Kerusakan pada J. Jantung

Kerusakan pada J. Jantung

Jantung juga menjadi lebih kuat dengan mengkonsumsi rutin vitamin C ini. Saat konsumsi vitamin C berkurang, maka susunan sel pada pembuluh darah pun rusak, kerusakan pun akhirnya terjadi pada dinding-dinging jantung. Sel yang rusak akan diisi oleh kolesterol dan penyakit jantung pun bisa terjadi dengan banyaknya kolesterol yang terisi pada sel yang rusak ini. Sehingga otot jantung pun melemah. Mengkonsumsi vitamin C inilah yang akan menyehatkan otot jantung yang terdiri dari jaringan pembuluh darah dan memacu kolesterol yang dibuang melalui asam empedu.

  1. Penurunan Sistem Imun

Sistem imun manusia juga dapat menurun. Seperti pada artikel tentang vitamin C yang telah dibuat sebelumnya, dimana kekurangan vitamin C dapat menurunkan sistem imunitas tubuh. Sehingga infeksi terhadap bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh tidak mampu ditangkal. Seperti seseorang terkena flu adalah bentuk tubuh tidak mampu melawan infeksi dari luar tubuh. Konsumsilah vitamin C agar kemampuan imunitas tubuh tidak lagi menurun akibat rutinitas yang sibuk dan padat.

  1. Penurunan Penyembuhan Luka

Vitamin C ini berperan dalam pembentukan kolagen. Kolagen inilah yang merupakan serabut kuat yang dibutuhkan di setiap tubuh. Jaringan kolagen inilah yang membantu tubuh dalam penyembuhan luka. Karena kolagen juga terdapat di pembuluh darah. Cegah penurunan tingkat penyembuhan luka tentu dengan konsumsi vitamin C. Belum kami bahas disini berapa yang dibutuhkan tubuh untuk vitamin C ini. Untuk kebutuhan vitamin C harian Anda sekitar 60 mcg perhari. Pada buah jeruk 100 gram terkandung sekitar 40 mcg vitamin C. Jika Anda ingin mengkonsumsi secara instan, Anda bisa mengkonsumsinya dengan menggunakan s

Recent Posts

 

Gingivitis

Gingivitis

Biasanya radang gusi bermula dari plak yang mengendap dan menjadi karang gigi. Akibat dari penggunaan benang permbersih gigi. Kemudian karang gigi tersebut mengakibatkan gusi berdarah. Selain itu, kekurangan vitamin C menyebabkan gusi mudah berdarah sehingga peradangan pun terjadi. Gusi meradang yaitu gusi akan tampak lebih merah dari yang gusi lain, gusi akan tampak bengkak dan jika disentuh mudah digerakkan, lalu merasa nyeri dan gusi mulai berdarah. Konsumsi vitamin C untuk menanggulangi adanya radang gusi ini.

  1. Tulang Menjadi Kurang Stabil

Kurangnya konsumsi vitamin C juga dapat mengakibatkan perubahan pada tulang rawan yang mendukung tulang biasa. Walaupun sebenarnya mengkonsumsi kalsium juga mampu dalam pembentukan tulang menjadi stabil namun kekurangan vitamin C dapat mempengaruhi penyakit-penyakit yang menyerang tulang. Dengan kurangnya vitamin C maka hubungan antar jaringan tubuh terutama antar tulang terganggu. Di sini tulang rawan dan tulang biasa hubungannya akan terganggu. Sehingga pemberian vitamin C tetap harus dilakukan untuk mencegah tulang menjadi kurang stabil.

Sumber :

https://littlehorribles.com/

 

Akibat Kekurangan

Akibat Kekurangan

Skorbut dalam bentuk berat sekarang jarang terjadi, karena sudah diketahui cara mencegah dan mengobatinya. Tanda-tanda awal antara lelah, lemah, napas pendek, kejang otot, tulang, otot dan persendian sakit serta kurang nafsu makan, kulit menjadi kering, kasar dan gatal, warna merah kebiruan dibawah kulit, perdarahan gusi, kedudukan gigi menjadi longgar, mulut dan mata kering dan rambut rontok. Di samping itu luka sukar sembuh, terjadi anemia, kadang-kadang jumlah sel darah putih menurun, serta depresi dan timbul gangguan saraf. Gangguan saraf dapat terjadi berupa histeria, depresi diikuti oleh gangguan psikomotor. Gejala skorbut akan terlihat bila taraf asam askorbat dalam seru, turun di bawah 0,20 mg/dl.

  1. Anemia

Panyakit ini memiliki gejala kurang energi, lemas, mudah mengantuk, dan pada kondisi yang lebih parah dapat menyebabkan nafas tersengal-sengal kemudian pingsan. Anemia sendiri adalah penyakit dimana tubuh kekurangan sel darah merah. Sel darah merah dihitung dalam jumlah hemogoblin. Biasanya juga terjadi pada wanita saat menstruasi atau masa kehamilan. Untuk menanganinya biasanya mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung zat besi. Dengan mengkonsumsi juga vitamin C untuk dapat mempermudah penyerapan zat besi tersebut. Konsumsi zat besi bisa pada ikan, daging dan sayur-sayuran. Hindari juga ketergantungan pada obat atau menghentikannya dulu sampai sel darah merah Anda kembali ke jumlah semula.

  1. Kulit Kering, Kasar dan Bersisik

Kulit kering juga bisa terjadi akibat dari kekurangan vitamin C pada tubuh. Pada saat kulit kering, tentu tubuh dalam keadaan tidak fit atau lelah. Misalnya saja saat mencoba menggarukkan kuku Anda ke kulit maka dengan jelas ada guratan putih, maka kulit anda menandakan kulit yang kering. Banyak cara untuk menganggulangi kulit kering ini. Atau pada sela – sela jari kaki terlihat banyak kerutan seperti keriput maka sangat mungkin anda sendang kekurangan vitamin C. Sebabnya banyak, bisa jadi terpapar sinar matahari terlalu lama juga bisa mengakibatkan kulit kering. Lalu atasilah dengan mengkonsumsi vitamin C secara harian.

  1. Haemorhages

Pendarahan ini biasanya pada pendarahan kelopak mata, selaput jala mata, dan memungkinkan untuk mengakibatkan katarak. Saat kekurangan vitamin C maka pembuluh darah yang berada pada sekitar mata akan sulit melunak sehingga terjadi pendarahan dalam. Vitamin C inilah yang berfungsi dalam melunakkan pembuluh darah, serta memelihara sel-sel yang ada. Serta melindungi mata pada oksidasi yang ada sehingga mata tidak mudah mengalami penyakit pendarahan internal. Mengkonsumsi vitamin C harian mampu mencegah dari pendarahan internal ini.

Sumber :

https://finbarroreilly.com/

 

KALIMAT AKTIF DAN KALIMAT PASIF

KALIMAT AKTIF DAN KALIMAT PASIF

KALIMAT AKTIF DAN KALIMAT PASIF
KALIMAT AKTIF DAN KALIMAT PASIF

Kalimat dapat diartikan sebagai urutan kata, frase, klausa

atau kombinasi unsur-unsur tersebut yang minimal memiliki subjek dan predikat, diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan intonasi final (diakhiri denga tanda (.), (?), atau (!)), serta membentuk suatu kesatuan makna.

 

Kalimat dilihat dari peran subjeknya dibedakan menjadi 2, yaitu kalimat aktif dan pasif.

1. kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu hal atau kegiatan.

Contoh: Cahyadi memakan buah.
S P O

Dalam kalimat diatas, subjek (Reza) berperan sebagai pelaku suatu kegiatan, yaitu bermain. oleh karenanya, kalimat di atas termasuk kalimat aktif. Subjek (S) dalam kalimat aktif melakukan aktifitas, hal ini membawa konsekuensi predikat (P) dalam kalimat aktif harus diisi oleh kata kerja aktif. Kata kerja aktif ini biasanya berimbuhan meN-dan ber-.

2. Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai suatu hal atau tindakan, baik itu disengaja ataupun tidak.

 

Contoh: Batu dilempar Cahyadi.
S P O

Dalam kalimat diatas, subjek (Bola) berperan sebagai sesuatu yang dikenai hal atau tindakan tidak sengaja terinjak. Dengan kata lain, subjek dalam kalimat pasif berperan menjadi penderita. Karena subjeknya berperan menjadi penderita, predikatnya harus diisi oleh kata kerja bentuk pasif. Kata kerja bentuk pasif biasanya berimbuhan ter-, di-, dan ke-an.


Baca Juga :

KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA

KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA

KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA
KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA

Kedudukan Bahasa Indonesia terdiri dari :

1. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional

Fungsi Bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional:

1). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai Lambang kebanggaan kebangsaan
Bahasa Indonesia mencerminkan nilai – nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebangsaan kita. Atas dasar kebanggaan ini , Bahasa Indonesia harus kita pelihara dan kita kembangkan.

Serta harus senantiasa kita bina rasa bangga dalam menggunakan Bahasa Indonesia.

2). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional
Bahasa Indonesia dapat memiliki identitasnya apabila masyarakat pemakainya/yang menggunakannya membina dan mengembangkannya sehingga bersih dari unsur – unsur bahasa lain.
3). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat perhubungan antar warga, antar daerah, dan antar budaya
Dengan adanya Bahasa Indonesia kita dapat menggunakannya sebagai alat komunikasi dalam berinteraksi/berkomunikasi dengan masyarakat-masyarakat di daerah (sebagai bahasa penghubung antar warga, daerah, dan buadaya).

4). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat yang memungkinkan penyatuan berbagai – bagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing – masing kedalam kesatuan kebangsaan Indonesia.
Dengan bahasa Indonesia memungkinkan berbagai suku bangsa mencapai keserasian hidup sebagai bangsa yang bersatu dengan tidak perlu meninggalkan identitas kesukuan dan kesetiaan kepada nilai – nilai sosial budaya serta latar belakang bahasa daerah yang bersangkutan.

 

Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara

Fungsi Bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa Negara:

1). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan
Sebagai bahasa resmi kenegaraan , bahasa Indonesia dipakai didalam segala upacara, peristiwa dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
2). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa pengantar didalam dunia pendidikan
Bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar yang digunakan di lembaga – lembaga pendidikan mulai dari taman kanak – kanak sampai dengan perguruan tinggi diseluruh Indonesia.
3). Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan
Bahasa Indonesia dipakai bukan saja sebagai alat komunikasi timbal – balik antara pemerintah dan masyarakat luas, dan bukan saja sebagai alat perhubungan antar daerah dan antar suku , melainkan juga sebagai alat perhubungan didalam masyarakat yang sama latar belakang sosial budaya dan bahasanya.

Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat pengembangan kebudayaan

Bahasa Indonesia adalah satu – satunya alat yang memungkinkan kita membina dan mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa sehingga ia memikili ciri – ciri dan identitasnya sendiri ,yang membedakannya dari kebudayaan daerah.


Sumber: https://dunebuggyforsale.org/farmer-sim-apk/

FUNGSI BAHASA

FUNGSI BAHASA

FUNGSI BAHASA
FUNGSI BAHASA

Bahasa merupakan bagian dari kehidupan masyarakat penentunya.

Bagi masyarakat Indonesia bahasa indonesia mempunyai kedudukan dan fungsi dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi bahasa merupakan sistem lambang bunyi ujaran yang di gunakan untuk berkomunikasi bagi masyarakat.

 

Berikut adalah Fungsi Bahasa menurut para ahli.

Menurut DEL HYMES Bahasa berfungsi sebagai :

1. Konsteksual : Situasi, jadi penyampaian bahasa dengan fungsi ini tergantung dari situasi saat berbicara.
2. Referensial : Pesan, jadi penyampain bahasa secara Referensial ada dalam bentuk pesan
3.Emotif atau Penutur
4. Konatif : Mitra Tutur
5. Fatis : Jalur

Menurut NEWMARK

1. Fungsi Ekspresif
2. Fungsi Informatif
3. Fungsi Vokatif
4. Fungsi Estetik
5. Fungsi Fatis

Menurut ERNAWATI

1. Sebagai Pemersatu
2. Sebagai Pemberi Kekhasan
3. Sebagai Pembawa Kewibawaan
4. Sebagai Kerangka Acuan

Jadi Fungsi Bahasa itu adalah cara penyampaian bahasa dengan mengungkapkan gambaran, gagasan, dan perasaan. dengan fungsi bahasa kita dapat menyatakan segala sesuatu yang tersirat di dalam hati kita yang ingin kita ungkapkan.

Ada 2 unsur yang mendorong untuk mendeskripsikan diri.

1. Agar menarik perhatian orang lain
2. Membebaskan diri dari tekanan emosi.


Sumber: https://multi-part.co.id/re-volt-classic-3d-apk/

Jenis Pariwisata

Jenis Pariwisata

Untuk Keperluan perencanaan dan pengembangan kepariwisataan, perlu adanya perbedaaan antara pariwisata, karena dengan demikian akan dapat ditentukan kebijaksanaan apa yang perlu mendukung, sehingga jenis pariwisata yang dikembangkan akan dapat terwujud seperti yang diharapkan dari kepariwisataan.

Ditinjau dari segi ekonomi, pemberian klasifikasi tentang jenis pariwisata dianggap penting karena dengan cara itu dapat ditentukan beberapa penghasilan devisa yang diterima dari suatu pariwisata yang dikembangkan disuatu tempat atau daerah trtentu.

Adapun jenis wisata yang telah dikenal dimasa ini antara lain:

Wisata Budaya

Wisata budaya adalah: perjalanan yang dilakukan atas dasar keingin untuk memperluas pandangan hidup seseorang dengan jalan mengadakan kunjungan atau peninjauan ketempat lain, mempelajari keadaan rakyat dan kebiasaan adat istiadat, budaya dan seni mereka (Pendit, N.S, 1994 : 41).

  1. Wisata Konvensi

Wisata Konvensi adalah: wisata yang menyediakan fasilitas bangunan dengan ruangan-ruangan tempat bersidang bagi peserta konverensi, atau pertemuan lainnya yang bersifat nasional maupun internasional. (Pendit, N.S, 1994 : 43).

  1. Wisata Sosial

Wisata Sosial adalah: perorganisasian suatu perjalanan murah serta mudah untuk memberikan kesempatan kepadda golongan masyarakat ekonomi lemah untuk mengadakan perjalanan seperti misalnya kaum buruh, pemuda, pelajar atau mahasiswa, petani dan sebagainyqa. (Pendit, N.S, 1994 : 44).

  1. Wisata Cagar Alam

Wisata Cagar Alam adalah: wisata yang diselenggarakan agen atau biro perjalanan yang mengkhususkan usaha-usaha dengan jalan mengatur wisata ketempat atau daerah cagar alam, taman lindung, hutan daerah pegunungan dan sebagainya yang pelestariaannya dilindungi oleh undang-undang (Pendit, N.S, 1994 ).

  1. Wisata Bulan Madu

Wisata Bulan Madu adalah: suatu penyelenggaraan perjalanan bagi pasangan-pasangan pengantin baru yang sedang berbulan madu,dengan fasilitas-fasilitas khusus, tersendiri demi kenikmatan perjalanan dan kunjungan mereka (Pendit, N.S, 1994 : 47).

Manusia ditakdirkan oleh sang pencipta memiliki naluri dan hasrat atau keinginan dalam memenuhi kelangsungan hidupnya, hasrat ingin tahu dan jiwa petualangan mendorong manusia melakukan perjalanan. Manusia senatiasi dinamis dan kedinamisannya tercermn dalam keinginan melakukan perjalanan melintasi dan menikmati objek dan daya tarik yang dikunjungi.hasrat ingin tahu itu menuntut penyaluran dan bagi banyak oranbg sudah menjadi kebutuhan.

Baca juga:

pengertian wisata.

pengertian wisata.

Wisata

Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari yang dilakukan secara sukarela dan bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata (UU no.9 thn 1990 pasal 1).

Adapun pengertian wisata mengandung unsur-unsur yaitu kegiatan perjalanan, dilakukan secara sukarela, bersifat sementara dan perjalanan seluruhnya dan sebagian bertujuan untuk objek dan daya tarik wisata atas dasar itu maka ‘wisata’ adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut secara sukarela dan bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata(UU no.9 thn 1980 pasal 1).

Objek dan daya tarik wisata adalah yang menjadi sasaran dalam perjalanan wisata yang meliputi :

  1. Seperti pemandangan alam, panorama indah, hutan rimba dengan Ciptaan Tuhan YME, yang berujud keadaan alam dan flora dan fauna tumbuhan hutan tropis serta binatang langka.
  2. Karya manusia berujud museum peninggalan sejarah seni budaya wisata argo(pertanian) wisata tirta(air) wisata petualangan taman rekreasi dan tempat hiburan
  3. Sasaran wisata minat khusus seperti berburu, mendaki gunung, gua, industri dan kerajinan, tempat-tempat perbelanjaan, sungai air deras, tempat-tempat ibadah, tempat-tempat siarah.(buku panduan sadar wisata)

 Menurut Mathiesen dan  wall (1982) bahwa wisata adalah kegiatan bepergian dari dan ketempat tujuan lain diluar tempat tinggalnya, wisata atau rekreasi sering dilakukan untuk senang-senang atau bersantai.

Bersantai  merupakan suatu aktivitas yang berbeda dengan aktivitas melaksanakan pekerjaan tertentu.misalnya disela-sela melakukan suatu pekerjaan kemudian kita duduk ditaman maka hal ini dapat dikatakan sedang bersantai.

  1. Pariwisata.

Pariwisata secara etimologis berasal dari kata “ Pari “ yang berarti berputar –putar dan “Wisata” yang berarti perjalanan. Atas dasar itu maka pariwisata diartikan sebagai perjalan yang dilakukan berputar –putar dari suatu tempat ke tempat lain (Yoeti A.Oka,1982 :103)

Menurut  Prof. Salah wahab dalam bukunya berjudul An  Introduction an Touristm Theory mengemukakan bahwa batasan pariwisata hendaknya memperlihatkan anatomi dari gejala –gejala yang terdiri dari 3unsur yaitu manusia(human),yaitu orang yang melakukan perjalanan pariwisata ,ruang (space), yaitu daerah atau ruanng lingkup tempat melakukan perjalanan waktu(time)yakni waktu yang di gunakan selama perjalanan dan tinggaal di daerah tujuan waisata (Yaoti A,Oka:106)

Berdasarkan ketiga unsur tersebut di atas maka Prof Salah Wahab merumuskan pengertian pariwisata sebagai suatu aktifitas manusia yang dilakukan secara sadar dan mendapat pelayanan secara beergantian orang –orang di suatu Negara itu sendiri (di luar negri) yang meliputi pendiaman di daerah lain (daerah tertentu ,suatu Negara  atau benua )untuk sementara waktu dalam mencari kpuasan yang beraneka rgam dan berbeda dengan apa yang di alaminya dimana dia memperoleh pekerjaan tetap.

Dalam pengertian lain pariwisata (Toursnm) adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk sementara waktu yang diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat lain, dengan maksud bukan untuk berusaha atau mencari nafkah di tempat yang dikunjungi, tetapi semata-mata untuk menikmati perjlanan tersebut untuk memenuhi keinginannya yang beraneka ragam (Yaoti A,Oka:09).

Maka untuk lebih jelasnya pengertian pariwisata adalah :

  1. Semua kegiatan yang berhubungan dengan perjalanan wisata.
  2. Pengusaha obyek wisata, seperti kawasan wisata, taman rekreasi, kawasan peninggalan sejarah (Candi, Makam Benteng), Museum, Waduk, pegelaran seni budaya, tat kehidupan masyarakat dan bersifat alamiah: keindahan alam, gunung berapi, danau, pantai indah dan sebagainya.
  3. pengusaha jasa dan prasarana pariwisata yakni:
  4. a)Usaha jasa pariwisata (Biro perjalanan wisata, agen perjalanan wisata, pramuwisata, konvensi perjalanan intensif dan pameran, inprestarait, konsultan pariwisata, informasi pariwisata.
  5. b)Usaha sarana pariwisata yang terdiri dari akomodasi, rumah makan, bar, angkutan wisata dan sebagainya, serta usaha-usaha jasa lainnyayang berkaitan dengan penyelenggaraan pariwisata (buku panduan wisata).

Sumber: https://carbomark.org/

Pengertian Tekonologi Menurut Para Ahli

Pengertian Tekonologi Menurut Para Ahli

Teknologi adalah satu ciri yang mendefinisikan hakikat manusia yaitu bagian dari sejarahnya meliputi keseluruhan sejarah. Teknologi,

menurut Djoyohadikusumo (1994, 222)

berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering). Dengan kata lain, teknologi mengandung dua dimensi, yaitu science dan engineering yang saling berkaitan satu sama lainnya. Sains mengacu pada pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai ciri-ciri dasar pada dimensi ruang, tentang materi dan energi dalam interaksinya satu terhadap lainnya.

Definisi mengenai sains menurut Sardar (1987, 161) adalah sarana pemecahan masalah mendasar dari setiap peradaban. Tanpa sains, lanjut Sardar (1987, 161) suatu peradaban tidak dapat mempertahankan struktur-struktur politik dan sosialnya atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar rakyat dan budayanya. Sebagai perwujudan eksternal suatu epistemologi, sains membentuk lingkungan fisik, intelektual dan budaya serta memajukan cara produksi ekonomis yang dipilih oleh suatu peradaban. Pendeknya, sains, jelas Sardar (1987, 161) adalah sarana yang pada akhirnya mencetak suatu peradaban, dia merupakan ungkapan fisik dari pandangan dunianya. Sedangkan rekayasa, menurut Djoyohadikusumo (1994, 222) menyangkut hal pengetahuan objektif (tentang ruang, materi, energi) yang diterapkan di bidang perancangan (termasuk mengenai peralatan teknisnya). Dengan kata lain, teknologi mencakup teknik dan peralatan untuk menyelenggarakan rancangan yang didasarkan atas hasil sains.

Seringkali diadakan pemisahan, bahkan pertentangan antara sains dan penelitian ilmiah yang bersifat mendasar (basic science and fundamental) di satu pihak dan di pihak lain sains terapan dan penelitian terapan (applied science and applied research). Namun, satu sama lain sebenarnya harus dilihat sebagai dua jalur yang bersifat komplementer yang saling melengkapi, bahkan sebagai bejana berhubungan; dapat dibedakan, akan tetapi tidak boleh dipisahkan satu dari yang lainnya (Djoyohadikusumo 1994, 223).

Makna Teknologi, menurut Capra (2004, 106) seperti makna ‘sains’, telah mengalami perubahan sepanjang sejarah. Teknologi, berasal dari literatur Yunani, yaitu technologia, yang diperoleh dari asal kata techne, bermakna wacana seni. Ketika istilah itu pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris di abad ketujuh belas, maknanya adalah pembahasan sistematis atas ‘seni terapan’ atau pertukangan, dan berangsur-angsur artinya merujuk pada pertukangan itu sendiri. Pada abad ke-20, maknanya diperluas untuk mencakup tidak hanya alat-alat dan mesin-mesin, tetapi juga metode dan teknik non-material. Yang berarti suatu aplikasi sistematis pada teknik maupun metode. Sekarang sebagian besar definisi teknologi, lanjut Capra (2004, 107) menekankan hubungannya dengan sains. Ahli sosiologi Manuel Castells seperti dikutip Capra (2004, 107) mendefinisikan teknologi sebagai ‘kumpulan alat, aturan dan prosedur yang merupakan penerapan pengetahuan ilmiah terhadap suatu pekerjaan tertentu dalam cara yang memungkinkan pengulangan.

Akan tetapi, dijelaskan oleh Capra (107) teknologi jauh lebih tua daripada sains. Asal-usulnya pada pembuatan alat berada jauh di awal spesies manusia, yaitu ketika bahasa, kesadaran reflektif dan kemampuan membuat alat berevolusi bersamaan. Sesuai dengannya, spesies manusia pertama diberi nama Homo habilis (manusia terampil) untuk menunjukkan kemampuannya membuat alat-alat canggih.

Dari perspektif sejarah, seperti digambarkan oleh Toynbee (2004, 35) teknologi merupakan salah satu ciri khusus kemuliaan manusia bahwa dirinya tidak hidup dengan makanan semata. Teknologi merupakan cahaya yang menerangi sebagian sisi non material kehidupan manusia. Teknologi, lanjut Toynbee (2004, 34) merupakan syarat yang memungkinkan konstituen-konstituen non material kehidupan manusia, yaitu perasaan dan pikiran , institusi, ide dan idealnya. Teknologi adalah sebuah manifestasi langsung dari bukti kecerdasan manusia.

Dari pandangan semacam itu, kemudian teknologi berkembang lebih jauh dari yang dipahami sebagai susunan pengetahuan untuk mencapai tujuan praktis atau sebagai sesuatu yang dibuat atau diimplementasikan serta metode untuk membuat atau mengimplementasikannya. Dua pengertian di atas telah digantikan oleh interpretasi teknologi sebagai pengendali lingkungan seperti kekuasaan politik di mana kebangkitan teknologi Barat telah menaklukkan dunia dan sekarang telah digunakan di era dunia baru yang lebih ganas. Untuk memperjelas statement tersebut, kita coba menelaah teknologi secara lebih dalam lagi. Melihat substansi teknologi secara lebih komprehensif, yaitu konsepsi teknologi dari kerangka filsafat.

Sumber: https://multiply.co.id/

DOMISILI FISKAL

DOMISILI FISKAL

DOMISILI FISKAL

Domisili fiskal adalah status kependudukan yang digunakan ntk tujuan pemajakan. Pemajakan untuk penduduk umumnya dikenakan dengan prinsip world wide income (pajak akan dikenakan dinegara domisili, baik penghasilan yang diterima/diperoleh dari dalam negeri maupn yang diterima/diperoleh dari luar negeri. Sesuai dengan pasal 4 ayat (1) UU PPh).

 

Pemajakan bukan penduduk umumnya dikenakan di Negara sumber hanya atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dari Negara tersebut.

 

UU PPh tidak melihat stats subjek pajak orang pribadi berdasarkan kewarganegaraan, namun lebih kepada :

 

  1. Tempat tinggal

 

  1. Berapa lama berada di Indonesia, dan

 

  1. Adanya niat untuk bertempat tinggal di Indonesia



SUBJEK PAJAK DALAM NEGERI

 

Sesuai pasal 2 ayat (3) UU PPh, criteria dari subjek pajak dalam negeri adalah sebagai berikut:

 

  • Subjek pajak orang pribadi dalam negeri menjadi wajib pajak apabila telah menerima atau memperoleh penghasilan yang besarnya melebihi PTKP. Orang pribadi bertempat tinggal di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan, orang pribadi yang dalam sat tahun pajak berada di Indonesia, dan mempunyai niat bertempat tinggal di Indonesia.

 

  • Subjek pajak dalam negeri menjadi wajib pajak sejak saat didirikan atau bertempatkedudukan di Indonesia.



SUBJEK PAJAK LUAR NEGERI

 

Orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia, berada di indonesia tidak lebih darai 183 hari selama jangka waktu 12 bulan, dan badan yang tidak didirikan di Indonesia yang dapat menerima atau memeroleh penghasilan dari Indonesia tidak dari menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia.

 

Subjek pajak luar negeri, baik orang pribadi maupun badan sekaligus merpakan wajib pajak karena menerima dan/atau memperoleh penghasilan yang bersumber dari Indonesia atau menerima dan/atau memperoleh penghasilan yang bersumber dari Indonesia melalui nbentk usaha tetap di Indonesia.

 

Wajib pajak lar negeri hanaya akan dikenakan pajak atas penghasilan yang diterima tau diperoleh bersumber dari Indonesia saja. Pasal 26 UU PPh mengatur tentang potongan pajak sebesar 20% atas oenghasilan wajib pajak luar negeri.