Media Mengubah Reproduksi Budaya

Media Mengubah Reproduksi Budaya

Media Mengubah Reproduksi Budaya
Media Mengubah Reproduksi Budaya

Media merupakan saluran yang berpengaruh dalam distribusi kebudayaan global yang secara langsung mempengaruhi gaya hidup. Iklan cenderung untuk membentuk pasar baru dan mendidik kaum muda untuk menjadi konsumen. Hampir tidak ada agen yang cukup berkuasa untuk mengendalikan iklan. Lembaga non pemerintah, termasuk lembaga agama, tidak terikat dalam proses sosial ini meskipun sangat berpengaruh dalam proses peradaban.

Dalam reproduksi budaya atau lebih tepatnya produksi budaya, tekanannya adalah harus selalu bergerak, selalu berubah bukan untuk tujuan utopis tertentu, tetapi karena diarahkan oleh efektivitas dan tuntutan agar bisa bertahan hidup (G.Lipovetsky,2004:79).[3]
Contoh : Dalam perkembangan dan persaingan dunia Pemberitaan di dunia yang memerlukan efektifitas, dinamis, dan waktu yang singkat, membuat TV One melakukan reproduksi budaya. Ini terlihat dari pembuatan moto dalam perusahaan tersebut yaitu “Terdepan Mengabarkan”.

Di zaman sekarang, di dalam dunia media, teknik presentasi sering mengalahkan isi berita atau pesan yang ditampilkan. Rasionalitas instrumental sangat mewarnai media massa. Pemikir sosial perancis ini memaksudkan bahwa pesan yang sebenarnya bukan isi yang mengungkapkan suara dan gambar,tetapi skema yang dikaitkan dengan esensi teknik media itu sendiri yang berupa transisi normal dan diproduksi berdasar pada abstraksi.Jadi bukan dari isi wacana iklan langsung yang mendorong konsumsi.Iklan itu menjadi efektif karena memaksa melalui transisi sistematis pada ranah tanda,pesan yang menyamakan sejarah dengan berita sehari-hari,peristiwa dengan tontonan,informasi dengan iklan (J. Baudrillard,1970 : 187)

Contoh : Tayangan infotainment yang kian marak di Indonesia salah satunya seperti tayangan infotainment Silet.Silet menggunakan kecanggihan teknik media dalam melebih-lebihkan isi berita yang ditampilkan.Terjadi gejala rasionalitas instrumental di dalam pemberitaan dalam tayangannya .Terkadang isi pemberitaan yang disampaikan masih diragukan kebenarannya,tetapi melalui teknik presentasi pemberitaan yang baik yaitu pembawa acara memasang muka serius dan berbicara seperti membawakan acara kriminal ditambah dengan backsound yang sedikit seram dapat membuat seolah-olah permberitaan tersebut menjadi benar.

Dalam hal iklan,fungsi komunikasi massa iklan bukan berasal dari isinya,bukan tujuan ekonomi atau psikologi,bukan public,tetapi dari logika medium itu sendiri.Iklan tidak mengacu ke dunia riil,objek riil, atau ke suatu acuan,tetapi dari suatu tanda ke tanda lain,dari suatu objek ke objek lain,dari konsumen satu ke yang lain Iklan mendasarkan diri pada tipe verifikasi “self-fulfilling prophecy”,artinya seni membuat sesuatu menjadi benar dengan mengafirmasi bahwa benar.Iklan tidak mendorong untuk belajar atau mengerti,tetapi mengajak untuk berharap .

Contoh : Iklan Ponds mengeksplorasi tentang mudahnya mendapatkan pasangan apabila memiliki wajah cantik dan putih setelah menggunakan produk tersebut. Iklan Ponds  membuat kita berharap untuk memiliki wajah yang putih agar mudah mendapatkan pasangan. Dalam kenyataannya, wajah putih bukan menjadi jaminan agar mudah mendapatkan pasangan, tetapi faktor kepribadian lebih berpengaruh dalam hal tersebut.

Media berperan besar dalam penciptaan kebutuhan palsu, serta sikap pasif yang terhanyut dalam konsumerisme. Budaya instant memberikan pembenaran kenikmatan saat ini,tanpa larangan dan tanpa rasa takut akan masa depan. Berkat media, sensualisasi dan estetisasi massa untuk kepentingan kenikmatan semakin intensif dan meluas.

Contoh : Iklan Handpone Sonny Erikson seri Musik dengan fitur-fitur terbaru dan menarik serta harga yang tinggi menciptakan kebutuhan palsu akan pentingnya memiliki Handpone tersebut,padahal pada hakikatnya,Handpone mempunyai manfaat untuk berkomunikasi bukan untuk mendengarkan musik.Iklan seri Handpone Sonny Erikson yang terus menerus baru juga membuat masyrarakat memiliki sikap pasif dan terhanyut dalam konsumerisme,kalau tidak membeli produk ini rasanya tidak keren.Selanjutnya adalah iklan tentang Mie Instan Indomie memberikan pembenaran kenikmatan saat ini,tanpa larangan dan tanpa rasa takut akan bahaya kesehatan yang akan menggerogoti seperti kanker di massa depan.

Sumber : https://uptodown.co.id/