Pengertian-Pengertian Dasar Tentang Kemanusiaan

Pengertian-Pengertian Dasar Tentang KemanusiaanPengertian-Pengertian Dasar Tentang Kemanusiaan

Fitrah manusia membuatnya berkeinginan suci dan secara kodrati cenderung kepada kebenaran (Hanief). “Dlamier” atau hati nurani adalah pemancar keinginan pada kebaikan, kesucian dan kebenaran. Tujuan hidup manusia ialah kebenaran yang mutlak atau kebenaran yang terakhir, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Karena secara fitrahnya manusia cenderung kepada kebenaran, kebaikan dan keindahan, maka manusia secara dasar / asasi disebut sebagai mahluk yang mempunyai cita-cita dan cenderung kepada sesuatu yang ideal (mahluk ideal). Dalam arti tidak mau menerima “apa adanya” dan tetap selalu berusaha mewujudkan “apa yang semestinya atau apa yang seharusnya”. Hanya manusia yang dapat membentuk lingkungannya dan bukan lingkungan yang membentuk dirinya. Dengan kesadaran atau pikirannya, ia selalu menginginkan sesuatu yang lebik baik, begitupun seterusnya. Apabila manusia tidak mempunyai nilai kemanusiaan ini, maka dapat dipastikan, manusia saat ini akan tetap dalam keadaan yang sama, tidak maju-maju dan tidak bisa mampu menciptkan sebuah peradaban. Manusia yang hidup berarti dan berharga ialah dia yang merasakan kebahagiaan dan kenikmatan dalam kegiatan – kegiatan yang membawa perubahan kearah kemajuan- kemajuan Keikhlasan adalah kunci kebahagiaan hidup manusia, tidak ada kebahagiaan sejati tanpa keikhlasan dan keikhlasan selalu menimbulkan kebahagiaan.

        III.     Kemerdekaan Manusia (Ikhtiar) Dan Keharusan Universal (Takdir)

Seperti yang disinggung dalam bab II, bahwa salah satu dari nilai asasi manusia adalah sebagai mahluk yang berkehendak bebas/ merdeka. Tanpa kemerdekaan / kebebasan memilih, maka tak akan ada keikhlasan. Karena pekerjaan itu, tidak dipilih sesuai dengan kehendak hati nuraninya. Keikhlasan yang insani tidak mungkin ada tanpa kemerdekaan Kemerdekaan itu dalam pengertian kebebasan memilih sehingga pekerjaan itu benar-

 

Recent Posts

Pengertian Al-Wara

Pengertian Al-WaraPengertian Al-Wara

Secara lughawi wara’ artinya hati-hati. Secara istilah wara’ adalah sikap menahan diri agar hatimu tidak menyimpangkap sekejap pun dari mengingat Allah. Sufi yang lain mengemukakan bahwa wara’ adalah seorang hamba tidak berbicara melainkan dalam kebenaran, baik dalam keadaan rida maupun dalam keadaan marah.[1]

Definisi wara’ menurut Sufi, adalah bahwa : “Kamu menahan diri agar hatimu tidak menyimpang dalam sekejappun dari mengingat Allah. Jadi, wara’ itu permulaannya zuhud, keberadaannya wara’ karena ada rasa takut akan Allah, takut terjadi karena makrifat kepada Allah, makrifat sendiri terjadi karena dekat dengan Allah SWT (taqarrub).

Dalam tradisi sufi yang dimaksud dengan wara’ adalah meninggalkan segala sesuatu yang tidak jelas atau jelas hukumnya (subhat).[2] Hal ini berlaku pada segala hal atau aktifitas kehidupan manusia, baik yang berupa benda maupun perilaku seperti makanan, minuman, pakaian, pembicaraan, perjalanan, duduk, berdiri, bersantai bekerja dan lain-lain. Disamping meninggalkan segala sesuatu yang belum jelas hukumnya, dalam tradisi sufi wara’ juga berarti meninggalkan segala sesuatu yang berlebihan, baik berwujud benda maupun perilaku. Lebih dari itu meningglkan segala segala sesuatu yang tidak bermanfaat, atau tidak jelas manfaatnya.

Adapun yang menjadi dasar ajaran wara’ adalah nabi Muhammad SAW artinya: “Sebagian dari kebaikan tindakan keislaman seseorang adalah bahwa ia menjauihi sesuatu yang tidak berarti.” Juga hadits lain yang artinya: “: Bersikaplah wara’ dan kamu akan menjadi orang yang paling taat beribadah”

  1. Tingkatan Wara’

Wara’ ada empat tingkatan, yaitu:

  1. Wara’ orang ‘awam

yakni wara’ orang kebanyakan yaitu menahan diri dari melakukan hal-hal yang dilarang Allah SWT.

  1. Wara’ orang saleh

Menahan diri dari menyentuh atau memakan sesuatu yang mungkin akan jatuh kepada haram, misalnya memakan sesuatu yang tidak jelas hukumnya (subhat)

  1. Wara’ muttaqin

Menahan diri dari sesuatu yang tidak diharamkan dan tidak syubhat karena takut jatuh kepada yang haram.

Nabi bersabda, yang artinya:

“seorang hamba tidak akan mencapai derajat muttaqin sehingga dia meninggalkan apa yang tidak berdosa karena takut akan apa yang dapat menimbulkan dosa” (HR. Ibn Majah)

  1. Wara’ orang benar

Wara’ orang benar ialah menahan diri dari apa yang tidak berdosa sama sekali dan tidak khawatir jatuh kedalam dosa, tapi dia menahan diri melakukannya karena takut tidak ada niat untuk beribadah kepada Allah atau karena dapat membawanya kepada sebab-sebab yang memudahkannya jatuh kepada yang makruh atau maksiat. Menahan diri melakukan sesuatu yang tidak dilarang karena takut tidak ada niat untuk beribadah kepada Allah

Sumber :

https://rakyatlampung.co.id/

misi dan visi stratejik

misi dan visi stratejik

misi dan visi stratejik

            Visi merupakan pernyataan yang sederhana, mau diarahkan kemana jalannya organisasi, dan apa yang diinginkan pimpinan organisasi untuk dicapai pada masa depan dalam jangka panjang. Sedangkan misi merupakan pernyataan tentang berdirinya organisasi perusahaan, sebagai nilai dan maksud mendasar dari didirikanya organisasi tersebut.

            Misi dan visi stratejik memberikan gambaran tentang maksud dan nilai mendasar dalam menjalankan suatu organisasi. Oleh karena itu misi dan visi stratejik merupakan dasar nilai bagi jalannya organisasi, sehingga misi dan visi stratejik akan mempengaruhi proses perumusan dan pengimplementasian strategi.

 

Dengan pengambaran misi dan visi organisasi, maka kita dapat memahami aturan peran yang terdapat dalam pengoperasian kegiatan organisasi yang kompleks. Dari uraian misi dan visi stratejik organisasi tersebut kemudian diterjemahkan kedalam tindakan stratejik, yangmenjadi

dasar perbaikan bagi peningkatan kinerja organisasi dan posisi bersaingnya. Sering kali terdapat kekaburan pemahaman tentang rumusan yang jelas mengenai misi dan visi stratejik suatu organisasi perusahaan.rumusan misi suatu organisasi secara jelas menunjukan deskripsi perusahaan, tentang bisnis yang dijalankan dan maksud dari organisasi tersebut didirikan. Sedangkan visi stratejik dari suatu organisasi menggambarkan lingkup bisnis yang diharapkan akan dijalankan pada masa depan dan mau dibawa kemana jalannya organisasi. Misi dan visi stratejik memperkuat dan mendukung strategi, sebaliknya strategi memberikan rencana yang mengkait dengan upaya merealisasikan misi dan visi.

            Visi stratejik mempunyai hubungaan yang kuat dengan realitas organisasi yang membutuhkan strategi yang konkret. Misi dan visi stratejik merupakan peralatan yang sangat penting perananya, akan tetapi karena keduannya bersifat sangat umum dan bersifat mendua dilihat dari desainnya maka dalam merealisasikannya haruslah sangat berhati-hati dalam menyusun danmengeksekusi suatu strategi.akhirnya perlu disadari adalah maksud yang mendasar dan alasan suatuorganisasi didirikan, sedangkan visi menggambarkan untuk menjadi apa organisasi yang diinginkan tersebut.

2.3  Tingkatan manajemen stratejik

Dalam pelaksanaan manajemen stratejik,terdapat proses dan tingkat atau level dari strategi.tingkat atau level manajemen dari manajemen stratejik adalah manajemen stratejik pada tingkat puncak organisasi atau di kenal dengan strategi level korporasi.Kemudian di ikuti oleh tingkat pelaksanaan yaitu strategi level divisional dan berikut nya tingkat strategi fungsional serta terakhir adalah strategi level operasional.

Perkembangan organisasi akan terus berubah baik secara formalitas,maupun secara structural dan hal ini juga mempengaruhi hirearki  di dalam suatu organisasi.dalam penyususna strategi pada setiap tingkat atau level dalam organisasi , dipengaruhi oleh ahli stratejik.

Strategi yang sangat menentukan di dalam sustu grup organisasi bisnis adalah strategi  jaringan (network strategi).strategi ini di kembangakan dala gup organisasi bisnis adalah untuk mencapai tujuan keseluruhan grup organisasi dan bukan tujuan dari masing-masinng organisasi tunggal.Strategi jaringan mengkoordinasikan tindakan di antara persekutuan organisasi.strategi

 

Sumber :

https://student.blog.dinus.ac.id/blogtekno/status-whatsapp-kini-bisa-hanya-teks/

Sarapan dapat Menurunkan Berat badan

Sarapan dapat Menurunkan Berat badan


Mungkin terkesan ganjil, bagaimana bisa makan pagi bisa membantu program penurunan berat badan?! Ini benar adanya. Beberapa penelitian menyebutkan orang-orang yang melewatkan makan pagi cenderung mudah bertambah berat badan.

Penelitian terakhir yang dilakukan di London menunjukkan bahwa hal ini berkaitan dengan pola aktivitas di dalam otak. Dalam penelitian tersebut didapatkan bahwa orang yang melewatkan sarapan cenderung makan siang lebih banyak daripada mereka yang sudah sarapan. Ini logis mengingat orang yang melewatkan makan pagi jauh lebih lapar daripada yang tidak melewatkannya. Ini tentu tidak mengejutkan.

Yang mengejutkan adalah, orang yang melewatkan makan pagi cenderung memilih makan siang yang “menggugah selera”, yaitu makanan yang memiliki kadar kalori dan lemak sangat tinggi. Ini adalah pola aktivitas di dalam otak dimana rasa lapar dan ketertarikan terhadap makanan berkalori tinggi bekerjasama dan mendorong seseorang untuk makan lebih banyak.

Porsi makan siang orang yang melewatkan makan pagi adalah 20% lebih banyak dari porsi makan siang pada mereka yang sebelumnya sudah sarapan.

Sarapan dapat Mengurangi Resiko Penyakit Kronis

Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Harvard, dan yang melibatkan lebih dari 2800 orang, menunjukkan bahwa mereka yang rutin makan pagi memiliki resiko atau permasalahan gula darah 50% lebih rendah dari mereka yang melewatkan makan pagi.

Masalah gula darah bisa menjadi pelopor diabetes dan bisa meningkatkan kadar kolesterol. Kolesterol yang tinggi meningkatkan resiko penyakit jantung.
Makan pagi sesegera mungkin setelah bangun tidur dapat membantu menstabilkan gula darah, karena sebelumnya Anda tidak makan selama kurang lebih 12 jam, maka gula darah menurun hingga saat anda terbangun dan makan pagi.

Jika anda memaksa tubuh Anda mengalami kondisi demikian hingga waktu makan siang (melewatkan makan pagi) lalu makan siang dalam porsi besar, maka gula darah melonjak secara tiba-tiba. Jika kondisi melonjaknya gula darah semacam itu terjadi secara terus-menerus (konstan), maka dapat menyebabkan resistensi insulin, dan kemudian dapat berkembang menjadi penyakit kronis.

Recent Posts

 

 Ketersediaan air di suatu tempat (air, tanah, perairan).

 Ketersediaan air di suatu tempat (air, tanah, perairan).

Irama harian kelembaban sangat bervariasi, terkadang tinggi pada malam hari dan rendah pada siang hari dan sebaliknya. Irama harian kelembaban ini juga dapat disebabkan karena perbedaan letak tempat baik secara horizontal maupun vertikal. Pengaruh kelembaban udara sejalan dengan temperatur dan intensitas   udara serta sinar matahari yang mempunyai peranan pemting dalam mengatur aktifitas organisme dan dalam membatasi penyebarannya (Umar, 2012).

Faktor suhu / temperatur dan kelembaban seperti pada kasus interaksi kebanyakan faktor, tergantung pada nilai nisbi dan juga nilai mutlak setiap faktor. Jadi, suhu atau temperatur memberikan efek membatasinya lebih hebat lagi terhadap organisme apabila keadaan kelembaban adalah ekstrim yakni, apakah keadaan tadi sangat tinggi atau sangat rendah, daripada apabila keadaan demikian itu adalah sedang saja (Odum, 1994).

Kelembaban udara dalam ruangan tertutup dapat diatur sesuai dengan keingunan. Pengaturan kelembaban udara ini didasarkankan atas prinsip kesetaraan potensi air antara udara dengan larutan atau dengan bahan padat tertentu. Jika ke dalam suatu ruangan tertutup dimasukkan larutan, maka air dalam larutan tersebut akan menguap sampai terjadi keseimbangan antara potensi air pada udara dengan potensi larutan. Demikian pula halnya jika hidrat Kristal garam-garam tertentu dimasukkan dalam ruang tertutup, maka air dari hidrat Kristal garam akan menguap sampai terjadi keseimbangan potensi air (Lakitan, 1994).

Kelembaban nisbi biasanya diukur dengan menggunakan termometer basah dan kering, baik secara manual maupun dengan alat Sling Psychrometer dan Hygrograf. Apabila pembacaan pada kedua termometer basah dan kering sama, maka kelembaban nisbinya adalah 100%, tetapi apabila pembacaan termometer basah di bawah termometer kering, maka kelembaban nisbinya kurang dari 100%. Nilai sebenarnya dapat dilihat pada tabel, tetapi kalau menggunakan Sling Psychrometer dan hygrometer dapat langsung dibaca pada skala ukurannya (Umar, 2012).

Sumber :

https://obatsipilisampuh.id/apple-selidiki-kasus-baterai-iphone-membengkak/