Fase Kemunduran Kerajaan Turki Usmani

Fase Kemunduran Kerajaan Turki Usmani

Setelah Beliau meninggal di gantikan putranya Sultan Salim II (1566-1573 M) yang mana sejarah mencatat sebagai titik awal masa kemunduran Kerajaan Turki Usmani setelah Berkuasa lebih dari  2 setengah  abad. Pada masa pemerintahan Salim II,  Terjadi pertempuran dengan Armada Laut Kristen yang di Pimpin oleh Don Juan dari Spanyol di Selat Liponto Yunani. Turki Usmani Kalah yang mengakibatkan Tunisia dapat di rebut Musuh. Pengganti Salim II adalah Sultan Murad III ((1574-1595 M) ia dapat menyerbu Kaukasus, dan menguasai Tiflis di laut Hitam pada tahun 1577 M, merebut kembali Tabriz,dan menundukan Georgia. Namun karena Berkepribadian Jelek dan suka memperturutkan Hawa nafsunya, muncul kekacauan dalam negri. Kekacauanpun menjadi-jadi setelah Sultan Muhammad III (1595-1603 M) naik tahta, Austria berhasil memukul Kerajaan yang menjadikan Wibawa Kerajaan Turki Usmani hilang di mata bangsa-bangsa Eropa.
Selanjutnya  Sultan Ahmad I (1603-1617 M) Naik tahta, Ia bangkit kembali berusaha  memperbaiki situasi dalam negri , Namun hasilnya kurang maksimal.  Sesudah Sultan Ahmad I, Keadaan semakin memburuk setelah naiknya Sultan Mustafa (1617-1618 M dan 1622-1623 M) pada awalnya dia hanya setahun menjabat karena tidak bisa mengatasi gejolak Politik dalam negri sehingga di paksa turun melalui  Fatwa Syaikh Al Islam Setelah Mustafa turun di gantikan oleh Sultan Usman II (1618-1622 M), Namun Ia juga tidak mampu memperbaiki keadaan, hingga Persia lepas dari kekuasaan. Dan di lanjutkan kembali oleh Sultan Mustafa namun hanya setahun, Ia pun di gantikan oleh Sultan Murrad IV (1623-1640 M) yang kemudian mampu memperbaiki, menyusun dan menertibkan pemerintahan kembali.
Namun situasi kembali berubah setelah Sultan Ibrahim Naik tahta (1640-1648 M) pada masanya orang-orang Venesia berhasil mengusir Turki Usmani dari Cyprus dan Creta tahun 1645 M, Sebab kekalahan itu kekuasaan di pegang oleh Muhammad Koprulu sebagai perdana mentri yang di beri kekuasaan absolut, berhasil mengupayakan stabilitas negara. Sepeninggal Koprulu, kerajaan di pegang oleh anaknya, Ibrahim. Sejak di pimpin ibrahim, kerajaan selalu kalah dalam peperangan sehingga banyak wilayah yang melepaskan diri dari Kerajaan dan terebut oleh Bangsa Eropa.
Pada tahun 1699 M, terjadi perjanjian Korlowith yang memaksa Kesultanan Turki usmani melepaskan Hongaria, Slovenia, Kroasia kepada Hapsburg dan Hemenietz. Podolia, Ukraina, Morea, dan Dalmatia kepada bangsa Venetia. Pada  tahun 1770 M, Bangsa Rusia pun dapat mengalahkan Turki Usmani di sepanjang pantai Asia kecil. Walaupun kelak dapat di kuasai kembali pada masa Sultan Mustafa III (1757-1774 M) Setelah sultan Mustafa III, di gantikan oleh Sultan yang lemah yaitu, Abdul Hamid (1774-1789 M). Di kutcuk kinarja ia mengadakan perjanjian kinarja dengan Catherine II dari Rusia. Yang mana Kerajaan di haruskan menyerahkan benteng-benteng yang ada di laut hitam, mengizinkan Armada Rusia melewati Selat antara laut hitam dan putih, dan mengakui kemerdekaan Crimea.

Turki Muda dan Perang Dunia I

            Pembaharuan yang dilakukan oleh sultan Abdul Hamid atas dukungan Usmani Muda tidak memuaskan sejumlah pemikir  yang tergabung dalam Turki Muda. Turki Musa berhasil melaksanakan revolusi (24 juli 1908) melalui partai Ittihad ve Terekki yang dibentuk untuk menjatuhkan sultan pada tahun 1907 di paris.
            Setelah berkuasa Turki Muda terbagi menajdi dua: pertama, Turki Muda Leberalyang menghendaki sistem pemerintahan otonomi bagi daerah-daerah (desentralisasi). Kedua, kelompok Turki Muda yang tergabung kedalam partai Ittihad ve Terekki  yang ingin mempertahankan sistem pemerintahan yang sentralistik. Sehingga partai Ittihad ve Terekki tampil sebagai pemenang.
            Perang dunia I terjadi pada tanggal 2 agustus 1914 di Eropa. Turki bersekutu dengan jerman. Tanggal 23 November 1914, Turki melalui syaykh al-Islam, mengumumkan perang suci dengan harapan mendapat dukungan umat Islam secara luas. Akan tetapi, perang ini membuat umat Islam berkotak-kotak. Perang ini juga menjadi bencana bagi turki Usmani  karena melahirkan gerakan yang berusaha melepaskan diri dari Turki. Pertama revolusi Arab, Syarif Husen menyatakan perang terhadap turki (1916) dan tentara turki terusir dari mekka, Jeddah dan madinah. Kedua, bangsa Syiria dan Transyordan bangkit melawan Turki karena pengearuh oleh revolusi Arab. Ketiga, terjadi pembelokan yang dilakukan oleh tentara yang berasal dari suku Arab.