Peninggalan Kerajaan Gowa Tallo

Peninggalan Kerajaan Gowa Tallo

Peninggalan Kerajaan Gowa Tallo

Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ kallonna. Awalnya benteng ini berbahan dasar tanah liat, namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin konstruksi benteng ini diganti menjadi batu padas yang bersumber dari Pegunungan Karst yang ada di daerah Maros. Benteng Ujung Pandang ini berbentuk seperti seekor penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. Dari segi bentuknya sangat jelas filosofi Kerajaan Gowa, bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut. Begitu pun dengan Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun di lautan. Nama asli benteng in i adalah Benteng Ujung Pandang.

Masjid Katangka

Mesjid Katangka didirikan pada tahun 1605 M. Sejak berdirinya telah mengalami beberapa kali pemugaran. Pemugaran itu berturut-turut dilakukan oleh Sultan Mahmud  (1818), Kadi Ibrahim (1921), Haji Mansur Daeng Limpo, Kadi Gowa (1948), dan Andi Baso, Pabbicarabutta Gowa (1962) sangat sulit mengidentifikasi bagian paling awal (asli) bangunan mesjid tertua Kerajaan Gowa ini.

Kompleks makam raja gowa tallo.

Makam raja-raja. Tallo adalah sebuah kompleks makam kuno yang dipakai sejak abad XVII sampai dengan abad XIX Masehi. Letaknya di RK 4 Lingkungan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Madya Ujungpandang. Lokasi makam terletak di pinggir barat muara sungai Tallo atau pada sudut timur laut dalam wilayah benteng Tallo. Ber¬dasarkan basil penggalian (excavation) yang dilakukan oleh Suaka Peninggalan sejarah dan Purbakala (1976¬-1982) ditemukan gejala bah wa komplek makam ber¬struktur tumpang-tindih. Sejumlah makam terletak di atas pondasi bangunan, dan kadang-kadang ditemukan fondasi di atas bangunan makam.

Kompleks makam raja-raja Tallo ini sebagian ditempat¬kan di dalam bangunan kubah, jirat semu dan sebagian tanpa bangunan pelindung: Jirat semu dibuat dan balok¬balok ham pasir. Bangunan kubah yang berasal dari kuran waktu yang lebih kemudian dibuat dari batu bata. Penempatan balok batu pasir itu semula tanpa memper¬gunakan perekat. Perekat digunakan Proyek Pemugaran. Bentuk bangunan jirat dan kubah pada kompleks ini kurang lebih serupa dengan bangunan jirat dan kubah dari kompleks makam Tamalate, Aru Pallaka, dan Katangka. Pada kompleks ini bentuk makam dominan berciri abad XII Masehi.


Sumber: https://khasanahkonsultama.co.id/lapan-bahas-pembangunan-stasiun-peluncuran-satelit/

Tipe Perilaku Pembelian Konsumen

Tipe Perilaku Pembelian Konsumen

  1. Perilaku Pembelian Kompleks. Perilaku pembelian konsumen dalam situasi yang bercirikan adanya keterlibatan konsumen yang sangat tinggi dalam membeli dan adanya persepsi yang signifikan mengenai perbedaan diantara merek.
  2. Perilaku Pembelian Pengurangan Disonansi. Perilaku pembelian dalam situasi dimana pembeli mempunyai keterlibatan yang tinggi tetapi melihat hanya sedikit perbedaan antar merek.
  3. Perilaku Pembelian Kebiasaan. Suatu situasi dimana konsumen mempunyai keterlibatan rendah dan perbedaan yang tidak jauh antar merek.
  4. Perilaku Pembelian Pencarian Variasi. Perilaku pembelian konsumen dalam situasi dimana konsumen mempunyai tingkat keterlibatan yang rendah tetapi mempersepsikan adanya perbedaan merek yang signifikan.

Recent Posts

 

Faktor-Faktor Terbentuknya Pemukiman Kumuh

Faktor-Faktor Terbentuknya Pemukiman Kumuh

Faktor-Faktor Terbentuknya Pemukiman Kumuh

Adapun timbulnya kawasan kumuh menurut Hari Srinivas (2003), faktor terbentuknya pemukiman kumuh dapat dikelompokan menjadi 2 bagian, yaitu:

  1. Faktor Internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam sudut pandang atau pemikiran itu sendiri. Faktornya meliputi:
  • Budaya
  • Agama
  • Tempat lahir
  • Lama tinggal
  • Investasi rumah
  • Jenis bangunan rumah
  • Dan lainya
  1. Faktor Eksternal, yaitu faktor yang dipengaruhi oleh keadan lingkungan di sekitarnya. Faktornya meliputi:
  • Kepemilikan tanah
  • Kebijakan pemerintah
  • Kondisi geografis
  • Dan lainya
  1. Proses Terbentuknya Pemukiman Kumuh

Dimulai dengan dibangunnya perumahan oleh sektor non-formal, baik secara perorangan maupun kolektif atau pun dibangunkan oleh orang lain. Pada proses pembangunan oleh sektor non-formal tersebut yang kurang kordinasi bahkan tidak ada izin dari pihak yang berwenang mengakibatkan munculnya lingkungan perumahan kumuh, yang padat, tidak teratur dan tidak memiliki prasarana dan sarana lingkungan yang memenuhi standar teknis dan kesehatan.

  1. Dampak Yang Ditimbulkan Dari Terbentuknya Pemukiman Kumuh

Pemukiman kumuh dapat mengakibatkan berbagai dampak, baik dari segi sosial, segi pemerintahan, segi kesehatan, segi lingkungan, dan lainya.

  1. Dari segi pemerintahan. Pemerintah dianggap dan dipandang tidak cakap dan tidak peduli dalam menangani pelayanan terhadap masyarakat.
  2. Dari segi sosial. Dimana sebagian masyarakat pemukiman kumuh adalah masyarakat dengan berpenghasilan rendah dan dengan kemampuan ekonomi menengah kebawah dianggap sebagai sumber ketidakteraturan dan ketidakpatuhan terhadap norma-norma sosial.
  3. Daerah ini sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan, karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai macam perilaku menyimpang, seperti kejahatan, dan sumber penyakit sosial lainya. Kecenderungan terjadinya perilaku menyimpang (deviant behaviour).
  4. Wajah perkotaan menjadi memburuk dan kotor, planologi penertiban bangunan sukar dijalankan.
  5. Berpotensi mendukung terjadinya bencana  seperti banjir dan kebakaran.
  6. Dari segi kesehatan banyak penyakit yang ditimbulkan akibat pola  hidup yang tidak sehat.
  7. Dari segi lingkungan . Lingkungan kotor, semrawut, bau dan becek karena tidak tersedianya sarana dan utilitas, selain itu berkurangnya tempat resapan air atau ruang terbuka hijau akibat pembangunan pemukiman pada ruang yang ilegal.

Baca Juga :

Sebab Terbentuknya Permukiman Kumuh

Sebab Terbentuknya Permukiman Kumuh

Sebab Terbentuknya Permukiman Kumuh

Dalam perkembangan suatu kota

sangat erat kaitannya dengan mobilitas penduduknya. Masyarakat yang mampu, cenderung memilih tempat huniannya keluar dari pusat kota. Sedangkan bagi masyarakat yang kurang mampu akan cenderung memilih tempat tinggal di pusat kota, khususnya kelompok masyarakat urbanisasi yang ingin mencari pekerjaan dikota. Kelompok masyarakat inilah yang karena tidak tersedianya fasilitas perumahan yang terjangkau oleh kantong mereka serta kebutuhan akan akses ke tempat usaha, menjadi penyebab timbulnya lingkungan pemukiman kumuh di perkotaan.

Latar belakang lain yang erat kaitannya dengan tumbuhnya permukiman kumuh adalah akibat dari ledakan penduduk di kota-kota besar, baik karena urbanisasi maupun karena kelahiran yang tidak terkendali. Lebih lanjut, hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan antara pertambahan penduduk dengan kemampuan pemerintah untuk menyediakan permukiman-permukiman baru, sehingga para pendatang akan mencari alternatif tinggal di permukiman kumuh untuk mempertahankan kehidupan di kota.

Lebih ringkasnya, penyebab utama tumbuhnya lingkungan kumuh menurut Khomarudin (1997) antara lain adalah:

  • Urbanisasi dan migrasi yang tinggi terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
  • Sulit mencari perkerjaan.
  • Sulitnya mencicil atau menyewa rumah.
  • Kurang tegasnya pelaksanaan perundang-undangan.
  • Perbaikan lingkungan yang hanya dinikmati oleh para pemilik rumah.
  • Disiplin warga yang rendah
  • Kota sebagai pusat perdagangan yang menarik bagi para pengusaha dan kaum pendatang.
  • Semakin sempitnya lahan pemukiman karena dinamika penduduk dan semakin tingginya harga tanah maupun bangunan.

Sumber: https://bingkis.co.id/qualcomm-ajukan-gugatan-baru-kepada-apple/

Karakteristik Dan Kriteria Serta Ciri-Ciri

Karakteristik Dan Kriteria Serta Ciri-Ciri

Karakteristik Dan Kriteria Serta Ciri-Ciri

  1. Karakteristik pemukiman kumuh

Menurut Jonas Silas, karakteristik pemukiman kumuh adalah:

  1. Keadaan rumah pada permukiman kumuh terpaksa dibawah standar, rata-rata 6 m2/orang. Sedangkan fasilitas kekotaan secara langsung tidak terlayani karena tidak tersedia. Namun karena lokasinya dekat dengan permukiman yang ada, maka fasilitas lingkungan tersebut tak sulit mendapatkannya.
  2. Permukiman ini secara fisik memberikan manfaat pokok, yaitu dekat tempat mencari nafkah (opportunity value) dan harga rumah juga murah (asas keterjangkauan) baik membeli atau menyewa. Manfaat permukiman disamping pertimbangan lapangan kerja dan harga murah adalah kesempatan mendapatkannya atau aksesibilitas tinggi.Hampir setiap orang tanpa syarat yang bertele-tele pada setiap saat dan tingkat kemampuan membayar apapun, selalu dapat diterima dan berdiam di sana, termasuk masyarakat “residu” seperti residivis, WTS dan lain-lain.
  1. Kriteria pemukiman kumuh
  2. Kriteria Umum Permukiman Kumuh:
  3. Mandiri dan produktif dalam banyak aspek, namun terletak pada tempat yang perlu dibenahi.
  4. Keadaan fisik hunian minim dan perkembangannya lambat. Meskipun terbatas, namun masih dapat ditingkatkan.
  5. Para penghuni lingkungan permukiman kumuh pada umumnya bermata pencaharian tidak tetap dalam usaha non formal dengan tingkat pendidikan rendah.
  6. Pada umumnya penghuni mengalami kemacetan mobilitas pada tingkat yang paling bawah, meskipun tidak miskin serta tidak menunggu bantuan pemerintah, kecuali dibuka peluang untuk mendorong mobilitas tersebut.
  7. Ada kemungkinan dilayani oleh berbagai fasilitas kota dalam kesatuan program pembangunan kota pada umumnya.
  8. Kehadirannya perlu dilihat dan diperlukan sebagai bagian sistem kota yang satu, tetapi tidak semua begitu saja dapat dianggap permanen.
  9. Kriteria Khusus Permukiman Kumuh:
  10. Berada di lokasi tidak legal.
  11. Dengan keadaan fisik yang substandar, penghasilan penghuninya amat rendah (miskin).
  12. Tidak dapat dilayani berbagai fasilitas kota.
  13. Tidak diingini kehadirannya oleh umum, (kecuali yang berkepentingan).
  14. Permukiman kumuh selalu menempati lahan dekat pasar kerja (non formal), ada sistem angkutan yang memadai dan dapat dimanfaatkan secara umum walau tidak selalu murah.
  1. Ciri-ciri pemukiman kumuh

Ciri-ciri pemukiman kumuh adalah sebagai berikut:

  1. Dihuni oleh penduduk yang padat dan berjubel, baik karena pertumbuhan penduduk akibat kelahiran maupun akibat dari adanya urbanisasi.
  2. Dihuni oleh warga yang berpenghasilan rendah dan tidak tetap, atau berproduksi subsisten yang hidup dibawah garis kemiskinan.
  3. Rumah-rumah yang ada di daerah ini merupakan rumah darurat yang terbuat dari bahan-bahan bekas dan tidak layak.
  4. Kondisi kesehatan dan sanitasi yang rendah, biasanya ditandai oleh lingkungan fisik yang jorok dan mudahnya tersebar penyakit menular.
  5. Langkanya pelayanan kota seperti air bersih, fasilitas MCK, listrik, dan lainya.
  6. Pertumbuhanya yang tidak terencana sehingga penampilan fisikhya pun tidak teratur dan tidak terurus; jalan yang sempit, halaman tidak ada, dan lainya.
  7. Kuatnya gaya hidup “pedesaan” yang masih tradisional.
  8. Secara sosial terisolasi dari pemukiman lapisan masyarakat lainya.
  9. Ditempati secara ilegal atau status hukum tanah yang tidak jelas (bermasalah)
  10. Biasanya di tandai oleh banyaknya perilaku menyimpang dan tindak kriminal.

Pemukiman kumuh biasanya tercipta oleh orang-orang, baik dari dalam dearah itu sendiri, maupun oleh orang-orang yang datang dari daerah lain ke daerah tersebut yang “kalah” dari persaingan/kompetisi mendapatkan tempat tinggal yang layak yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti kemiskinan, belum terciptanya hubungan baik seseorang maupun kolektif pada suatu daerah, diferensi sosial yang masih dianggap kuat, dan masih banyak lagi faktor lainya.Biasanya pemukiman kumuh terjadi di daerah perkotaan/metropolitan, karena daerah perkotaan masih dianggap oleh orang awam sebagai primadona untuk menuju kesuksesan.

 


Sumber: https://airborn.co.id/instagram-uji-fitur-repost-dan-stiker-gif/

Pengertian Efek rumah kaca

Pada titik ini kita akan membahas efek rumah kaca: definisi, penyebab, proses, efek, contoh. Pada artikel sebelumnya kita membahas pemanasan global. Sekarang mari kita lihat artikel rumah kaca dengan ulasan lengkap di bawah ini.

Cara mengatasi efek rumah kaca

Rumah kaca itu sendiri adalah rumah di mana semua bagian terbuat dari kaca (baik di dinding dan langit-langit, dll.). Namun efek rumah kaca adalah istilah untuk menggambarkan kondisi bumi di mana, ketika Anda memiliki rumah kaca, panas matahari akan terperangkap di atmosfer.

Jika matahari biasanya menyinari bumi pada siang hari maka permukaan bumi menjadi hangat, dan pada malam hari permukaan bumi menjadi dingin. Namun, karena efek rumah kaca, panas matahari yang seharusnya dipantulkan oleh permukaan bumi sebenarnya terperangkap oleh gas rumah kaca yang memanaskan bumi dari tahun ke tahun.

Konten promosi

Rasa sakit di persendian Anda akan hilang selamanya
Arthropont

10 Tempat Wisata Paling Misterius di Asia
Berry otak

Pulau misterius dengan pemandangan luar biasa.
Berry otak

Kisah-kisah hebat tentang karakter film yang harus dilanjutkan
Berry otak

Penyebab dan efek dari efek rumah kaca

Ada hal-hal yang menyebabkan efek rumah kaca, selain efek rumah kaca itu juga memberi banyak efek.

Penyebab efek rumah kaca
Pembabatan hutan dan pembakaran
Penggunaan bahan bakar fosil.
Polusi air laut
Limbah industri
Limbah rumah tangga
Efek rumah kaca
pemanasan global
Mencairnya es di kutub
Meningkatkan jumlah air laut.
Level ozon berkurang
Pengolahan rumah kaca
Gambar rumah kaca
Singkatnya, proses efek rumah kaca dimulai ketika panas matahari menghilang dan kemudian menembus permukaan bumi. Setelah itu, panas matahari terpantul dari permukaan bumi ke angkasa oleh atmosfer. Panas matahari akhirnya terperangkap di permukaan bumi dan menghangatkan suhu bumi.

Baca juga: Pelangi: Definisi, Proses, Jenis dan Warna
Zat penghasil rumah kaca
Steam (H2O)
Karbon dioksida (CO2)
Methana (CH4)
Ozon (O3)
Nitrous oxide (N2O)
C.F.C. Dan H.F.C.
Zat-zat di atas benar-benar diperlukan agar bumi tidak terlalu dingin, tetapi sejak revolusi industri telah terjadi peningkatan zat seperti karbon dioksida atau gas berbahaya lainnya di atmosfer, karenanya peningkatan konsentrasi akibat aktivitas manusia.

Contoh efek rumah kaca

Dampak rumah kaca telah menjadi berbahaya bagi tanah kita, tentu saja, itu berbahaya bagi kelangsungan hidup di bumi. Ada banyak contoh efek rumah kaca yang muncul dalam kehidupan kita sehari-hari, antara lain:

Limbah listrik, limbah listrik adalah contoh yang menyebabkan efek rumah kaca. Sebagian besar pembangkit listrik mengeluarkan CO2 dalam jumlah besar.
Limbah pembakaran, asap yang dihasilkan oleh pembakaran limbah mengandung CO2. Dan jika asap memenuhi atmosfer bumi, sinar matahari akan dipantulkan dan akan menghangatkan bumi.
Kendaraan bermotor, asap knalpot kendaraan juga mengandung CO2, dan selain efek rumah kaca, asap dari kendaraan ini dapat menyebabkan penyakit berbahaya.
Cara mengatasi efek rumah kaca
Hindari menggunakan listrik. Energi alami dapat digunakan untuk menghasilkan listrik untuk memenuhi efek rumah kaca.
Pemulihan dan konservasi hutan, pohon, dan spesies tanaman lainnya memiliki peran yang sangat penting. Mereka menghasilkan oksigen, yang merupakan faktor penentu kehidupan. Selain itu, tanaman juga berperan dalam pemrosesan CO2 dalam bahan organik dan oksigen.
Pengurangan penggunaan kendaraan bermotor. Dengan tidak menggunakan kendaraan bermotor, tentu saja, Anda bisa mengurangi jumlah asap yang bisa berbahaya.
Mengolah limbah dengan benar. Alih-alih membakar sampah, lebih baik mendaur ulangnya.

Sumber: www.ruangguru.co

Baca juga:

Berikut Beberapa Fungsi Akuntansi Biaya Dalam Perusahaan Manufaktur

Akuntansi biaya memainkan peran penting untuk berbagai perusahaan, seperti perusahaan jasa, perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur. Pengertian akuntansi biaya adalah cabang akuntansi yang melihat harga barang-barang manufaktur, terutama di perusahaan manufaktur, untuk memenuhi kebutuhan pembeli, termasuk bagaimana cara menghitung nilai barang yang dijual. Harga produk harus dihitung dengan benar karena Anda dapat menentukan harga barang yang akan dijual sesuai dengan laba. Tujuan akuntansi biaya adalah untuk tujuan pengendalian, terutama pengendalian biaya dalam proses pembuatan untuk mencapai efisiensi bisnis.

Fungsi akuntansi biaya dalam sistem akuntansi adalah jaringan prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan dan menyajikan biaya produksi, biaya pemasaran, biaya administrasi, dan biaya overhead. Beberapa faktor yang mempengaruhi desain sistem akuntansi biaya adalah total biaya atau biaya variabel dari metode biaya yang digunakan. Siklus akuntansi biaya mengambil bentuk sistem penetapan harga standar atau sistem penetapan harga historis dan proses produksi berdasarkan pesanan atau proses. Sistem akuntansi biaya menyediakan informasi untuk administrasi perusahaan termasuk pesanan produk tidak lengkap, pesanan produk selesai, biaya produk jadi, biaya produk yang masih dalam proses pada satu waktu. Ditentukan dan biaya sesuai dengan pusat biaya. Juga pelajari tentang biaya akuntansi dan perbedaan biaya dari situs guruakuntansi.co.id.

Fungsi penjualan

Perusahaan manufaktur yang memproduksi berdasarkan pesanan, fungsi penjualan bertanggung jawab untuk menerima pesanan pelanggan dan kemudian mengirimkan pesanan ke operasi produksi. Jika produksi massal, pesanan produk ditentukan dalam pertemuan bulanan antara pekerjaan pemasaran dan pekerjaan produksi. Pekerjaan penjualan untuk memenuhi pesanan pelanggan berdasarkan inventaris produk jadi di gudang. Untuk alasan ini, perlu dilakukan penghitungan biaya oleh perusahaan yang terlibat dalam jenis aset untuk mendukung penjualan barang berdasarkan perhitungan biaya produksi dan laba yang diinginkan.

Fungsi produksi

Pekerjaan produksi untuk menghasilkan pesanan produksi untuk pekerjaan yang akan dilakukan untuk memenuhi permintaan produksi dari pekerjaan penjualan. Pekerjaan produksi juga bertanggung jawab untuk melaksanakan produksi sesuai dengan urutan produksi dan konsep anggaran asli. Perhitungan biaya berperan dalam menentukan jumlah biaya produksi, sehingga pabrik produksi harus melakukan proses produksi sesuai dengan anggaran biaya yang ditentukan.

Perencanaan produksi dan fungsi pengawasan

Membantu dalam pekerjaan produksi dalam akuntansi biaya, perencanaan dan pemantauan kegiatan produksi. Jika proses produksi tidak sesuai dengan anggaran biaya yang telah ditentukan, proses produksi akan dikendalikan dalam hal barang modal atau produsen atau produsen, sehingga proses produksi sesuai dengan anggaran.

Fungsi gudang

Fungsi akuntansi biaya sangat penting dalam kegiatan gudang untuk mencatat konsumsi berbagai sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan pesanan, penggunaan berbagai sumber daya yang digunakan untuk mencatat setiap jenis persediaan dan biaya non-produksi dalam jurnal. Sistem kontrol produksi dan jaringan proses yang membentuk sistem akuntansi biaya di perusahaan manufaktur mencakup banyak hal. Berikut ini adalah tujuan dan kejelasannya.

Baca juga:

Contoh Perilaku Adaptasi Tumbuhan dan Hewan

Contoh Perilaku Adaptasi Tumbuhan dan Hewan

Contoh Perilaku Adaptasi Tumbuhan dan Hewan

1. Adaptasi rayap

Rayap yaitu salah satu pola binatang yang mengadaptasi perilaku. Mereka biasanya akan makan kembali kulit yang mengelupas dari badan mereka. Rayap bayi juga menyesuaikan tingkah laku. Mereka akan makan atau menjilati rayap cukup umur untuk mendapatkan flagellate. Kebiasaan itu dilakukan untuk mendapatkan kembali flagellata. Flagellata yaitu sejenis zat yang sanggup membantu rayap untuk mencerna kayu.
2. Adaptasi Paus
Paus yaitu mamalia maritim yang bernafas dengan memakai paru-paru. Mereka secara terencana akan menghadap ke permukaan air untuk menarik nafas dan mengambil oksigen. Kebiasaan ini dilakukan untuk bertahan hidup. Karena itu, kebiasaan ini juga sanggup menjadi salah satu pola pembiasaan sikap pada hewan.
3. Mimikri
Beberapa binatang melaksanakan mimikri untuk menahan serangan musuh atau pemangsa. Mimikri yaitu sikap binatang yang dilakukan binatang untuk menghasilkan kemiripan (kamuflase) dengan lingkungannya. Beberapa binatang yang meniru, misalnya, bunglon yang ibarat dedaunan atau tanah, laba-laba mirip lebah, atau lalat yang ibarat gumpalan bunga.
4.Menggugurkan Daun
Contoh pembiasaan sikap tidak hanya sanggup ditemukan pada hewan. Beberapa tumbuhan juga melaksanakan pembiasaan ini untuk bertahan hidup. Misalnya pohon jati dan pohon kedondong. Keduanya akan menumpahkan daunnya selama ekspresi dominan kemarau untuk meminimalkan laju transpirasi (evaporasi).
5. Melepaskan Air (Gutation)
Gutasi yaitu pola pembiasaan sikap terhadap tumbuhan hygrophytic. Tanaman Higrofit yaitu tumbuhan yang hidup di ekosistem yang lembab. Contoh hygrophytes mirip talas. Keladi akan menetes atau mengeluarkan air dari daunnya untuk mengurangi kelebihan air dalam tubuh.

Baca Juga :

Bagaimana Tanaman Beradaptasi

Bagaimana Tanaman Beradaptasi

Bagaimana Tanaman Beradaptasi

1. Cara tumbuhan menyesuaikan diri melalui pembiasaan morfologis

 
Adaptasi morfologi yaitu cara tumbuhan menyesuaikan diri dengan mengubah bentuk luarnya supaya sesuai dengan lingkungan luar. Ada banyak rujukan pembiasaan morfologi pada tanaman, termasuk:
Tanaman kaktus menyesuaikan diri dengan suhu udara panas dengan mengurangi ukuran daunnya supaya membentuk menyerupai duri. Suhu udara panas menciptakan banyak air menguap dari tubuh, sehingga dengan mengurangi ukuran daunnya, laju transpirasi (penguapan) sanggup turun.
Tanaman mangrove mempunyai akar tunjang yang menembus tanah ke dalam yaitu salah satu rujukan pembiasaan morfologi yang dilakukan sehingga tumbuhan tidak hancur oleh ombak besar di sekitar pantai.
teratai dan kangkung mempunyai batang yang dilubangi sehingga sanggup mengapung di perairan yang menjadi kawasan hidupnya. Bayangkan jikalau kedua tumbuhan itu mempunyai batang yang berisi menyerupai batang pohon, mereka niscaya akan karam di dasar sungai.
2. Cara tumbuhan menyesuaikan diri melalui pembiasaan fisiologis
 
Adaptasi fisiologis yaitu cara tumbuhan menyesuaikan diri dengan perubahan fungsi dalam badan supaya sesuai dengan kondisi lingkungan eksternal. Ada banyak rujukan pembiasaan fisiologis pada tanaman, termasuk:

 

  1. Pada animo kemarau, pohon pisang akan mengeluarkan lilin di permukaan atas daun untuk meminimalkan terjadinya transpirasi.
  2. Tanaman gurun mempunyai organ untuk menyimpan cadangan air untuk mempersiapkan animo kering yang panjang.
  3. Bunga tumbuhan yang hanya sanggup menyerbuki dengan dukungan serangga melepaskan harum aroma untuk mengundang serangga yang akan datang.

 

3. Bagaimana Tanaman Beradaptasi Melalui Perilaku Adaptasi
 
Adaptasi sikap yaitu cara tumbuhan menyesuaikan diri untuk melaksanakan sikap tertentu sesuai dengan kondisi lingkungan eksternal. Ada banyak rujukan pembiasaan sikap pada tanaman, termasuk:

 

  • Jati, kedondong dan beberapa tumbuhan lainnya akan menumpahkan daunnya selama animo kemarau untuk meminimalkan penguapan (transpirasi).
  • xerophytes mengalirkan air dari daunnya untuk menghilangkan kelebihan air dalam tubuhnya. Perilaku tumbuhan higrofit disebut gutasi
  • Wijaya kusuma mekar hanya di malam hari dan memancarkan aroma basi untuk mengundang serangga malam untuk membantu penyerbukannya.

Sumber: https://anchorstates.net/cortana-kini-terhubung-dengan-gmail/

Cara Tumbuhan Melindungi Diri Dan Beradaptasi

Cara Tumbuhan Melindungi Diri Dan Beradaptasi

Cara Tumbuhan Melindungi Diri Dan Beradaptasi

1. Tanaman yang melindungi diri dengan duri

Beberapa tumbuhan melaksanakan derma diri dengan memakai duri di badan mereka. Perlindungan ini cukup efektif untuk mencegah dirinya memangsa binatang pemakan tumbuhan. Dengan duri, binatang yang akan memakan bab badan tumbuhan akan terganggu dengan ditusuk oleh duri yang tajam. Beberapa teladan tumbuhan yang melindungi dirinya dengan organ ini menyerupai mawar, menggonggong, durian, sayang anak perempuan, buluh dikala muda, kaktus, dan sebagainya.
2. Tanaman yang melindungi dirinya dengan bulu atau rambut
Selain duri, beberapa tumbuhan juga melaksanakan derma diri dengan memakai bulu atau bulu. Beberapa dari mereka menghasilkan bulu atau rambut yang menghasilkan gatal pada kulit predatornya. Contoh tumbuhan yang melaksanakan perlindungan memakai bulu menyerupai bambu. Batang bambu berfungsi untuk melindungi tunas di segmen tersebut. Pelepah ini dilengkapi dengan bulu yang sanggup menimbulkan gatal sehingga kuncup sanggup terlindungi. Beberapa teladan tumbuhan yang melindungi dirinya dengan bulu atau rambut lainnya yaitu serat dan buah rhutan.
3. Tanaman yang melindungi dirinya dengan racun
Tanaman tertentu melindungi diri dari predator mereka dengan memanfaatkan racun. Cara tumbuhan melindungi diri dengan racun yang diaplikasikan oleh beberapa umbi menyerupai karet singkong dan gadung. Selain itu, tumbuhan amethyst, jarak, dan pohon upas juga menerapkan cara ini untuk mencegah diri dimakan oleh binatang pemakan tumbuhan.
4. Tanaman yang melindungi dirinya sendiri dengan getah
Selain berfungsi sebagai media pengangkutan nutrisi dan fotosintesis pada pembuluh pengangkut, getah juga ternyata berfungsi sebagai media derma diri pada tanaman. Cara tumbuhan melindungi diri dengan memakai getah yang diaplikasikan oleh tumbuhan nangka dan karet.
5. Tanaman yang melindungi dirinya dengan aroma
Beberapa tumbuhan juga ada yang melindungi diri dengan menghilangkan aroma tertentu. Misalnya bunga karkas yang sengaja menghilangkan aroma bangkai semoga binatang lain tidak memakannya.
6. Tanaman yang melindungi diri dengan kulit keras
Beberapa tumbuhan mempunyai bibit yang dilengkapi dengan kulit kerang keras. Sebut saja buah kelapa, kelapa sawit, salak, mahoni, dan sebagainya. Cangkang juga berfungsi untuk melindungi dirinya semoga tidak dimakan oleh binatang pemakan biji atau tanaman, sehingga sanggup berkecambah dan sanggup terus hidup.