Cara Menyuburkan Tanah Pertanian Secara Simpel gak Pake Repot

Cara Menyuburkan Tanah Pertanian Secara Simpel gak Pake RepotCara Menyuburkan Tanah Pertanian Secara Simpel gak Pake Repot

Salah satu kunci utama kesuksesan pertanian adalah lahan yang subur dan lahan yang subur takkan bisa didapatkan tanpa menerapkan cara menyuburkan tanah yang tepat, bukan?

Perkara cara menyuburkan tanah ini bukan masalah sepele lho karena tanah yang baik kualitasnya bukanlah sebuah jaminan.

Tanah yang baik hanyalah modal utama untuk mempermudah pekerjaan dan meningkatkan hasilnya.

Bila tak diurus dengan baik, tanah yang subur pun tetap takkan menghasilkan potensinya secara maksimal.

Itulah kenapa kita perlu memahami seluk-beluk soal tanah dan mengaplikasikan cara menyuburkan tanah yang tepat.

Agar Anda tak semakin penasaran, yuk simak penjelasan selengkapnya mengenai seluk beluk tanah di bawah ini.

Jenis Tanah dan Ciri-cirinya
Sebelum masuk ke cara menyuburkan tanah, aspek pertama yang sangat penting adalah memahami jenis tanah beserta manfaatnya.

Anda pasti akan menemukan seluruh jenis tanah ini di lingkungan sekitar, namun sudah pahamkah dengan perbedaan karakteristik dan manfaatnya?

Sudah tahu mana jenis tanah yang baik untuk perkebunan atau pertanian?

Agar makin paham, yuk simak ulasan jenis tanah dan ciri-cirinya di bawah ini.

1. Tanah Aluvial

Tanah aluvial adalah jenis tanah yang berasal dari endapan lumpur yang terbawa oleh aliran sungai.
Karena terbawa dari hulu, tanah aluvial biasanya ditemukan di daerah hilir dengan ciri tanah berwarna kecokelatan hingga abu-abu.
Pemanfaatan tanah aluvial sangat cocok untuk kebutuhan pertanian dari mulai padi hingga berbagai jenis palawija.

2. Tanah Andosol

Jenis tanah andosol yang berwarna cokelat keabu-abuan ini juga jenis tanah yang baik bagi pertanian dan perkebunan karena tanahnya berkualitas baik dan sangat subur.

Tanah yang berasal dari proses vulkanik ini kaya akan mineral dan unsur hara, elemen yang membuat tanah ini sangat baik bagi tanaman.

Anda akan lebih mudah menemukan jenis tanah ini di wilayah yang terdapat gunung berapi seperti di wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

3. Tanah Entisol

Tanah entisol merupakan jenis tanah yang berasal dari sumber yang sama seperti tanah andosol yaitu dari gunung berapi.

Bedanya, tanah entisol berasal dari pelapukan material yang ditimbulkan dari letusan gunung berapi seperti pasir, debu, lapili, hingga lahar.

Oleh karena itu, tanah ini memiliki kualitas yang sama baiknya dengan tanah andosol untuk budi daya tanaman.

4. Tanah Grumusol

Tanah grumusol dihasilkan dari pelapukan batu kapur dan tuffa vulkanik, sehingga kandungan organik di dalamnya tak terlalu tinggi.

Dengan kandungan organik yang tak terlalu tinggi, tanah grumusol pun tak terlalu baik kualitasnya bila digunakan sebagai lahan pertanian.

Anda bisa mengetahui tanah ini dari ciri-ciri utamanya yaitu tekstur yang kering, rentan pecah, cenderung berwarna hitam dan berada di ketinggian 300 mdpl.

5. Tanah Humus

Bila Anda ingin membuka lahan pertanian dengan jenis tanah terbaik, maka pilihlah jenis tanah humus.

Tanah humus memiliki tingkat fertilitas yang sangat baik dengan kandungan mineral dan unsur hara yang tinggi karena berasal dari pelapukan tanaman.

Anda bisa menemukan jenis tanah ini hampir di seluruh wilayah Indonesia karena inilah salah satu alasan mengapa tanah Indonesia disebut sangat subur.

6. Tanah Latosol

Tanah latosol juga sering ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan ciri-ciri utamanya yaitu berwarna merah dan teksturnya cenderung kasar.

Biasanya, jenis tanah latosol ditemukan di wilayah dengan curah hujan yang tinggi serta di wilayah dengan ketinggian 300 hingga 1000 mdpl.

Sayangnya, kualitas tanah ini tak terlalu subur karena memiliki kandungan aluminium dan zat besi yang cukup tinggi di dalamnya.

Sumber: https://montir.co.id/