HERMENEUTIK – SENI MEMAHAMI TEKS

HERMENEUTIK – SENI MEMAHAMI TEKS

HERMENEUTIK - SENI MEMAHAMI TEKS
HERMENEUTIK – SENI MEMAHAMI TEKS

. HEURMENEUTIKA
Akar kata “Hermeneutik” dalam fi’il Yunani “hermeneuein” bermakna menakwilkan (menafsirkan) dan dalam bentuk nomina “Hermeneid” bermaka takwil (tafsir).
Dalam karya Aristoteles dijumpai kata “Peri hermeneids” yang menyangkut pembahasan proposisi – proposisi dan kemudian dihubungkan dengan takwil.
Kata ini dalam bentuk isim juga dijumpai dalam Teodhisi Udipus di Kulunus dan juga dalam karya – karya Plato.

Kedua kata “Hermeneuein” dan “Hermeneid” ini di nisbahkan pada Tuhan pembawa pesan Yunani bernama “Hermes” dan secara lahiriah kata tersebut diambil darinya, dan mungkin juga sebaliknya.
Nama Hermes berhubungan dengan tugas mengganti apa yang di atas pemahaman manusia ke dalam suatu bentuk di mana pikiran dan akal manusia dapat memahaminya.

Orang – orang Yunani menghubungkan penemuan bahasa dan tulisan pada Hermes, yakni dua hal tersebut (bahasa dan tulisan) merupakan alat bagi manusia untuk memahami makna – makna dan memindahkan pada orang lain.
Oleh sebab itu, asas dan sumber kata Hermeneutik mengandung aktivitas pada pemahaman, secara khusus aktivitas yang merupakan kemestian dari bahasa, sebab itu bahasa adalah perantara semua ukuran aktivitas ini.
Aktivitas perantara dan pemahaman “Pesan” atau “Berita” sudah mencitrakan nama Hermes, dan ini mempunya tiga aspek penting:
1. Menjelaskan kalimat – kalimat dengan suara keras yakni berkata atau berucap.
2. Menjelaskan dan menguraikan agar dapat terpahami dan disertai dengan argumen –argumen.
3. Menjelaskan seperti penerjemahan dari bahasa asing.
Ketiga aspek di atas bisa diartikan dalam bahasa inggris dengan fi’il “To interpret”. Oleh karena itu, kata hermeneutic atau takwil mempunyai tiga aspek yang berbeda:
– Berkata
– Menjelaskan agar dapat dipahami
– Menerjemahkan
Dan ketiga tugas di atas oleh orang-orang Yunani dihubungkan dengan Hermes.
“Berkata lebih kuat daripada tulisan, sebab di dalam berkata terdapat kekuatan hidup makna-makna, yang dalam tulisan kekuatan tersebut bisa menjadi hilang.”