Ruang Lingkup dan Objek Kajian Sosiologi Hukum

 Ruang Lingkup dan Objek Kajian Sosiologi Hukum

 Ruang Lingkup dan Objek Kajian Sosiologi Hukum

Sosiologi hukum berkembang atas suatu anggapan dasar bahwa proses hukum berlangsung di dalam suatu jaringan atau sistem sosial yang dinamakan masyarakat. O.W. Holmes, seorang hakim di Amerika Serikat, mengatakan bahwa kehidupan hukum tidak berdasarkan logika, melainkan pengalaman.[10]

Adapun ruang lingkup sosiologi hukum secara umum, yaitu hubungan antara hukum dengan gejala-gejala sosial sehingga membentuk kedalam suatu lembaga sosial    ( social institution) yang merupakan himpunan nilai-nilai, kaidah-kaidah dan pola-pola perikelakuan yang berkisar pada kebutuhan-kebutuhan pokok manusia yang hidup dimasyarakat dan atau dalam lingkup proses hukumnya ( law in action) bukanlah terletak pada peristiwa hukumnya (law in the books).

Menurut Zainuddin Ali, ruang lingkup sosiologi hukum meliputi 2 hal :

  1. Dasar-dasar sosial dari hukum atau basis social dari hukum. Sebagai contoh : hukum nasional di Indonesia, dasar sosialnya adalah Pancasila, dengan ciri-cirinya : gotong royong, musyawarah dan kekeluargaan.
  2. Efek-efek hukum terhadap gejala-gejala sosial lainnya, sebagai contoh : UU Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan terhadap gejala rumah tangga.[11]

Selain itu, sejak abad ke-19 telah diusahakan oleh para sarjana sosiologi dan hukum untuk memberikan ruang lingkup sosiologi hukum. Pembatasan tersebut didasari oleh ilmu yang erat hubungannya dengan ilmu-ilmu perilaku lainnya (behavioral sciences). Pembatasan dimaksud memunculkan berbagai pendapat, secara umum dapat dikelompokan pada empat pendekatan : pendekatan instrumental, pendekatan hukum alam, pendekatan positivistic dan pendekatan paradigmatic.

Sedangkan menurut Purbacaraka dalam bukunya Sosiologi Hukum Negara, bahwa ruang lingkup sosiologi hukum adalah “Hubungan timbal balik atau pengaruh timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala sosial lainnya (yang dilakukan secara analitis dan empiris)”. Yang diartikan sebagai hukum dalam ruang lingkup tersebut adalah suatu kompkles daripada sikap tindak manusia yang mana bertujuan untuk mencapai kedamaian dalam pergaulan hidup. Namun Menurut Soerjono Soekanto, ruang lingkup sosiologi hukum meliputi: