Perbedaan Pengukuran dan Penilaian

Istilah penilaian dan pengukuran dalam akuntansi seringkali tidak dapat dibedakan karena terdapat penggunaan satuan moneter yang menggunakan ekonomi salah satunya dalam laporan keuangan dalam bentuk pengukuran atau evaluasi aset. Untuk proses evaluasi, kita perlu melakukan pengukuran terlebih dahulu. Dalam proses pengukuran digunakan 3 standar yaitu pengukuran standar (meter, kilogram, pengukuran, dll), pengukuran nonstandar (depan, bentang, tangga, dll), dan perkiraan pengukuran berdasarkan pengalaman. Sedangkan untuk penilaian perilaku kualitatif lebih membutuhkan penjelasan yang spesifik. Perbedaan pengukuran dan penilaian dalam akuntansi adalah sebagai berikut.

1. Pemahaman

a. Pengukuran

Pengukuran adalah proses membandingkan pengukuran tertentu dengan pengukuran kuantitatif karena terdapat satuan pengukuran tertentu. Measurement (pengukuran) adalah kegiatan pemberian bilangan atau upaya untuk menemukan deskripsi bilangan dari level tertentu yang telah mencapai karakteristik tertentu. Pengukuran adalah penentuan ukuran, ukuran, atau kapasitas suatu standar standar atau satuan ukur yang tidak terbatas pada besaran fisik, dapat juga ditambahkan untuk mengukur hampir semua hal yang dapat dibayangkan seperti tingkat ketidakpastian atau kepercayaan pengguna.

b. Penilaian

Evaluasi adalah kegiatan yang diputuskan berdasarkan kriteria pengguna baik dan buruk serta kualitatif. Asesmen (assesment) adalah penerapan berbagai metode dan penggunaan berbagai alat asesmen untuk menginformasikan informasi tentang hasil belajar siswa atau kompetensi prestasi siswa (jaringan kemampuan). Penilaian ini juga dilakukan untuk menjawab pertanyaan tentang hasil yang akan diperoleh.

2. Konsep Pengukuran dan Penilaian dalam Akuntansi

a. Pengukuran

Sebenarnya akuntansi menyediakan teori pengukuran yang berkaitan dengan modal dan laba sebagai ukuran derivatif. Modal asli dari transaksi dan penilaian di pasar keuangan dan keuntungan yang diperoleh dari penarikan yang berhubungan dengan pendapatan atau perubahan modal dari waktu ke waktu. Modal dapat didefinisikan dan diturunkan dari sejumlah faktor seperti biaya operasi, biaya historis, biaya keuangan, atau nilai wajar. Standar internasional menggunakan konsep nilai yang lebih alami. Perubahan tersebut lebih menitikberatkan pada penilaian neraca, bergeser dari sistem pengukuran alokasi laba yang sederhana dan menekankan pada hubungan dengan realitas komersial dan pengambilan keputusan kapitalis dari reliabilitas.

b. Penilaian

Berdasarkan prinsip prinsip akuntansi, nilai diarahkan pada aset atau properti. Aset merupakan salah satu elemen yang membentuk suatu posisi keuangan (neraca) yang kemudian menciptakan informasi semantik bagi investor dan kreditor sehingga tujuan penilaian aset tersebut berkaitan dengan jenis pelaporan keuangan. Tujuan pelaporan keuangan adalah untuk memberikan informasi yang dapat membantu investor dan kreditor tentang jumlah dan ketidakpastian laporan arus kas bersih yang masuk ke badan usaha. Kebijakan penilaian aset harus diikuti dengan arus kas ke badan evaluasi agar lebih relevan. Arus kas dan badan usaha dapat diprediksi melalui informasi semantik yang meliputi posisi keuangan, profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas. Keempat informasi tersebut berperan penting dalam penentuan / kompilasi analisis keuangan analisis evaluasi aset untuk merepresentasikan laporan keuangan terkait pelaporan keuangan dengan menggunakan kebijakan tertentu sesuai dengan standar akuntansi keuangan.

Metode pengukuran dan evaluasi berbeda dalam akuntansi yang harus dipahami ketika memanfaatkan akuntansi dan pengetahuan tentang fungsi akuntansi.

Sumber: https://blog.malavida.co.id

Pengertian dan Tujuan Norma Agama

Pada pembahasan kali ini kita akan mengulas tentang Norma Agama yang dalam hal ini memiliki ciri, fungsi, tujuan, sumber, sanksi dan contoh, sehingga semakin banyak yang bisa dipelajari tentang orang lain.

Memahami Norma Agama

Norma agama adalah bentuk aturan atau aturan yang berkaitan dengan manusia dengan Tuhan, yang bertujuan memungkinkan manusia berperilaku terhadap Tuhan dan terhadap sesama manusia berdasarkan ajaran satu agama.

Singkatnya, penjelasan makna norma agama sebagai bentuk petunjuk dari Tuhan kepada umatnya sebagai pedoman dalam menjalankan perintahnya dan menghindari larangannya. Norma-norma agama tersebut bersumber dari nilai-nilai yang terkandung dalam tulisan suatu agama.

Tujuan Norma Keagamaan

Tujuan norma agama adalah menyempurnakan manusia untuk menciptakan manusia yang baik dan menghindari hal-hal yang buruk. Norma agama berbeda dengan norma lainnya. Norma agama lebih mengarah pada pikiran manusia.

Orang yang menganut agama akan memiliki perilaku yang baik. Mereka akan hidup damai.

Karakteristik Norma Keagamaan

Ciri-ciri norma agama ada beberapa, antara lain:

  • Itu berasal dari para dewa.
  • Itu universal atau abadi.
  • Diizinkan untuk diberi pahala, dan jika terkena dosa.
  • Secara luas dan berlaku untuk semua orang.

Fungsi Norma Keagamaan

Ada beberapa fungsi norma agama, yaitu:

  • Fungsi Pendidikan (Education). Agama yang sah (legal) sebagai perintah / mengundang dan melarang apapun perlu ditaati, agar orang yang beriman baik dan buruk, dan rakul baik dan apa yang dianggap ajaran agamanya masing-masing.
  • Simpan fungsi. Di mana-mana orang, dia akan menyukainya. Keamanan yang diberikan oleh agama adalah jarak antara kehidupan di dunia dan akhirat.
  • Fungsi Perdamaian. Melalui agama ia / sekelompok orang yang salah atau berdosa, dapat ketentraman dan keharmonisan batin dirinya, tangga tepatnya, alam semesta dan Tuhan. Tentu saja dia harus bertobat dan mengubah cara hidupnya.
  • Fungsi Kreatif. Fungsi ini mendukung berfungsinya dan mereformasi masyarakat untuk mengundang agama sehingga produktif dan inovatif tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain.
  • Fungsi subimatif (perubahan emosi). Ajaran agama memurnikan semua usaha manusia, tidak hanya agama, tapi juga duniawi. Usaha manusia tidak ada bedanya dengan norma agama, jika dilakukan dengan ikhlas, karena bagi Tuhan itu ibadah.
  • Fungsi Kontrol Sosial. Ajaran agama membuat orang beriman lebih peka terhadap masalah sosial seperti ketaatan, kemiskinan, keadilan, kemakmuran dan kemanusiaan. Kepekaan ini juga agar tidak bisa dibungkam akibat efek merugikan dari sistem kehidupan yang ada.
  • Soliditas Fungsi Soliditas Soliditas. Jika fungsinya dijalankan dengan serius dan ikhlas, maka persaudaraan yang kuat akan berdiri kokoh sebagai pilar “Masyarakat Sipil”.
  • Perbarui fungsi. Pengajaran agama dapat membawa kehidupan pribadi atau kelompok menjadi manusia baru.
  • Dengan fungsinya, agama terus menjadi agen perubahan nilai dan akhlak bagi kehidupan perkawinan, ras dan negara.

Sumber: https://blog.malavida.co.id

Pengertian BUMS

Pengertian BUMS

Pengertian BUMS
Pengertian BUMS

BUMS meruapakn badan usaha yang dimiliki oleh swasta. Kegiatan usahanya mengelaola dan mengembangkan sektor-sektor produksi yang menguntungkan dan tidak dikelola oleh negara. Pemodalan dan pengelolaan sepenuhnya menjadi ranggung jawab swasta.

Ciri-ciri BUMS adalah sebagai berikut :

  • Kegiatan BUMS dilakukan untuk mengejar keuntungan sebesar-besarnya
  • Badan usaha ini dimiliki oleh perseorangan atau persekutuan badan usaha yang memiliki modal
  • Di sektor usaha ini, pemilik dapat bertindak sebagai pengelola usaha
  • Keuntungan dan resiko usaha ditanggung pemilik dan pemimpin perusahaan

Bentuk-Bentuk BUMS

  • Perusahaan perseorangan

Perusahaan perorangan dalah bentuk badan usaha yang didirikan, dimodali, dan dikelola oleh seseorang secara pribadi. Ciri-ciri perusahaan perseorangan adalah sebagai berikut :

Seluruh modalnya dimiliki perorangan secara pribadi

Resiko usaha ditanggung sepnuhnya oleh pemilik perusahaan

Kekayaan pemilik dan kekayaan perusahaan tidak dipisahkan

Adanya kebebasan pengusaha dalam mengelola usaha yang dijalankannya

Besar kecilnya perusahaan ini tergantung dari kemampuan seseorang dalam mengembangkan usahanya. Selain itu, badan usaha ini tidak memerlukan badan hukum.

  • Firma

Secara umum, firma diartikan sebagai badan usaha persekutuan dua atau lebih yang menjalankan usaha dengan satu nama dan bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Firma memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

Usaha ini dilakukan secara bersama-sama antara dua orang atau lebih dengan menyetorkan modalnya masing-masing

Firma dapat terbentuk di lingkungan kerabat atau teman

Proses pendiriannya dilakukan dihadapan notaris dengan membuat akta pendirian usaha sebagai bukti tertulis

Besarnya modal yang disetorkan sekutu ke perusahaan disesuaikan dengan yang tertera pada akta pendirian

Keuntungan yang dibagikan ke sekutu-sekutunya sesuai dengan peersentase modal yang disetorkan para sekutu

  • Persekutuan komanditer

Persekutuan komanditer merupakan sebuah kerja sama delam semua bidang untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama. Dalam bidang perekonomian kita mengenal istilah CV (Commanditaire Vennootschap). CV adalah bentuk persekutuan yang terdiri atas beberapa orang yang menjalankan usahadan ada beberapa orang yang hanya menyetorkan modal. Dalam CV terdapat dua macam sekutu yaitu sekutu aktif dan sekutu pasif. Dua sekutu ini harus menyetiorkan modal usaha secara bersamaan untuk mendapakan keuntungan. Keuntungan yang diperoleh tiap-tiap sekutu tergantung pada besar kecilnya modal yang disetorkan. Sebagai badan usaha bersama, CV terbentuk atas dasar kepercayaan dari tiap-tiap sekutu.


Baca Juga :

Pengetian PT

Pengetian PT

Pengetian PT
Pengetian PT

Secara umum, beberapa adalan yang mendasari pendirian PT sebagai berikut :

Adanya pertanggungjawaban yang terbatas

Kemudahan transformasi

Menghindari pembayaran pajak perusahaan yang lebih besar

Adanya peraturan unadang-undang yang menghendaki pendirian PT

PT adalah bentuk badan usaha berbadan hukum yang kepemilikannya melibatkan beberapa orang dengan modal yang terbagi atas saham-saham. Dalam pengelolaan perseroan ini, persero tidak melibatkan harta kekayaan masing-masing. Selain itu, perseroan dapat memiliki lebih dari satu saham. Sebagai pemilik modal, persero akan mendapatkan keuntungan berupa deviden danakan dibagikan setiap periodenya. Saham merupakan modal bagi pengelolaan PT. Berdasarkan sahamnya PT dapat dibedakan sebagai berikut :

  • PT tertutup

Saham dalam sebuah PT bersifat terbatas

  • PT terbuka

Sahamnya terdaftar di bursa efek

  • PT kosong

PT yang usahanya masih ada, tetapi perusahaannya sudah tidak ada

Unsur-unsur dalam PT

  • Rapat umum pemegang usaha (RUPS)

RUPS merupakan pemegang kekuasaan tertinggi untuk menentukan kegiatan operasional PT.

  • Direksi

Merupakan orang yang mewakili kepentingan perseroan sebagai subjek hukum.

  • Komisaris

Merupakan alat perlengkapan perseroan yang diangkat dan diberhentikan oleh RUPS

Peranan BUMS

  • Menyelenggarakan kegiatan ekonomi
  • Mengiingkatkan pendapatan negara
  • Memperluas kesempatan kerja
  • Mendorong pembangunan ekonomi
  • Mengelola sumber daya ekonomi

Sumber: https://ijateng.id/ria-ricis-raih-sejuta-pelanggan-youtube/

Pengertian BUMN

Pengertian BUMN

Pengertian BUMN
Pengertian BUMN

BUMN merupakan badan usaha yang dimiliki oleh negara. BUMN didirikan oleh negara, dalam hal ini pemerintah, untuk mengelola aset negara yang menguasai hajat hidup orang banyak. BUMN ini didirikan berdasarkan pasal 33 ayat (2) UUD 1945 yang berbunyi “Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang meenguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.”

BUMN memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Pemerintah berwenang menetapkan kebijakan badan usaha
  • Pemerintah sebagai pemegang modal terbesar dalam badan usaha
  • Pengawasan operasional usaha dilakukan oleh operator negara yang berwenang
  • BUMN bertugas memberikan pelayanan publik selain untuk mencari keuntungan
  • BUMN berperan sebagai perintis kegiatan-kegiatan usaha di masyarakat

Bentuk-Bentuk BUMN

  • Perusahaan umum (Perum)

Perum dapat diartikan sebagai bentuk BUMN yang seluruh modalnya dimiliki oleh negara. Modal dalam perum ini tidak terbagi atas saham-saham dari investor. Tujuan utama dari perum adalah memberikan pelayanan kepada publik atas pengadaan barang dan jasa sengan harga terjangkau

  • Perusahaan perseroan

Persero memiliki ciri sebagai berikut :

Tujuan didirikannya persero untuk mencari keuntungan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat

Modal persero terdiri atas saham-saham

Kekuasaan tertinggi terletak pada rapat umum pemegang saham (RUPS)

  • Perusahaan daerah

Perusahaan daerah (persuda/BUMD) meruapakn bedan usaha yang dikelola atau dijalana kan oleh pemeruintah daerah. Sama dengan BUMN, seluruh atau sebagian modalnya dimiliki negara. BUMD berperan dalam emnorong pembangunan daerah setempat dan memberikan kontribusi yang besar bagi terwujudnya cita-cita pembangunan nasional.

  • Badan usaha milih desa

Pendiriannya harus disesuaikan dengan potensi sumber daya ekonomidan kebutuhan desa tersebut. Secara umum, badan usaha milik desa mendapatkan modal dari pemerintahhan desa, tabungan masyarakat, bantuan pemerintah, pemerintah provinsi maupun kota kabupaten, pinjaman dan modal, penyertaan pihak lain atau kerjasama bagi hasil dengan pihak lain.


Sumber: https://promo-honda.id/blackberry-bakal-buat-smartwatch/

Ilmu dan Metodologi Sosiologi

Ilmu dan Metodologi Sosiologi

Ilmu dan Metodologi Sosiologi
Ilmu dan Metodologi Sosiologi

 Pengertian Sosiologi.

                Suatu teori merupakan suatu pengaturan fakta berdasarkan cara-cara dan mekanisme tertentu. Fakta meruapakan sesuatu yang dapat diamati dan dapat diuji secara empiris. Sosiologi berasal dari kata socius (Latin) yang berarti teman atau kawan dan logos (Yunani) yang berarti ilmu. Jadi sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajarihubungan antara teman dan teman, seseorang dengan seseorang, seseorang dengan golongan , maupun antara golongan dengan golongan.
                Beberapa definisi sosiologi antara lain :
a. Pitirin A. Sorokin.
                Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari :
1)       hubungan dan pengaruh timbal balik antara bermacam-macam gejala sosial.
2)       Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non sosial.
3)       Ciri-ciri dari semua jenis gejala sosial.
b. Mayor Polak.
                Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan yakni hubungan antara manusia, manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok.
c. Roucek dan Warren.
                Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan anta manusia dalam kelompok-kelompok.
d. William F.Ogbern dan Meye F.Nimkoff.
                Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya yaitu organisasi sosial.
e. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi.
                Sosiologi adalah ilmu yang mempelajri struktur sosial dan proses sosial, termasuk perubahan sosial.
f. J.A.A Van Doorn, C.J. Lammers.
                Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur dan proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
g. Max Weber.
                Sosiologi adalah ilmu yang berhubungan dengan pemahaman interpretatif mengenai tindakan sosial.
h. Anthony Gidden.
                Sosiologi adalah studi tentang kehidupan  sosial manusia, kelompok, dan masyarakat.
i. Herbet Spencer.
                Sosiologi adalah penelitian tentang susunan dan proses dari kehidupan sosial sebagai suatu keseluruhan.
j. Kingsly Devis.
                Sosiologi adalah suatu studi yang mengkaji bagaimana masyarakat mencapai kesatuannya, kelangsungannya dan cara-cara masyarakat itu berubah.
k. P.J. Bouman.
                Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan sosial antara sesama individu dengan individu  lain,antara individu dengan kelompok serta sifat dan perubahan dalam lembaga dan ide sosialnya.
l. Hassan Shadily.
                Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat.
m. Yauder Zanden.
                Sosiologi adalah studi ilmiah tentang interaksi manusia.
Sosiologi Sebagai Ilmu.
                Soerjono Soekanto berpendapat bahwa ilmu adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis atas dasar kekuatan logika (pikiran). Sosiologi dapat disebut sebagai ilmu karena telah memenuhi syarat –syarat sebuah ilmu pengetahuan :
vSosiologi bersifat empiris artinya ilmu tersebut didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif.
vSosiologi bersifat teoritis artinya ilmu tersebut senantiasa berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi. Abstraksi merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis serta bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat sehingga menjadi sebuah teori.
vSosiologi bersifat  kumulatif artinya ilmu tersebut dibentuk atas dasar teori yang sudaha ada.
vSosiologi bersifat non-etis artinya yang dipersoalkan bukanlah buruk-baiknya fakta tertentu tetapi bertujuan untuk menjelaskan fakta tersebut secara analitis.
Sifat dan hakekat sosiologi sebagai ilmu pengetahuan, yaitu :
Ø Sosiologi adalah ilmu sosial bukan ilmu pengetahuan sosial dan ilmu pengetahuan kerohanian.
Ø Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak bukan ilmu pengetahuan yang konkrit, artinya yang diperhatikan sosiologi adalah bentuk  dan pola, peristiwa dalam masyarakat tetapi tidak konkrit wujudnya.
Ø Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional.
Ø Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan murni bukan ilmu pengetahuan terapan atau terpakai.
Ø Sosiologi bukan merupakan disiplin ilmu yang normatif tetapi kategoris artinya sosiologi membatasi diri dari apa yang terjadi dewasa ini dan bukan mengenai apa yang seharusnya terjadi.
Ø Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian dan pola umum.
Ø Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum bukan ilmu pengetahuan yang khsusu artinya sosiologi mempelajari gejala umum yang ada pada setiap interaksi antar manusia.

Baca Juga :

PERBANDINGAN ORGANISASI

PERBANDINGAN ORGANISASI

PERBANDINGAN ORGANISASI
PERBANDINGAN ORGANISASI

Organisasi kecil dan organisasi besar

Baik organisasi kecil maupun organisasi besar, keduanya memiliki kesamaan yaitu mempunyai tujuan organisasi yang ingin dicapai bersama oleh tiap-tiep individunya. Sebagai contoh organisasi kecil yaitu organisasi keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak.  Dimana dalam keluarga mempunyai tujuan membentuk keluarga yang sejahtera. Sedangkan contoh organisasi besar yaitu partai politik. Yang memiliki ratusan anggota yang tersebar diseluruh penjuru tanah air. Dan memiliki tujuan partai politik yaitui visi dan misi partai politik tersebut.

Ciri organisasi yang lain yang terdapat di kedua tipe organisasi tersebut adalah adanya struktur yang hierarkis. Dimana dalam keluarga, ayah sebagai pemimpin keluarga memegang kekuasaan tertinggi dalam keluarga. Sedangkan dalam partai politik pemegang pimpinan berada di pusat.

Baik organisasi keluarga maupun organisasi partai politik memiliki struktur dan pembagian kerja yang jelas.  Di dalam keluarga terdapat pembagian kerja, ayah sebagai kepala keluar ga sekaligus pencari nafkah untuk keluarga. Ibu sebagai wakil kepala keluarga memiliki tugas merawat keluarga. Dan anak sebagai anggota keluarga mentaati peraturan yang ada d alam keluarga tersebut.

Yang menjadi pembeda antara organisasi kecil dan organisasi besar ad alah pola hubungan antar individunya. Bisa dibilang semakin besar suatu  organisasi maka semakin formal hubungan antar anggotanya. Sedangkan semakin kecil suatu organisasi maka semakin informal hubungan antar anggotanya.

Hubungan formal dan informal dalam organisasi merupakan sebua pola yang terbentuk karena kedekatan antara anggota dan juga karena tingkat kebebas an ber tindak dalam organisasi. Jadi dapat pula dikatakan organisasi kecil tiap anggotanya memiliki tingkat diskresi yang tinggi dalam melakukan pekerjaannya  dan juga memiliki hubungan lebih bersifat kekeluargaan antara anggotanya. Sedangkan d alam organisasi besar dapat pula dikatakan tiap anggotanya hanya memiliki kecil tingkat diskr esinya dalam melakukan pekerjaan dan hubungan antar anggotanya hanya sebatas hubungan  karena pekerjaan.

Strukur organisasi

Dalam organisasi kecil, struktur organisasinya cenderung sederhana. Biasa hanya terdiri dari pimpinan dan beberapa anggota saja. Sedangkan dalam organisasi besar, struktur organisasi rumit. Terdiri dari beberapa cabang.

contoh struktur organisasi kecil:

 

contoh struktur organisasi besar:

 

Peraturan dalam organisasi

Baik organisasi kecil maupun oragnisasi besar atau aksasa, pasti ada peraturan organisasi baik yang tertulis maupun tak terstulis. Per atur an te rsebut bertujuan untuk terciptanya keteraturan dalam melaksanakan kegiatan organisasi untuk tercapainya tujuan organisasi.

Namun dalam organisasi kecil peraturan yang ada cenderung lebih banyak peraturan tak tertulis atau lisan. Dan sanksi maupun reward yang ada pun juga cenderung teguran lisan atau pujian.  Sedangkan dalam orgaisasi yang lebih kompleks lebih mengutamakan ketaatan terhadap peraturan tertulis, dengan sanksi yang tegas.

Kesimpulan

Baik organisasi kecil maupun organisasi besar keduanya mempunyai satu tujuan yang ingin dicapai oleh masing-masing organisasi tersebut. Skala besar kecilnya organisasi tergantung dari sifat serta tujuan terbentuknya organisasi tersebut. Semakin besar organisasi maka semakin formal organisasi tersebut begitu sebaliknya.  Dan semakin besar organisasi maka semakin rumit struktur dan regulasi didalamnya begitu sebaliknya.


Sumber: https://student.blog.dinus.ac.id/blogtekno/apple-patenkan-teknologi-tali-jam-tangan/

Konsep Dasar Sosiologi

Konsep Dasar Sosiologi

Konsep Dasar Sosiologi
Konsep Dasar Sosiologi
    Konsep yang tidak dapat ditinggalkan dalam mempelajari sosiologi adalah konsep masyarakat dan budaya, termasuk sub-sub dari keduanya yang sangat beragam. Konsep-konsep tersebut adalah :

a. Individu.

                Indivudi adalah manusia secara perorangan yang memiliki akal buudi dan kepribadian yang berbeda-beda.
b. Keluarga.
                Keluarga adalah suatu satuan sosial terkecil yang beranggotakan ayah,ibu, dan anak dan terikat melalui perkawinan atau adopsi. Berdasarkan tinjauan kesukuannya kita mengenal keluarga bilateral/parental,patrilineal dan matrilineal. Pada keluarga bilateral akan membentuk himpunan kerabat sebagai bentuk  perkembangan keluarga yang dihitung dari garis keturunan ayah maupun ibu, pada keluarga matrilineal hanya dihitung dari dari kerabat ibu saja dan pada keluarga patrilineal keanggoataan kerabat ditentukan berdasarkan garis keturunan ayah saja.
c. Masyarakat.
                Masyarakat merupakan himpunan orang-orang yang terikat oleh kerja sama dan cita-cita dalam suatu wilayah tertentu dengan  berdasarkan pada norma sosial tertentu. Setiap masyarakat terdiri dari empat unsur pokok, yaitu :
1) Individu, merupakan subjek yang menentukan segala sesuatu yang ada di dalam masyarakat tersebut.
    Walaupun memiliki latar belakang sosial,ekonomi dan ideologi yang berbeda-beda tetapi karena
    mepunyai kesadaran saling memerlukan maka terjalinlah suatu toleransi dan kerja sama yang harmonis.
2) Kerja sama dan Cita-cita yang sama. Perasaan dan cita-cita yang sama sebagai satu kesatuan sosial yang
    akan menumbuhkan  salidaritas antara satu dengan yang lain untuk melakukan kegiatan yang salaing
    menguntungkan.
3) Wilayah. Setiap masyarakat mendiami wilayah tertentu baik dalam skala kecil maupun besar yang
    berfungsi sebagai wadah semua kegiatan warga masyarakat dalam menyelenggarakan kehidupannya.
4) Sistem Norma  tertentu. Sistem norma berfungsi sebagai pedoman dalam sistem tata kelakuan dan
    hubungan warga masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.
d. Interaksi Sosial.
                 Interaksi sosial merupakan hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok maupun kelompok dengan kelompok. Ada 4 motivator mengapa manusia melakukan interaksi sosial :
1) Untuk meneruskan atau mengembangkan keturunan.
2) Untuk memepertahankan diri.
3) Untuk melaksanakan kehidupan bersama.
4) Untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Setiap interaksi sosial terdiri atas 4 komponen pokok, yaitu :
a) Rangsangan/stimulan, yaitu sesuatu yang mengundang perhatian sehingga mendorong manusia untuk
    melihat,mendengar, mencium, atau memperhatikan.
b) Tanggapan/respon yaitu               rekasi terhadap rangsangan yang akan menggerakkan panca indera dan organ
     tubuh untuk mengetahuinya.
c) Aksi yaitu aktivitas permulaan yang mengawali terjadinya suatu interaksi dari pihak pertama.
d) Reaksi yaitu lanjutan atau balasan terhadap aksi yang dilakukan oleh pihak pertama  yang dilakukan oleh
    pihak kedua sebagai lawan dari pihak yang berinteraksi.
e. Proses Sosialisasi.
                 Proses sosialisasi merupakan aktivitas belajar yang dilakukan oleh seorang individu untuk
    mengetahui secara seksama mengenai cara-cara bergaul di dalam masyarakat.
f. Nilai dan Norma Sosial.
                 Nilai sosial adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan oleh warga masyarakat baik menyangkut nilai vital, material, dan spiritual. Sedangkan norma sosial merupakan semua bentuk peraturan baik tertulis maupun tidak tertulis yang ada dan berlaku dalam masyarakat.
g. Prilaku menyimpang.
                Prilaku menyimpang adalah prilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku dalam
    masyarakat.
j. Pengendalian Sosial yaitu upaya untuk mencegah atau menghilangkan prilaku-prilaku yang
   menyimpang dalam masyarakat.
i. Perubahan Sosial yaitu perubahan situasi dalam masyarakat yang menyangkut lembaga sosial.dan sistem aktifitas maupun benda-benda konkrit sebagai hasil perbuatan manusia. Perubahan sosial disebabkan 4 sumber utama, yaitu  perubahan lingkungan alam, situasi kependudukan, struktur sosial serta nilai dan sikap.

Kehidupan politik Kesultanan Cirebon

Kehidupan politik Kesultanan Cirebon

Kehidupan politik Kesultanan Cirebon

Sumber-sumber setempat menganggap pendiri Cirebon adalah

Walangsungsang, namun orang yang berhasil meningkatkan statusnya menjadi sebuah kesultanan adalah Syarif Hidayatullah yang oleh Babad Cirebon dikatakan identik dengan Sunan Gunung Jati (Wali Songo). Sumber ini juga mengatakan bahwa Sunan Gunung Jati adalah keponakan dan pengganti Pangeran Cakrabuana. Dialah pendiri dinasti raja-raja Cirebon dan kemudian juga Banten. Setelah Cirebon resmi berdiri sebagai sebuah kerajaan Islam, Sunan Gunung Jati berusaha mempengaruhi kerajaan Pajajaran yang belum menganut agama Islam. Ia mengembangkan agama ke daerah-daerah lain di Jawa Barat. Setelah Sunan Gunung Jati wafat (menurut Negarakertabhumi dan Purwaka Caruban Nagari tahun 1568), dia digantikan oleh cucunya yang terkenal dengan gelar Pangeran Ratu atau Panembahan Ratu. Pada masa pemerintahannya, Cirebon berada di bawah pengaruh Mataram. Kendati demikian, hubungan kedua kesultanan itu selalu berada dalam suasana perdamaian. Kesultanan Cirebon tidak pernah mengadakan perlawanan terhadap Mataram. Pada tahun 1590, raja Mataram , Panembahan Senapati, membantu para pemimpin agama dan raja Cirebon untuk memperkuat tembok yang mengelilingi kota Cirebon. Mataram menganggap raja-raja Cirebon sebagai keturunan orang suci karena Cirebon lebih dahulu menerima Islam. Pada tahun 1636 Panembahan Ratu berkunjung ke Mataram sebagai penghormatan kepada Sultan Agung yang telah menguasai sebagian pulau Jawa. Panembahan Ratu wafat pada tahun 1650 dan digantikan oleh putranya yang bergelar Panembahan Girilaya. Keutuhan Cirebon sebagai satu kerajaan hanya sampai pada masa Panembahan Girilaya (1650-1662). Sepeninggalnya, sesuai dengan kehendaknya sendiri, Cirebon diperintah oleh dua putranya, Martawijaya (Panembahan Sepuh) dan Kartawijaya (Panembahan Anom). Panembahan Sepuh memimpin kesultanan Kasepuhan dengan gelar Syamsuddin, sementara Panembahan Anom memimpin Kesultanan Kanoman dengan gelar Badruddin. Saudara mereka, Wangsakerta, mendapat tanah seribu cacah (ukuran tanah sesuai dengan jumlah rumah tangga yang merupakan sumber tenaga). Perpecahan tersebut menyebabkan kedudukan Kesultanan Cirebon menjadi lemah sehingga pada tahun 1681 kedua kesultanan menjadi proteksi VOC. Bahkan pada waktu Panembahan Sepuh meninggal dunia (1697), terjadi perebutan kekuasaan di antara kedua putranya. Keadaan demikian mengakibatkan kedudukan VOC semakin kokoh.


Baca Juga :

Masa Kesultanan Cirebon

Masa Kesultanan Cirebon

Masa Kesultanan Cirebon

  1. Pangeran Cakrabuana (…. –1479)

Pangeran Cakrabuana adalah keturunan Pajajaran. Putera pertama Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari istrinya yang kedua bernama SubangLarang (puteri Ki Gedeng Tapa). Nama kecilnya adalah Raden Walangsungsang, setelah remaja dikenal dengan nama Kian Santang. Ia mempunyai dua orang saudara seibu, yaitu Nyai Lara Santang/ Syarifah Mudaim dan Raden Sangara.

Sebagai anak sulung dan laki-laki ia tidak mendapatkan haknya sebagai putera mahkota Pakuan Pajajaran. Hal ini disebabkan oleh karena ia memeluk agama Islam (diturunkan oleh Subanglarang – ibunya), sementara saat itu (abad 16) ajaran agama mayoritas di Pajajaran adalah Sunda Wiwitan (agama leluhur orang Sunda) Hindu dan Budha. Posisinya digantikan oleh adiknya, Prabu Surawisesa, anak laki-laki Prabu Siliwangi dari istrinya yang ketiga Nyai Cantring Manikmayang.

Ketika kakeknya Ki Gedeng Tapa yang penguasa pesisir utara Jawa meninggal, Walangsungsang tidak meneruskan kedudukan kakeknya, melainkan lalu mendirikan istana Pakungwati dan membentuk pemerintahan di Cirebon. Dengan demikian, yang dianggap sebagai pendiri pertama Kesultanan Cirebon adalah Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. Pangeran Cakrabuana, yang usai menunaikan ibadah haji kemudian disebut Haji Abdullah Iman, tampil sebagai “raja” Cirebon pertama yang memerintah dari keraton Pakungwati dan aktif menyebarkan agama Islam kepada penduduk Cirebon.

  1. Sunan Gunung Jati (1479-1568)

Pada tahun 1479 M, kedudukannya kemudian digantikan putra adiknya, Nyai Rarasantang dari hasil perkawinannya dengan Syarif Abdullah dari Mesir, yakni Syarif Hidayatullah (1448-1568) yang setelah wafat dikenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati dengan gelar Tumenggung Syarif Hidayatullah bin Maulana Sultan Muhammad Syarif Abdullah dan bergelar pula sebagai Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Jati Purba Panetep Panatagama Awlya Allah Kutubid Jaman Khalifatur Rasulullah.

Pertumbuhan dan perkembangan yang pesat pada Kesultanan Cirebon dimulailah oleh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Sunan Gunung Jati kemudian diyakini sebagai pendiri dinasti raja-raja Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Banten serta penyebar agama Islam di Jawa Barat seperti Majalengka, Kuningan, Kawali (Galuh), Sunda Kelapa, dan Banten.[2]

  1. Fatahillah (1568-1570)

Kekosongan pemegang kekuasaan itu kemudian diisi dengan mengukuhkan pejabat keraton yang selama Sunan Gunung Jati melaksanakan tugas dakwah, pemerintahan dijabat olehFatahillah atau Fadillah Khan. Fatahillah kemudian naik takhta, dan memerintah Cirebon secara resmi menjadi raja sejak tahun 1568. Fatahillah menduduki takhta kerajaan Cirebon hanya berlangsung dua tahun karena ia meninggal dunia pada tahun 1570, dua tahun setelah Sunan Gunung Jati wafat dan dimakamkan berdampingan dengan makam Sunan Gunung Jati di Gedung Jinem Astana Gunung Sembung.

  1. Panembahan Ratu I (1570-1649)

Sepeninggal Fatahillah, oleh karena tidak ada calon lain yang layak menjadi raja, takhta kerajaan jatuh kepada cucu Sunan Gunung Jati yaitu Pangeran Emas putra tertua Pangeran Dipati Carbon atau cicit Sunan Gunung Jati. Pangeran Emas kemudian bergelar Panembahan Ratu I dan memerintah Cirebon selama kurang lebih 79 tahun.

  1. Panembahan Ratu II (1649-1677)

Setelah Panembahan Ratu I meninggal dunia pada tahun 1649, pemerintahan Kesultanan Cirebon dilanjutkan oleh cucunya yang bernama Pangeran Rasmi atau Pangeran Karim, karena ayah Pangeran Rasmi yaitu Pangeran Seda ing Gayam atau Panembahan Adiningkusumah meninggal lebih dahulu. Pangeran Rasmi kemudian menggunakan nama gelar ayahnya almarhum yakni Panembahan Adiningkusuma yang kemudian dikenal pula dengan sebutan Panembahan Girilaya atau Panembahan Ratu II.

Panembahan Girilaya pada masa pemerintahannya terjepit di antara dua kekuatan kekuasaan, yaitu Kesultanan Banten dan Kesultanan Mataram. Banten merasa curiga sebab Cirebon dianggap lebih mendekat ke Mataram (Amangkurat I adalah mertua Panembahan Girilaya). Mataram dilain pihak merasa curiga bahwa Cirebon tidak sungguh-sungguh mendekatkan diri, karena Panembahan Girilaya dan Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten adalah sama-sama keturunan Pajajaran. Kondisi ini memuncak dengan meninggalnya Panembahan Girilaya di Kartasura dan ditahannya Pangeran Martawijaya dan Pangeran Kartawijaya di Mataram.

Panembahan Girilaya adalah menantu Sultan Agung Hanyakrakusuma dari Kesultanan Mataram. Makamnya di Jogjakarta, di bukit Girilaya, dekat dengan makam raja raja Mataram di Imogiri, Kabupaten Bantul. Menurut beberapa sumber di Imogiri maupun Girilaya, tinggi makam Panembahan Girilaya adalah sejajar dengan makam Sultan Agung di Imogiri.


Sumber: https://icbbumiputera.co.id/advan-a8-ponsel-kamera-ganda-dengan-keamanan-berlapis/