Pengertian Kebudayaan

Pengertian Kebudayaan

Pengertian Kebudayaan

Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar  (Koentjaraningrat, 1984 : 9 ; dan 1986 : 180).

Prof. Dr. Prijono, guru-besar di Universitas Indonesia dan Mentri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan  pada zaman pemerintahan Soekarno, menurut beliau secara formil kata kebudayaan   berasal dari kata budaya jamak dari budhi yang telah lazim kita pakai dalam bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa daerah kita dalam bentuk budi. Jika demikian, maka kebudayaan dapat diartikan sebagaisegala hasil manusia atau hasil dari segala budhi manusia.

Iih Abdurochim, Ph. D., Lektor di IKIP Bandung, menyimpulkan: “Kebudayaan itu adalah segala sesuatu yang diciptakan manusia, baik dahulu maupun sekarang, yang kongkrit maupun yang abstrak. Jadi kebudayaan adalah lawan daripada alam (kultur lawanya natur)”. Selanjutnya beliau berkata pula: “Kebudayaan terdiri dari berbagai segi atau aspek dan unsur atau elemen.”

2.2          Kesenian dan Ilmu Keindahan ( Estetika)

Umumnya bagi orang berbahasa Indonesia, kebudayaan adalah “kesenian”, yang bila dirumuskan, bunyinya sebagai berikut:

Kebudayaan dalam arti kesenian adalah ciptaan dari segala pikiran dan perilaku manusia yang fungsional, estetis, dan indah, sehingga ia dapat dinikmati dengan pancaindranya (yaitu penglihat, penghidu, pengecap, perasa, dan pendengar).

Menurut para ahli filsafat, khususnya E. Kant, ilmu estetiksa adalah kemampuan manusia untuk mengamati keindahan lingkungannya secara teratur. Berkaitan dengan penilaian mengenai keindahan itu, aturan-aturannya tentu banyak. Sejak beribu-ribu tahun (mungkin bahkan lebih lama), yaitu sejak manusia purba masih hidup, keindahan dicapai dengan meniru mirip lingkingan itu, manusia kadang-kadang berhasil menirunya dengan hampir sempurna. Dikatakan hampir sempurna, karena masih ada bedanya. Seni rupa yang meniru mirip lingkungan itu menjadi aliran yang sekarang disebut “aliran naturalisme”, sementara yang berbeda dengan lingkungan, tetapi masih memiliki keindahan, disebut ”aliran seni rupa primitif”. Kita mengenal lukisan-lukisan dinding yang dihasilkan manusia-manusia purba di dinding-dinding gua tempat ia berteduh atau tinggal, yang seringkali memiliki keindahan yang khas.

Pada suatu ketika manusia kemudian berhenti untuk menirulingkungan, tetapi menggunakan garis-garis dan lingkungan-lingkungan geometrik, dekoratif, sesuai dengan penilaian keindahan dan kreativitas seniman yang bersangkutan. Sebenarnya penduduk Irian Jaya pun telah meninggalkan upaya untuk meniru lingkungan tatkala mereka menciptakan tiang-tiang mbis, yaitu patung-patung yang menggambarkan orang-orang yang disusun secara vertikal. Patung-patung ini sebenarnya menggambarkan silsilah orang dengan para leluhur.

Kesenian bagi cabang ilmu pengetahuan tidak hanya diartikan sebagai tari-tarian, tetapi terutama seni pembuatan tekstil (termasuk batik, ikat, dan songket). Dalam hal ini, arti, kedudukan, dan simbolik dari motif-motif yang ditampilkan dalam seni pembuatan tekstil ini menduduki tempat yang penting dalam antropologi.

Namun di samping itu, hampir semua cabang kesenian tradisional pun mendapat perhatian yang mendalam dari antropologi.

Berdasarkan indera penglihatan manusia, maka kesenian dapat dibagi sebagai berikut:

Sumber :

https://mhs.blog.ui.ac.id/abd.jalil/gb-whatsapp-apk/