Masalah Makro Ekonomi Dan Kebijakan Fiskal

Masalah Makro Ekonomi Dan Kebijakan Fiskal

Masalah Makro Ekonomi Dan Kebijakan Fiskal
Langkah-langkah pemerintah untuk membuat perubahan-perubahan dalam sistem pajak atau dalam pembelanjannya dengan maksud unttuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi dinamakan kebijakan fiskal . Dalam suatu perekonomian tertutup, yaitu perekonomianyang tidak menjalankan kegiatan perdagangan luar negeri. Dua masalah makro ekonomi yang utama adalah pengangguran dan inflasi.

Pada hakekatnya kebijakan fiskal tersebut merupakan kebijakan T (mengubah tarif-tarif pajak) dan kebijakan G (mengubah pengeluaran pemerintah) dengan tujuan untuk mempengaruhi aktivitas perekonomian yang bersangkutan sesuai dengan sasaran-sasaran yang digariskan oleh pemerintah yang bersangkutan .

Masalah pengangguran dan inflasi

Tingkat kegiatan ekonomi negara yang wujud pada suatu waktu tertentu adalah berbentuk salah satu dari tiga keadaan berikut:
-Mencapai tingkat konsumsi tenaga kerja penuh
-Menghadapi masalah pengangguran
-Menghadapi masalah inflasi

 

Sumber :

http://www.unmermadiun.ac.id/sewulan/index.php/2020/07/situs-jasa-penulis-artikel/

Multiplier pengeluaran pemerintah

Multiplier pengeluaran pemerintah
Multiplier pengeluaran pemerintah

Sistem pajak tetap
Dalam perekonomian yang menggunakan sistem pajak tetap, nilai multiplier pengeluaran pemerintah adalah 1/(1-b) dan kenaikan pendapatan nasional (ΔY) dapat dihitung dengan persamaan:

ΔY= 1/(1-b) ΔG

Sistem pajak proporsional
Dalam perekonomian yang menggunakan sistem pajak proporsional, nilai multiplier pengeluaran pemerintah adalah 1/(1-b+bt) dan kenaikkan pendapatan ΔY dapat dihitung menggunakan persamaan:
ΔY= 1/(1-b+bt) ΔG

Multiplier pajak

Sistem pajak tetap
Pengurangan pajak sebanyak ΔI akan menambah PN (ΔY) sebanyak b/(1-b) dikali dengan pengurangan pajak yang dilakukan. Dalam pajak tetap nilai multiplier perubahan pajak (MT) adalah:
M_T= ΔY/ΔT= b/(1-b )

Sistem pajak proporsional
Pertambahan dalam pendapatan nasional (ΔY = Y2 – Y) dapat ditentukan dengan menggunakan formula:
ΔY= 1/(1-b+bt) (tΔT)
atau
ΔY= b/(1-b+bt) (ΔT)

Sumber :

https://mhs.blog.ui.ac.id/abd.jalil/jasa-penulis-artikel/

 

Perkembangan Soasial

Perkembangan Soasial

Pada masa remaja berkembang “social cognition”, yaitu kemampuan untuk memahami orang lain. Remaja memahami orang lain sebagai individu yang unik, baik menyangkut sifat pribadi, minat, nilai-nilai, maupun perasaannya. Pada masa ini juga berkembang sikap “conformity”, yaitu kecenderungan untuk menyerah atau mengikuti opini, pendapat, nilai, kebiasaan, kegemaran atau keinginan orang lain (teman sebaya).

Apabila kelompok teman sebaya yang diikuti menampilkan sikap dan perilaku yang secara moral dan agama dapat dipertanggung jawabkan maka kemungkinan besar remaja tersebut akan menampilkan pribadinya yang baik. Sedangkan, apabila kelompoknya itu menampilkan dan perilaku yang melecehkan nilai-nilai moral maka sangat dimungkinkan remaja akan melakukan perilaku seperti kelompoknya tersebut.


  1. Bahaya dan Masalah – Masalah Pada Masa Remaja

Seiring dengan perkembangan fisik yang sangat cepat dapat berakibat pada masa remajayang tidak dapat menyesuaikan diri secara baik, sering menimbulkan bahaya-bahaya yang muncul pada masa remaja. Menurut Hurlock (1991: 236-237) Tidak semua remaja dapat memenuhi tugas-tugas tersebut dengan baik. Menurut Hurlock(1973) ada beberapa masalah yang dialami remaja dalam memenuhi tugas-tugas tersebut, yaitu:

1)       Masalah pribadi, yaitu masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi dirumah, sekolah, kondisi fisik, penampilan, emosi, penyesuaian sosial, tugas dan nilai-nilai.

2)      Masalah khas remaja, yaitu masalah yang timbul akibat status yang tidak jelas pada remaja, seperti masalah pencapaian kemandirian, kesalah pahaman atau penilaian berdasarkan stereotip yang keliru, adanya hak-hak yang lebih besar dan lebih sedikit kewajiban dibebankan oleh orangtua.

Selain itu, Hurlock juga berpendapat bahwa terdapat dua bahaya yang dapat muncul padamasa remaja, yaitu:

1)      Bahaya fisik, yaitu bahaya yang meliputi kematian, bunuh diri atau percobaan bunuh diri,cacat fisik, kecanggungan, dan kekakuan.

 

Sumber :

http://rahmad.blog.unismuhpalu.ac.id/jasa-penulis-artikel/

Faktor waktu

  1. Faktor waktuFaktor waktu

            Pertimbangan-pertimbangan mengenai waktu juga sangat menentukan keberhasilan investasi. Karena mungkin untuk waktu 5 tahun kedepan investasi yang paling menguntungkan adalah produksi tekstil namun mungkin 10 tahun kedepan belum tentu investai industri tekstil ini menguntungkan.

  1. Kepentingan masyarakat

            Pertimbangan-pertimbangan mengenai kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang paling mendesak itu menjadi salah satu factor penentu keberhasilan dalam investasi .

  1. Unsur Pasar

            Investasi tidak hanya ditekankan pada produksi saja,teapi juga mengenai pasar produksi tersebut. Meskipun investasi efisien, tetapi apabila pasar atau unsur, pasar kurang diperhatikan maka investor akan mengalami kegagalan.

 

Recent Posts

AKUMULASI KAPITAL

AKUMULASI KAPITAL

  Akumulasi kapital adalah salah satu faktor penting bagi pertumbuhan ekonomi. Dan dapat terwujud dalam tabungan rill, sehingga sumber uang yang semula tujuannya untuk konsumtif dapat diarahkan untuk tujuan produktif. Perlu adanya mekanisme kredit, agar sumber uang tersebut bisa digunakan investor terutama untuk membuat barang capital yang produktif. Yang mempengaruhi mobilitas, alokasi capital dan dapat menyalurkan  tabungan investasi produktif.  Tanpa tambahan output akan menyebabkan inflasi[2].

  Jadi untuk perkembangan ekonomi tidak sekedar menaikkan akan uang,akan tetapi juga menaikkan jumlah output riil. Kekurangan-kekurangan di bidang teknik yang diperlukan tidak dapat di atasi hanya dengan menambah uang saja. Yang diperlukan adalah pembentukam capital rill tidak dalam bentuk uang. Yang diperlukan dalam mengukur banyaknya kapital diantaranya :

  1. Perkiraan tingkat pertambahan penduduk
  2. Target kenaikan pendapatan rill perkapita
  3. Angka rasio pertambahan  antara investasi dan output.

Intinya jika ingin menaikan pendapatan per kapita maka juga harus menaikan akumulasi kapital. Maka dari itu investasi harus di tingkatkan. Berikut ini merupakan cara-cara untuk menaikan tingkat investasi:

Sumber :

https://businessnews.id/

Manfaat Asuransi

Manfaat AsuransiManfaat Asuransi

3

Pada dasarnya asuransi memberikan manfaat bagi pihak tertanggung, antara  lain:

  1. Rasa aman dan perlindungan

Polis asuransi yang dimiliki oleh tertanggung akan memberikan rasa aman dari risiko atau kerugian yang mungkin timbul. Kalau risiko atau kerugian tersebut benar-benar terjadi, pihak tertanggung (insured) berhak atas nilai kerugian sebesar nilai polis atau ditentukan berdasarkan perjanjian antara tertanggung dan penanggung.

  1. Pendistribusian biaya dan manfaat yang lebih adil

Prinsip keadilan diperhitungkan dengan matang untuk menentukannilai pertanggungan dan premi yang harus ditanggung oleh pemegang polis secara periodik dengan memperhatikan secara cermat faktor-faktor yang berpengaruh besar dalam asuransi tersebut. Untuk mendapatkan nilai pertanggungan, pihak penanggung sudah membuat kalkulasi yang tidak merugikan kedua belah pihak. Semakin besar nilai pertangguangan, semakin besar pula premi periodik yang harus dibayar oleh tertanggung.

  1. Polis asuransi dapat dijadikan sebagai jaminan untuk memperoleh kredit.
  2. Berfungsi sebagai tabungan dan sumber pendapatan

Premi yang dibayarkan setiap periode memiliki substansi yang sama dengan tabungan. Pihak penanggung juga memperhitungkan bunga atas premi yang dibayarkan dan juga bonus (sesuai dengan perjanjian kedua belah pihak).

  1. Alat penyebaran risiko

Risiko yang seharusnya ditanggung oleh tertanggung ikut dibebankan juga pada penanggung dengan imbalan sejumlah premi tertentu yang didasarkan atas nilai pertanggungan.

  1. Membantu meningkatkan kegiatan usaha

Investasi yang dilakukan oleh para investor dibebani dengan risikokerugian yang bisa diakibatkan oleh berbagai macam sebab (pencurian, kebakaran, kecelakaan, dan lain-lain).

 

Sumber :

https://ijateng.id/

 Bentuk-Bentuk Kesalahan

 Bentuk-Bentuk Kesalahan

Ilmu hukum pidana mengenal dua bentuk kesalahan, yaitu kesengajaan atau dolus dan ke-alpaan atau culpa. Sebagian besar pasal-pasal dalam KUHP membuat kesalahan dalam bentuk kesengajaan dengan menggunakan berbagai rumusan, di samping beberapa tindak pidana yang dilakukan dengan ke-alpaan, misalnya saja pada Pasal 359 dan 360 KUHP yang sering diterapkan di dalam kasus kecelakaan lalu lintas. Beberapa bentuk kesalahan yaitu :

  1. Kesengajaan (dolus)

Dolus dalam bahasa Belanda disebut opzet dan dalam bahasa inggris disebut intention yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sengaja atau kesengajaan.

KUHP sendiri tidak menjelaskan pengertian kesengajaan dan ke-alpaan itu. Oleh Memori van Toeliching dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan kesengajaan adalah willens en watens yang artinya adalah menghendaki dan menginsyafi atau mengetahui atau secara agak lengkap seseorang yang melakukan suatu perbuatan dengan sengaja harus menghendaki perbuatannya itu dan harus menginsyafi atau mengetahui akibat yang mungkin akan terjadi karena perbuatannya.

Recent Posts

Perekonomian Terbuka 

Perekonomian Terbuka Perekonomian Terbuka 

2.1.1. Pengertian Perekonomian Terbuka

Perkonomian terbuka adalah suatu sistem ekonomi yang di dalamnya terdapat kegiatan ekspor dan impor yang tentunya dilakukan antara satu negara dengan negara lainnya. Dalam pengertian lain perekonomian terbuka juga disebut sebagai perekonomian empat sektor yang memang mencakup empat kriteria, yaitu rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan luar negeri. Ekonomi terbuka berarti bahwa ada pasar keempat didalam proses perekonomian yaitu pasar luar negeri. Adanya pasar luar negeri mempunyai konsekuensi yang lebih lanjut terhadap pasar-pasar lainnya.

Secara fisik, ekspor diartikan sebagai pengiriman dan penjualan barang-barang buatan dalam negeri ke luar Negara-negara lain. Pengiriman ini akan menimbulkan aliran pengeluaran yang masuk ke sektor perusahaan. Dengan demikian pengeluaran agregat akan meningkat sebagai akibat dari kegiatan mengekspor barang dan jasa dan pada akhirnya keadaan ini akan menyebabkan peningkatan dalam pendapatan nasional.

Secara fisik, impor merupakan pembelian dan pemasukkan barang dari luar negeri ke dalam negeri atau ke dalam suatu perekonomian. Aliran barang ininakan menimbulkan aliran keluar dari aliran pengeluaran dari sektor rumah tangga ke sektor perusahaan. Aliran keluar ini yang akan menyebabkan menurunnya pendapatan nasional.

Recent Posts

Kebijakan dan peristiwa memengaruhi perekonomian terbuka

Kebijakan dan peristiwa memengaruhi perekonomian terbukaKebijakan dan peristiwa memengaruhi perekonomian terbuka

Defisit negara pemerintah

Ketika pemerintah mengalami defisit anggaran, jumlah penawaran dana pinjaman berkurang. Tingkat suku bunga naik untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan dana pinjaman. Tingkat suku bunga yang lebih tinggi mengurangi arus keluar modal neto. Berkurangnyaarus keluar modal neto, pada akhirnya, mengurangi penawaran mata uang lokal di pasar pertukaran valuta asing . Penurunan mata uang asing ini menyeimbabkan nilai tukar riil terapresiasi. Apresiasi nilai tukar mendorong neraca perdagangan kea rah defisit.

Dampak – dampak kuota impor

Ketika pemerintah Malasya menerapkan kuota impor mobil dari Jepang, tidak terjadi apa-apa di pasar dana pinjaman . Satu-satunya dampak meningkatkan ekspor neto (ekspor dikurangi impor) untuk setiap nilai tukar riil. Akibatnya, permintaan ringgit Malasya di pasar-pasar pertukaran valuta asing meningkat. Peningkatan permintaan ringgit ini mengapresiasi nilai mata uang ringgit. Apresiasi mata uang ringgit cenderung mengurangi ekspor neto sehingga mengimpaskan dampak langsung dari kuota impor terhadap neraca perdagangan.

Dampak-dampak pelarian modal

Jika orang memutuskan bahwa Filipina merupkan tempat beresiko untuk menyimpan tabungannya, mereka akan memindahkan modal mereka ke tempat yang lebih aman seperti Amerika Serikat, yang mengakibatkan peningkatan arus keluar modal neto Filipina. Oleh karena itu, permintaan untuk dana pinjaman di Filipina naik dan ini mendorong tingkat suku bunga riil Filipina. Karena arus modal neto lebih tinggi untuk semua tingkat suku bunga. Pada saat yang bersamaan, di pasar pertukaran valuta asing, penawaran peso naik. Kenaikan penawaran peso ini menyebabkan peso terdepresiasi sehingga peso lebih bernilai dibandingkan dengan mata uang lain.

Kebijakan Perdagangan

Merupakan kebijakan pemerintah yang secara langsung memengaruhi jumlah barang dan jasa yang diimpor atau diekspor oleh suatu Negara. Kebijakan perdagangan ada dalam berbagai bentuk. Salah satu, jenis kebijakan perdagangan yang umum adalah tarif, pada pajak barang impor. Jenis lainnya adalah kuota impor, batasan jumlah barang tertentu yang dapat diproduksi di luar negeri dan dijual di dalam negeri.

Sumber :

https://etrading.co.id/

Tata Nama Enzim

Tata Nama EnzimTata Nama Enzim

Biasanya enzim mempunyai akhiran –ase. Di depan –ase digunakan nama substrat di mana enzim itu bekerja., atau nama reaksi yang dikatalisis. Misal : selulase, dehidrogenase, urease, dan lain-lain. Tetapi pedoman pemberian nama tersebut diatas tidak selalu digunakann. Hal ini disebabkan nama tersebut digunakan sebelum pedoman pemberian nama diterima dan nama tersebut sudah umum digunakan. Misalnya pepsin, tripsin, dan lain-lain. Dalam Daftar Istilah Kimia Organik (1978), akhiran –ase tersebut diganti dengan –asa.

Satu abad lalu, baru

\ada beberapa enzim yang dikenal dan kebanyakan di antaranya mengatalisis reaksi hidrolisis ikatan kovalen. Semua enzim ini diidentifikasi dengan penambahan akhiran –ase pada nama substansi atau substrat yang dihidrolisisnya. Jadi, lipase menghidrolisis lemak (Yunani lipos), amilase menghidrolisis pati (Yunani amylon), dan protease menghidrolisis protein. Meskipun banyak sisa peristilahan ini masih tetap bertahan sampai sekarang, pemakaiannya sudah terbukti tidak memadai ketika ditemukan berbagai enzim yang mengatalisis reaksi yang berbeda terhadap substrat yang sama, misal, oksidasi atau reduksi terhadap fungsi alcohol suatu gula. Sementara akhiran –ase tetap digunakan, nama enzim yang ada sekarang ini lebih menekankan pada tipe reaksi yang dikatalisisnya. Sebagai contoh, enzim dehidrogenase mengatalisis pengeluaran hidrogen, sementara enzim transferase mengatalisis reaksi pemindahan gugus.

Sumber :

https://etrading.co.id/