PENGERTIAN PESERTA DIDIK

Table of Contents

PENGERTIAN PESERTA DIDIK

PENGERTIAN PESERTA DIDIK

Peserta didik adalah seorang yang mengemangkan potensi dalam dirinya melaui proses pendidikan dan pembelajaran pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. Peserta didik bertindak sebagai pelaku pencari, penerima, dan penyimpan dari proses pembelajaran, dan untuk mengembangkan potensi tersebut sangat membutuhkan seorang pendidik atau guru. Peserta didik secara formal adalah orang yang sedang berada pada fase pertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik maupun psikis. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan ciri dari seorang peserta didik yang perlu bimbingan dari seorang pendidik. Pertumbuhan menyangkut fisik dan perkembangan menyangkut psikis.

Peserta didik didalam ajaran Islam, terdapat berbagai istilah yang berkaitan dengan peserta didik. Istilah tersebut antara lain tilmidz (jamaknya talamidz), murid, thalib (jamaknya al-thullab), muta’allim.[3]

Peserta didik cakupannya lebih luas, yang tidak hanya melibatkan anak-anak tetapi juga pada orang-orang dewasa. Sementara istilah anak didik hanya di khususkan bagi individu yang berusia anak-anak. Penyebutan peserta didik ini juga mengisyaratkan bahwa lembaga pendidikan tidak hanya di sekolah (pendidikan formal) tapi juga lembaga pendidikan di masyarakat, seperti majelis taklim, paguyuban dan lain-lain.

Sama halnya dengan teori peserta didik dalam pendidikan Islam adala individu sedang tumbuh dan berkembang baik secara fisik, psikologis, sosial, religius, dalam mengarungi kehidupan di dunia dan di akhirat kelak. Definisi tersebut memberikan arti bahwa peserta didik merupakan individu yang belum dewasa, yang karenanya memerlukan orang lain untuk menjadikan dirinya dewasa. Anak kandung adalah peserta didik dalam keluarga, murid adalh peserta didik di sekolah, anak-anak penduduk adalah peserta didik di masyarakat sekitarnya dan umat beragama menjadi peserta didik ruhiniawan dalam suku agama.

Dalam proses pendidikan peserta didik sebagai objek oleh karena itu agar seorang pendidik berhasil dalam proses pendidikan, maka ia harus meemahami peserta didik dengan segala karakteristiknya.

Anak manusia itu memmerlukan pendidikan karena ia berada dalam keadaan tidak berdaya (Hulpeloosheid). Dalam Al-Qur’an:

ª!$#ur Nä3y_t÷zr& .`ÏiB ÈbqäÜç/ öNä3ÏF»yg¨Bé& ŸwšcqßJn=÷ès? $\«ø‹x© Ÿ@yèy_ur ãNä3s9 yìôJ¡¡9$# t»|Áö/F{$#ur noy‰Ï«øùF{$#ur   öNä3ª=yès9 šcrãä3ô±s?ÇÐÑÈ

Artinya:

dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur (Q.S An-Nahl/ 16 : 78).[4]

Sekalipun demikian Allah menjadikan manusia itu sebaik-baik bentuk. Struktur manusia terdiri dari unsur rohaniah dan jasmaniah. Dalam struktur jasmanah dan rohaniah itu, Allah memberi seperangkat kemampuan dasar yang dimiliki kecenderungan berkembang, dalam pandangan Islam kemampuan dasar yang memiliki kecenderungan berkembang, dalam pandangn Islam kemampuan dasar/ pembawaan itu dsebut dengan “FITRAH” yang dalam pengertian etimologis mengandung arti “kejadian” oleh arena itu kata fitrah berasal dari kata kerja fatoro yang berarti menjadikan.

Kata fitrah ini disebutkan dalam Al-Qur’an:

óOÏ%r’sù y7ygô_ur ÈûïÏe$#Ï9 $Zÿ‹ÏZym 4 |NtôÜÏù «!$#ÓÉL©9$# tsÜsù }¨$¨Z9$# $pköŽn=tæ 4 Ÿw Ÿ@ƒÏ‰ö7s?È,ù=yÜÏ9 «!$# 4 šÏ9ºsŒ ÚúïÏe$!$# ÞOÍhŠs)ø9$# ÆÅ3»s9ur uŽsYò2r& Ä¨$¨Z9$# Ÿw tbqßJn=ôètƒ ÇÌÉÈ

Artinya:

Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. ( Q.S Ar-Rum/30 : 30).


Baca Juga :