DPRD Bangkalan Usulkan Tim Pencacah Maskin Dari Perguruan Tinggi

DPRD Bangkalan Usulkan Tim Pencacah Maskin Dari Perguruan Tinggi

DPRD Bangkalan Usulkan Tim Pencacah Maskin Dari Perguruan Tinggi
DPRD Bangkalan Usulkan Tim Pencacah Maskin Dari Perguruan Tinggi

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangkalan, Madura,

Jawa Timur mengusulkan tim pencacah (verifikasi data) masyarakat miskin untuk Kabupaten Bangkalan mengambil dari perguruan tinggi.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bangkalan, Nur Hasan. Menurut dia, perguruan tinggi yang dimaksud merupakan yang berdiri di Kabupaten Bangkalan.

“Tadi saya sampaikan kampus yang akan dijadikan tim pencacah harus yang ada di Bangkalan,” Kata dia. Jumat (22/11/2019).
BacaLagi

KKP dan Perinus Berdamai Soal KJA Sabang, FNI: Proses Hukum harus Jalan Terus

Korupsi Tindakan Kejahatan, Mari Kita Tegaskan Korupsi Musuh Bersama

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengatakan, pihaknya tidak akan menghilangkan etika kesantunan. Artinya, harus ada kolaborasi antara orangnya Kepala desa sebagai operator dengan tim pencacah dari Perti.

“Ini tadi saya tanya satu desa satu tim pencacah, siapa tau yang masuk kuliah dimasukan tim pencacah,” ujar dia.

Selama ini, lanjut dia, ada anggaran 1,1 miliar untuk pencacahan masyarakat miskin. Nominal tersebut hanya untuk pencacahan atau verifikasi faktual (verfak).

“Dari anggaran tersebut yang tidak terserap sekitar enam ratus,”

terang pria asal Kecamatan Galis itu.

Kata dia, usulan melibatkan Perti selain menjadi peluang kerja bagi mahasiswa juga untuk hasilnya lebih fair dan tidak terkontaminasi dari kepentingan lainnya.

“Itu tadi sudah saya sampaikan nama- nama perguruan tinggi yang ada seperti UTM, Stais, STKIP, Stital, Stitmu, Stai alhamidiyah dan lain- lain. Kami komisi D siap merekomendasikan itu,” tandasnya.

 

Baca Juga :