Penggolongan (Klasifikasi) enzim

 Penggolongan (Klasifikasi) enzim Penggolongan (Klasifikasi) enzim

  1. Oksidoreduktase

Enzim yang melaksanakan katalis dengan melibatkan reaksi oksidasi suatu senyawa ataupun reduksi dengan senyawa lain

  1. Transferase

Enzim melaksanakan katalis reaksi yang mengalihkan suatu gugus yang mengandung C, P, N, S suatu senyawa ke senyawa lain

  1. Hidrolase

Enzim yang melaksanakan katalis pemecah hidroik atau sebaliknya

  1. Lyase

Enzim yang melaksanakan katalis pemusatan ikatan C-C, C-O, C-N dsb, tanpa melibatkan hidrolisis atau oksidasi reduksi

  1. Isomerase

Enzim yang melaksanakan katalis reaksi isomerisasi yang merupakan penataan kembali atom yang membentuk suatu molekul

  1. Ligase

Enzim yang melaksanakan katalis reaksi-reaksi pembentukan ikatan antara dua moekul substrat yang terkait dengan pemusatan ikatan pirofosfat dalam ATP atau senyawa energgi tinggi lainnya

Sumber :

https://deevalemon.co.id/

Pengertian Al-Wara

Pengertian Al-WaraPengertian Al-Wara

Secara lughawi wara’ artinya hati-hati. Secara istilah wara’ adalah sikap menahan diri agar hatimu tidak menyimpangkap sekejap pun dari mengingat Allah. Sufi yang lain mengemukakan bahwa wara’ adalah seorang hamba tidak berbicara melainkan dalam kebenaran, baik dalam keadaan rida maupun dalam keadaan marah.[1]

Definisi wara’ menurut Sufi, adalah bahwa : “Kamu menahan diri agar hatimu tidak menyimpang dalam sekejappun dari mengingat Allah. Jadi, wara’ itu permulaannya zuhud, keberadaannya wara’ karena ada rasa takut akan Allah, takut terjadi karena makrifat kepada Allah, makrifat sendiri terjadi karena dekat dengan Allah SWT (taqarrub).

Dalam tradisi sufi yang dimaksud dengan wara’ adalah meninggalkan segala sesuatu yang tidak jelas atau jelas hukumnya (subhat).[2] Hal ini berlaku pada segala hal atau aktifitas kehidupan manusia, baik yang berupa benda maupun perilaku seperti makanan, minuman, pakaian, pembicaraan, perjalanan, duduk, berdiri, bersantai bekerja dan lain-lain. Disamping meninggalkan segala sesuatu yang belum jelas hukumnya, dalam tradisi sufi wara’ juga berarti meninggalkan segala sesuatu yang berlebihan, baik berwujud benda maupun perilaku. Lebih dari itu meningglkan segala segala sesuatu yang tidak bermanfaat, atau tidak jelas manfaatnya.

Adapun yang menjadi dasar ajaran wara’ adalah nabi Muhammad SAW artinya: “Sebagian dari kebaikan tindakan keislaman seseorang adalah bahwa ia menjauihi sesuatu yang tidak berarti.” Juga hadits lain yang artinya: “: Bersikaplah wara’ dan kamu akan menjadi orang yang paling taat beribadah”

  1. Tingkatan Wara’

Wara’ ada empat tingkatan, yaitu:

  1. Wara’ orang ‘awam

yakni wara’ orang kebanyakan yaitu menahan diri dari melakukan hal-hal yang dilarang Allah SWT.

  1. Wara’ orang saleh

Menahan diri dari menyentuh atau memakan sesuatu yang mungkin akan jatuh kepada haram, misalnya memakan sesuatu yang tidak jelas hukumnya (subhat)

  1. Wara’ muttaqin

Menahan diri dari sesuatu yang tidak diharamkan dan tidak syubhat karena takut jatuh kepada yang haram.

Nabi bersabda, yang artinya:

“seorang hamba tidak akan mencapai derajat muttaqin sehingga dia meninggalkan apa yang tidak berdosa karena takut akan apa yang dapat menimbulkan dosa” (HR. Ibn Majah)

  1. Wara’ orang benar

Wara’ orang benar ialah menahan diri dari apa yang tidak berdosa sama sekali dan tidak khawatir jatuh kedalam dosa, tapi dia menahan diri melakukannya karena takut tidak ada niat untuk beribadah kepada Allah atau karena dapat membawanya kepada sebab-sebab yang memudahkannya jatuh kepada yang makruh atau maksiat. Menahan diri melakukan sesuatu yang tidak dilarang karena takut tidak ada niat untuk beribadah kepada Allah

Sumber :

https://rakyatlampung.co.id/

Strategi bisnis

Strategi bisnis

Bisnis atau usaha sering diartikan sebagai aktivitas yang dapat memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan atau pendapatan, melalui transaksi.kegiatan bisnis tidak hanya mencakup perdagangan, tetapi setiap aktivitas yang dapat memberikan hasil pendapatan atau penerimaan bagi seseorang atau kelompok orang dan perusahaan.

Perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha pertanian mencakup antara lain bidang usaha perkebunan dan bidang usaha agribisnis. Sedangkan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri manufaktur mencakup antara lain industri makanan, minuman dan tembakau, indurstri pakaian jadi dan kulit, industri kertas, percetakan dan penerbitan, serta industri kimia dan barang–barang dari bahan kimia.

Suatu  perusahaan dapat bergerak dalam suatu bidang usaha, dalam hal ini dikenal sebagai perusahaan bisnis tunggal atau single business yang biasanya berada dalam bisnis intinya, dan dalam hal ini merupakan core business-nya.

Perusahaan atau badan usaha dalam menjalankan aktivitas bisnis selalu diukur keberhasilannya dari hasil kinerjanya. Untuk pengukuran keberhasilan tersebut, setiap badan usaha atau perusahaan harus dapat membuat atau menyajikan laporan bisnis, yang mencerminkan laporan laba rugi perusahaan dan laporan keuangan lainnya.

Suatu perusahaan akan selalu berupaya menawarkan perbedaan atau diferensiasi dari produk atau jasa dengan kualitas yang superior, sehingga dapat memberikan nilai pelanggan superior. Oleh karena itu, peningkatan kepuasan pelanggan  hanya mungkin dapat mencapai, bila manager selalu dapat menyusun strategi bisnis yang kreatif dan fleksibel.

Konsep yang dikembangkan Michael Porter dalam pengambilan keputusan strategi bisnis, dikenal sebagai strategi generic. Strategi ini menggambarkan kedudukan stratejik yang dirancang untuk mengurangi peranan pengaruh dari lawan, yang mencakup penekanan keunggulan biaya murah atau rendah, keunggulan diferensisasi produk,serta focus pada biaya rendah dan focus pada keunggulan diferensiasi produk.

Sumber :

Moto G5S Plus masuk India akhir Agustus

Sejarah Cigugur

Sejarah Cigugur

Cigugur adalah nama sebuah tempat, yang terletak kira-kira 3 kilometer sebelah barat Kota Kuningan. Merupakan salah satu Kelurahan yang termasuk ke Kecamatan Cigugur. Berdasarkan cerita orang sekitar, sebelum ada nama “ Cigugur “, nama tempat tersebut adalah “Dukuh Padara“. Berasal dari satu tokoh yang memegang kekuasaan di sana pada waktu itu, Ki Gede Padara. Padara berasal dari kata “Padan” dan “tarak” atau bertapa.

Ki Gede Padara adalah seorang biksu yang membawa keistimewaan dalam hal menghayati dan mengamalkan ilmu kehalusan budi atau kewenangan. Terceritakan bahwa badan bagian dalam Ki Gede Padara itu dapat terlihat atau tembus pandang, sehingga organ tubuhnya dapat terlihat.

Ki Gede Padara lahir sebelum Kota Cirebon berdiri,kira-kira 12-13 Masehi. Satu periode dengan Ki Gede Padara, di sebelah selatan adalah Talaga, tokohnya adalah Pangeran Pucuk Umum. Dan disebelah utara, Galuh yang dipimpin oleh Pangeran Galuh Cakraningrat, dan Pangeran Aria Kamuning yang memimpin Kuningan atau terkenal dengan Kajene. Meskipun Ki Gede Padara, Aria Kamuning, Pangeran Pucuk Umum, dan Pangeran Galuh Cakraningrat ada ikatan saudara, tapi dalam hal urusan pemerintahan dan kepercayaan mereka pegang sendiri-sendiri. Aria Kamuning, Pangeran Pucuk Umum, dan Pangeran Galuh Cakraningratmemeluk agama Hindu, tapi Ki Gede Padara bersikap mandiri, Hindu bukan , Budha bukan, Islam juga bukan.

Ketika sedang gencar-gencarnya penyebaran agama Islam, di Cirebon berdiri satu Paguron yang didirikan oleh Syech Nurjati. Di sampingnya ada lagi yaitu Syech Maulana Syarif Hidayatullah, yang nantinya terkenal sebagai Sunan Gunung Jati, yang selanjutnya mendirikan Kota Cirebon yang sebelumnya disebut Caruban. Kuwu yang tinggal disana dikenal sebgai Ki Gede Alang yang dikuburkan di dekat Mimbar Masjid Agung Cirebon.

Terceritakan Ki Gede Padara Umurnya sudah sangat tua, malahan ia sudah merasa bosan untuk hidup, ingin cepat-cepat meninggalkan dunia. Tapi jangankan meninggal, hidup seperti orang normal saja sulit, padahal Makam dan nisannya sudah tersedia. Sekalipun Ki Gede Padara mempunyai ilmu untuk menghilang ( ngahiang ). Kemauan Ki Gede Padara akhirnya sampai kepada Pangeran Aria Kamuning yang telah masuk islam. Seterusnya beliau ( Pangeran Aria Kamuning ) meminta bantuan kepada Pangeran Syarif Hidayatullah.

Ketika mendengar laporan itu, Pangeran Syarif Hidayatullah langsung berangkat menuju Dukuh Padara. Ketika, beliau  melihat keadaan tubuh Ki Gede Padara, beliau merasa iba. Sampai beberapa saat beliau merasa tertegun. Keadaan tubuh Ki Gede Padara menggambarkan betapa besar ilmu yang dimilikinya, begitu besarnya dalam mengamalkan kehalusan budinya.

Setelah Ki Gede Padara mengutarakan maksud dan tujuannya, selanjutnya oleh Pangeran Syarif Hidayatullah disanggupi, dengan syarat Ki Gede Padara sanggup mengucapkan kalimat Syahadat. Kemudian oleh Ki Gede Padara disanggupi, baru satu kalimat syahadat yang diucapkan oleh Ki Gede Padara, wujudnya mendadak sirna, lalu Pangeran Syarif Hidayatullah berniat untuk mengambil air Wudhu, tapi mencari air tidak pernah ditemukan, kemudian beliau memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Atas ijin Allah Yang Maha Besar, sekejap mata timbul suatu keajaiban, Langit yang tadinya cerah mendadak mendung, suara guntur menyambar-nyambar. Bersamaan dengan itu, dari dalam tanah keluar mata air jernih berkilau. Lama-kelamaan air tersebur menyembur dan membentuk sebuah balong ( kolam ). Sampai sekarang menjadi Balong Keramat yang dihuni oleh ikan Kancra Putih. Kejadian itu berupa pertanda bahwa gugurnya Ilmu Ki Gede Padara. Sejak saat itu Dukuh Padara dikenal sebagai Cigugur yang dikenal sampai sekarang.

3.2          Sejarah Seren Taun

Menurut catatan sejarah dan tradisi lokal, perayaan Seren Taun sudah turun-temurun dilakukan sejak zaman Kerajaan Sunda purba seperti kerajaan Pajajaran.Upacara ini berawal dari pemuliaan terhadap Nyi Pohaci Sanghyang Asri, dewi padi dalam kepercayaan Sunda kuno.Sistem kepercayaan masyarakat Sunda kuno dipengaruhi warisan kebudayaan masyarakat asli Nusantara, yaitu animisme-dinamisme pemujaan arwah karuhun (nenek moyang) dan kekuatan alam, serta dipengaruhi ajaran Hindu.Masyarakat agraris Sunda kuno memuliakan kekuatan alam yang memberikan kesuburan tanaman dan ternak, kekuatan alam ini diwujudkan sebagai Nyi Pohaci Sanghyang Asri, dewi padi dan kesuburan.Pasangannya adalah Kuwera, dewa kemakmuran.Keduanya diwujudkan dalam Pare Abah (Padi Ayah) dan Pare Ambu (Padi Ibu), melambangkan persatuan laki-laki dan perempuan sebagai simbol kesuburan dan kebahagiaan keluarga. Upacara-upacara di Kerajaan Pajajaran ada yang bersifat tahunan dan delapan tahunan. Upacara yang bersifat tahunan disebut Seren Taun Guru Bumi yang dilaksanakan di Pakuan Pajajaran dan di tiap wilayah.Upacara besar yang bersifat delapan tahunan sekali atau sewindu disebut upacara Seren Taun Tutug Galur atau lazim disebut upacara Kuwera Bakti yang dilaksanakan khusus di Pakuan.

Kegiatan Seren Taun sudah berlangsung pada masa Pajajaran dan berhenti ketika Pajajaran runtuh.Empat windu kemudian upacara itu hidup lagi di Sindang Barang, Kuta Batu, dan Cipakancilan.Namun akhirnya berhenti benar pada 1970-an. Setelah kegiatan ini berhenti selama 36 tahun, Seren Taun dihidupkan kembali sejak tahun 2006 di Desa Adat Sindang Barang, Pasir Eurih, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor.Upacara ini disebut upacara Seren Taun Guru Bumi sebagai upaya membangkitkan jati diri budaya masyarakat Sunda.

Sumber :

https://robinschone.com/droidjoy-gamepad-apk/

Cara Budidaya Ikan Hias Berkualitas

Cara Budidaya Ikan Hias Berkualitas

Cara Budidaya Ikan Hias Berkualitas – Ikan hias ternyata memiliki jumlah peminat yang sangat tinggi sehingga prospek usaha budidaya ikan hias memiliki peluang yang cukup bagus. Minat masyarakat terhadap ikan hias ini konon berawal dari kebiasaan orang mengurung ikan di pekarangan. Kebiasaan tersebut akhirnya menjadi hobi untuk memelihara ikan di rumah. Kini kegemaran orang memandang kecantikan ikan hias di pekarangan atau di dalam rumah telah berkembang menjadi peluang bisnis berskala internasional. Berikut ini Cara Budidaya Ikan Hias Berkualitas selengkapnya :

BUDIDAYA IKAN HIAS ARULIUS

KLASIFIKASI IKAN HIAS ARULIUS
Ordo: Ostariophysi/Ostariophysoidei,
Sub-ordo: Cyprinoidei,
Famili: Cyprinidae,
Genus: Puntius,
Spesies: Puntius arulius/Barbus arulius.
CIRI-CIRI IKAN HIAS ARULIUS:
  • Ikan hias ini dikenal juga dengan nama Longfin Barb dan berasal dari negara India dan sudah lama dikenal oleh para hobi dan pembudidaya ikan hias dalam negeri. Karena selain mudah dikembangbiakkan, ikan hias ini pun mampu memberi keturunan yang lumayan banyak setiap kali memijah. Lain daripada itu, ikan hias arulius juga memiliki daya tarik di tubuhnya yang mirip ikan bandeng itu. Warna dasar tubuhnya sulit diuraikan secara tepat. Punggungnya berwarna keperakan, perut kekuningan, sedangkan tutup insangnya dilekati warna-warni kehijauan.
  • Sirip ekor dan anus gabungan antara hijau dan merah dominan. Sirip punggung mempunyai tulang sirip yang mencuat keluar seperti duri, sedang sirip perut dan dada transparan hijau gelap. Warna-warni tubuh arulius ini tidak selalu permanen. Tetapi yang pasti gabungan warna di tubuhnya mengundang banyak perhatian. Panjang total tubuhnya dapat mencapai 12 cm.
SIFAT IKAN HIAS ARULIUS:
  • Longfin barb ini dikenal juga ikan yang suka damai. Bila ingin dipelihara di dalam akuarium pajangan, ia aman dicampur dengan ikan jenis lain meski ukurannya jauh lebih kecil. Kelebihannya, jika ia dicampur beberapa ekor sekaligus, mereka sering bertingkah aneh-aneh, misalnya membentuk barisan dan berjalan secara beriringan.
  • Di alamnya sana, arulius banyak ditemukan di air yang agak deras. Gerakannya lincah dan agresif tetapi tidak membahayakan keselamatan ikan lainnya. Hanya raja semasa mudanya ikan ini kurang menawan, dan akan menawan setelah berubah dewasa terlebih-lebih untuk ikan jantan.
  • la membutuhkan akuarium yang berukuran besar dan luas karena si jantan ini sering bertindak aneh-aneh misalnya mengotori air akuarium. Akuarium itu sendiri hendaknya diisi batu-batuan yang agak kehitaman serta diberi ornamen lain. Ornamen ini bisa berupa kayu dan tanaman air yang ditanam di dalam akuarium. la membutuhkan ruang luas untuk berenang. Selain itu juga menuntut air segar, maka usahakanlah penggantian air di dalam akuarium dilakukan secara rutin. Ketentuannya air baru itu harus sama temperaturnya dengan yang ada di dalam akuarium. Jika tidak, bisa membawa malapetaka baginya.

Baca juga:

PENDEDERAN IKAN NILA

PENDEDERAN IKAN NILA

Pendederan nila dilakukan selama 6-8 minggu hingga benih ikan mencapai ukuran 8-10 cm atau 15-20 gram. Agar pemeliharaan berhasil dengan baik, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan antara lain tempat pemeliharaan, ukuran benih, padat penebaran dan lama pemeliharaan. Tempat pemeliharaan sebaiknya dilakukan di persawahan dan harus dipersiapkan sebaik-baiknya, meliputi penggaruan, pemupukan, perbaikan pematang dll. Ukuran benih ikan nila harus seragam, hal ini dimaksudkan untuk menghindari persaingan perebutan makanan. Padat penebaran harus disesuaikan dengan ukuran saat panen. Jangan sampai kolam terlalu padat saat benihnila mulai tumbuh berukuran lebih besar. Lama pemeliharaan tergantung pada permintaan ukuran benih ikan setelah panen.
Penebaran benih nila dilakukan saat suhu masih rendah. Penebaran benih berukuran 3-5 cm dengan padat penebaran 2-50 ekor/m2. Pemberian pakan tambahan perlu dilakukan dengan menggunakan tepung pellet berkadar protein minimal 25%. Dosis pemberiannya 3-5% dari berat total perhari. Pengontrolan harus dilakukan terutama untuk mengantisipasi kebocoran kolam. Benih nila sangat suka mengikuti arus air, sehingga apabila terjadi kebocoran, bisa dipastikan banyak benih ikan yang hilang.

PEMBESARAN IKAN NILA:

Pembesaran Di Kolam:
Pada dasarnya budidaya tahap pembesaran di kolam sama dengan budidaya tahap pendederan. Perbedaannya pada ukuran benih, padat penebaran, dan masa pemeliharaannya.
Penebaran dilakukan dengan menggunakan benih nila berukuran 8-10 cm atau 15-20 gr dengan padat penebaran 10-15 ekor/m2. Pakan tambahan mutlak diberikan setiap hari menggunakan pellet dengan ukuran disesuaikan pertumbuhan ikan nila. Pakan tambahan diberikan sebanyak 3-4% dari berat toral dengan kandungan protein minimal 25%. Masa pemeliharaan disesuaikan dengan permintaan pasar untuk ukuran ikan konsumsi. Masa pemeliharaan budidaya tahap pembesaran nila bisa mencapai 4-6 bulan. Bila kondisi selama budidaya baik, tingkat keberhasilan budidaya pembesaran ikan nila bisa mencapai 85%.
Baru saja anda membaca artikel dari kami yang berjudul Cara Budidaya Ikan Nila Hasil Maksimal yang telah kami sampaikan, untuk memperkaya informasi yang sedang anda cari alangkah baiknya membaca juga Cara Budidaya Ikan Hias Berkualitas.

PENYIAPAN INDUK IKAN NILA

PENYIAPAN INDUK IKAN NILA

Keberhasilan usaha budidaya subsektor pembenihan nila sangat dipengaruhi oleh keadaan dan kualitas induk ikan nila. Oleh sebab itu induk nila yang digunakan harus diperoleh dari instansi perikanan atau pihak lain yang ditunjuk sebagai penyedia induk. Hal ini harus dilakukan agar keaslian dan kemurnian genetik ikan nila dapat dipertahankan.
Ciri-ciri fisik induk nila jantan serta betina berkulitas baik adalah sehat, bentuk normal, tahan terhadap serangan penyakit dan perubahan lingkungan, sisik besar tertata rapi, kepala relatif lebih kecil, badan tebal, gerakan lincah, serta merespon baik terhadap pakan tambahan.
Nila gift mulai dipijahkan setelah berumur 5-6 bulan. Selang waktu pemijahan berkisar 3-6 minggu. Masa produktif gift sebagai induk berkisar antara 1,5-2 tahun. Bila ikan nila gift sudah berumur dua tahun, induk nila gift harus segera diganti. Biasanya induk dengan umur lebih dari dua tahun sudah tidak produktif lagi. Bila tetap dipijahkan kualitas benih ikan nila akan menurun.
Sebelum dipijahkan induk nila jantan dan betina harus dipisahkan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan telur berkualitas baik, memudahkan penyeleksian induk yang sudah dan belum memijah serta menghindarkan terjadinya pemijahan liar. Pakan tambahan diberikan sebanyak 3% dari bobot total.

PEMBENIHAN SISTEM EKSTENSIF:

Kolam pemijahan dibuat dengan bentuk persegi panjang. Dasar kolam terdiri dari tiga bagian, yaitu pelataran, kemalir, dan kobakan. Kobakan dibuat untuk memisahkan benih dengan induk nila. Kobakan dibuat dua buah, satu untuk penampungan induk nila yang terletak di dekat pintu pengeluaran, dan satu untuk penampungan benih ikan nila yang dibuat di depan kobakan penampungan induk. Kobakan penampungan induk ikan nila dibuat dengan kedalaman 4 cm panjang dan lebar disesuaikan dengan jumlah induk ikan nila yang dipelihara. Sementara kobakan untuk penampungan benih ikan dibuat dengan kedalaman 15 cm.
Pemupukan perlu dilakukan dengan dosis 300-400 g/m2 menggunakan pupuk kandang yang telah difermentasi. Pemupukan kolam bertujuan untuk menyediakan pakan alami larva ikan yang sudah menetas, sehingga akan diperoleh benih nila yang berkualitas baik. Kolam pemijahan diairi hingga mencapai ketinggian air 30-40 cm. Penebaran induk ikan nila dilakukan dengan perbandingan 1 ekor jantan dan 3 ekor betina dengan kapadatan 1 ekor/m2. Pakan tambahan harus mengandung protein minimal 25% dan diberikan sebanyak 3% bobot induk nila setiap hari.
Panen nila dilakukan saat benih ikan masih kecil yaitu benih berukuran 8-12 mm atau benih berukuran 2-3 cm dengan cara menyurutkan air perlahan hingga mencapai ketinggian tertentu. Biasanya induk nila akan masuk kemalir lalu tertampung dalam kobakan. Sementara larva nila akan mencari aliran air baru dan naik melalui kemalir kemudian larva akan tertampung dalam kobakan penampungan benih. Benih ikan nila yang sudah tertampung dalam kobakan bisa diambil dengan hati-hati menggunakan jaring halus dan ditampung dalam hapa yang sudah disiapkan. Seleksi benih nila dilakukan dengan menggunakan ayakan yang diberi lubang sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. Benih ikan berukuran lebih kecil akan keluar melalui lobang tersebut.
Larva nila belum bisa langsung dibudidayakan dalam kolam pendederan, tetapi terlebih dahulu harus dipelihara dalam kolam pemeliharaan benih selama 3-4 minggu hingga benih nila mencapai ukuran 3-5 cm. Kolam pemeliharaan benih ikan nila harus dipersiapkan 5-7 hari sebelum panen larva. Pemupukan pada kolam pemeliharaan benih ikan juga perlu dilakukan dengan dosis 300-400 g/m2. Penebaran dilakukan pada hari yang sama saat panen larva nila dengan padat penebaran 150-250 ekor/m2. Pemberian pakan tambahan menggunakan tepung pelet dengan kandungan protein minimal 25%. Untuk 100.000 ekor larva nila pemberian pakan per hari pada minggu I sebanyak 1 kg, minggu II sebanyak 1,5-2,5 kg, minggu III sebanyak 3-4 kg, minggu IV sebanyak 4,5-5,5 kg. Debit air yang masuk ke dalam kolam sebanyak 1-2 liter/detik.

 Ruang Lingkup dan Objek Kajian Sosiologi Hukum

 Ruang Lingkup dan Objek Kajian Sosiologi Hukum

 Ruang Lingkup dan Objek Kajian Sosiologi Hukum

Sosiologi hukum berkembang atas suatu anggapan dasar bahwa proses hukum berlangsung di dalam suatu jaringan atau sistem sosial yang dinamakan masyarakat. O.W. Holmes, seorang hakim di Amerika Serikat, mengatakan bahwa kehidupan hukum tidak berdasarkan logika, melainkan pengalaman.[10]

Adapun ruang lingkup sosiologi hukum secara umum, yaitu hubungan antara hukum dengan gejala-gejala sosial sehingga membentuk kedalam suatu lembaga sosial    ( social institution) yang merupakan himpunan nilai-nilai, kaidah-kaidah dan pola-pola perikelakuan yang berkisar pada kebutuhan-kebutuhan pokok manusia yang hidup dimasyarakat dan atau dalam lingkup proses hukumnya ( law in action) bukanlah terletak pada peristiwa hukumnya (law in the books).

Menurut Zainuddin Ali, ruang lingkup sosiologi hukum meliputi 2 hal :

  1. Dasar-dasar sosial dari hukum atau basis social dari hukum. Sebagai contoh : hukum nasional di Indonesia, dasar sosialnya adalah Pancasila, dengan ciri-cirinya : gotong royong, musyawarah dan kekeluargaan.
  2. Efek-efek hukum terhadap gejala-gejala sosial lainnya, sebagai contoh : UU Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan terhadap gejala rumah tangga.[11]

Selain itu, sejak abad ke-19 telah diusahakan oleh para sarjana sosiologi dan hukum untuk memberikan ruang lingkup sosiologi hukum. Pembatasan tersebut didasari oleh ilmu yang erat hubungannya dengan ilmu-ilmu perilaku lainnya (behavioral sciences). Pembatasan dimaksud memunculkan berbagai pendapat, secara umum dapat dikelompokan pada empat pendekatan : pendekatan instrumental, pendekatan hukum alam, pendekatan positivistic dan pendekatan paradigmatic.

Sedangkan menurut Purbacaraka dalam bukunya Sosiologi Hukum Negara, bahwa ruang lingkup sosiologi hukum adalah “Hubungan timbal balik atau pengaruh timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala sosial lainnya (yang dilakukan secara analitis dan empiris)”. Yang diartikan sebagai hukum dalam ruang lingkup tersebut adalah suatu kompkles daripada sikap tindak manusia yang mana bertujuan untuk mencapai kedamaian dalam pergaulan hidup. Namun Menurut Soerjono Soekanto, ruang lingkup sosiologi hukum meliputi:

Teknik Budidaya Ikan Sidat

Teknik Budidaya Ikan Sidat

Teknik Budidaya Ikan Sidat

 

Ikan Sidat (ordo Anguilliformes) Adalah

sekelompok ikan yang memiliki tubuh berbentuk yang menyerupai Ular dan belut. Ikan ini masuk dalam ordo Anguilliformes yang terdiri atas 4 subordo, 19 famili, 110 genera, dan 400 spesies. Kebanyakan hidup di laut, Namun ada pula yang hidup di air tawar.

Ikan Sidat (anguilla bicolor) Termasuk familiAnguillidae, ordo Apodes. Di negara indonesia di perkirakan paling sedikit terdapat 5 jenis ikan sidat, Yaitu :

1. Anguilla encentralis
2. A. biolor bicolor
3. A. borneonsis
4. A. bicolor Pacifia
5. A. celebensis

Ikan Sidat tersebut mungkin tidak banyak di kenal orang, Ttetapi di berbagai negara ikan sidat menjadi makanan primadona yang harganya sangatlah mahal. Permintaan ekspor ikan sidat semakin terus meningkat, Dan harga jualnya juga mencengangkan. Sayangnya teknik pendederan dan pembesaran yang menjadi kunci di hasilkanya sidat berkualitas dan layak ekspor belum banyak di kuasai.

Tips Terbaik Budidaya Ikan Sidat

Ikan sidat adalah sejenis belut, Namun bentuknya lebih panjang dan besar. Ada juga yang mencapai panjangnya 50 m, Memang tidak enak di pandang, Tetapim siapa yang menyangka, Konsumen asing menganggap cita rasa ikan sidat enak dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Di restoran jepang ikan sidan ini bernama Unagi.

Kandungan vitamin A mncapai (4.700 IU/100 gram). sedangkan hati ikan sidat lebih tinggi lagi, yaitu mencapai (15.000 IU/100 gram). Lebih tinggi dari kandungan vitamin A mentega yang hanya mencapai (1.900 IU/100 gram).

Bahkan kandungan DHA ikan sidat (1.337 mg/100 gram), Mengalahkan ikan salmon yang hanya tercatat (820 mg/100 gram) atau (tenggiri 748 mg/100 gram).

Sementara kandungan EPA ikan sidat mencapai 742 mg/100 gram, Lebih jauh diatas ikan salmon yang hanya 492 mg/100 dan tanggiri yang hanya 409 mg/100 gram.

Teknologi budidaya ini masih sangat baru di indonesia, budidaya ikan sidat tersebut di indonesia baru saja di temukan di sekitar tahun 2007 oleh satuan kerja tambak pandu Karawang. Yang merupakan UPT Ditjen perikanan Budidaya. Departemen kelautan dan perikanan padahal ikan sidat telah cukup lama di budidayakan di negara Jepang dan Thailand. Asal tahu saja pengembangan budidaya kedua negara menggunakan benih dari negara Indonesia. Dilihat dari permintaan pasar dunia yang sangat besar mendorong kami untuk melakukan penelitian budidaya ikan Sidat tersebut.

Ikan sidat tumbuh di peraiaran tawar

(Sungai dan Danau) hingga mencapai dewasa. Setelah itu ikan sidat dewasa beruaya kelaut dalam untuk melakukan reproduksi. Larva hasil pemijahan akan berkembang, Dan secara Berangsur-angsur terbawa arus ke peraiaran pantai. Ikan sidat yang telah menapai stadia elver (glass eel) akan beruaya dari perairan laut ke perairan tawar melalui muara Sungai.

Harga ikan sidat ini memang sangat mahal dan menggiurkan, Harga di tingkat petani ikan sidat untuk elver dengan harga jual antara (Rp. 250.000/kg) Untuk ukuran 10-20 gram berkisar antara (Rp. 20.000- Rp. 40. 000/kg). Sedangkan ukuran komsumsi >500 gram untuk jenis Anguilla bicolor pada pasar lokal Rata-rata (Rp. 75.000/kg), Jenis Anguilla marmorata (Rp.125.000-Rp. 175.000/kg).

Larva Sidat (elver) berhubungan dengan misim

Di perkirakan larva ikan sidat di mulai pada awal musim hujan. Akan tetapi pada musim tersebut faktor arus sungai dan keadaan bulan sangat mempengaruhi intensitas ruayanya.

Ikan sidat termasuk ikan karnivora. Di perairan umum ikan sidat memakan berbagai jenis hewan, Khususnya organisme benthik seperti crustacea (Udang Dan Kepiting) polichatea (Cacing larva chironomus dan bivalva serta gastropods). Aktifitas makan ikan sidat pada umumnya di malam hari (nokturnal).

Ikan sidat telah di budidayakan secara intensif di Eropa khususnya di negara Norwegia, Jermas dan Belanda serta Di Asia, Yaitu : Jepang, Taiwan, Dan China daratan. Di Negara-negara lainya seperti di Australia, Indonesia dan beberapa negara eropa, Afrika barat umumnya produksi ikan sidat masih mengandalkan dari hasil penangkapan di Alam. Ikan sidat dapat di budidayakan di dalam ruangan yang tertutup (indoor) dan di luar ruangan (outdoor). Di negara indonesia dengan suhu lingkungan yang relatif konstan sepanjang tahun maka pemeliharaan ikan sidat dapat di lakukan di luar ruangan (outdoor).

Justify secara praktis cara beternak (Budidaya) ikan sidat di kolam tanah berdinding bambu, Cara beternak ikan sidat kolan beton atau (Bak beton), Cara beternak ikan sidat pen dan cara beternak ikan sidat keramba jaring apung, Apapun jenis wadah yang di pergunakan dalam budidaya ikan sidat yang harus di perhatikan adalah bagai mana mencegah lolosnya ikan dari media budidaya.

Baca Juga :

Faktor eksternal yang paling dominan pengaruhi pertumbuhan tumbuhan

Faktor eksternal yang paling dominan pengaruhi pertumbuhan tumbuhan

Beberapa segi yang bisa menyebabkan tanaman kita rajin berbuah wajib kita ketahui agar kita mengenal apa yang mereka butuhkan pada kala mereka tumbuh dan berkembang selanjutnya ini adalah daftar yang wajib kalian ketahui :

Kita para petani memiliki keyakinan yang kuat, bagaimana tanaman kecuali dipelihara bersama baik membuahkan timbal balik kepada pemiliknya. Itu sejak dulu berlangsung dan mudahnya kita cuma melakukan nya saja.

Ratusan kali aku menyebabkan tulisan dan ratusan kali karya aku dicuri, tulisan ini mendasari semua pemaparan kita dan ini baru pemanasan berkenaan buah-buahan.

Kemampuan tanaman untuk membuahkan bunga dan sesudah itu berbuah itu di pengaruhi oleh bebrapa segi seperti :

Musim – Lingkungan Tanah – Faktor Internal Tanaman

Semua segi itu terkait erat dan kita wajib mengimbangi segala perihal yang membebankan tanaman. Jika kita berfikir kita saja sebagai manusia yang memiliki persoalan bisa saja itu keliru dan itu tidak benar.

Tanaman serupa seperti kita, mereka memiliki kehidupan dan memiliki persoalan pada dirinya sendiri. Lupakan berkenaan rumus penelitian ilmiah yang rumit dan berbelit belit. Faktor yang benar-benar nyata adalah kita jelas tanaman.

Kita bisa melihat keperluan tanaman, kita bisa yang di inginkan oleh tanaman dan kita adalah kawan sekaligus dokter tanaman.

Satu anggota yang terpilih dibenak pemelihara tanaman adalah kegagalan pemahaman itu sendiri. Akibat perlakuan yang berlebihan itu tanaman bukan mengimbuhkan manfaat untuk kita jadi penyakit yang kita dapatkan.

Sekilas berkenaan segi tanaman agar mereka tumbuh dan berkembang bersama melihat alam itu sendiri.

Jangan dulu berhianat kepada alam

Untuk dasar-dasarnya bagi yang belum jelas ini maksudnya :

Faktor Musim

Faktor musim adalah semua segi yang tersedia diatas permukaan tanah di dalam suatu lokasi dan pengaruhi tanaman. (Zenzen zain)

Maksudnya, diantara seluruhnya terkait pada intensitas cahaya matahari, lama penyinaran, kelembaban, suhu udara, angin, dan curah hujan.

Faktor lingkungan Tanah

Faktor ini mencakup struktur tanah, unsur hara, kadar air tanah, dan makroorganisme tanah.

Faktor Internal

Suatu tanaman memiliki usia berbuah berbeda, dari jenis dan varietasnya mengimbangi sesegala perihal yang tersedia di dalam organ tubuhnya. Mereka memiliki organ yang sempurna untuk keperluan hidupnya. Faktor ini mengenai bersama asal tanaman (dari jenis indukan) , usia tanaman, kesehatan tanaman, dan juga distribusi air, unsur hara, karbohidrat, dan hormon di dalam tanaman.

Selengkapnya : https://www.lele.co.id/