Mengenal Apa Itu Parasitologi

Mengenal Apa Itu Parasitologi

Mengenal Apa Itu Parasitologi
Mengenal Apa Itu Parasitologi
Parasitologi adalah suatu ilmu cabang Biologi yang mempelajari tentang semua organisme parasit. Tetapi dengan adanya kemajuan ilmu, parasitologi kini terbatas mempelajari organisme parasit yang tergolong hewan parasit, meliputi: protozoa, helminthes, arthropoda dan insekta parasit, baik yang zoonosis ataupun anthroponosis. Cakupan parasitologi meliputi taksonomi, morfologi, siklus hidup masing-masing parasit, serta patologi dan epidemiologi penyakit yang ditimbulkannya.
Organisme parasit adalah organisme yang hidupnya bersifat parasitis; yaitu hidup yang selalu merugikan organisme yang ditempatinya (hospes)Predator adalah organisme yang hidupnya juga bersifat merugikan organisme lain (yang dimangsa). Bedanya, kalau predator ukuran tubuhnya jauh lebih besar dari yang dimangsa, bersifat membunuh dan memakan sebagian besar tubuh mangsanya. Sedangkan parasit, selain ukurannya jauh lebih kecil dari hospesnya juga tidak menghendaki hospesnya mati, sebab kehidupan hospes sangat essensial dibutuhkan bagi parasit yang bersangkutan.

Istilah dalam Parasitologi dan Pembagian Hewan Parasit

  1. Organisme (manusia atau hewan) yang ditempati oleh organisme lain (parasit) di mana organisme tersebut merugikan hospes (inang) yang ditumpanginya karena mengambil makanan disebut hospes.
  2. Hospes yang dirugikan itu dapat digolongkan menjadi 4 macam yaitu hospes definitif, hospes perantara, hospes predileksi dan hospes reservoir. Hospes definitif yaitu hospes yang membantu hidup parasit dalam stadium dewasa/stadium seksual.
  3. Berdasar lama waktu hidupnya parasit dibagi menjadi dua yaitu parasit temporer dan stasioner. Parasit temporer disebut juga parasit nonperiodis (nonberkala) yang mengunjungi hospesnya pada waktu-waktu berselang atau parasit tersebut tidak menetap pada tubuh hospesnya.
  4. Pediculus humanus disebut sebagai ektoparasit karena hidup di kepala atau hidup pada permukaan luar hospesnya.

Hubungan antara Parasit dengan Inang

Derajat preferensi inang adalah produk adaptasi biologis dari parasit yang menyebabkan parasit tersebut secara alami mempunyai pilihan terhadap inang dan juga jaringan tubuh inang. Semakin tinggi derajat preferensi suatu parasit terhadap inang akan menyebabkan adanya spesifitas inang.
Kekebalan terhadap parasit, Modus dan Sumber Penulurannya
Di dalam tubuh terdapat suatu mekanisme yaitu mekanisme tanggap kebal yang akan mengenali dan segera memusnahkan setiap sel yang berbeda/asing dari sel normal tubuhnya sendiri. Seperti pada kekebalan terhadap bakteri, cendawan, dan virus, kekebalan dalam parasitologi terdiri dari kekebalan bawaan yang mungkin disebabkan spesifitas inang, karakteristik fisik inang, sifat biokimia yang khas dan kebiasaan inang serta kekebalan didapat. Kekebalan didapat dibedakan menjadi:
– Kekebalan secara pasif, contohnya ialah kekebalan anak yang didapat dari kolostrum ibunya.
– Kekebalan didapat secara aktif.
Reaksi kekebalan didapat secara aktif, timbul setelah adanya rangsangan oleh antigen. Tergantung dari sifat antigen sehingga terjadi pembelahanlimfosit-limfosit menjadi sel-T atau sel B. Sel T mempunyai reseptor khusus terhadap antigen tertentu, sedangkan sel B akan mengeluarkan antibodi yang dikenal sebagai imunoglobulin, yang akan berikatan secara khas pula dengan antigen.
Modus penularan ialah cara atau metode penularan penyakit yang biasanya terjadi. Pada umumnya, cara penularan penyakit parasit adalah secara kontak langsung, melalui mulut (food-borne parasitosis), melalui kulit, melalui plasenta, melalui alat kelamin dan melalui air susu. Sumber penularan bagi penyakit parasit, seperti halnya bagi penyakit menular lain terjadi dari inang yang satu ke inang yang lain. Penularan dapat juga dari sumber penyakit kepada inang baru. Adapun yang dapat berlaku sebagai sumber penularan penyakit parasit ialah organisme baik hewan maupun tumbuhan dan benda mati seperti tanah, air, makanan dan minuman.

Ekologi Parasit

Ekologi parasit adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara parasit dengan lingkungan habitatnya, terutama mengenai distribusi parasit dengan sumber makanannya dan interaksi jenis-jenis parasit dalam satu habitat. Parasit yang terdapat di dalam tubuh inang, mungkin terdapat di dalam sistem pencernaan, sistem sirkulasi, sistem respirasi atau alat-alat dalam tubuh seperti hati, ginjal, otak dan limpa.
Biometeorologi adalah ilmu tentang atmosfer dan segala fenomena-fenomenanya/ilmu tentang cuaca yang berhubungan dengan data kehidupan. Faktor meteorologi yang berpengaruh pada kelangsungan hidup parasit adalah:
a. Data biometeorologi
b. Penguapan air
c. Kandungan air dalam tanah.

Pengaruh Faktor Cuaca terhadap Siklus Hidup Parasit

Pengaruh jumlah hujan dan temperatur terhadap kelangsungan hidup suatu jenis parasit berbeda, sebagai contoh Nematoda parasit membutuhkan lebih sedikit curah hujan dibandingkan dengan Trematoda.Trematoda membutuhkan jumlah air yang lebih banyak dibandingkan dengan Nematoda, sebab untuk menetaskan miracidium diperlukan genangan air.
Demikian juga pada telur cacing nematoda umumnya lebih tahan terhadap temperatur yang lebih tinggi daripada Trematoda dan Cestoda, tetapi sebagai larva infektif sebaliknya, yaitu larva Nematoda lebih tahan dingin daripada larva Trematoda dan Cestoda. Diduga bagian sinar matahari yang berpengaruh besar pada siklus hidup parasit adalah sinar ultraviolet. Dalam bereaksi terhadap tantangan dari faktor-faktor cuaca tersebut parasit bereaksi secara gabungan dan bukan bereaksi terhadap faktor itu satu demi satu.

Ruang Lingkup Parasitisme

Dalam mempelajari parasitologi diperlukan pengertian dan pendekatan ekologi serta memahami ekologi parasit yang merupakan dasar pembahasan berbagai masalah antara lain masuknya parasit ke dalam hospes, kepadatan parasit, inang dan sebagainya. Demikian juga untuk memahami penyebarannya perlu dipelajari mikro distribusi parasit. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kehidupan parasit antara lain air, temperatur, sinar matahari, waktu, flora dan fauna.
Semua makhluk hidup itu bereaksi terhadap banyak faktor-faktor tersebut secara bersama-sama, tidak terhadap faktor satu demi satu. Selanjutnya dalam mencegah dan mengobati penyakit secara umum dengan tindakan praktis, khususnya dalam pencegahan serta pemberantasannya.

Penggolongan Zoonosis dan Aspek yang Mempengaruhinya

Zoonosis adalah penyakit atau penularan-penularan yang secara alamiah terjadi antara hewan dan manusia. Penggolongan zoonosis dapat didasarkan pada:
(1) tingkat derajat revervoirnya dalam sistem zoologi,
(2) siklus penularan dan prospek pengendaliannya,
(3) taksonomi parasit penyebabnya.
Hal-hal yang berpengaruh terhadap kasus zoonosis parasiter pada manusia adalah:
  1. Aspek sosial budaya atau ekonomi; di antaranya adalah jenis pekerjaan. Sebagai pemburu juga pekerja hutan, mereka lebih terbuka kemungkinannya untuk memperoleh zoonosis parasiter dari hewan buruan dan hewan liar di hutan sebagai reservoirnya. Berbeda dengan pekerja pengalengan susu, daging atau ikan yang secara langsung lebih terbuka terhadap penularan zoonosis parasiter dari jenis toksoplasmosis, hidatidosis dan larva migran.
  2. Aspek ekologi; bertambahnya populasi atau dengan adanya transmigrasi, yang akan mengubah keadaan lingkungan. Perubahan ekologi, seperti adanya 2 ekosistem yang semula terpisah, kemudian bersatu dan dapat menjadi fokus baru bagi berbagai penyakit zoonosis; di antaranya schistosomiasis, trypanosomiasis, paragonimiasis dan sebagainya
  3. Aspek iklim dan cuaca; sebagai contoh: negara Indonesia dengan iklim tropis, panas, tetapi curah hujan cukup sehingga kelembabannya cukup pula. Hal tersebut memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan berbagai jenis parasit selagi berada di luar tubuh hospesnya. Contoh: sporulasi ookista Toxoplasma gondii, pembentukan telur infektif berbagai cacing parasit usus, demikian pula bagi kelangsungan hidup berbagai vektor dan hospes perantara yang sangat dipengaruhi oleh iklim dan cuaca. Faktor-faktor yang mendukung siklus hidup zoonosis parasiter di daerah endemis, di antaranya: faktor bangsa, ethnis, agama, populasi geografis.
Protozoa Parasit Usus
Struktur tubuh protozoa tersusun dari unit-unit (komponen) fungsional yang disebut sebagai organel-organel, bukan organ-organ, sebab Protozoa adalah hewan bersel satu atau terdiri dari satu sel saja. Seluruh fungsi kehidupannya dilakukan oleh satu sel tersebut. Sedangkan “organ” terdiri dari banyak sel dan “organel-organel” adalah bagian sel yang mengalami diferensiasi yang disesuaikan dengan fungsinya.
Pengelompokan Protozoa parasit dalam parasitologi dilakukan berdasarkan patologi anatomi hospesnya dengan urutan yang disesuaikan dengan taksonominya. Alasan pengelompokan tersebut, dimaksudkan untuk mempermudah dalam mempelajarinya.
Protozoa Parasit Rongga Tubuh
Protozoa atrial 
adalah protozoa yang berhabitat pada rongga tubuh seperti mulut, hidung, vagina, urethera. Dalam kelompok protozoa atrial yaitu Entomoeba gingivalis (Kelas Sarcodina) dan Trichomonas tenax dan T. vaginalis (Kelas Flagellata), hanya T. vaginalis yang patogen. E. gingivalis hanya diketahui bentuk trophozoit saja yang sangat mirip dengan E. histolytica. Spesies ini tinggal di dalam gingiva manusia bersifat apatogen sama halnya dengan T. tenax. T. vaginalis habitat pada vagina dan glandula prostata. Pada wanita menyebabkan vaginistis yaitu dapat mengeluarkan banyak sekret keputihan yang menyebabkan keputihan. Infeksi pada laki-laki dirasakan setelah adanya infeksi sekunder oleh bakteri dan mungkin menyebabkan uretritis dan prostata.
Protozoa Parasit pada Darah Manusia serta Vertebrata lainnya

Protozoa yang hidup parasit di dalam darah dan jaringan manusia mencakup berbagai jenis yaitu Trypanosoma spp, Leishmania spp, Plasmodium spp, dan Toxoplasma gondii. Parasit Trypanosoma cukup luas penyebarannya, sebagian tidak patogen, di dalam darah hewan mamalia, reptilia, amfibia, burung, ikan ada ada 3 spesies patogen pada manusia yaitu Trypanosoma gambiense, T. rhodesiense dan T. cruzi. Bentuk-bentuk perkembangan familia Trypanosomidae ini adalah Trypomastigot, Epimastigot, Promastigot, dan Amastigot.
Bentuk-bentuk perkembangan ini ada yang lengkap dan ada pula yang tidak lengkap. Daur hidup Trypanosoma pada mamalia terjadi berganti-ganti di dalam inang vertebrata dan invertebrata. Penularan Trypanosoma dan dapat secara langsung dan dapat secara tidak langsung yaitu mengalami pertumbuhan siklik (mekanik) di dalam serangga pengisap darah sebelum menjadi infektif. Vektor bagi Trypanosoma gambiense dan T. rhodesiense adalah lalat tse-tse, sedangkan Trypanosoma cruzi adalah serangga reduvidae. Klasifikasi Trypanosoma didasarkan atas morfologi, cara penularan dan sifat patogen.
Parasit Plasmodium penyebab malaria yang tersebar sangat luas dan banyak menimbulkan kematian pada manusia ada 4 spesies yaitu P. vivax, P. malariae, P. falciparum dan P. ovale, sedangkan spesies lainnya dapat menginfeksi burung, monyet, rodentia dan sebagainya.
Pembasmiannya sangat tergantung pada penggunaan insektisida, pengobatan dan faktor-faktor sosio ekonomi yang cukup komplex. Untuk kelangsungan hidup parasit tersebut mempunyai fase schizogoni, fase gametogami, dan fase sporogoni. Patologinya menyebabkan pecahnya eritrosit, reaksi humoral kelemahan limpa, hati, ginjal dan gangguan peredaran darah.
Gejala klinis ialah serangan demam yang intermitten dan pembesaran limpa. Pencegahan mencakup pengurangan sumber infeksi, pengendalian nyamuk malaria. Pengobatan meliputi penghancuran parasit praeritrositik, obat represif, obat penyembuh dan obat radikal untuk bentuk eksoeritrositik, gametositik dan gametastatik.
Protozoa Parasit Pada Jaringan
Protozoa parasit jaringan merupakan protozoa parasit yang hidup berparasit di dalam jaringan hospesnya. Protozoa parasit ini merupakan penyebab penyakit bagi manusia dan hewan khususnya dan berperan penting dalam dunia kesehatan pada umumnya. Protozoa yang bersifat parasit pada jaringan hospes ini meliputi 2 kelas yaitu kelas Flagellata danSporozoa.
Pada kelas Flagellata berupa genus Leishmania sedangkan pada kelas Sporozoa berupa genus Toxoplasma. Dari genus Leishmania ini hanya terdapat 3 spesies penting terutama bagi kesehatan manusia yaitu dapat menyebabkan penyakit leishmaniasis. Adapun ketiga spesies tersebut adalah Leishmania donovani penyebab leishmaniasis visceral; Leishmania tropica penyebab leishmaniasis kulit dan Leishmania brazilliennis penyebab leishmaniasis muko kutis.
Meskipun ketiga genus Leishmania ini merupakan protozoa parasit pada jaringan, tetapi di dalam daur (siklus) hidupnya masih tetap membutuhkan hospes perantara untuk kelangsungan hidupnya. Adapun sebagai hospes perantaranya adalah lalat Phlebotomus dan darah manusia.
Di antara genus Toxoplasma hanya satu spesies saja yang mampu menginfeksi berbagai macam hospes yaitu spesies Toxoplasma gondii. T. gondii ini merupakan penyebab penyakit toxoplasmosis pada manusia. Di dalam daur hidupnya mempunyai tiga bentuk perkembangan yaitu bentuk zoite, kista dan ookista. Sebagai berikut infektifnya adalah sporozoit, kestozoit dan endozoit.
Sedangkan cara infeksinya adalah bukan dengan melalui vektor, tetapi dengan berbagai cara yaitu per-os, transplantasi, transfusi ataupun dengan kista, trophozoit atau ookista selama melakukan penelitian di laboratorium. Peristiwa ini dapat mengakibatkan toxoplasmosis kongenital dan toxoplasmosis dapatan (perolehan). Penularan dari manusia ke manusia terjadi dengan melalui plasenta penyebab toxoplasmosis kongenital.
Trematoda UsusTrematoda merupakan cacing pipih yang berbentuk seperti daun, dilengkapi dengan alat-alat ekskresi, alat pencernaan, alat reproduksi jantan dan betina yang menjadi satu (hermafrodit) kecuali pada Trematoda darah (Schistosoma). Mempunyai batil isap kepala di bagian anterior tubuh dan batil isap perut di bagian posterior tubuh. Dalam siklus hidupnya Trematoda pada umumnya memerlukan keong sebagai hospes perantara I dan hewan lain (Ikan, Crustacea , keong) ataupun tumbuh-tumbuhan air sebagai hospes perantara kedua.
Manusia atau hewan Vertebrata dapat menjadi hospes definitifnya. Habitat Trematoda dalam tubuh hospes definitif bermacam-macam, ada yang di usus, hati, paru-paru, dan darah. Macam-macam spesies Trematoda usus adalah: F. buski, H. heterophyes, M. yokagawai, Echinostoma, Hypoderaeum dan Gastrodiscus. Manusia menjadi hospes definitifnya dan hewan-hewan lain seperti mamalia (anjing, kucing) dan burung dapat menjadi hospes reservoar.
Siklus hidup selalu memerlukan keong sebagai hospes perantara I dan hospes perantara II (keong : Echinostoma, tumbuhan air F.buski; ikan H.heterophyes dan M.yokogawai). Patologi penyakit yang disebabkan oleh Trematoda usus disebabkan oleh perlekatan cacing pada mukosa usus dengan batil isapnya. Semakin besar ukuran cacing maka semakin parah kerusakan yang ditimbulkan.
Gejala klinis tergantung jumlah parasit dalam usus, pada infeksi ringan gejala tidak nyata, sedangkan pada infeksi berat gejala yang timbul adalah sakit perut, diare, dan akibat terjadinya malabsorpsi bisa timbul edema. Diagnosis dilakukan dengan menemukan telur dalam tinja penderita. Bila bentuk telur hampir sama maka perlu menemukan cacing dewasanya dalam tinja penderita.
Obat-obatan untuk trematoda usus hampir sama, yaitu tetrakloretilen, heksilresorsinol, dan praziquantel.
Cestoda Usus
Cestoda merupakan cacing berbentuk seperti pita memanjang. tubuh terdiri dari kepala (skolek), dan proglottid (segmen tubuh) yang terdiri dari: proglottid immature, mature, dan gravid. Proglottid gravid dapat digunakan untuk identifikasi spesies berdasarkan bentuknya dan bentuk uterus di dalamnya. Terdapat 2 golongan besar Cestoda, yaitu:
  1. Pseudophyllidean yang mempunyai skolek berbentuk seperti sendok dengan dilengkapi 2 buah alat isap yang berbentuk celah memanjang yang disebut bothria, contoh spesies: Diphyllobothrium latum.
  2. Cyclophyllidean yang mempunyai skolek dengan alat isap berbentuk seperti mangkuk yang disebut asetabulum, jumlahnya 4 buah.
Diphyllobothrium latum merupakan pseudophyilidean. Cestoda yang hidup di usus manusia sebagai hospes definitifnya. Hospes reservoarnya adalah hewan/mamalia pemakan ikan. Memerlukan 2 buah hospes perantara dalam daur hidupnya yaitu: (1) Cyclops atau Diaptomus di mana larva cacing disebut proserkoid, dan (2) Ikan air tawar dengan larva cacing di dalamnya disebut pleroserkoid.
Fam.Taeniidae yang termasuk Cyclophyllidean Cestoda mempunyai 3 spesies penting bagi kesehatan manusia maupun hewan, yaitu T.saginata, T.solium, dan E.granulossus. Bentuk telur antara ketiga cacing tersebut sukar dibedakan satu sama lain. Ketiganya mempunyai skolek yang dilengkapi dengan batil isap berbentuk mangkuk yang disebut asetabulum. Pada skolek T.solium dan E.granulossus dilengkapi dengan rostellum dan kait-kait . Sedangkan skolek T.saginata tidak ada rostrumnya. T.saginata dan T.solium merupakan cacing pita yang panjang sampai bermeter-meter ukurannya, sedangkan E.granulossus merupakan cacing pita yang terpendek, hanya mempunyai 3 buah proglottid saja.
Manusia dapat terinfeksi T.saginata bila makan daging sapi yang mengandung kista yang disebut sistiserkus bovis, dan menderita taeniasis saginata (terdapat cacing dewasa dalam ususnya). Infeksi T.solium pada manusia dapat terjadi melalui 2 cara yaitu:
  1. Bila menelan telurnya akan terjadi larva dalam jaringan tubuh manusia, disebut menderita sistiserkosis.
  2. Bila makan daging babi yang mengandung larva sistiserkus selulose, manusia akan menderita taeniasis solium.
Diagnosis taeniasis saginata/solium dengan menemukan telur/proglottid gravid pada tinja penderita. Sedangkan sistiserkosis dapat diketahui dengan pemeriksaan serologis, CT-scan atau dengan pembedahan (tergantung letak kista dalam jaringan tubuh manusia). Infeksi E.granulossus pada manusia dapat terjadi bila menelan telurnya, manusia akan menderita hidatidosis (terjadinya kista hidatida dalam jaringan tubuh manusia). Tempat yang sering terjadi kista adalah hati (66%).
Diagnosis dengan pemeriksaan serologis, sinar rontgen, dan pembedahan bila letaknya memungkinkan. Cacing pita yang kecil H.nana hospes definitifnya manusia, dan penularan dapat terjadi secara langsung bila manusia menelan telur cacing tersebut. H.nana var.fraterna dan H.diminuta yang hospes definitifnya tikus memerlukan hospes perantara, yaitu pinjal tikus, dan kumbang tepung. Hospes perantara bila menelan telur cacing tersebut akan menetas menjadi larva sistiserkoid. Bila manusia menelan hospes perantara yang mengandung sistiserkoid akan menderita hymenolepsis.
Cacing pita D.caninum merupakan cacing pita anjing /carnivora lainnya. Habitat dalam hospes adalah dalam usus halus. Manusia terinfeksi secara kebetulan/aksidental terutama terjadi pada anak-anak yang menelan pinjal anjing/kucing yang mengandung larva sistiserkoid. Akibat infeksi ini pada anak-anak tidak begitu nyata bila infeksinya ringan namun bila infeksi berat dapat terjadi gangguan pencernaan, diare, dan reaksi alergi.
Pencegahan dengan meningkatkan kebersihan perorangan serta lingkungan dengan mengobati anjing dari pinjal yang menempel pada tubuhnya.
Pengobatan dipylidiasis seperti pada infeksi cacing pita lainnya, yaitu dengan: niklosamid, praziquantel, atau kuinakrin
Nematoda Usus

Cacing tambang terdiri dari beberapa spesies, yang menginfeksi manusia adalah N.americanus dan A.duodenale, yang menginfeksi hewan (anjing/kucing) baik liar maupun domestik adalah A.ceylanicum meskipun cacing ini dilaporkan dapat menjadi dewasa dalam usus halus manusia dan tidak pernah menyebabkan creeping eruption, A.caninum dan A.braziliense yang tidak dapat menjadi dewasa dalam usus halus manusia dan menyebabkan creeping eruption pada manusia.
Perbedaan morfologi antar spesies dapat dilihat dari bentuk rongga mulut, ada tidaknya gigi, dan bentuk bursa kopulatriks cacing jantan. Akibat utama yang ditimbulkan bila menginfeksi manusia atau hewan adalah anemia mikrositik hipokromik, karena cacing tambang menyebabkan perdarahan di usus akibat luka yang ditimbulkan juga cacing tambang mengisap darah hospes.
Penyakit cacing tambang tersebar luas di daerah tropis, pencegahan tergantung pada sanitasi lingkungan, kebiasaan berdefikasi, dan memakai alas kaki. Strongyloides stercoralis merupakan cacing Nematoda usus yang hidup parasit pada manusia, namun dalam siklus hidupnya terdapat fase hidup bebas di tanah. Bentuk telurnya sulit dibedakan dengan telur cacing tambang. Manusia dapat terinfeksi melalui 3 cara: yaitu langsung, tak langsung, dan autoinfeksi.
Cara pencegahan dan penyebaran cacing ini sama seperti cacing tambang. Obat yang efektif untuk strongyloidiasis adalah thiabendazol. Akibat utama yang ditimbulkan adalah peradangan pada usus, disentri terus-menerus dan rasa sakit pada perut bagian kanan atas. Diagnosis dengan menemukan larva dalam tinja atau dalam sputum penderita.
Pada cacing Nematoda usus ada beberapa spesies yang menginfeksi manusia maupun hewan. Nematoda usus terbesar adalah A.lumbricoides yang bersama-sama dengan T.trichiura, serta cacing tambang sering menginfeksi manusia karena telur cacing tersebut semuanya mengalami pemasakan di tanah dan cara penularannya lewat tanah yang terkontaminasi sehingga cacing tersebut termasuk dalam golongan soil-transmitted helminths. A.lumbricoides, T.trichiura dan E.vermicularis mempunyai stadium infektif yaitu telur yang mengandung larva.
Siklus hidup A.lumbricoides lebih rumit karena melewati siklus paru-paru, sedangkan T.trichiura dan E.vermicularis tidak. Gejala klinis penyakit cacing ini bila infeksi ringan tidak jelas, biasanya hanya tidak enak pada perut kadang-kadang mual. Infeksi askariasis yang berat dapat menyebabkan kurang gizi dan sering terjadi sumbatan pada usus. Trikhuriasis berat biasanya dapat terjadi anemia, sedangkan pada enterobiasis gejala yang khas adalah gatal-gatal di sekitar anus pada waktu malam hari saat cacing betina keluar dari usus untuk meletakkan telunya di daerah perianal.
Diagnosis askariasis dan trikhuriasis dengan menemukan telur dalam tinja penderita, sedangkan untuk enterobiasis dapat ditegakkan dengan anal swab karena telur E. vermicularis tidak dikeluarkan bersama tinja penderita. Infeksi cacing usus ini tersebar luas di seluruh dunia baik daerah tropis maupun sub tropis. Anak-anak lebih sering terinfeksi dari pada orang dewasa karena kebiasaan main tanah dan kurang/belum dapat menjaga kebersihan sendiri.
Semua infeksi cacing usus dapat dicegah dengan meningkatkan kebersihan lingkungan, pembuangan tinja atau sanitasi yang baik, mengerti cara-cara hidup sehat, tidak menggunakan tinja sebagai pupuk tanaman dan mencuci bersih sayuran/buah yang akan di makan mentah. Obat cacing, seperti piperasin, mebendazole, tiabendazol, dan lain-lain dapat diberikan dengan hasil yang cukup memuaskan.
Trematoda dan Cstoda yang Hidup Parasit pada Darah/Jaringan Tubuh Manusia dan Hewan
Spesies trematoda hati yang dapat menginfeksi manusia adalah C. sinensis dan O. viverini, sedangkan O. felineus, F. hepatica dan F. gigantica lebih banyak menginfeksi hewan. Stadium infektil cacing hati adalah metaserkaria. Telur dari C. sinensis dan Opistorchis pada waktu dikeluarkan sudah mengandung mirasidium, ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan telur Fasciola yang besar dan tidak berembrio pada waktu dikeluarkan bersama tinja.
Habitat cacing-cacing tersebut terutama adalah di saluran empedu, kecuali F. gigantica yang habitatnya di hati. Hospes perantara I cacing-cacing tersebut adalah keong, namun hospes perantara II C. sinensis dan Opistorchis adalah ikan air tawar dan hospes perantara II Fasciola adalah tumbuh-tumbuhan air. Patologis dan gejala klinis terutama karena peradangan yang disebabkan oleh hasil metabolisme cacing yang bersifat toksin.
Gejala utama adalah demam, sakit daerah perut, pembesaran hati yang lunak, diare dan anemia. Diagnosis dengan menemukan telur dalam tinja penderita. Pencegahan dengan memasak ikan dan tumbuhan air yang akan dimakan.
Pengobatan dengan bithionol. Paragonimus westermani merupakan trematoda yang menginfeksi paru-paru manusia dan hewan (mamalia). Stadium infektifnya adalah metasekaria yang mengkista dalam tubuh ketam atau udang (HP perantar II). Keong merupakan hospes perantara I nya. Patologi dan gejala klinis disebabkan oleh cacing dewasa dalam alveoli paru-paru dan mengeluarkan telur yang menyebabkan gejala batuk dengan bercak seperti serbuk besi dan sputum yang mengandung telur. Diagnosis dengan menemukan telur dalam sputum atau tinja penderita.
Pencegahan dengan memasak dengan baik ketam atau udang yang akan dimakan. Trematoda darah pada manusia adalah Schistosoma japonicum, S. haematobium dan S. mansoni. Infeksi terjadi dengan cara serkaria menembus kulit hospes. hanya mempunyai 1 hospes perantara yaitu keong Oncomelania (S. japonicum); Biomphalaria (S. mansoni) dan Bulinus (S. mansoni).
Berbagai hewan dapat terinfeksi oleh cacing ini dan menjadi hospes reservoarnya. Habitat S. japonicum dan S. mansoni adalah pada vena meseterika dan cabang-cabangnya, telur yang dikeluarkan oleh cacing dewasa dapat ditemukan dalam tinja penderita (untuk diagnosis).
Sedangkan habitat S. haematobium adalah pada vena kandung kencing, sehingga untuk diagnosis dengan menemukan telur dalam urin penderita. Pencegahan dengan perbaikan irigasi, pemberantasan keong dan pengobatan dengan kalium ammoniumnitrat, nitridazole dan astiban.

Nematoda Darah/Jaringan Tubuh Manusia dan Hewan
Nematoda darah atau dikenal sebagai Nematoda filaria, menyebabkan penyakit kaki gajah atau elefantiasis/filariasis. Di Indonesia terdapat 3 spesies cacing ini yang dikenal juga sebagai cacing filaria limfatik, sebab habitat cacing dewasa adalah di dalam sistem limfe (saluran dan kelenjar limfe) manusia yang menjadi hospes definitifnya, maupun dalam sistem limfe hewan yang menjadi hospes reservoar (kera dan kucing hutan).

Spesies cacing filaria yang ada di Indonesia adalah: Wuchereria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori. Cacing filaria ini ditularkan melalui gigitan nyamuk yang menjadi vektomya. Filariasis bancrofti mempunyai 2 tipe, yaitu: 1.Tipe urban, atau terdapat di daerah perkotaan, vektornya nyamuk Culex quenquefasciatus/C. fatigans. 2.Tipe rural, vektornya nyamuk Anopheles atau nyamuk Aedes tergantung pada daerahnya.

Periodisitasnya adalah periodik nokturna, di mana mikrofilaria banyak ditemukan dalam darah tepi penderita pada waktu malam hari. Filariasis malayi lebih banyak terjadi di daerah rural, vektornya adalah nyamuk Mansonia yang tempat perindukannya di rawa-rawa dekat hutan dan beberapa jenis dari nyamuk Anopheles dapat pula menjadi vektor penyakit ini. Perbedaan nyamuk yang menjadi vektornya tergantung pada daerah geografis.

Periodisitas filariasis malayi adalah subperiodik nokturna, artinya mikrofilaria dapat ditemukan dalam darah tepi penderita pada waktu siang dan malam hari, meskipun jumlahnya lebih banyak pada malam hari. Bila mikrofilaria dalam darah tepi penderita masuk ke dalam tubuh nyamuk vektor pada waktu nyamuk rnengisap darah, maka akan berubah menjadi larva stadium I-III (L1-L2-L3). L3 bila nyamuk mengisap darah manusia akan terbawa masuk ke dalam tubuh dan menuju saluran limfe serta menjadi dewasa dalam kelenjar limfe.

Gejala utama filariasis adalah: limfangitis, limfadenitis, limfedema, yang bisa terjadi berulang-ulang sampai akhimya bila sudah kronis (bertahun-tahun) akan terjadi elefantiasis. Pada infeksi W. bancrofti biasa menyerang ekstremitas bagian atas, alat genital, yang bisa menimbulkan hidrokel dan juga buah dada, namun juga bisa menyerang kaki. Filariasis malayi lebih banyak menyerang bagian kaki.

Diagnosis dengan menemukan mikrofilaria dalam darah tepi penderita, tergantung periodisitasnya maka biasanya pemeriksaan dilakukan pada malam hari untuk menemukan mikrofilarianya. Lalu sediaan darah dicat dengan Giemsa, sehingga dapat dilihat perbedaan bentuk mf-nya untuk menentukan spesiesnya.

Pengobatan filariasis sampai saat ini yang efektif adalah pemberian DEC (dietil karbamasin). Pencegahan terutama menjaga diri agar tidak digigit nyamuk, dengan memakai kelambu waktu tidur atau menggunakan repelen. Membasmi tempat perindukan nyamuk vektor, namun untuk yang habitatnya di rawa-rawa akan sulit dilakukan. Nematoda jaringan adalah beberapa spesies cacing Nematoda yang hospes yang definitifnya hewan, di mana cacing dewasa hidup dalam usus halus hewan tersebut.

Bentuk larvanya yang menginfeksi jaringan tubuh manusia dan menimbulkan masalah penyakit. Tiga jenis cacing tersebut adalah: Trichinella spiralis yang hospes definitifnya adalah babi dan hewan lain (tikus, beruang, anjing liar dll), juga manusia. Habitat cacing dewasa dalam usus halus hospes. Manusia terinfeksi karena makan daging babi yang mengandung sista yang berisi larva di dalamnya. Daging tersebut bila dimakan tanpa dimasak dengan baik, maka larva akan menetas dalam usus dan menjadi dewasa. Cacing betina yang bersifat vivipar, menghasilkan larva yang akan menembus mukosa usus terbawa aliran darah sampai ke jaringan otot dan menyebabkan trikhinosis.

 

Baca Artikel Lainnya:

Mengenal Apa Itu Nemathelminthes (Cacing Gilig)

Mengenal Apa Itu Nemathelminthes (Cacing Gilig)

Mengenal Apa Itu Nemathelminthes (Cacing Gilig)
Mengenal Apa Itu Nemathelminthes (Cacing Gilig)
Nemathelminthes berasal dari kata Nemathos = benang; Helminthes = cacing. Jadi pengertian Nemathelminthes adalah cacing yang berbentuk benang atau gilig.

Ciri-ciri 

Tubuh berbentuk gilig atau seperti batang dan tidak bersegmen, mempunyai selom semu (pseudoselomata), tripoblastik. Permukaan tubuh dilapisi kutikula, sehingga tampak mengkilat. Saluran pencernaan sempurna mulai dari mulut sampai anus. Beberapa jenis diantaranya memiliki kait. Sistem respirasi melalui permukaan tubuh secara difusi. Saluran peredaran darah tidak ada, tetapi cacing ini mempunyai cairan yang fungsinya menyerupai darah.

Sistem Reproduksi

Alat kelamin terpisah, cacing betina lebih besar dari cacing jantan dan yang jantan mempunyai ujung berkait. Gonad berhubungan dengan saluran alat kelamin, dan telur dilapisi oleh kulit yang terbuat dari kitin. Hewan ini tidak berkembangbiak secara aseksual.

Habitat

Sebagian besar hewan ini hidup bebas dalam air dan tanah, tetapi ada juga sebagai parasit dalam tanah, yakni merusak tanaman atau dalam saluran pencernaan Vertebrata

1. Ascaris lumbricoides (cacing gelang)
2. Necator americanus dan Ancylostoma duodenale (cacing tambang)
3. Enterobius atau Oxyuris vermicularis (cacing kremi)
4. Filaria atau Wucheria bancrofti (penyebab kaki gajah)

• Cacing dewasa hidup dalam usus halus manusia.
• Telur yang mengandung embrio keluar bersama feses.

Telur dapat termakan oleh manusia melalui makanan yang terkontaminasi dan menetas di usus. Kemudian larva menembus dinding usus, masuk dalam peredaran darah menuju paru-paru. Dari paru-paru, larva keluar dan sampai ke faring. Bila tertelan akan masuk ke usus halus dan berkembang biak sampai dewasa di sana. Infeksi cacing ini dengan cara pasif. Cacing ini akan menghisap makanan di usus manusia.

Setelah Anda mempelajari siklus hidup cacing Ascaris ini, cobalah diskusikan dengan kelompok belajar Anda, mengapa anak-anak lebih banyak terserang dan tertular oleh cacing itu. Kaitkanlah dengan kesehatan dan kebersihan lingkungan serta sifat-sifat dari telur Ascaris itu sendiri.

Cacing tambang ada dua macam yaitu:
  • Ancylostoma duodenale (terdapat di daerah tropika Asia dan Afrika)
  • Necator americanus (terdapat di daerah tropika Amerika)

Daur hidup cacing tambang:

Telur keluar bersama feses dari dalam usus manusia. Di tempat lembab dan becek, telur menetas menjadi larva yang disebut rhabditiform. Kemudian larva ini berubah menjadi filariform yang dapat menembus kulit kaki dan masuk ke dalam tubuh manusia mengikuti aliran darah, menuju jantung, paru-paru, faring, tenggorok, kemudian tertelan dan masuk ke dalam usus. Peristiwa ini disebut infeksi aktif. Di dalam usus, larva menjadi cacing dewasa yang siap menghisap darah kembali.
Selain dengan cara infeksi aktif, dapat pula terjadi infeksi pasif yaitu bila kista (larva berdinding tebal) tertelan bersama makanan.

Mengenal Apa Itu Taenia saginata dan Taenia solium

Mengenal Apa Itu Taenia saginata dan Taenia solium

Mengenal Apa Itu Taenia saginata dan Taenia solium
Mengenal Apa Itu Taenia saginata dan Taenia solium
Cacing pita adalah parasit pada manusia maupun hewan ternak. Ada dua jenis cacing pita yang menjadikan manusia sebagai inang antara maupun inang permanen:

a. Cacing pita sapi (Taenia saginata)

Taenia saginataadalah raksasa di antara semua cacing parasit. Panjang taenia saginata bisa mencapai 8 meter, hampir sepanjang saluran pencernaan manusia dewasa. Cacing pita ini berwarna putih pucat, tanpa mulut, tanpa anus dan tanpa saluran pencernaan. Badannya tidak berongga dan terdiri dari segmen-segmen berukuran 1X1,5 cm. Taenia saginata bisa hidup sampai 25 tahun di dalam usus inangnya.

Siklus hidup Taenia saginata:

Cacing pita sapi memiliki siklus yang rumit dan berakhir pada manusia sebagai inang tetapnya. Cacing pita dewasa melepaskan telur-telurnya bersama segmen badannya. Segmen ini bila mengering di udara luar akan melepaskan telur-telur cacing yang dapat termakan oleh sapi saat merumput. Enzim pencernaan sapi membuat telur menetas dan melepaskan zigot yang kemudian menembus lapisan mukosa saluran pencernaan untuk memasuki sirkulasi darah. Dari pembuluh darah, zigot akan menetap di otot membentuk kista, seperti pada cacing cambuk. Bila daging sapi berisi kista tersebut dimakan manusia dalam keadaaan mentah atau setengah matang, enzim-enzim pencernaan akan memecah kista dan melepaskan larva cacing. Selanjutnya, larva cacing yang menempel di usus kecil akan berkembang hingga mencapai 5 meter dalam waktu tiga bulan.
Selain masalah gizi, kehadiran cacing pita umumnya menyebabkan gejala perut ringan sampai sedang (mual, sakit, dll).

b. Cacing pita babi (Taenia solium)

Taenia solium adalah kerabat dekat Taenia saginata yang memiliki siklus hidup hampir sama, namun inang perantaranya adalah babi. Manusia terinfeksi dengan memakan daging babi berisi kista Taenia solium. Cacing ini sedikit lebih kecil dari Taenia saginata (3-4 m panjangnya), tetapi lebih berbahaya. Berbeda dengan Taenia saginatayang hanya membentuk kista di daging sapi, Taenia solium juga mengembangkan kista di tubuh manusia yang menelan telurnya. Kista tersebut dapat terbentuk di mata, otak atau otot sehingga menyebabkan masalah serius. Selanjutnya, jika tubuh membunuh parasit itu, garam kalsium yang terbentuk di tempat mereka akan membentuk batu kecil di jaringan lunak yang juga mengganggu kesehatan.

Nusantara Mengaji Lahirkan Banyak Penghafal Alquran

Nusantara Mengaji Lahirkan Banyak Penghafal Alquran

Nusantara Mengaji Lahirkan Banyak Penghafal Alquran
Nusantara Mengaji Lahirkan Banyak Penghafal Alquran

Peran ulama yang konsisten mengajak dan mengingatkan pentingnya membaca alquran

ikut andil besar dalam menyukseskan Gerakan Nusantara Mengaji. Suksesnya acara ini juga didukung peran serta masyarakat yang antusias menjadi perserta Gerakan Nusantara Mengaji.

Inisiator Gerakan Nusantara Mengaji, Abdul Muhaimin Iskandar

mengatakan gerakan ini terus berlanjut di waktu mendatang. Bahkan, acara ini semakin menghasilkan para penghafal alquran.

“Dengan kekuatan alquran kita bermunajat dan memohon keridaan Ilahi

untuk menjauhkan bangsa ini dari semua persoalan yang tidak dapat dilalui. Saya yakin kalau permintaan tersebut dilakukan bersama-sama akan dimakbul,” ujar pria yang biasa disapa Cak Imin ketika menutup acara Gerakan Nusantara Mengaji, Minggu, Jakarta, 8 Mei 2016.

Acara penutupan Gerakan Nusantara Mengaji se-Indonesia dipusatkan di Pondok Pesantren Al Kenaniyah, Jakarta Timur, berlangsung khitmad.

 

 

Sumber :

Contoh Teks Ulasan Novel Boy Chandra (Surat Kecil Untuk Ayah)

Keanekaragaman Dalam Masyarakat Australia

Keanekaragaman Dalam Masyarakat Australia

Keanekaragaman Dalam Masyarakat Australia
Aspek yang paling bermakna ialah walaupun imigran

sudah tidak tinggal lagi di Inggris tapi ia sangat memengang  nilai – nilai dan sikap Inggris di negeri yang begitu besar. Australia dan New Zealand  memperlihatkan corak yang berbeda dengan negeri lain yang diduduki Inggris. Australia dan New Zealand tidak pernah bersaing hal ini disebebkan karena mereka berasal dari keturunan orang – orang Inggris dan orang Irlandia. Setelah convict Inggris berakhir, pemerintahan Inggris membantu imigrasi ke Australia dengan  maksud untuk membagun koloni – koloninya dibenua itu, sambil mengurangi kepadatan penduduk  dan masalah sosial yang dihadapi Inggris pada masa itu. hal ini yang menyebabkan pikiran – pikiran, adat istiadat, kebiasaan – kebiasaan dan pandangan hidup bangsa Australia  banyak yang bersal dari Inggris.

Imigran yang datang bukan hanya dari Inggris

saja tetapi juga dari Irlandia, mereka sudah tinggal sebelumnya  dimana sejak abad ke-17 orang Irlandia sudah beragama Khatolik Roma. Pemerintah Inggris tidak menganggap sah agama yang dimiliki oleh orang Irlandia sehingga bagi orang Irlandia tidak boleh menduduki perlemen  atau posisi yang tinggi dalam bidang meliter. Hanya orang – orang yang beragama Protestan saja yang dibolehkan duduk diperlemen. Orang Irlandia adalah orang yang hidup dari bertani dimana tanahnya disewa dari tuang – tuan tanah.

Hal ini meyebabkan pemerintah Inggris membuat undang – undang

perdagangan bebas  sehingga terjadilah prsaingan orang Irlandia dengan pedagang luar. Pedagang Irlandia hancur disebabkan  karena orang Irlandia kehilangan tanah dan pekerjaan ditambah lagi dengan adanya serang potato Blight sehingga banyak orang meninggal akibat kelaparan ( semacam jamur yang menyerang kentang ) namun tidak ada kota industri yang dapat menampung mereka. Hal ini yang menyebabkan orang Irlandia datang ke Australia. Kedatang ini merupakan hal yang penting dalam pandangan hidup di Australia dimana New South Wales dan Victoria dibangun sekolah – sekolah sedangkan gereja merupakan menjadi pimpinan gerakan perjuangan bantuan pemerintah terhadap sekolah – sekolah swasta.

Selain imigrasi dari Inggris dan Irlandia juga ada imigrasi yang datang   dari daratan Eropa lainya yaitu Jerman, Italia, Yunani, Yogoslavia, Turki, labanon, afganisatan, jepang, India dan Cina  yang menghuni beberapa daerah  koloni  untuk mencari kemakmuran. Ketika Commonwealth terbentuk masyarkat minoritas non Inggris yang terbesar jumlah di Australia adalah orang –orang berdarah Jerman  sehingga banyaknya muncul bangunan – banguna arsitektur Jerman. Namun dari banyak sekian migrasi yang datang diluar Inggris, koloni – koloni sangat tidak menyukai Cina hal ini disebabkan karena  faktor ekonomi apalagi sejak ditemukannya emas di New South Wales  migasi Cina membanjir sehingga menyebabkan katekutan bagi koloni apalagi bahasa orang Cina tidak mereka mengerti sama sekali.

Sehinnga apabila kandungan emas mulai

berkurang koloni melampiaskan kekecewaanya dengan mengubar curiga terhadap orang asing terutama Cina dan hal ini yang sering menyebabkan kericuhan dan pertentangan. Sehingga menyebakan koloni – koloni ingin membuat undang – undang imigrasi. Kebijaksanaan ini untuk mempertahankan White Australia  bertujuan mencegahnya masuknya  orang kulit bewarna terutama Yellow Perill sehingga terkenal dengan undang – undang “ Immigration Restriction Act “ hal ini meyebabkan terjadinya kepulangan orang yang berasal dari pulau – pulau pasifik ( Kanakas ) dikembalikan kenegeri asal namun bagi orang Cina yang telah mempunyai rumah dibiarkan saja oleh koloni begitu juga dengan  imigrasi kebangsaan Afganistan dan Jepang, namun stelah berakhir perang Vietnam  imigran Indo-Cina diterima kembali di Australia dengan maksud untuk menambah ragam budaya di Australia.

Sumber : https://dosen.co.id/

Mengapa Pria Memilih Menikahi Wanita yang Lebih Tua Darinya?

Mengapa Pria Memilih Menikahi Wanita yang Lebih Tua Darinya?

Tren menikahi perempuan yang lebih tua, ternyata dominan  baik pada kesehatan. Hal ini sehubungan dengan umur psikologi perempuan yang lebih muda dibanding umur sebenarnya. Sedangkan pada laki-laki, umur psikologi hampir sama dengan umur sebenarnya.

Dikutip dari Psychology Today, berikut dalil menikahi wanita yang lebih tua laksana dituturkan psikolog Marty Nemko.

Kesehatan

Wanita lazimnya hidup lima tahun lebih lama dibanding lelaki yang menjadi suaminya. Riset menyimpulkan, urusan ini tidak saja karena gaya hidup tetapi rangkaian gen pada tubuh wanita. Dengan kenyataan ini, Nemko menganjurkan pria memilih perempuan yang kira-kira lima tahun lebih tua. Pria lazimnya mulai sakit-sakitan di umur 60 tahun, yang dapat menjadi masalah bila dia menikahi perempuan 55 tahun. Hal ini berarti umur psikologi perempuan masih di kisaran 50 tahun yang lebih berenergi dibanding umur 60 tahun. Namun lelaki tahun relatif dapat mengimbangi perempuan yang berusia 65 tahun, dengan umur psikologi 60 tahun.

Seksualitas

Kerap dikatakan, hormon seksual pria menjangkau puncaknya di umur 18 tahun. Sedangkan pada wanita, urusan ini baru terjadi di kisaran usai 30 tahun. Hal ini berarti, lelaki lebih dapat mengeksplorasi kehidupan seksualnya bila menikahi perempuan yang lebih tua. Tentunya urusan ini tidak berlaku mutlak, sebab hormon turut memprovokasi usia kematangan seksual.

Kedewasaan dalam hubungan

Ungkapan menyatakan, menjadi tua ialah pasti tetapi dewasa ialah pilihan. Kendati begitu, tanggung jawab tidak jarang kali meningkat seiring umur yang memaksa seseorang cepat dewasa. Pria dan perempuan yang sudah dewasa lazimnya menjalani hubungan dengan kepala dingin, sebab tak hendak meributkan urusan kecil. Keduanya memilih berjuang menyelesaikan masalah bersama, daripada marah atau merundingkan dengan lingkungan sekitar.

Kedewasaan dalam pola asuh

Mengasuh anak lebih susah daripada yang dibayangkan atau dirundingkan masyarakat kebanyakan. Mengasuh membutuhkan kedewasaan dan komitmen guna selalu merealisasikan batasan yang sama, tanpa butuh berlebihan. Ketenangan serta kerja sama berperan besar menilai kesuksesan merawat dan memperbanyak anak.

Pengembangan karir

Seiring usia, perempuan dewasa lazimnya lebih kawakan dalam karir dan pekerjaan. Menikahi perempuan dewasa tak sekadar bercita-cita peran yang lebih banyak dalam finansial keluarga. Namun pun penasihat karir yang barangkali tak didapatkan dari lingkungan pertemanan dengan teman yang seusia.

Baca Juga:

Masalah Kesehatan Merosot Akibat Perubahan Iklim

Masalah Kesehatan Merosot Akibat Perubahan Iklim

Para ahli memprediksi lonjakan masalah pernapasan, infeksi dan kekurangan makanan.

Ditambah dengan demonstrasi di seluruh dunia yang menuntut tindakan terhadap perubahan iklim , sebuah studi baru memperingatkan bahwa kenaikan suhu dan pola cuaca yang berubah di Amerika Serikat dapat segera memperburuk banyak risiko kesehatan yang ada.

Heat stroke, serangan jantung dan penyakit terkait panas lainnya diperkirakan akan meningkat seiring bertambahnya jumlah hari yang sangat panas, kata penulis utama Dr. Jonathan Patz, direktur Global Health Institute di University of Wisconsin di Madison.

“Hampir setiap tempat di sebelah timur Pegunungan Rocky akan mengalami peningkatan pada hari-hari yang sangat panas di tahun-tahun mendatang,” kata Patz. “Daerah perkotaan seperti New York City dan Milwaukee diperkirakan akan melipatgandakan jumlah hari sangat panas yang mereka miliki saat ini.”

Misalnya, New York City pada tahun 2050 bisa mengalami sebanyak 39 hari dimana merkuri mencapai 90 derajat, dibandingkan dengan rata-rata saat ini 13 hari, kata Patz.

Penyakit pernafasan , penyakit menular, kelaparan dan masalah kesehatan mental juga kemungkinan akan meningkat sebagai respons terhadap perubahan iklim, menurut analisis tersebut.

TERKAIT: Perubahan Iklim Mei Mengancam Kesehatan Pekerja, Produktifitas

Publikasi studi tersebut, 22 September di Journal of American Medical Association, didahului oleh pertemuan puncak PBB mengenai perubahan iklim, yang dimulai Selasa di New York City. Pada hari Minggu, lebih dari 2.000 pawai iklim diadakan di kota-kota di seluruh dunia, dengan para demonstran mendesak tindakan cepat untuk menyelamatkan Bumi.

Analisis baru, yang mencakup studi dari 20 tahun terakhir, selanjutnya berpendapat bahwa pengurangan pembakaran bahan bakar fosil dapat menghasilkan manfaat kesehatan dan ekonomi yang substansial. Tiga bahan bakar fosil utama adalah batubara, minyak dan gas alam.

“Manfaat kesehatan bisa sampai sepuluh kali lipat lebih berharga daripada biaya untuk energi yang lebih bersih,” kata Patz. “Anda melakukannya untuk mengurangi perubahan iklim, tapi pada saat bersamaan Anda mendapatkan dividen kesehatan masyarakat yang besar.”

Para peneliti menganalisis data dari lebih dari 13 model iklim untuk membuat proyeksi suhu untuk Amerika Serikat, mengantisipasi bagaimana perubahan iklim dapat mempengaruhi jumlah hari dan hari yang sangat panas dengan asap ozon yang membesar dan memanas.

Mereka juga melakukan tinjauan literatur medis dan menemukan 56 artikel dengan informasi yang berkaitan dengan dampak kesehatan dari perubahan iklim .

Selain meramalkan lonjakan di hari yang sangat panas, para periset juga menemukan bahwa perubahan iklim bisa:

Tingkatkan jumlah orang yang menderita gangguan pernafasan. Kabut asap oli memburuk dalam cuaca panas, membuat pernapasan lebih sulit untuk semua orang dan terutama bagi penderita asma atau COPD (penyakit paru obstruktif kronik). Orang dengan alergi bisa menderita lebih banyak karena suhu yang meningkat menyebabkan alergen alergen lebih banyak dan musim alergi yang lebih lama .

Alter bagaimana penyakit menular menyebar. Suhu hangat akan meningkatkan penyakit seperti malaria dan penyakit Lyme dengan mengalikan jumlah nyamuk pembawa penyakit dan kutu. Curah hujan yang tinggi terkait dengan perubahan iklim akan memperburuk penyakit yang ditularkan melalui air, seperti penyakit gastrointestinal pada masa kanak-kanak yang disebabkan oleh bakteri di air banjir yang kotor, menurut penelitian tersebut.

Penyebab lebih banyak kelaparan. Lahan panas yang hangus diharapkan menghasilkan panen lebih sedikit. Penyakit tanaman telah menyebabkan kenaikan panen sebesar 16 persen dan selanjutnya akan berkembang dalam perubahan iklim yang sedang berlangsung, kata periset.
Bahaya kesehatan mental masyarakat. Bencana yang terkait dengan iklim telah ditunjukkan untuk mempromosikan gangguan stres pasca-trauma, kecemasan dan depresi.

Howard Bauchner, pemimpin redaksi JAMA, mengatakan bahwa salah satu kekuatan kertas yang diproduksi oleh Patz dan rekan-rekannya adalah bahwa hal itu menghindari argumen yang terus berlanjut mengenai apa yang menyebabkan perubahan iklim.

“Terlepas dari perdebatan tentang apa yang menyebabkan perubahan iklim, ada pengakuan lebih besar bahwa hal itu terjadi,” kata Bauchner. “Secara umum, kita tahu bahwa musim panas semakin panas. Sudah jelas mereka telah meningkat dan akan terus meningkat.”

Baca Juga:

Berpotensi Ungkap Asal-usul Galaksi,, 6 Galaksi Tanpa Bintang Ditemukan

Berpotensi Ungkap Asal-usul Galaksi,, 6 Galaksi Tanpa Bintang Ditemukan

Apa yang terbersit kala mendengar kata galaksi? Sebagian besar kemungkinan akan berpikir bahwa galaksi merupakan kumpulan bintang yang membentuk suatu sistem. Namun ternyata, galaksi tidak senantiasa berisi dengan bintang-bintang.
Astrofisikawan sudah menemukan sesuatu yang amat aneh.

Berpotensi Ungkap Asal-usul Galaksi,, 6 Galaksi Tanpa Bintang Ditemukan

Mereka mengindentifikasi enam galaksi yang diketahui cuma punya amat sedikit bintang, bahkan tidak punya mirip sekali. Temuan galaksi tanpa bintang yang termasuk dikenal sebagai galaksi gelap ini menjadi penting gara-gara dapat menolong memecahkan misteri tentang bagaimana bintang dan galaksi terbentuk pertama kali.

Meski begitu, bukan perkara mudah untuk menemukan keberadaan mereka gara-gara galaksi-galaksi ini tidak punya cukup cahaya. Para peneliti dari ETH-Zurich di Swiss mengatakan bagaimana mereka manfaatkan benda-benda angkasa yang disebut kuasar untuk menemukan galaksi yang sulit dipahami ini.
Kuasar adalah objek yang bercahaya terang. Kuasar termasuk memancarkan cahaya ultraviolet intens yang dapat mengakibatkan reaksi didalam atom hidrogen, menciptakan emisi fluoresen yang disebut garis Lyman-alpha. Hidrogen merupakan unsur paling melimpah di alam semesta dan diperlukan untuk membentuk bintang.
Artinya, setiap galaksi gelap dengan hidrogen yang cukup dan terletak di dekat kuasar akan mengeluarkan iluminasi fluoresens yang dapat dicatat oleh para peneliti. “Singkatnya, kami manfaatkan kuasar sebagai semacam senter untuk menerangi bagian alam semesta yang mestinya gelap,” ujar Sebastiano Cantalupo, peneliti yang terlibat didalam belajar ini.

Metode pemakaian kuasar untuk menemukan galaksi gelap sebetulnya sudah pernah digunakan sebelumnya. Namun, kali ini terbukti lebih efektif berkat instrumen Multi Unit Spectroscopic Explorer (MUSE) yang ditambahkan terhadap teleskop di European Southern Observatory (ESO) di Chili.
Ini amat mungkin para ilmuwan untuk melacak galaksi gelap di lebih kurang kuasar yang jaraknya jauh dari bumi. Analisis lebih lanjut dari galaksi-galaksi misterius berikut dikehendaki akan makin meningkatkan pemahaman kami tentang asal usul galaksi serta matahari. “Kami belajar bahwa galaksi awal membentuk bintang-bintang dengan tidak efisien. Selain itu pembentukan awal galaksi dan evolusi di alam semesta dapat amat berlainan dari apa yang kami amati pas ini,” mengerti Cantalupo layaknya dikutip dari Newsweek, Rabu (23/5/2018).

Baca Juga:

Sri Mulyani Kaji 900 Komoditas,, Tekan Laju Impor

Sri Mulyani Kaji 900 Komoditas,, Tekan Laju Impor

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku pemerintah sementara ini sedang membahas pajak 900 komoditas manfaat menekan laju impor.

Sri Mulyani Kaji 900 Komoditas,, Tekan Laju Impor

Pemerintah merencanakan menaikkan tarif PPh (Pajak Penghasilan) Pasal 22 terhadap 900 komoditas tersebut dan juga mempersiapkan penggantinya yang merupakan produk buatan dalam negeri.

“Kami sedang mengidentifikasi barang-barang mengkonsumsi impor yang selama ini kena PPh Pasal 22. Kami lakukan evaluasi secara menyeluruh bersama Menteri Perdagangan,” kata Sri Mulyani di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta terhadap Jumat (24/8/2018).

Pengenaan tarif untuk PPh Pasal 22 sementara ini bervariasi. Kisarannya merasa berasal dari 2,5 % sampai bersama 7,5 persen. Adanya penyesuaian tarif pajak, Sri Mulyani mengutarakan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan kebijakan agar laju impor mampu dikendalikan secara optimal.

Sementara itu dalam melacak substitusi komoditas impor yang dimaksud, https://www.ilmubahasainggris.com/ pemerintah bakal meyakinkan kesiapan berasal dari industri dalam negeri.

“Terutama para UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), kami bakal lakukan langkah yang benar-benar tegas untuk mengendalikan [impor] barang mengkonsumsi tersebut,” ujar Sri Mulyani.

Saat disinggung berkenaan hasil berasal dari evaluasi yang sementara ini sedang dilakukan, Sri Mulyani memperkirakan kajian tersebut mampu disampaikan ke masyarakat terhadap awal September 2018. Ia menyatakan bahwa pemerintah setidaknya masih butuh 1-2 minggu lagi untuk merinci komoditas apa saja, dan juga memperhitungkan dampaknya.

Pemerintah sementara ini memang sedang jor-joran untuk berusaha agar laju impor tidak lebih besar ketimbang laju ekspor. Dampak berasal dari tingginya laju impor itu ialah jadi melebarnya defisit neraca perdagangan barang dan jasa (transaksi berjalan).

Target pemerintah sampai bersama akhir th. ini sendiri adalah melindungi inflasi di angka 3,5 persen. Tingginya laju impor yang berlangsung ikut dinilai Sri Mulyani mampu mempengaruhi tingkat inflasi Indonesia ke depannya, mengingat proyeksi untuk th. depan masih berada di level 3,5 % plus minus 1 persen.

“Kami bakal berfokus terhadap inflasi volatile food dan inflasi yang berasal berasal dari nilai tukar. Apa yang menjadi langkah kami depan agar imported inflation tidak menyebabkan terjadinya inflasi,” ungkap Sri Mulyani.