4 Alasan Yamaha XMax Bekas Lebih Menggoda Dibanding NMax Baru

Yamaha XMax bekas lumayan mudah dijumpai di website jual beli kendaraan. Harganya juga beragam, tergantung dari situasi fisik, tahun produksi, dan pun aksesori yang disematkan. Namun, XMax bekas lebih menggoda dibanding All New Yamaha NMax?

Seperti anda ketahui, NMax baru bermunculan dengan sejumlah pengembangan. Paling utama jelas tentang konektivitas gawai, kebaruan yang tak dipunyai XMax. Kemudian terdapat lagi sematan Traction Control System (TCS). Namun tidak boleh lupa, fitur kontrol traksi yang kini dimiliki NMax telah lebih dulu digunakan si bongsor.

1. Mesin Besar

Pengaplikasiannya pasti lantaran XMax menggendong mesin SOHC berkapasitas 250 cc. Berkat racikan bore x stroke: 70,0 x 64,9 mm dan rasio kompresi: 10.5±0.4 : 1, daya kail maksimalnya menjangkau 22,5 Tk/7.000 rpm. Bahkan capaian momen puntirnya (torsi) dicapai pada putaran lumayan rendah, 24,3 Nm/5.500 rpm. Roda belakang berisiko alami selip, tetapi teratasi dengan adanya TCS. Putaran roda belakang bakal diselaraskan ban depan oleh ECU. Dengan begitu, fenomena selip bisa diminimalisir.

Catatan berikut yang tak dapat Anda temui pada NMax terbaru. Meski telah mempunyai TCS, dia masih berbekal jantung mekanik 155 cc. Dengan selisih kubikasi itu, rasanya tak butuh lagi menyebutkan data teknis Maxi Yamaha terlaris ini.

2. Akomodasi dan Impresi Berkendara
Dengan kapasitas mesin segitu, lumrah pula bila XMax punya tubuh lebih banyak ketimbang NMax. Sekadar membandingkan, dimensi XMax ialah 2.185 x 775 x 1465 mm (PxLxT). Sementara All New NMax: 1935 x 740 x 1160 mm. Rancang bangun ini dominan pula pada akomodasi barang bawaan. Bagasi XMax dapat memuat dua helm full face ukuran XL. Jika ditotal, kapasitas ruang di bawah jok tersebut mencapai 25 liter.

Lantaran desain bagasi yang memanjang, maka dominan juga terhadap format jok XMax. Ia punya penampang bokong lebar, baik guna pengendara maupun penumpang. Cocok untuk pecinta touring. Sebenarnya, tak kepalang jauh dengan NMax yang bermuatan 24 liter. Namun, bagasi NMax hanya lumayan menampung satu unit helm saja. Sudah tentu joknya tak sebesar XMax.

Perbedaan Rancang Bangun
Perbedaan rancang bangun berikut yang pun membedakan impresi berkendaranya. Seperti kami sebutkan tadi, XMax sesuai dipakai guna perjalanan jauh. Itu lantaran posisi setangnya lumayan tinggi. Dengan begitu, pengendara tak cepat kelelahan. Ditambah lagi eksistensi windshield guna menghalau angin, supaya tidak menerpa dada secara langsung.

Penyesuaian itu juga dilaksanakan dengan menyerahkan pijakan kaki yang luas. Dibuat proporsional antara ukuran setang dan jok, agar pengendara tak canggung mengendalikan tubuh besar XMax. Sektor ini pun ditopang oleh fork teleskopik dan suspensi ganda (tanpa tabung), beserta opsi roda 15-14 inci (depan-belakang). Maka itu, ground clearance XMax (135 mm) lebih tinggi dari NMax (124 mm).

Berkaitan pula dengan akomodasi, tangki bahan bakar Yamaha XMax mampu menampung BBM sejumlah 13 liter. Tentu tidak demikian yang didapat andai Anda memilih NMax. Dengan modalnya sekarang, daya tampung bensin skutik premium terlaris itu melulu 7,1 liter. Meski begitu, konsumen tak butuh khawatir, sebab Yamaha Indonesia mengklaim NMax tetap hemat bahan bakar. Terlebih dengan adanya pengembangan teranyar pada mesin. Termasuk mengenai software Smart Motor Generator (SMG) yang menciptakan suara mesin halus saat distarter.

3. Fitur
Sayangnya, urusan tersebut belum diterapkan pada tubuh XMax. Pun dengan Stop & Start System (SSS). Fitur yang sedang di setang kanan NMax itu bermanfaat untuk mengoptimalkan pemakaian bahan bakar. Dengan situasi aktif, maka mesin bakal mati otomatis saat idle. Namun bukan berarti XMax kalah keren. Di posisi serupa, XMax meluangkan electric starter khas motor sport yang terintegrasi dengan engine cut ON/OFF.

Anda pun sekarang dapat melihat, kini NMax memiliki power outlet. Namun, butuh diketahui bahwa fitur ini telah lama menempel pada XMax. Bahkan power outletnya berada dalam suatu konsol besar, bermanfaat untuk membubuhkan gawai sekitar pengisian ulang dan dilengkapi penutup. Selanjutnya, sistem kontak keyless dan bersanding dengan tombol pendahuluan jok dan cover tangki BBM. Sudah menjadi satu paket saat Anda melakukan pembelian XMax. Sementara pada All New NMax, fitur tersebut melulu tersedia pada varian Connected/ABS.

Walaupun berhubungan sajian di panel meter XMax masih kalah kaya dari NMax. Di satu sisi, tampilan informasi pada NMax telah full digital. Belum lagi adanya indikator pemberitahu telepon, email maupun pesan masuk. Dimiliki NMax sebab dia kedapatan konektivitas berupa CCU, penghubung motor dengan gawai. Namun untuk Anda yang meminati XMax bekas, penyajian berupa spidometer dan tachometer analog dan MID di unsur tengah, rasanya paling informatif.

4. Harga
Apalagi penawaran XMax bekas di platform digital, lumayan unik dengan penurunan harga signifikan dari banderol anyar dibandingkan seva mobil bekas. Bisa disaksikan dari unit XMax 2017, rata-rata dipasarkan mulai Rp 43 jutaan. Sementara XMax 2018-2019 ditawarkan dari Rp 50-56 jutaan. Keberagaman ini tentu disaksikan pula menurut situasi dan kilometer berjalan.

Meski turun, pasaran XMax bekas tersebut masih lebih mahal dari harga All New NMax. Versi teratasnya (Connected/ABS) saja yang dilego Rp 33,75 juta, masih jauh di bawah XMax bekas. Tapi bukannya banderol XMax tersebut menggugah? Apalagi Anda menemukan big scooter bermesin 250 cc, plus sederet deviden di atas. Jika keputusan telah bulat, tidak boleh lupa cermati langkah pembelian motor bekas supaya tak kecewa di lantas hari.

Sumber: