Upacara Hardiknas di Rembang, Dua ABK Curi Perhatian

Upacara Hardiknas di Rembang, Dua ABK Curi Perhatian

Upacara Hardiknas di Rembang, Dua ABK Curi Perhatian
Upacara Hardiknas di Rembang, Dua ABK Curi Perhatian

Dua orang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) cukup menyita perhatian para peserta upacara bendera

peringatan Hari Pendisikan Nasional (Hardiknas) di Alun-alun kota Rembang, Rabu (2/5/2018).

Dua orang anak itu masing-masing Kharisa (8) asal desa Landoh Kecamatan Sulang, dan Sefina (8) desa Sulang Kecamatan Sulang, Rembang. Keduanya dengan lantang membacakan pesan-pesan trilogi pendidikan Ki Hajar Dewantara.

Meski dengan keterbatasan yang disandang, keduanya dengan lancar dan tegas menuntaskan tugas, di hadapan ratusan peserta upacara yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat. Usai upacara, keduanya kembali menunjukkan bakat dengan menyanyikan lagu guruku tercinta.

Bupati Rembang H. Abdul Hafidz mengaku bangga dengan kedua ABK tersebut. Menurut Bupati, kedua anak itu memberi sudut pandang tersendiri bagi masyarakat. Juga mampu memberikan contoh, agar warga tetap semangat meskipun ada keterbatasan.

“Saya ingin menyampaikan sikap, atas nama pemerintah maupun saya pribadi

, saya sangat bangga dan memberikan apresiasi terhadap dua anak yang berkebutuhan khusus, yang telah menyampaikan pesan-pesan Ki Hajar Dewantara dengan lantang dan indah, intonasi yang enak didengar,” kata Bupati.

Selain dua anak yang membacakan pesan trilogi pendidikan Ki Hajar Dewantara, Bupati juga mengapresiasi ratusan peserta tarian kolosal yang sebagian anggotanya adalah Anak Berkebutuhan Khusus.

“Yang saya apresiasi kepada anak-anak yang berkebutuhan khusus memperlihatkan kepada kita, dengan enak dipandang mereka menarikan tarian kolosal yang enak dipandang,” imbuh Bupati Rembang.

Sementara itu, pembina Pemberdayaan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat

(PATBM) Kutoharjo, Purwono mengakui, dua anak tersebut hanya membutuhkan waktu latihan selama sehari. Sedangkan latihan untuk tarian kolosal selama dua minggu.

“Harapan saya bertahun-tahun, ingin membuktikan bahwa yang perlu perhatian dan perlu tampil bukan hanya mereka-mereka yang biasa. Tapi anak-anak yang luar biasapun sejatinya mampu. Dan dalam momentum ini baru kesampaian,” katanya.

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/gunner-diary/