Nila – Nilai Dasar Perjuangan

Nila – Nilai Dasar PerjuanganNila - Nilai Dasar Perjuangan

  1.      Dasar – Dasar Kepercayaan

Dalam kehidupan manusia butuh kepercayaan. Sebagaimana dasar bahwa manusia adalah makhluk percaya.Menganut kepercayaan yang salah bukan saja tidak dikehendaki akan tetapi bahkan berbahaya. Kepercayaan mungkin mengandung unsur-unsur kebenaran dan kepalsuan yang campur baur. Kepercayaan yang sungguh-sungguh yang merupakan kebenaran. Kebenaran yang mutlak adalah yang bersumber dari Tuhan Allah SWT Perkataan “Tidak ada Tuhan” meniadakan segala bentuk kepercayaan. Perkataan “Selain Allah”  memperkecualikan satu kepercayaan kepada kebenaran. Yang dimaksudkan dengan persaksian tersebut ; agar manusia hanya tunduk pada ukuran kebenaran dalam menetapkan dan memilih nilai – nilai, itu berarti tunduk pada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, Pencipta segala yang ada termasuk manusia. Tunduk dan pasrah itu disebut Islam Wahyu itu diberikan kepada manusia tertentu yang memenuhi syarat dan dipilih oleh Tuhan sendiri yaitu para Nabi dan Rasul atau utusan Tuhan. Muhammad adalah Rasul penghabisan, jadi tiada Rasul lagi sesudahnya. Jadi para Nabi dan Rasul itu adalah manusia biasa dengan kelebihan bahwa mereka menerima wahyu dari Tuhan Wahyu Tuhan yang diberikan kepada Muhammad SAW terkumpul seluruhnya dalam kitab suci Al-Quran. Jadi untuk memahami Ketuhanan Yang Maha Esa dan ajaran – ajaran-Nya, manusia harus berpegang kepada Al-Quran dengan terlebih dahulu mempercayai kerasulan Muhammmad SAW. Hukum dasar alami daripada segala yang ada inilah “perubahan dan perkembangan”, sebab: segala sesuatu ini adalah ciptaan Tuhan dan pengembangan olehNya dalam suatu proses yang tiada henti-hentinya. Alam diciptakan dengan wujud yang nyata dan objektif sebagaimana adanya Segala sesuatu ini adalah berasal dari Tuhan dan menuju kepada Tuhan. Maka satu-satunya yang tak mengenal perubahan hanyalah Tuhan sendiri, asal dan tujuan segala sesuatu.

 

Sumber :

https://butikjersey.co.id/

Tanda-Tanda Wara

Tanda-Tanda Wara

Menurut Al-Faqih, bukti adanya wira’i (wara’) dalam diri seseorang adalah jika dalam diri orang tersebut telah ada sepuluh kewajiban, yaitu:

  1. Memelihara lisan, tidak sampai ghibah atau menggunjing. Firman Allah swt. dalam surah al-Hujurat ayat 12 yang artinya, “Janganlah setengah di antara kamu menggunjing terhadap setengah lainnya.
  2. Tidak buruk sangka. Firman Allah swt. dalam surah al-Hujurat ayat 12 yang artinya, “Hindarkanlah prasangka buruk, karena setengahnya adalah dosa.

Dalam hadits Nabi saw. dijelaskan yang artinya, “Hati-hatilah kamu dari prasangka buruk, karena hal itu adalah perkataan paling bohong.

  1. Tidak menghina (merendahkan) orang lain. Firman Allah swt. dalam surah al-Hujurat ayat 11 yang artinya, “Janganlah suatu kaum menghina kaum lainnya, boleh jadi kaum yang dihina itu adalah lebih baik dari pada kaum yang menghina.
  2. Memelihara pandangan mata dari yang haram. Firman Allah swt. dalam surah Nur ayat 30 yang artinya, “Katakanlah, ada orang-orang mukmin agar memejamkan pandangan matanya dari yang haram.
  3. Berbicara benar. Firman Allah swt. dalam surah al-An’am ayat 152 yang artinya, “Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil.
  4. Mengingat nikmat Allah swt. yang telah diberikan kepadanya agar tidak sombong. Firman Allah swt. dalam surah al-Hujurat ayat 17 yang artinya, “Bahkan Allah-lah yang memberi karunia kepadamu ketika kau diberi petunjuk, sehingga kau beriman. Jika kau benar-benar beriman.
  5. Menggunakan hartanya dalam jalan kebenaran, bukan pada kebatilan. Firman Allah swt. dalam surah al-Furqan ayat 67 yang artinya, “Orang-orang yang membelanjakan hartanya tiada berlebihan dan tiada kikir, mereka tengah-tengah (berlaku sedang) dalam hal itu.
  6. Tidak ambisi kedudukan dan tidak pula berlaku sombong. Firman Allah swt. dalam surah al-Qashash ayat 83 yang artinya, “Negeri akhirat sengaja Kami sediakan bagi mereka yang tidak ambisi kedudukan dunia dan tidak pula suka merusak.
  7. Memelihara (waktu) sholat dan menyempurnakan ruku dan sujudnya. Firman Allah swt. dalam surah al-Baqarah ayat 238 yang artinya, “Peliharalah (waktu-waktu) sholat, terutama sholat pertengahan, tegakkanlah dengan khusyu’, diam bermunajat.
  8. Istiqomah mengikuti sunnah Rasul dan jamaah umat Islam. Firman Allah swt. dalam surah al-An’am ayat 153 yang artinya, “Inilah ajaran yang menuju kepada keridhoan-Ku (jalan lurus-benar), lalu ikutilah, jangan mengikuti jalan-jalan lain, (jika demikian), pasti menyimpang jauh dari jalan Allah. Demikianlah pesan Dia kepadamu agar kamu bertakwa.“Ketahuilah bahwa wara’ itu baik, tetapi jika berlebih-lebihan sampai di luar batas, akhirnya menjadi tidak baik. Rasulullah saw. bersabda, “Celakalah orang-orang yang melampaui batas.”

Manfaat Wara’

  1. Terhindar dari adzab Allah, pikiran menjadi tenang dan hati menjadi tentram.
  2. Menahan diri dari hal yang dilarang.
  3. Tidak menggunakan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
  4. Mendatangkan cinta Allah karena Allah mencintai orang-orang yang wara’.
  5. Membuat doa dikabulkan, karena manusia jika mensucikan makanan, minuman dan bersikap wara’, lalu mengangkat kedua tangan nya untuk berdoa, maka doa nya akan segera dikabulkan.
  6. Mendapatkan keridhaan Allah dan bertambahnya kebaikan.
  7. Terdapat perbedaan tingkatan manusia didalam surga sesuai dengan perbedaan tingkatan wara’ mereka.

 

Sumber :

https://tribunbatam.co.id/

Faktor-faktor Motivasi Kerja

Faktor-faktor Motivasi KerjaFaktor-faktor Motivasi Kerja

Motivasi seorang pekerja untuk bekerja biasanya merupakan hal yang rumit, karena motivasi itu melibatkan faktor-faktor yang sangat berpengaruh bagi individu maupun organisasi. Faktor-faktor tersebut adalah:

1). Faktor individu

Ø  Kebutuhan (needs), merupakan hak yang dimiliki setiap pekerja untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Ø  Kemampuan (abilities), adalah sesuatu yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan yang dilakukan.

2). Faktor organisasi

Ø  Pembayaran atau gaji (pay)

Setiap pekerja berhak mendapatkan gaji untuk kelangsungan hidupnya. Dan gaji dapat diartikan sebagai alat motivasi untuk pekerja agar bekerja lebih baik.

Ø  Keamanan pekerjaan (job security)

Kenyamanan dalam pekerjaan menjadi suatu penentu. Dibuktikan dengan keamanan setiap pekerja, agar pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan tujuan.

Ø  Sesama pekerja (co-workers)

Rekan atau partner dalam perusahaan adalah seseorang yang mampu memberi semangat dan bantuan dalam pekerjaan yang dilakukan, sebagai bentuk hubungan yang baik antara sesama pekerja.

Ø  Pengawasan (supervision)

Pengawasan dari atasan dapat membuat setiap pekerja melakukan pekerjaan yang sesuai dengan tujuan organisasi.

Ø  Pujian (praise)

         Pujian untuk para pekerja yang baik dapat memberi dorongan bagi pekerja itu sendiri untuk lebih semangat dalam melakukan pekerjaan.

Ø  Pekerjaan itu sendiri (job itself)[3]

Pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan seorang pekerja akan mempermudah pekerjaan yang harus dilakukan.

 

Recent Posts

Strategi bisnis

Strategi bisnis

Bisnis atau usaha sering diartikan sebagai aktivitas yang dapat memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan atau pendapatan, melalui transaksi.kegiatan bisnis tidak hanya mencakup perdagangan, tetapi setiap aktivitas yang dapat memberikan hasil pendapatan atau penerimaan bagi seseorang atau kelompok orang dan perusahaan.

Perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha pertanian mencakup antara lain bidang usaha perkebunan dan bidang usaha agribisnis. Sedangkan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri manufaktur mencakup antara lain industri makanan, minuman dan tembakau, indurstri pakaian jadi dan kulit, industri kertas, percetakan dan penerbitan, serta industri kimia dan barang–barang dari bahan kimia.

Suatu  perusahaan dapat bergerak dalam suatu bidang usaha, dalam hal ini dikenal sebagai perusahaan bisnis tunggal atau single business yang biasanya berada dalam bisnis intinya, dan dalam hal ini merupakan core business-nya.

Perusahaan atau badan usaha dalam menjalankan aktivitas bisnis selalu diukur keberhasilannya dari hasil kinerjanya. Untuk pengukuran keberhasilan tersebut, setiap badan usaha atau perusahaan harus dapat membuat atau menyajikan laporan bisnis, yang mencerminkan laporan laba rugi perusahaan dan laporan keuangan lainnya.

Suatu perusahaan akan selalu berupaya menawarkan perbedaan atau diferensiasi dari produk atau jasa dengan kualitas yang superior, sehingga dapat memberikan nilai pelanggan superior. Oleh karena itu, peningkatan kepuasan pelanggan  hanya mungkin dapat mencapai, bila manager selalu dapat menyusun strategi bisnis yang kreatif dan fleksibel.

Konsep yang dikembangkan Michael Porter dalam pengambilan keputusan strategi bisnis, dikenal sebagai strategi generic. Strategi ini menggambarkan kedudukan stratejik yang dirancang untuk mengurangi peranan pengaruh dari lawan, yang mencakup penekanan keunggulan biaya murah atau rendah, keunggulan diferensisasi produk,serta focus pada biaya rendah dan focus pada keunggulan diferensiasi produk.

Sumber :

Moto G5S Plus masuk India akhir Agustus

PERILAKU PEMBELIAN

PERILAKU PEMBELIAN

Pasar Konsumen adalah keterlibatan manusia dan rumah tangga yang melakukan transaksi pembelian untuk transaksi mendapatkan barang atau jasa agar terpenuhinya kebutuhan individu.

Sedangkan Perilaku Pembelian Konsumen adalah aktifitas pembelian yang dilakukan oleh Konsumen akhir (individu dan rumah tangga) yang melakukan pembelian barang atau jasa untuk dikonsumsi oleh pribadi.

      Model Perilaku Konsumen
Pemasar ingin memahami bagaimana rangsangan itu diubah menjadi tanggapan dalam kotak hitam konsumen yang terdiri dari 2 bagian :

  1. Karakteristik pembeli mempengaruhi bagaimana dia mempersepsikan dan bereaksi terhadap   rangsangan.
  2. Proses pengambilan keputusan pembelian itu sendiri mempengaruhi perilaku pembeli.

      Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
Faktor-faktor Budaya         

  1. Budaya : Serangkaian nilai, persepsi, keinginan, dan perilaku dasar yang dipelajari oleh anggota masyarakat dari keluarga dan instansi penting lain.
  2. Sub-budaya : kelompok orang yang memiliki sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang serupa.
  3. Kelas Sosial : Pembagian kelompok masyarakat yang relatif permanen dan relatif teratur dimana anggota memiliki nilai, minat dan perilaku yang serupa.

Faktor-faktor Sosial.

  1. Kelompok : Dua atau lebih sekelompok orang yang berinteraksi untuk memenuhi tujuan individu atau tujuan bersama.
  2. Keluarga.
  3. Peran dan Status. ( Peran terdiri dari sejumlah aktivitas yang diharapkan untuk dilakukan menurut orang-orang di sekitarnya, Tiap peran membawa status yang mengambarkan penghargaan umum terhadap peran tersebut oleh masyarakat.

Faktor-faktor Pribadi          

  1. Umur dan Tata Siklus Hidup,
  2. Pekerjaan.
  3. Situasi Ekonomi.
  4. Gaya Hidup : Pola hidup seseorang yang tergambarkan pada aktivitas, interest, dan opinion ( AIO ) orang tersebut.
  5. Kepribadian dan Konsep Diri. (Kepribadian, sikologis yang membedakan seseorang yang menghasilkan tanggapan secara konsisten dan terus-menerus terhadap lingkungan. Konsep Diri, adalah kepemilikan seseorang dapat menyumbang dan mencerminkan ke identitas diri mereka).

Faktor-faktor Psikologis      

  1. Motivasi, kebutuhan yang mendorong seseorang secara kuat mencari kepuasan atas kebutuhan tersebut.
  2. Persepsi, Proses menyeleksi, mengatur, dan menginterpretasikan informasi guna membentuk gambaran yang berarti tentang dunia.
  3. Pembelajaran, perubahan perilaku seseorang karena pengalaman.
  4. Keyakinan dan Sikap, (keyakinan = pemikiran deskriptif yang dipertahankan seseorang mengenai sesuatu. Sikap merupakan evaluasi, perasaan dan kecenderungan yang konsisten atas suka atau tidak seseorang terhadap suatu obyek atau ide).

SUmber :

https://fgth.uk/kepler-nasa-temukan-20-dunia-baru-yang-berpotensi-dihuni/

 

Akibat Kekurangan

Akibat Kekurangan

Skorbut dalam bentuk berat sekarang jarang terjadi, karena sudah diketahui cara mencegah dan mengobatinya. Tanda-tanda awal antara lelah, lemah, napas pendek, kejang otot, tulang, otot dan persendian sakit serta kurang nafsu makan, kulit menjadi kering, kasar dan gatal, warna merah kebiruan dibawah kulit, perdarahan gusi, kedudukan gigi menjadi longgar, mulut dan mata kering dan rambut rontok. Di samping itu luka sukar sembuh, terjadi anemia, kadang-kadang jumlah sel darah putih menurun, serta depresi dan timbul gangguan saraf. Gangguan saraf dapat terjadi berupa histeria, depresi diikuti oleh gangguan psikomotor. Gejala skorbut akan terlihat bila taraf asam askorbat dalam seru, turun di bawah 0,20 mg/dl.

  1. Anemia

Panyakit ini memiliki gejala kurang energi, lemas, mudah mengantuk, dan pada kondisi yang lebih parah dapat menyebabkan nafas tersengal-sengal kemudian pingsan. Anemia sendiri adalah penyakit dimana tubuh kekurangan sel darah merah. Sel darah merah dihitung dalam jumlah hemogoblin. Biasanya juga terjadi pada wanita saat menstruasi atau masa kehamilan. Untuk menanganinya biasanya mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung zat besi. Dengan mengkonsumsi juga vitamin C untuk dapat mempermudah penyerapan zat besi tersebut. Konsumsi zat besi bisa pada ikan, daging dan sayur-sayuran. Hindari juga ketergantungan pada obat atau menghentikannya dulu sampai sel darah merah Anda kembali ke jumlah semula.

  1. Kulit Kering, Kasar dan Bersisik

Kulit kering juga bisa terjadi akibat dari kekurangan vitamin C pada tubuh. Pada saat kulit kering, tentu tubuh dalam keadaan tidak fit atau lelah. Misalnya saja saat mencoba menggarukkan kuku Anda ke kulit maka dengan jelas ada guratan putih, maka kulit anda menandakan kulit yang kering. Banyak cara untuk menganggulangi kulit kering ini. Atau pada sela – sela jari kaki terlihat banyak kerutan seperti keriput maka sangat mungkin anda sendang kekurangan vitamin C. Sebabnya banyak, bisa jadi terpapar sinar matahari terlalu lama juga bisa mengakibatkan kulit kering. Lalu atasilah dengan mengkonsumsi vitamin C secara harian.

  1. Haemorhages

Pendarahan ini biasanya pada pendarahan kelopak mata, selaput jala mata, dan memungkinkan untuk mengakibatkan katarak. Saat kekurangan vitamin C maka pembuluh darah yang berada pada sekitar mata akan sulit melunak sehingga terjadi pendarahan dalam. Vitamin C inilah yang berfungsi dalam melunakkan pembuluh darah, serta memelihara sel-sel yang ada. Serta melindungi mata pada oksidasi yang ada sehingga mata tidak mudah mengalami penyakit pendarahan internal. Mengkonsumsi vitamin C harian mampu mencegah dari pendarahan internal ini.

Sumber :

https://finbarroreilly.com/

 

DOMISILI FISKAL

DOMISILI FISKAL

DOMISILI FISKAL

Domisili fiskal adalah status kependudukan yang digunakan ntk tujuan pemajakan. Pemajakan untuk penduduk umumnya dikenakan dengan prinsip world wide income (pajak akan dikenakan dinegara domisili, baik penghasilan yang diterima/diperoleh dari dalam negeri maupn yang diterima/diperoleh dari luar negeri. Sesuai dengan pasal 4 ayat (1) UU PPh).

 

Pemajakan bukan penduduk umumnya dikenakan di Negara sumber hanya atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dari Negara tersebut.

 

UU PPh tidak melihat stats subjek pajak orang pribadi berdasarkan kewarganegaraan, namun lebih kepada :

 

  1. Tempat tinggal

 

  1. Berapa lama berada di Indonesia, dan

 

  1. Adanya niat untuk bertempat tinggal di Indonesia



SUBJEK PAJAK DALAM NEGERI

 

Sesuai pasal 2 ayat (3) UU PPh, criteria dari subjek pajak dalam negeri adalah sebagai berikut:

 

  • Subjek pajak orang pribadi dalam negeri menjadi wajib pajak apabila telah menerima atau memperoleh penghasilan yang besarnya melebihi PTKP. Orang pribadi bertempat tinggal di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan, orang pribadi yang dalam sat tahun pajak berada di Indonesia, dan mempunyai niat bertempat tinggal di Indonesia.

 

  • Subjek pajak dalam negeri menjadi wajib pajak sejak saat didirikan atau bertempatkedudukan di Indonesia.



SUBJEK PAJAK LUAR NEGERI

 

Orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia, berada di indonesia tidak lebih darai 183 hari selama jangka waktu 12 bulan, dan badan yang tidak didirikan di Indonesia yang dapat menerima atau memeroleh penghasilan dari Indonesia tidak dari menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia.

 

Subjek pajak luar negeri, baik orang pribadi maupun badan sekaligus merpakan wajib pajak karena menerima dan/atau memperoleh penghasilan yang bersumber dari Indonesia atau menerima dan/atau memperoleh penghasilan yang bersumber dari Indonesia melalui nbentk usaha tetap di Indonesia.

 

Wajib pajak lar negeri hanaya akan dikenakan pajak atas penghasilan yang diterima tau diperoleh bersumber dari Indonesia saja. Pasal 26 UU PPh mengatur tentang potongan pajak sebesar 20% atas oenghasilan wajib pajak luar negeri.

 

 Tata Cara

 Tata Cara

Dalam upaya melestarikan kesenian Goong Renteng dan berdasarkan adat turun temurun, sebelum bulan Mulud, Goong Renteng itu harus “mandi” artinya dicuci agar tetap bersih, lalu diadakan selamatan sambil menabuhnya. Tradisi lainnya yang biasa dipakai yaitu setiap tanggal 1 Syawal dan 10 Rayagung harus dibunyikan.Sedangkan larangan “karuhun” yang harus dijaga oleh keturunannya yakni tidak boleh menjual Gamelan Goong Renteng itu kepada siapapun.Hasilnya hingga saat ini Gamelan Goong Renteng masih tetap utuh meskipun keadaannya sudah kurang memadai.

Goong renteng dibunyikan pada awal upacara berlangsung, guna menyambut tamu agung atau tamu kehormatan, seperti halnya pada upacara seren taun.Biasanya goong renteng disimpan atau dimainkan pada panggung yang tinggi dan letaknya pun dekat dengan pintu masuk atau gerbang utama para tamu masuk.

Goong renteng dimainkan oleh para bapak-bapak atau yang memang usianya sudah tua, dikarenakan para pemainnya pun tidak gonta ganti dan sembarang orang dapat memainkannya.

3.5              Tata Busana

Busana yang dipergunakan pada saat pementasan goong renteng ini cukup sederhana, bapak-bapak yang memainkan goong renteng ini hanya cukup mengenakan jas khusus berwarna biru muda dengan lengan panjang, namun ada juga yang mempergunakan pakaian serba hitam dengan menggunakan pengikat kepala bermotif batik.

 

Pengertian Kebudayaan

Pengertian Kebudayaan

Pengertian Kebudayaan

Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar  (Koentjaraningrat, 1984 : 9 ; dan 1986 : 180).

Prof. Dr. Prijono, guru-besar di Universitas Indonesia dan Mentri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan  pada zaman pemerintahan Soekarno, menurut beliau secara formil kata kebudayaan   berasal dari kata budaya jamak dari budhi yang telah lazim kita pakai dalam bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa daerah kita dalam bentuk budi. Jika demikian, maka kebudayaan dapat diartikan sebagaisegala hasil manusia atau hasil dari segala budhi manusia.

Iih Abdurochim, Ph. D., Lektor di IKIP Bandung, menyimpulkan: “Kebudayaan itu adalah segala sesuatu yang diciptakan manusia, baik dahulu maupun sekarang, yang kongkrit maupun yang abstrak. Jadi kebudayaan adalah lawan daripada alam (kultur lawanya natur)”. Selanjutnya beliau berkata pula: “Kebudayaan terdiri dari berbagai segi atau aspek dan unsur atau elemen.”

2.2          Kesenian dan Ilmu Keindahan ( Estetika)

Umumnya bagi orang berbahasa Indonesia, kebudayaan adalah “kesenian”, yang bila dirumuskan, bunyinya sebagai berikut:

Kebudayaan dalam arti kesenian adalah ciptaan dari segala pikiran dan perilaku manusia yang fungsional, estetis, dan indah, sehingga ia dapat dinikmati dengan pancaindranya (yaitu penglihat, penghidu, pengecap, perasa, dan pendengar).

Menurut para ahli filsafat, khususnya E. Kant, ilmu estetiksa adalah kemampuan manusia untuk mengamati keindahan lingkungannya secara teratur. Berkaitan dengan penilaian mengenai keindahan itu, aturan-aturannya tentu banyak. Sejak beribu-ribu tahun (mungkin bahkan lebih lama), yaitu sejak manusia purba masih hidup, keindahan dicapai dengan meniru mirip lingkingan itu, manusia kadang-kadang berhasil menirunya dengan hampir sempurna. Dikatakan hampir sempurna, karena masih ada bedanya. Seni rupa yang meniru mirip lingkungan itu menjadi aliran yang sekarang disebut “aliran naturalisme”, sementara yang berbeda dengan lingkungan, tetapi masih memiliki keindahan, disebut ”aliran seni rupa primitif”. Kita mengenal lukisan-lukisan dinding yang dihasilkan manusia-manusia purba di dinding-dinding gua tempat ia berteduh atau tinggal, yang seringkali memiliki keindahan yang khas.

Pada suatu ketika manusia kemudian berhenti untuk menirulingkungan, tetapi menggunakan garis-garis dan lingkungan-lingkungan geometrik, dekoratif, sesuai dengan penilaian keindahan dan kreativitas seniman yang bersangkutan. Sebenarnya penduduk Irian Jaya pun telah meninggalkan upaya untuk meniru lingkungan tatkala mereka menciptakan tiang-tiang mbis, yaitu patung-patung yang menggambarkan orang-orang yang disusun secara vertikal. Patung-patung ini sebenarnya menggambarkan silsilah orang dengan para leluhur.

Kesenian bagi cabang ilmu pengetahuan tidak hanya diartikan sebagai tari-tarian, tetapi terutama seni pembuatan tekstil (termasuk batik, ikat, dan songket). Dalam hal ini, arti, kedudukan, dan simbolik dari motif-motif yang ditampilkan dalam seni pembuatan tekstil ini menduduki tempat yang penting dalam antropologi.

Namun di samping itu, hampir semua cabang kesenian tradisional pun mendapat perhatian yang mendalam dari antropologi.

Berdasarkan indera penglihatan manusia, maka kesenian dapat dibagi sebagai berikut:

Sumber :

https://mhs.blog.ui.ac.id/abd.jalil/gb-whatsapp-apk/

 

  Aliran Realisme Hukum

  Aliran Realisme Hukum

  Aliran Realisme Hukum

Aliran ini diprakarsai oleh Karl Llewellyn (1893-1962), Jarome Frank (1889-1957) dan Hakim Oliver W. Holmes (1841-1935) ketiganya orang Amerika. Mereka terkenal dengan konsep yang radikal tentang proses peradilan dengan menyatakan bahwa hakim-hakim tidak hanya menemukan hukum, akan tetapi bahkan membentuk hukum. Ahli-ahli pemikir dari aliran ini menaruh perhatian yang sangat besar terhadap keadilan, walaupun mereka berpendapat bahwa secara ilmiah tak dapat ditentukan apa yang dinamakan hukum yang adil. Aliran ini dengan buah pikirannya mengembangkan pokok-pokok pikiran yang sangat berguna bagi penelitian-penelitian yang bersifat interdisipliner, terutama dalam penelitian-penelitian yang memerlukan kerjasama antara ilmu hukum dengan ilmu-ilmu social.

            Selain bertolak dari pemikiran para ahli filsafat, aliran pemikiran sosiologi hukum juga dapat dilihat dari hasil-hasil pemikiran para sosiolog, antara lain : Emile Durkheim (1858 – 1917) dan Max Weber (1864 – 1920).

Emile Durkheim dari Perancis adalah seorang tokoh penting yang mengembangkan sosiologi dengan ajaran-ajarannya yang klasik. Di dalam teori-terinya tentang masyarakat, Durkheim menaruh perhatian yang besar terhadap kaidah-kaidah hukum yang dihubungkan dengan jenis-jenis solidaritas yang dijumpai dalam masyarakat. Dengan demikian, maka kaidah-kaidah hukum dapat diklasifikasikan menurut jenis-jenis sanksi yang menjadi bagian utama dari kaidah hukum tersebut. Di dalam masyarakat dapat ditemukan 2 macam kaidah hukum : represif dan restitutif. Teori Durkheim, berusaha untuk menghubungkan hukum dengan struktur social. Hukum dipergunakan sebagai suatu alat diagnose untuk menemukan syarat-syarat structural bagi perkembangan solidaritas masyarakat. Hukum dilihatnya sebagai dependent varaiable, yaitu suatu unsur yang tergantung pada struktur social masyarakat, akan tetapi hukum juga dilihatnya sebagai suatu alat untuk mempertahankan keutuhan masyarakat maupun untuk menentukan adanya perbedaan-perbedaan dalam masyarakat.

Sedangkan Max Weber, ajarannya tentang sosiologi hukum sangat luas; secara umum ditelaahnya hukum-hukum Romawi, Jerman, Perancis, Anglo Saxon, Yahudi, Islam, Hindu dan bahkan adat Polinesia. Karena latar belakangnya di bidang hukum, maka terlihat betapa luas dan mendalamnya uraian-uraiannya. Ia lebih dapat menghayati pikiran-pikiran ahli-ahli hukum maupun para sosiolog, serta mempertemukan beberapa titik paut. Bagi Weber, hukum yang rasional dan formal merupakan dasar bagi suatu Negara modern. Kondisi-kondisi social yang memungkinkan tercapainya taraf tersebut adalah system kapitalisme dan profesi hukum. Sebaliknya, introduksi unsure-unsur yang rasional dalam hukum membantu juga membantu system kapitalisme. Proses tersebut tak mungkin terjadi dalam masyarakat yang didasarkan pada kepemimpinan kharismatis atau dasar ikatan darah, oleh karena proses mengambil keputusan pada masyarakat-masyarakat

Sumber :

https://nomorcallcenter.id/