Contoh kasus Kejahatan Cyber Crime

Contoh kasus Kejahatan Cyber Crime

Contoh kasus Kejahatan Cyber Crime
Contoh kasus Kejahatan Cyber Crime

Contoh kasus

Yahoo yang menuntut OnlineNIC atas aksi cybersquatting pada 500 nama domain yang mirip, sehingga dapat membingungkan para penggunanya termasuk yahoozone.com, yahooyahooligans.com dan denverwifesexyahoo.com.

Aksi cybersquatting memang begitu mendapatkan perhatian dari perusahaan-perusahaan besar di dunia. Cybersquatting  dapat membingungkan para pelanggan mereka dan juga dapat merusak citra mereka jika seandainya ada nama domain yang mirip dengan mereka dan websitenya berisikan konten berbau pornografi atau digunakan untuk menyebarkan malware.

Contoh kakus cybersquatting di Indonesia:

Di Indonesia, perkara cybersquatting, dapat dilihat pada kasus mustika-ratu.com, dimana PT.Mustika Ratu tidak dapat mendaftarkan mustika-ratu.com sebagai alamat websitenya, karena telah ada yang pihak lain, telah mendaftarkan mustika-ratu.com sebagai alamat websitenya.

Penamaan domain berkaitan erat dengan nama perusahaan dan atau produk (servis) yang dimilikinya. Adakalanya suatu nama domain dapat dilindungi dengan hukum merek, karenanya nama domain menjadi kepemilikan dan merupakan salah satu bentuk atau bidang hak kekayaan intelektual.

Pendapat saya :

1.      Kita sebagai user harus berhati-hati atau lebih teliti dalah menulis alamat URL:// untuk contoh kasus Yahoo

2.      Dalam kasus mustika-ratu.com tersebut menurut saya memang telah melanggar hukum karena telah mendaftarkan nama domain mustika-ratu.com tanpa seizin PT Mustika Ratu Tbk.

Solusi:

Pada dasarnya untuk kasus domain name yang pendaftar (registrant) domain name maupun pemilik merek adalah sama-sama warga negara atau badan hukum Indonesia seperti kasus mustika-ratu.com, UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek di bawah yurisdiksi Indonesia sudah cukup memadai untuk dijadikan dasar hukum.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar gugatan ganti rugi dan atau penghentian semua perbuatan yang berkaitan dengan penggunaan merek berdasarkan pasal 76 serta tuntutan pidana berdasarkan pasal 90, dapat digunakan adalah sebagai berikut:

 

  1. Bukti bahwa penggugat memiliki hak yang sah atas merek terkait, melalui pendaftaran atau pemakaian pertama. Tanggal pendaftaran atau pemakaian merek pertama ini harus lebih dulu dari tanggal efektif pendaftaran nama domain pihak registrant (tergugat) tersebut.

 

  1. Nama domain tersebut memiliki persamaan keseluruhannya atau pada pokoknya (identical or confusingly similar) dengan merek penggugat (pihak yang merasa dirugikan).
  2. Pihak registrant (tergugat) tidak cuma sekedar mendaftarkan nama domain tersebut, tetapi juga menggunakannya untuk memperdagangkan barang/jasa yang sejenis. Namun untuk merek terkenal, unsur persamaan jenis barang/jasa dapatlah dikesampingkan.
  3. Pihak registrant (tergugat) telah mendaftarkan dan memakai nama domain dengan itikad buruk.

Baca Juga :