Sarapan dapat Menurunkan Berat badan

Sarapan dapat Menurunkan Berat badan


Mungkin terkesan ganjil, bagaimana bisa makan pagi bisa membantu program penurunan berat badan?! Ini benar adanya. Beberapa penelitian menyebutkan orang-orang yang melewatkan makan pagi cenderung mudah bertambah berat badan.

Penelitian terakhir yang dilakukan di London menunjukkan bahwa hal ini berkaitan dengan pola aktivitas di dalam otak. Dalam penelitian tersebut didapatkan bahwa orang yang melewatkan sarapan cenderung makan siang lebih banyak daripada mereka yang sudah sarapan. Ini logis mengingat orang yang melewatkan makan pagi jauh lebih lapar daripada yang tidak melewatkannya. Ini tentu tidak mengejutkan.

Yang mengejutkan adalah, orang yang melewatkan makan pagi cenderung memilih makan siang yang “menggugah selera”, yaitu makanan yang memiliki kadar kalori dan lemak sangat tinggi. Ini adalah pola aktivitas di dalam otak dimana rasa lapar dan ketertarikan terhadap makanan berkalori tinggi bekerjasama dan mendorong seseorang untuk makan lebih banyak.

Porsi makan siang orang yang melewatkan makan pagi adalah 20% lebih banyak dari porsi makan siang pada mereka yang sebelumnya sudah sarapan.

Sarapan dapat Mengurangi Resiko Penyakit Kronis

Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Harvard, dan yang melibatkan lebih dari 2800 orang, menunjukkan bahwa mereka yang rutin makan pagi memiliki resiko atau permasalahan gula darah 50% lebih rendah dari mereka yang melewatkan makan pagi.

Masalah gula darah bisa menjadi pelopor diabetes dan bisa meningkatkan kadar kolesterol. Kolesterol yang tinggi meningkatkan resiko penyakit jantung.
Makan pagi sesegera mungkin setelah bangun tidur dapat membantu menstabilkan gula darah, karena sebelumnya Anda tidak makan selama kurang lebih 12 jam, maka gula darah menurun hingga saat anda terbangun dan makan pagi.

Jika anda memaksa tubuh Anda mengalami kondisi demikian hingga waktu makan siang (melewatkan makan pagi) lalu makan siang dalam porsi besar, maka gula darah melonjak secara tiba-tiba. Jika kondisi melonjaknya gula darah semacam itu terjadi secara terus-menerus (konstan), maka dapat menyebabkan resistensi insulin, dan kemudian dapat berkembang menjadi penyakit kronis.

Recent Posts