Asal Mula Kerajaan Turki Usmani

 Asal Mula Kerajaan Turki Usmani

Kerajaan Turki usmani di dirikan oleh bangsa pengembara Turki dari kabilah Orguz yang mendiami daerah Asia tengah atau daerah utara Cina. Habitat bangsa turki ini sangat luas yang terhampar dari Mongolia sampai dengna Ukraina, sayang sekali kekuasaan turki yang disebut dengan “Tujueh” ini terbelah menjadi beberapa kawasan kecil, disebelah timur misalnya, telah jatuh kedalam kekuasaan Dinasti Thangdari Cina, sementara kawasan barat jatuh ketangan Binzamtium. Mereka masuk islam sekitar abad ke-9 atau ke-10. Pada abad ke-13, di karenakan  adanya tekanan Bangsa Mongol, atas perintah kepala kabilah  Sulaiman Syah, sejumlah kira-kira 400 kepala keluarga yang di pimpin oleh putranya Ertoghul  mengungsi ke saudara mereka Turki Saljuk yang berpusat di Konya  Anatolia daerah dataran tinggi  Asia Kecil, dan merekapun mengabdikan diri kepada Sultan Turki Saljuk Alauddin II yang kebetulan  sedang berperang melawan kemaharajaan Romawi Timur Bizantim.
Berkat bantuan mereka, Sultan  Alauddin II dapat meraih kemenangan dan Sultan menghadiahkan untuk mereka sebidang tanah di Asia kecil,  yang berbatasan dengan Bizantium. Sejak saat itu merekapun membangun daerahnya dan  menjadikan Syukud sebagai ibu kota.  Pada tahun 1289 M Erthoghul meninggal, di gantikan oleh putranya Usman sebagai penerus  kepemimpinan yang  Sebagaimana ayahnya Usman juga banyak berjasa kepada sultan Alauddin II dengan keberhasilanya menduduki benteng-benteng Bizamtium yang berdekatan dengan kota Broessa.
Kemenangan  dalam setiap pertempuran banyak di raih Usman sehingga Sultan pun semakin  bersimpati dan banyak  memberi  hak istimewa pada Usman. Hingga pada tahun 1300 M,  bangsa Mongol menyerang  dan  mengakibatkan Sultan Alauddin II terbunuh  dengan tampa meninggalkan putra sebagai pewaris   tahta, Sebab itu  Usman pun memproklamirkan kemerdekaan sebagai  Padisyah Al Usman dalam   kesultanan Usmani. Dalam kepemimpinannya, Kerajaan semakin luas dan kuat sehingga  dapat  menduduki benteng-benteng Bizantium dan menaklukan kota Broessa yang pada tahun 1326 M  menjadi ibu kota kerajaan.

Fase Perkembangan Kerajaan Turki Usmani

Sepeninggal Sultan Usman pada Tahun 1326 M, Kerajaan di pimpin oleh anaknya  Sultan Orkhan I (1326-1359 M). Pada masanya berdiri  Akademi militer sebagai pusat pelatihan dan  pendidikan, sehingga mampu menciptakan kekuatan militer yang besar  dan dengan mudahnya dapat  menaklukan  Sebagian daerah benua  Eropa  yaitu, Azmir (Shirma) tahun 1327 M, Tawasyanli  1330 M, Uskandar 1338 M, Ankara 1354 M dan Galliopoli 1356 M.
Setelah memantapkan kedudukannya di Eropa rezim usman mendatangkan tentara turki slam jumlah yang sangat besar kenegeri Bulkan dan menduduki yunani. Kekuasaan dinasti usmani ini terhadap wilayah bagian barat Balkan telah dikuasai secara sempurna sejak kemenangannya. Di atas landasan imperium Eropa mereka segera melancarkan upaya pencaplokan beberapa wialyah kesultanan turki yang menjadi saingannya di Anotolia barat dan mempersiapkan bagi penyerbuan ke Constatinopel.
Ketika  Sultan Murad I (1359-1389 M) pengganti orkhan naik. Ia memantapkan keamanan dalam negri dan melakukan perluasan ke benua  Eropa dengan menaklukan Adrianopel (yang kemudian menjadi ibu kota kerajaan baru) , Macedonia, Sopia, Salonia, dan seluruh bagian utara Yunani. Merasa cemas dengan kesuksesan Kerajaan  Usmani, negara Kristen Eropa pun bersatu yang  di pimpin oleh Sijisman memerangi kerajaan, hingga terjadilah pertempuran di Kosovo tahun 1389 M,  namun musuh dapat di pukul mundur dan di hancurkan.
Pada tahun 1389 M, Sultan Bayazid naik tahta (1389-1403 M), Perluasan berlanjut dan dapat  menguasai Salocia, morea , Serbia, Bulgaria, dan Rumania juga pada tahun 1394 M, memperoleh  kemenangan dalam perang Salib di Nicapolas.Selain menghadapi musuh-musuh Eropa, Kerajaan juga  di paksa menghadapi pemberontak yang  bersekutu dengan Raja islam yang bernama Timur Lenk di  samarkand. Pada tahun 1402 M pertempuran hebat pun terjadi  di Ankara , yang pada akhirnya Sultan Bayazid dengan kedua putranya Musa dan Erthogrol, tertangkap dan meninggal di tahanan pada tahun 1403 M. Sebab kekalahan ini Bulgaria dan Serbia memproklamirkan kemerdekaannya.