“Siswa Kudu Wani Ngumbara”

“Siswa Kudu Wani Ngumbara”

“Siswa Kudu Wani Ngumbara”
“Siswa Kudu Wani Ngumbara”

Selagi siswa belum memiliki beban dan tanggung jawab selain belajar, mereka harus berani berkelana

untuk mendapatkan ilmu. Dan orang tua harus turut berperan aktif dalam proses tersebut. Salah satunya dengan memberikan keyakinan penuh kepada anaknya saat mereka sedang menuntut ilmu.

”Siswa kudu Wani Ngumbara, teras orang tua ulah di pikemelang, sina aya rasa kawani ti anak (Siswa harus berani mengembara, kemudian orang tua jangan terlalu khawatir, biar punya keberanian anak),” tutur Hadadi dalam acara Penandatanganan MoU antara SMKN 3 Bandung dengan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (PT. BUMA) di Gedung SMKN 3 Bandung, Jalan Rancalili, Kota Bandung, Senin, 29 Oktober 2018.

Dihadapan 30 siswa terpilih untuk melakukan pembinaan PT BUMA yang didampingi oleh orang tuanya.

Hadadi menjelaskan, siswa harus berani mengambil kesempatan yang ada guna terciptanya peluang, khususnya bagi siswa SMK, yakni peluang di dunia kerja. Dia mengapresiasi kegiatan tersebut karena adanya kolaborasi antara SMK dengan industri yang merupakan tujuan dari Sekolah Menengah Kejuruan.

”Hari ini kita menyaksiskan pembinaan peserta didik yang sudah lolos seleksi (pembinaan di PT BUMA). Ini adalah tujuan dari SMK di mana adanya link and match antara pihak industri dengan sekolah,” tutur Hadadi.

Lebih jauh Hadadi menjelaskan, kerja sama ini tidak hanya terjalin dengan industri dalam negeri,

namun juga dengan industri negara lain. Kami sudah mengirimkan 700 lulusan SMK ke industri yang ada di Taiwan. “Ini menjadi bukti bahwa lulusan SMK adalah cara untuk menyelesaikan masalah pengangguran,”ungkap Hadadi.

Hadadi pun berkomitmen untuk terus memantau siswa-siswa disana seperti pemenuhan kebutuhan dan fasilitas untuk menunjang kehidupan disana. Sehingga kerja sama terus terjalin dan semakin meluas. ”Inshallah kami memberi jaminan, kerjasama dengan kedutaan, kami pantau dan ikuti” katanya.

Hadadi pun mengajak siswa lainnya agar selalu semangat kepada siswa yang lolos pembinaan dan memberi pesan agar mereka mampu memberi contoh baik kepada siswa lainnya dan menuntaskan perjanjian sampai waktu yang ditentukan.

Pada prosesnya, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara tersebut menerima 800 siswa yang mendaftar. Setelah melewati tahap seleksi, terpilih 30 siswa yang berhasil lolos ke tahap pembinaan

 

Baca Juga :