penilaian stratejik

penilaian stratejik

            Pengukuran kinerja merupakan dasar bagi penilaian startejik.secara umum tujuan dan sasaran finansial berhubungan dengan pertumbuhan dan pendapatan, profibilitas dan return on investment (ROI). Sedangkan tujuan sasaran stratejik berhubungan dengan kedudukan pemasaran perusahaan dan kekuatan bersaingnya.

            Tujuan dan sasaran stratejik dipergunakan untuk mengoperasikan misi dan visi stratejik. Hal ini diharapkan dapat membantu untuk memberikan panduan bagaimana organisasi perusahaan dapat bertindak agar terarah pada harapan visi dan misi perusahaan. Panduan dan harus dinyatakan lebih spesifik dan mencakup tahapan dalam kerangka waktu. Sehingga dapat dinilai dan dievaluasi untuk penilaian haruslah terdapat ukuran yang spesifik, sehingga dapat ditentukan apakah organisasi ini telah berjalan sesuai arahan yang tepat dengan tujuan dan sasaran yang mencakup dua kategori yaitu keuangan dan non finansial.tujuan dan sasaran finansial atau keuangan perusahaan pada dasarnya adalah indikator yag tertinggal yang menggambarkan hasil dari keputusan masa lalu yang  tercermin pada kegiatan organisasi. Sedangkan prediktor yang dapat dipercaya dan diandalkan dalam keberhasilan suatu perusahaan di pasar dan kinerja keuangan pada masa depan adalah tujuan dan sasaran stratejik.

            Untuk memahami hubungan keterkaitan yang kompleks antara stratejik dan kinerja perusahaan perlu dipelajari kerangka konseptual.ada 3 komponen utama yang saling berhubungan. Hubungan yang saling terkait pertama adalah antaramaksud dan tujuan perusahaan dan strategi kepemimpinan. Hubungan kedua menggambarkan lingkungan organisasi dalam kaitannya dengan lima komponen yang saling terkait, yaitu struktur,sistem,proses,orang/karyawan dan budaya. Hubungan saling terkait ketiga adalah perumusan kinerja suatu perusaha dengan dua filosofi yang berbeda dari pelaksanaan

pengendalian. Keranagka konseptual ini diharapkan dapat membantu identifikasi tantangan aktual dan potensial, seta gambaran hambatan atau rintangan yang dihadapi dalam upaya menyukseskan implementasi pada suatu arah stratejik yag dipilih.

            Didalam menghadapi keraguan akan keberhasilan sistem pengendalian keuangan dalam mengukur kekurangmampuan perusahaan menerapkan strateginya, robert kaplan dan David Norton, dua guru besar Harvard Bussines School, kemudian mengembangkan indikator kinerja kuncidalam 4 kategori, yaitu kategori keuangan, kategori pelanggan, kategoribisnis dan internal sertakategori pertumbuahan dan pembelajaran keempat indikator kinerja dituangkan dalam konsep yang dikenal sebagai “balanced scorecard”. Konsep ini merupakan alat manajemen yang mampu  : mengklarifikasikan visi organisasi dan strategi serta menerjemahkankedalm aksi atau kegiatan. Ini merupakan suatu caradalam menciptakan fokus atau upaya perusahaan untuk mengimplementasikan strategi yang dipilih atau ditetapkan.

Recent Posts