Faktor-Faktor Terbentuknya Pemukiman Kumuh

Faktor-Faktor Terbentuknya Pemukiman Kumuh

Faktor-Faktor Terbentuknya Pemukiman Kumuh

Adapun timbulnya kawasan kumuh menurut Hari Srinivas (2003), faktor terbentuknya pemukiman kumuh dapat dikelompokan menjadi 2 bagian, yaitu:

  1. Faktor Internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam sudut pandang atau pemikiran itu sendiri. Faktornya meliputi:
  • Budaya
  • Agama
  • Tempat lahir
  • Lama tinggal
  • Investasi rumah
  • Jenis bangunan rumah
  • Dan lainya
  1. Faktor Eksternal, yaitu faktor yang dipengaruhi oleh keadan lingkungan di sekitarnya. Faktornya meliputi:
  • Kepemilikan tanah
  • Kebijakan pemerintah
  • Kondisi geografis
  • Dan lainya
  1. Proses Terbentuknya Pemukiman Kumuh

Dimulai dengan dibangunnya perumahan oleh sektor non-formal, baik secara perorangan maupun kolektif atau pun dibangunkan oleh orang lain. Pada proses pembangunan oleh sektor non-formal tersebut yang kurang kordinasi bahkan tidak ada izin dari pihak yang berwenang mengakibatkan munculnya lingkungan perumahan kumuh, yang padat, tidak teratur dan tidak memiliki prasarana dan sarana lingkungan yang memenuhi standar teknis dan kesehatan.

  1. Dampak Yang Ditimbulkan Dari Terbentuknya Pemukiman Kumuh

Pemukiman kumuh dapat mengakibatkan berbagai dampak, baik dari segi sosial, segi pemerintahan, segi kesehatan, segi lingkungan, dan lainya.

  1. Dari segi pemerintahan. Pemerintah dianggap dan dipandang tidak cakap dan tidak peduli dalam menangani pelayanan terhadap masyarakat.
  2. Dari segi sosial. Dimana sebagian masyarakat pemukiman kumuh adalah masyarakat dengan berpenghasilan rendah dan dengan kemampuan ekonomi menengah kebawah dianggap sebagai sumber ketidakteraturan dan ketidakpatuhan terhadap norma-norma sosial.
  3. Daerah ini sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan, karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai macam perilaku menyimpang, seperti kejahatan, dan sumber penyakit sosial lainya. Kecenderungan terjadinya perilaku menyimpang (deviant behaviour).
  4. Wajah perkotaan menjadi memburuk dan kotor, planologi penertiban bangunan sukar dijalankan.
  5. Berpotensi mendukung terjadinya bencana  seperti banjir dan kebakaran.
  6. Dari segi kesehatan banyak penyakit yang ditimbulkan akibat pola  hidup yang tidak sehat.
  7. Dari segi lingkungan . Lingkungan kotor, semrawut, bau dan becek karena tidak tersedianya sarana dan utilitas, selain itu berkurangnya tempat resapan air atau ruang terbuka hijau akibat pembangunan pemukiman pada ruang yang ilegal.

Baca Juga :