HERPES ZOASTER

HERPES ZOASTER

            Merupakan radang kulit akut yang menyerang kulit dan mukosa. Kelainan ini merupakan reaktifasi virus yang terjadi setelah infeksi primer dari virus Varicella Zoster.Virus (VZV).

Pencegahan :

  • Pencegahan primordial :

Untuk mencegah herper zoster, salah satu cara yang dapat ditempuh adalah pemberian vaksinasi.Vaksin berfungsi untuk meningkatkan respon spesifik limfosit sitotoksik terhadap virus tersebut pada pasien seropositif usia lanjut.Vaksin herpes zoster dapat berupa virus herpes zoster yang telah dilemahkan atau komponen selular virus tersebut yang berperan sebagai antigen. Penggunaan virus yang telah dilemahkan telah terbukti dapat mencegah atau mengurangi risiko terkena penyakit tersebut pada pasien yang rentan, yaitu orang lanjut usia dan penderita imunokompeten, serta imunosupresi.

  • Pencegahan primer :

Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut :

~        Mengenal lebih dalam seluk-beluk penyakit ini.

~        Menjaga kondisi fisik dan menghindari stres psikis.

~        Menjaga mutu gizi dan kondisi badan dengan baik.

~        Imunisasi pasif.

  • Pencegahan sekunder :

      Pengobatan penyakit ini dapat dilakukan dengan beberapa cara untuk mengurangi rasa nyeri dapat diberi analgetik. Sebaiknya, diusahakan agar gelembung-gelembung tidak pecah dan untuk mengurangi rasa gatal diberikan bedak salsil 2% atau bedak kalamin. Bila gelembung pecah atau basah dapat diberikan kompres larutan antiseptik. Apabila terjadi infeksi sekunder dapat diberikan krim antibiotik lokal.

Tanda dan Gejala

Tandanya adalah timbulnya bulatan-bulatan kecil berisi cairan bening. Cairan ini bila pecah dan dibiarkan sampai kering akan terlihat seperti koreng. Karena penyakit herpes merupakan penyakit yang mudah menular, maka sebaiknya segera diobati sebelum menyebar lebih parah.

  1. NODUL

Merupakan penyakit kulit yang berbentuk seperti papula, berbentuk kubah, ukuran> 1cm dan lebih dalam. penyebab-penyebab yang paling umum dari nodus-nodus limfa yang membengkak. Penyebab-penyebab infeksius yang umum dari nodus-nodus limfa yang membengkak adalah virus, bakteri, parasit, dan jamur.

Virus-Virus

  • infectious mononucleosis (mono),
  • chickenpox,
  • measles,
  • HIV,
  • herpes,
  • virus-virus selesma umum,
  • adenovirus, dan
  • banyak virus-virus lain

Pencegahan

  • Pencegahan primordial :

Menjaga kebersihan lingkungan sekitar

  • Pencegahan primer :

Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan beberapa cara salah satu contohnya dengan menjada kebersihan diri.

  • Pencegahan sekunder :

Pengobatan penyakit ini tergantung pada penyebabnya :

~        Blastomikosis (didaerah endemis) : ketokonazol, amfoterisin B, itrakonazol.

~        Cryptoccocus (penurunan imunitas yang dimediasi oleh sel) : amfoterisin B, flukonazol.

Tanda dan gejala :

  • Palpitasi
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Rasa Sakit/Nyeri – Dada
  • Rasa ringan di kepala
  • Pusing
  • Denyut Jantung Tak Beraturan
  • Sesak Nafas
  • Bicara Cadel
  • Perubahan Suasana Hati
  • Kelupaan
  • Intoleransi terhadap Olah Raga
  • Berkeringat (Berlebihan)
  1. PITIRIASIS VERSIKOLOR

            Penyakit jamur superficial yang kronik, biasanya tidak memberikan keluhan yang subyektif, berupa bercak berskuama halus yang berwarna putih sampai coklat hitam sampai coklat hitam, terutama meliputi badan dan kadang-kadang dapat menyerang ketiak, lipat paha, lengan, tungkai atas, leher, muka dan kulit kepala yang berambut.

Pencegahan :

  • Pencegahan primordial :

Menjaga kebersihan lingkungan.

  • Pencegahan primer :

Menjaga kebersihan diri, dengan mandi yang bersih dengan menggunakan sabun.

  • Pencegahan sekunder :

Pengobatan harus dilakukan menyeluruh, tekun dan konsisten. Obat-obat yang dipakai meliputi : suspense selenium sulfide (selsun) dapat dipakai dengan sampo 2-3 kali seminggu. Obat digosokkan pada lesi dan didiamkan selama 15-30 menit sebelum mandi.

Tanda dan Gejala :

Mula-mula timbul lesi kulit berupa bercak eritematosa yang gatal, terutama bila berkeringat. Oleh karena gatal dan digaruk, lesi akan makin meluas, terutama pada daerah kulit yang lembab. Kelainan yang dilihat dalam klinik merupakan lesi bulat atau lonjong, berbatas tegas terdiri atas eritema, skuama, kadang-kadang papula dan vesikel di tepi. Lesi tampak seperti bentukan cincin dengan tepi aktif dan bagian tengah tampak tenang. Lesi-lesi pada umumnya merupakan bercak-bercak terpisah satu dengan yang lain. Kelainan kulit dapat pula terlihat sebagai lesi-lesi dengan pinggir yang polisiklik karena beberapa lesi kulit yang menjadi satu

Baca juga: