Legislator Minta Pemkab Pamekasan Serius Sejahterakan Guru Sukwan

Legislator Minta Pemkab Pamekasan Serius Sejahterakan Guru Sukwan

Legislator Minta Pemkab Pamekasan Serius Sejahterakan Guru Sukwan
Legislator Minta Pemkab Pamekasan Serius Sejahterakan Guru Sukwan

Legislator Pamekasan, Ismail meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat agar memberikan perhatian

serius terhadap nasib para guru sukarelawan alias sukwan yang mendapat honor jauh dibawah katagori wajar.

“Selama ini para guru honorer non katagori hanya menerima honor sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu per bulan, padahal tugas mereka (mengajar) penuh selama sepakan. Bayaran seperti itu sangat tidak manusiawi, apalagi tugas mereka berat seperti para PNS pada umumnya,” kata Ismail, Selasa (5/11/2019).

Ia meminta pemerintah agar memikirkan sekaligus mensejahterakan nasib para guru sukarelawan, salah satunya melalui realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 mendatang. “Sektor pendidikan harus menjadi perhatian khusus pemerintah, apalagi sektor ini juga masuk dalam visi misi bupati dan wakil bupati Pamekasan,” pintanya.

“Tidak kalah penting hal itu juga sudah masuk dalam RPJMD

(Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Daerah) dan harus benar-benar dikawal. Hal itu merupakan permintaan kami agar para guru sukwan diperhatikan, apalagi kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama, termasuk para guru yang mengabdi,” jelasnya.
Baca Juga:

926 Guru Honorer se-Kabupaten Gresik dapat Santunan
Semifinal KMNR, GOR Merdeka Jadi Lautan Manusia
Honorer GTT K2 Bojonegoro Minta Kenaikan Tunjangan

Tidak hanya itu, politisi Partai Demokrat yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD

Pamekasan meminta instansi terkait agar memikirkan nasib para tenaga honorer. Terlebih sebagian besar dari mereka justru sudah mengabdi dalam kurun waktu relatif lama, bahkan juga ada yang sudah puluhan tahun.

“Bayangkan saja guru yang mendapat honor sebesar Rp 200 ribu per bulan, jika misalnya dibagi 25 hari sama halnya mereka mendapat Rp 8 ribu setiap harinya. Kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan, dari itu kami meminta agar diperhatikan,” tegasnya.

Tidak kalah penting, politisi yang sempat menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Pamekasan. Juga berharap alokasi anggaran untuk sektor pendidikan benar-benar dialokasikan demi kesejahteraan para tenaga sukwan. “Kami kira anggaran kita cukup untuk mengatasi hal itu, tetapi dibutuhkan komitmen dari pemerintah,” pungkasnya.

 

Baca Juga :