasil pembakaran setengah matang dari kulit gabah. Sekam bakar memiliki pori yang baik dalam menyuplai oksigen ke akar tanaman dan memiliki banyak kandungan karbon (C) yang bagus untuk pertumbuhan tanaman. Bahkan, sekam bakar bisa disebut steril karena mikroba-mikroba telah mati saat proses pembalaran. Selain itu, sekam bakar juga tidak mengikat air terlalu lama sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai media tanam bunga adenium.

Cara Menanam Bunga Adenium Dengan Media Sekam Bakar
Pemilihan sekam bakar sebagai media tanam juga bunga adenium juga sangat menguntungkan karena arang atau karbon pada dasarnya memiliki sifat filtrasi atau menyaring. Ini cocok sekali dengan karakteristik bunga adenium yang jika sedikit saja terkena penyakit akan busuk akarnya. Jadi, dengan sekam bakar, air yang digunakan untuk menyirami bunga adenium akan tersaring secara otomatis sehingga potensi penyakit pada bunga adenium berkurang.

Untuk menanam bunga adenium, biasanya sekam bakar akan dicampurkan dengan bahan lain seperti pasir malang, kompos, sekam mentah, atau batu apung. Dalam cara menanam bunga adenium dengan media sekam bakar, ada beberapa komposisi media tanam berbahan sekam bakar yang bisa digunakan.

Misalnya:

Perbandingan 1:1:1:1 dari pasir malang, sekam bakar, sekam mentah, dan pupuk kandang
Perbandingan 1:1:1:1 dari pasir bangunan, sekam bakar, sekam mentah, dan pupuk kandang
Perbandingan 2:2:1 dari pasir malang atau batu apung, sekam bakar, dan pupuk kandang atau pupuk kompos.
Perbandingan 5:1:1 dari sekam bakar, kompos, dan pasir malang
Nah, setelah mengetahui apa itu arang sekam atau sekam bakar dan manfaatnya, mari simak cara menanam hidroponik dengan media arang sekam.

Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah membuat media tanam bunga adenium. Anda bisa memilih dari salah satu contoh yang telah kami berikan diatas. Selanjutnya, tuangkan media tanam di pot yang cukup besar untuk menampung akar dari bunga adenium anda separuhnya saja. Lalu masukkan tanaman adenium anda dan tutup kembali dengan media tanam.

Untuk perawatan, cukup siram sehari sekali atau dua hari sekali. Intinya, jangan biarkan media tanam adenium lembab karena akan merusaknya. Cara menanam hidroponik dengan media arang sekam memang cukup mudah dilakukan. Anda bisa menghemat pengeluaran namun tetap mendapatkan hasil terbaik. Selamat mencoba.

 

Recent Posts